
Sifatnya yang dingin dan selalu menolak para anak perempuan siapapun itu yang mencoba mendekatinya , dan hari ini Haikal di buat muak oleh seorang gadis yang mengganggunya , seorang gadis yang menabraknya tadi pagi , gadis genit yang tidak tau malu yang membuatnya ilfil , sama seperti para gadis yang mendekatinya selama ini .
Di hitung dari jam menit dan waktu saja Haikal sudah sangat tidak senang dengan anak perempuan itu mengingat saat kejadian di kantin sudah meembuatnya enek , dan sekarang ia kembali di buat tidak senang dimana saat ia baru keluar dan hendak berjalan ke depan pintu gerbang yang sudah terdapat mobil mewah yang menunggunya , langkahnya harus terhenti saat satu suara memanggilnya .
" kak haikal ..!! " panggil Emina yang sialnya lagi Haikal menoleh , dan melihat siapa yang datang , bukan hanya Haikal saja tapi semua anak yang berada di parkiran termasuk Ariella dan kawan - kawannya yang langsung menatap kearah gadis berambut pirang yang sudah memanggil namanya dengan suara keras .
" tontonan yang menarik " ucap Ariella sambil tersenyum miring .
" maksud lo " tanya Aldo dan Alex serempak
" bukan apa - apa " ucap Ariella sambil melihat Haikal gadis pirang dan satu anak lagi yang berdiri di belakang Haikal yang berjarak tak jauh Winda .
Sepertinya aku punya ide untuk menyingkirkan haikal ... batin Ariella dengan senyum miring .
" gais gue punya saimbara "
" simbara apaan ? kaya orang dulu aja lo " tanya aldo .
" saimbara yang seru , kita bikin haikal suka sama dalah satu kedua anak perempuan itu " kata Ariella .
" ha ! " kaget Aldo .
" lo gila ya riel " kata alex
" saimbara apaana kaya gitu " kata Alex
" keuntungannya apa coba " Sahud Aldo
" sorry gue keluarnya lama " kata David yang baru datang dan bergabung dengan ketiga nya .
" tidak papa " jawab Ariella yang langsung merangkul pundak David .
" keuntungannya jika berhasil akan aku terakhir kalian makan di kantin sampai lulus , " kata Ariella yang membuat Alex dan Aldo tergiur dengan tawaran Ariella .
" kalian lagi apa "
" lagi mau nagadain saimbara "
" saimbara apaan "
" bikin Haikal suka sama salah satu cewek itu " kata aldo sambil menunjuk winda dan cewek baru itu .
" jangan gila kalian tidak mendengar rumor " sahut David .
" rumor apa " tanya Ariella .
" rumor kalo dia berhati batu , denger - denger dia sudah sering menolak para cewek bahkan pernah kaka kelas kita yang bernama nina wakil ketua osis yang dulu sampai akan bunuh diri gara - gara di tolak sama tu cowok "
" iya gue juga pernah denger soal itu " sahut Aldo
" gue juga "
" kita coba saja siapa tau berhasil , lagian tujuan kita membuat itu cowok yang jatuh cinta sama si cewek " sahut Ariella .
" caranya "
" ya makannya itu lo pada harus cari tau caranya , kita mulai rencana kit besok "kata Ariella .
" gimana mau tidak, gue traktir sampai lulus duit lo bisa tabung buat beli motor baru "
" bener juga , gue setuju " jawab Aldo .
" gue juga " ucap Alex .
" lo dav " Tanya Ariella .
" gue bakal mencoba deketin haikal sama cewek pirang itu " kata aldo dan Alex .
" kenapa kalian berdua memilih cewek itu " tanya Ariella .
" weh lo kaga tau ya , terkadang yang seperti itu yang bisa merobohkan iman dan takwa para anak laki - laki " jawab Alex .
" dan cewek seperti dia memiliki peluang lebih karena lihatlah dia lebih modis dari pada si winda yang terlihat polos "
" gue pihak winda " jawab David .
" lo setuju " tanya Ariella yang di anguki David .
" kenapa lo pilih winda "
" karena anak polos biasanya lebih di sukai cowok kayak haikal , kadang anak polos banyak kejutannya dan ..."
" tutup mata lo ngapain sambil ngelihattin dia " ketus Ariella .
" ya kan kamu nanya alasannya "
" nanya jawabnya ya nggak usah lihatin dia juga kali " kata Ariella lagi .
" ok dil di mulai dari besok " sahut Aldo .
" ok " jawab ketigannya .
Gadis berambut pirang yang tidak lain bernama Emina , terus saja mencoba mendekati Haikal , ia tampak mengajak Haikal berbicara , tapi sang empunya seperti tidak perduli dengan yang ngajak ngomong , malah melihat Fokus kearah tempat Ariella dan teman - temannya , lebih tepatnya kearah David dan Ariella , dimana Ariella merangkul pundak David dan David yang merangkul pinggang Ariella .
Melihat itu Haikal langsung meninggalkan Emina yang kelagepan di buatnya .
" wao ..." ucap Ariella dengan tepuk tangan kecil saat melihat Haikal yang tidak perduli dengan Emina dan langsung masuk kedalam mobil lalu pergi begitu saja .
Sampai di rumah , Haikal berjalan ke kamarnya sambil melonggarkan dasinya , ia tampak kesal , sudah di lihat dari raut wajahnya yang tak bersahabat .
Membuat yang berpapasan dengannya memilih menunduk atau pergi dari pada ia berpapasan dan melihat tuannya .
Berbeda dengan Haikal Ariella sepulang sekolah langsung kerumah ibu galuh , duduk santai di depan tv dan makan dengan lahap .
" gimana sekolahnya tadi " tanya Bu galuh
" biasa saja tidak ada yang spesial " jawab Ariella .
" ya karena kamu tidak membuat masalah "
" benar sekolah menjadi membosankan " jawab Ariella yang membuat Marina kesal dengan sengaja gadis itu mencubit pipi Ariella membuat sang empu kesakitan .
" hentikan tangamu " teriak Ariella .
" mar "
" iya bu "
" he riel aku lihat kamu dua hari ini di kantin duduk sama anak ipa satu kamu kenal "
" kenallah kan aku mantan ipa satu " jawab Ariella .
" jadi kamu kenal dong sama haikal "
" haikal ? nggak kenal cuman tau itupun baru kemarin , kenapa emangnya " jujur Ariella .
" dua hari ini ia kekantin tidak ke perpus seperti biasa "
__ADS_1
" tenag aja lo nggak bakal di pecat cuma karena pelanggan setia lo ngilang "
" hais ..... bukan , cuma aneh saja selama sekolah dia itu tidak pernah tidak keperpus , setiap jam istirahat ia selalu menghabiskan waktu di perpus untuk membaca , dia anak teladan dan sangat jenius , anehnya dua hari ini ia pergi ke kantin setiap kali istirahat dan lebih anehnya lagi kamu tau "
" apa "
" dia duduk di meja bersama kamu dan para teman - temanmu "
" lalu apa yang aneh "
" aneh saja anak sekelas dia duduk dengan bocah sepertimu "
" sialan ...!! ban .."
" riel " tegur bu galuh saat mendengar Ariella akan mengumpat .
" hahah rasain tuh " ucap Marina sambil tertawa puas sedangkan Ariella menatapnya jengah .
" beneran lo riel , dia kan anak terkenal ..."
" shuut diam .... ( sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir Marina ) mau dia semeja makan siang sama gue , mau dia sebangku sama gue mau dia nebeng pulang sama gue masalahnya apa sih gak jelas "
" masalah lah "
" jangan - jangan lo naksir sama dia " sahut Ariella
" kalo iya kenapa , mana ada cewek yang nolak dia "
" benarkah jadi selera lo beronndong ya "
" kalo iya kenapa "
" tapi gue kasih saran sama kak mar , mending nyerah saja "
" memang tidak ada cewek yang nolak dia tapi rumornya dia yang sering nolak cewek , so ... sadar diri " jawab Ariella dengan senyum mengejek .
" ya ya ya gue tau "
" eh tapi lo beneran suka sama es batu itu "
" tidak hanya bercanda gue kagak suka brondong "
" kalian lagi membicarakan apa " tanya bu galuh yang mengagetkan .
" aku sudah selesai makannya " jawab Ariella .
" piringnya jangan cuma di taruh di dapur dicuci sekalian " ucap Marina .
" merepotkan saja " jawab Ariella yang langsung berlalu pergi kedapur .
" yang merepotkan bukan aku tapi kamu "
" jangan terlalu keras sama ariel "
" nggak kok buk " jawab Marina yang hanya mendapat gelengan kecil dari sang ibu .
Pagi hari dimana semua anak kembali ke sekolah , dan di pagi ini semua anak masuk dengan wajah senang , hari ini adalah hari sabtu tidak seperti hari biasanya yang akan pulang sore , di hari saptu hanya akan sekolah sampai jam sebelas siang saja .
" astaga Ariel kamu terlambat lagi padahal ini hari sabtu lo "
" ya begitulah " jawab Ariella yang berlalu pergi tanpa perduli sama bu tatik yang ngomel hari ini , ia tidak ingin membuat ulah karena masih memikirkan cara agar Winda bisa jadian sama Haikal , dan Haikal agar bisa pergi dari hidupnya .
Duk ..." bangsat " umapat Ariella saat ia menabrak seseorang didepannya saat ia sudah dekat dengan kelasnya .
" lo .." marah Ariella sambil menunjuk siapa yang sedang berdiri didepannya .
" sialan lo mau mati , asal lo tau seragam lo bikin gue gatel - gatel dan sudah gue buang ngerti lo " jawab Ariella
" oh benarkah tapi yang aku lihat kamu tampak nyaman - nyaman saja " ucap Haikal .
" bang .." umpat Ariella yang terpotong .
" belajarlah yang benar jangan bisanya cuma mengumpat saja , karena istri seorang pewaris harus menjadi yang terbaik " ucapnya lagi sambil berlalu pergi namun belum sampai jauh sebuah sepatu melayang mengenai kepalnya membuatnya sedikit terhuyung ke depan .
" wah wah ... apa terasa sakit tuan muda haikal " ucap Ariella dengan senyum miring , Ariella berjalan mendekat kearah Haikal yang berdiri dan menatapnya dengan wajah dinginnya .
" waow ... waow .... waow .. luar bisas ( ucap Ariella kemudian sambil bertepuk tangan ) sepatu luar biasa tidak salah jika harganya mahal ( sambil mengambil sepatunya ), lihatlah tuan muda haikal sepatu ini bisa menyentuh kepalamu wing .... wing ... wing ... syut ...duk .... hebat bukan aku tidak akan memakainya mulai hari ini , aku akan membungkuk hormat kepadanya dan memberikan beberapa pemujaan kepadanya sungguh luar biasa , oh kalo begitu aku harus segera pergi untuk menyiapkan pemujaan , kalo begitu gue pergi dulu tuan muda belajarlah yang pintar dengan otak besar milikmu yang tersimpan di kepala keras " ucap Ariella sambil mengangkat sepatunya dengan kedua tangannya dan berlalu pergi dengan siulan yang terdengar merdu
Sampai di kelas Ariella berjalan masuk dengan sepatu kanan yang ia bawa di atas kedua telapak tangannya dan terletak tepat di atas dadanya , semua anak yang berada di kelas menatapnya dengan tatapan heran kepada anak perempuan pemilik keajaiban di setiap tingkah lakunya .
Berjalan santai dan duduk di tempatnya dengan sepatu yang ia letakkan di atas meja .
" riel lo kenapa " tanya Alex yang melihat temanya .
" kenapa emangnya "
" lo nggak gila kan " sahut Aldo
" nggak "
" tapi lo kenapa senyum senyum seperti orang gila " ucap Alex .
" oh tidak tidak ... lebih baik kalian menghadap depan guru yang akan segera masauk , dan ingat rencana kita hari ini akan di mulai "
Di kelasnya Haikal duduk di bangkunya dengan nafas yang ia keluarkan dengan kasar , ini pertama kalinya mendapatkan hinaan , dan pertama kalinya ada orang yang berani bersikap tidak sopan dengannya . Kepribadiannya yang selalu di hormati dan di segani seakan tak ada harganya di depan gadis itu .
Bel istirahat berbunyi semua siswa berbondong bondong ke kantin berbeda dengan Ariella bersama teman - temannya yang melancarkan aksinya .
Ariella dan David yang duduk di depan kelas ipa satu , sedangkan Alex dan Aldo tengah mencari Emina .
" sial apa kelas ini tidak tau jam istirahat "
" entahlah " jawab David .
Lima menit kemudian guru pengajar keluar dari kelas membuat Ariella dan David melancarkan aksinya , keduanya masuk kedalam kelas ipa satu membuat semua anak di kelas menatap keduannya .
" ngapain kalian kesini " tanya Aoka .
"mencarimu " jawab Ariella .
" untuk "
" pergi kekantin bersama " jawab Ariella lagi .
" oh ba baiklah tidak seperti biasanya " jawab Aoka yang langsung berdiri
" ehem lo nggak ikut ke kantin " tawar Ariella kepada Haikal dengan wajah sok .
" perpus " jawab Haikal yang langsung berdiri .
sialan ...umpat Ariella yang merasa gagal .
" aku ikut ke perpus " sahut Winda .
Bagus ... batin Ariella lagi sambil tersenyum samar .
" sudah ayo berangkat " Ajak Aoka .
__ADS_1
" lo ke kantin saja dulu " jawab David sambil merangkul Ariella di pundaknya , melihat itu Haikal langsung berjalan lewat di tengah antara Ariella dan David , membuat keduanya terpisah dan hampir terjatuh .
" sialan " umpat David dan Ariella bersamaan , sedangkan Haikal keluar kelas di ikuti Winda di belakangnya , tanpa perduli dengan dua mahluk yang tengah menahan emosi .
" sabar demi misi " kata David .
" hah sudahlah "
" kita jadi ke kantin ti.." tanya Aoka .
" berangkat saja dulu nih gue kasih duit " kata Ariella .
" vid ayo "
" hem " jawab David , berjalan mengikuti Ariella yang berjalan menyusul Haikal dan winda .
" mereka kenapa ya " gumam Aoka .
Di tempat lain Alex dan Aldo yang sudah di kantin bersama Emina .
" kamu mau bantuan kita "
" ba batuan a a apa ya kak "
" ehem .... jadi gini aku lihat - lihat kamu menyukai haikal , apa perlu bantuan kita untuk bisa mendapatkannya "
" bantuan ? "
" ya bantuan agar kamu bisa medapatkan nya "
" benarkah "
" ya "
" ta..."
" tidak di pungut biaya " jawab Alex
" benar gratis cukup kamu ikuti instruksi kita gimana "
" benarkah "
" ya "
" emmm ... baiklah tapi janji ya kak " jawab Emina
" ok " jawab Alex dan Aldo bersamaan .
" kalo boleh tau kakak namanya siapa ya "
" gue aldo "
" dan gue alex "
" emina " jawab Emina .
Sampai di perpus Haikal langsung berjalan menuju rak - rak buku yang tertata rapi , ia tampak mencari - cari buku yang akan ia baca , begitupun dengan winda yang terus berjalan di belakangnya sambil mencari buku , berbeda dengan Ariella dan david yang tampak aneh dengan ruangan penuh buku itu .
" Ariel " Panggil Marina dengan wajah terkejut seperti tengah melihat artis idolanya , mendengar suara Marina yang cukup keras membuat semua anak menoleh melihat kearah suara , sama seperti Marina , semua siswa dan siswi yang melihat kedatangan Ariella dan David di buat terkejut , entah ada badai apa sehingga keduanya terdampar di perpus .
" halo kak mar " sapa Ariella .
" ini ini benar ariel kan " tanya Marina seakan tidak percaya .
" seperti kak mar lihat " jawab David .
" riel kamu nggak sakit kan , tu tuan david juga baik - baik saja " tanya Marina sambil mengecek keduanya .
" kita baik - baik saja " jawab David dengan muka datar .
" benarkah ? , apa kalian mendapat hidayah " ucap Marina lagi , Haikal yang melihat ketiga orang tersebut menatap dengan heran .
Apa hubungan bu Marina dan Ariella ? ..
" sudahlah kak kita mau menjalankan ren ... eh maksudnya kita mau belajar " ucap Ariella yang hampir keceplosan .
" sudahlah kak mar kerja saja kita kesana dulu " kata David sambil menarik Ariella .
Keduanya berdiri di antara Haikal dan Winda yang tengah fokus mencari buku , cukup lama keduanya berdiri di sana memikirkan cara sambil berpura - pura mencari buku , hingga satu rencana terbesit di kepala David , dengan cepat ia memberi tau rencananya pada Ariella .
" ide bagus " gumam Ariella , yang langsung menjalankan rencananya dengan membuka salah satu tali sepatu .
Setelah itu Ariella berjalan mendekati winda sambil mencari - cari buku , sedangkan David yang berdiri tidak jauh dari arah Ariella berpura - pura membaca buku yang ia ambil sembarangan .
di saat winda terlihat sudah mendapatkan buku yang akan ia baca , gadis dengan rambut pendek sebahu itu berlalu akan menuju meja baca , namun saat langkahnya hampir dekat dengan Haikal , dengan cepat Ariella melancarkan aksinya dengan berjalan cepat lalu mendorong tubuh Winda hingga membuat gadis itu jatuh menimpa Haikal , keduanya terjatuh ke lantai dengan posisi Haikal di bawah dan Winda di atas . Sedangkan Ariella yang dengan sengaja mendorong Winda , dengan cepat ia berpura - pura terjatuh di lantai .
" Aw .." pekik Ariella seakan kesakitan membuat semua yang fokus dengan buku kembali melihat kearahnya , namun semua mata lebih fokus dengan dua mahluk yang tidak jauh dari Ariella .
" riel ! " panggil David yang seakan - akan terkejut dengan Ariella yang terjatuh .
Mendengar suara yang sedikit kegaduhan Marina sebagai guru penjaga perpus segera mengeceknya , begitupun dengan Haikal yang mendengar suara David dengan segera Haikal menyingkirkan tubuh winda dari atasnya .
" ma maaf " ucap Winda pada Haikal .
" hem " dehem Haikal .
" kamu nggak papa " pura - pura David .
" ada apa ini " tanya Marina yang baru datang .
" i ini b bu ar ariella terjatuh " ucap David dengan wajah khawatir .
" kamu nggak papa riel " tanya Marina khawatir .
" nggak papa hanya pinggangku saja yang sedikit sakit " dusta Ariella .
" makanya kamu hati - hati " ucap David .
" kamu nggak papa " tanya Winda ,
Berbeda dengan Winda , Haikal berdiri dan langsung merapikan baju dan mengambil buku yang terjatuh .
" en enggak kamu sendiri , maaf ya aku membuatmu celaka lagi " ucap Ariella .
" nggak papa " jawab Winda yang coba membantu Ariella untuk berdiri .
" ma makasih " jawab Ariella .
" tali sepatu kamu lepas " ucap Marina , membuat Haikal melihat kearah tali sepatu Ariella , benar saja tali sepatu itu memang terlepas .
" ikat sepatu dengan benar biar tidak terjatuh lagi " ucap Marina .
" iya "
" jangan buat kebisingan di sini , ini perpus bukan lapangan bola "
" ya " jawab Ariella .
__ADS_1