
Emina terus saja dibuat kesal karena Haikal yang nyuwekin dia , makin kesal lagi saat winda lebih di perhatikan oleh Haikal , padahal haikal hanya jawab ya , hem , nggak , pada winda gitu saja emina sudah sangat kesal , mana mau nggak kesal orang kalo emina yang nanya haikal hanya diam seperti tidak mendengar apapun .
Kekesalan emina bukan hanya itu tapi juga karena sikap winda yang sok didepannya , seakan tengah mengejeknya .
lihat saja besok ..... aku tidak akan tinggal diam batin emina .
Pulang sekolah Ariella tidak langsung pulang kerumah ayahnya , melainkan kerumah bu galuh ditemani david yang juga ingin kesana .
" bu galuh " panggil Ariella setah turin dari motor dan melihat bu galuh yang sedang ada diteras rumah .
" nak ariel " jawab bu galuh yang datang menghampirinya , dan langsung memeluk Ariella .
" kamu sudah baik , ibu kepikiran terus " ucap bu galuh .
" iya bu baik , ariel kangen banget sama ibu " kata ariel sambil memeluk bu galuh .
" ibu juga " jawab galuh membalas pelukanya , mereka memang sudah seperti anak dan ibu .
" eh terus tangan kamu ini kenapa " tanya bu galuh .
" patah tulang " jawab Ariella .
" bu galuh " sapa david setelah memarkirkan motornya .
" eh nak david , makin ganteng saja " kata bu galuh .
" bu galuh aku lapar " kata Ariella dengan wajah yang di buat melas .
" iya ibu sudah masak enak , udah sana masuk " kata bu galuh .
" yes , ayo masuk " ucap Ariella dengan semangat , dia langsung berjalan masuk lebih dulu meninggalkan david dan bu galuh yang hanya tersenyum melihat Ariella .
" masalah makan aja semangat " ucap david.
" nak david sudah makan " tanya bu galuh .
" belum "
" ya sudah ayo masuk " ajak bu galuh .
" iya bu " jawab david .
Di ruang tamu pak harianto yang sedang duduk sambil membaca koran , di buat terkejut dengan Ariella yang baru datang dan menyapanya .
" pak hari " panggil Ariella .
" eh neng ariel " jawab pak galuh yang langsung meletakkan korannya , dan langsung berdiri menyambut nona kecil .
" sudah sehat " tanya pak hari .
" sudah kan ariel kuat , pak hari sendiri gimana kabarnya sehat " kata Ariella .
" alhamdulillah neng sehat - sehat saja , oh iya tangannya neng ariel "
" nggak papa kok pak tinggal nunggu kalo sudah pulih aja "
" pak hari " kali ini david yang baru datang dan menyapa harianto .
" eh mas david juga ikut kesini " sapa balik pak hatianto .
" iya , pak hari gimana kabarnya "
" baik mas " jawab pak hari .
" saya turut berduak cita ya , maaf nggak bisa kesana david pulang kerumah waktu itu " kata david .
" iya nggak papa mas david " jawab pak harianto .
" aku juga turut berduak cita maaf ya pak buk ariel nggak bisa datang "
" iya ibu bapak mengerti kok " jawab bu galuh .
" ya sudah ayo duduk dulu , biar ibu angetin makanannya " kata bu galuh yang langsung kedapur .
" oh ya sebentar bapak ada oleh - oleh untuk neng ariel " kata pak harianto yang juga berdiri menyusul bu galuh .
" buat david " tanya david menghentikan langkah pak harianto .
" iya mas david juga " jawab pak hari dengan senyum .
Di tempat lain marina yang baru keluar dati perpustakaan , langsung di sambut dengan rangga guru oleh raga .
" eh pak dimas "
" baru mau pulang "
" iya pak " jawab marina .
" bareng aku " kata rangga .
" em tap .."
" nggak ada penolakan " jawab rangga .
" em iya terimakasih "
" sama - sama " jawab rangga dengan senyum .
Sambil menunggu bu galuh menghangatkan makanan Ariella menonton tv sambil makan cemilan yang di ambil dari warungnya bu galuh , sedangkan david ia bermain game di ponselnya sambil di suapin cemilan Ariella .
" nak ariella pulangnya ke apartemen " tanya pak hari
" nggak , kerumah ded " jawab Ariella yang terdengar sampai di dapur .
" kerumah tuan , apa sudah izin sama tuan kalo mau kesini nanti kalo di cariin gimana . " sahut bu galuh dari arah dapur .
" tadi aku sudah bilang paman kok " jawab david .
" ya sudah kalo gitu " jawab bu galuh yang kembali lagi ke dapur .
" kak mar koi lama sih sudah lapar ini "
" masih di jalan mungkin " kata david , yang nggak lama kemudian terdengar suara mobil dari arah luar yang membuat Ariella penasaran .
" siapa yang datang ya " kata Ariella yang langsung berdiri dan melihat siapa yang datang , begitupun dengan david yang juga ikut berdiri dan melihat keluar .
Mobil berwarna putih yang berhenti tepat di depan rumah tidak jauh dari motor david .
" kok kayak pernah lihat mobil itu ya tapi di mana " ucap david .
" di sekolah " jawab Ariella yang memang hafal betul milik siapa mobil yang sedang berhenti itu .
" sekolah emang punya siapa " tanya david yang belum sempat di jawab Ariella orang yang di dalam mobil sudah keluar .
" EHEM .. " dehem Ariella membuat kedua pasang yang baru keluar dari mobil langsung menoleh dan melihat kearahnya , dua anak remaja yang tidak asing bagi rangga dan marina .
__ADS_1
" eh ar ariel " kata marina .
kenapa aku lupa kalo dia akan ke sini ...
" pak rangga " panggil david .
" eh ada david " kata pak rangga yang langsung canggung seketika .
" di tungguin dari tadi ternyata lagi kencan " ucap Ariella membuat rangga hanya bisa ngelus dada kalo soal muridnya yang satu ini .
" eh ariel nggak gitu jangan sal ..." kata marina yang terpotong .
" kencan ? mereka pacaran ! " kali ini david dengan wajah terkejut .
" en enggak kita ngg .." ucap marina yang ingin menjelaskan lagi - lagi terpotong .
" neng ariel mas david ayo mas ..."
" mar sudah pul... " ucap pak harianto yang terhenti saat melihat melihat rangga yang berdiri di sana dan tersenyum ramah padanya .
" pak " sapa rangga .
" eh i iya kok pernah lihat siapa ya bapak lupa " kata pak harianto .
" calon mantu " jawab Ariella yang membuat marina meloto sedangkan rangga di buat mati rasa oelh muridnya yang nggak ada akhlak .
" pak jangan dengerin dia " kata marina .
" udah ayo masuk udah ibu siapin , eh ada pak rangga " kata bu galuh yang juga keluar .
" iya buk " sapa pak rangga .
" ayo masuk , kita makan bersama " ajak bu galuh yang di jawab senyuman .
" ayo , kamu ajak masuk mar " kata bu galuh .
" eh i iya bu " jawab marina .
" ayo pak jangan sungkan " ajak pak harianto .
" eh i iya pak " jawab pak rangga yang berjalan mengikuti pak harianto .
" oh jadi mereka beneran pacaran " kata david yang masih loading .
" engak jangan percaya ariel " sahut marina .
" mana ada orang yang sembunyi berterik - terika " ucap Ariella .
" ariell ! " kata marina dengan suara yang tertahan .
" ayo masuk " ajak Ariella sambil menarik tangan david , membiarkan marina yang kesal di buatnya .
Di negara seberang , dimana hazar yang baru selesai berolah raga tengah duduk di sofa ruang tengah , bersama kedua orang tuanya yang juga sedang duduk bersantai disana .
" gimana keadaanya " tanya sang ibu .
" sudah membaik , tinggal tangannya saja yang masih menunggu pemulihan "
" dia terlalu di berikan kebebasan , jadilah ia anak yang seperti itu sangat susah diatur , dan selalu membuat masalah " ucap sang ibu .
" jangan bicara seperti itu dia cucu kalian "
" sayangnya seperti itu " jawab sang ibu .
" anak sama ayah sama saja " kali ini sang ayah yang berbicara .
Di perjalanan pulang , jacksen dengan wajah yang terlihat letih , bersandar di kursi penumpang sambil melihat pemandangan jalan di luar yang sudah terlihat sepi , pemandangan itu sudah biasa marcel lihat .
" nona muda bersama david pergi ke rumah bu galuh "
" mereka sudah kembali "
" iya tuan "
" pasti ariel sangat senang sekarang " ucap jacksen .
" begitulah , ia begitu dekat dengan mereka "
" ya "
Duduk di bersama dan menikmati makan bersama rangga yang duduk bersebelahan dengan marina , Ariella yang duduk dan makan dengan di suapin david , dan pak Harianto yang duduk tepat di depan rangga bersama bu galuh yang duduk disampingnya , posisi ini sangat canggung bagi rangga .Apa lagi ada kedua muridnya yang dari tadi membuat dirinya hanya bisa beristigfar .
" pak rangga ngajar apa di sekolah " tanya Harianto .
" olahraga " jawab rangga .
" olahraga "
" ya " jawab rangga .
" tapi itu cukup keren untuk jadi menantu " sahut Ariella yang langsung saja membuat marina tersedak .
uhuk ... uhuk ... " ini - ini minum dulu " kata bu galuh yang khawatir .
" makasih buk " jawab marina sambil melototin Ariella .
" kalo makan pelan - pelan saja " kata paj hati yang hanya dijawab anggukan .
" ariel sudah jangan goda kak mar lagi " kata bu galuh .
" aku tidak menggodanya aku hanya mengatakan hal "
" benar " sahut david .
" sudah - sudah lanjutkan makan kalian " kata pak Harianto .
Sampai di rumah Jacksen yang langsung menuju kamarnya namun ia sempat berhenti saat di depan kamar putrinya .
" nona belum pulang tuan " kata pelayan .
" aku tau " jawab jacksen melanjutkan langkahnya .
Sampai di kamar , jacksen tidak langsung ke kamar mandi , melainkan duduk di pingiran ranjang sambil melonggarkan dasinya , dan melihat bingkai foto yang terletak di dalam laci .
" tuan semua sudah di siapkan "
" hemm "
" kami permisi "
" hemm "
Selesai makan malam rangga langsung berpamitan pulang , begitupun dengan david dan Ariella yang juga berpamitan untuk pulang .
" buk pak ariel pamit pulang ya " pamit Ariella .
__ADS_1
" saya juga " kata david .
" iya hati - hati di jalan , kalo bawa motor jangan ngebut " kata pak harianto .
" siap pak " jawab david .
" makasih ya oleh - olehnya " kata Ariella .
" iya " jawab bu galuh sambil mengelus pipi Ariella dengan lembut .
" dada kakak mar , dada pak rangga kita pamit dulu , cepat nikah jangan berduaan muluk nanti yang ketiga setan " kata Ariella yang langsung berlari sambil melambaikan tangan di ikuti david di belakangnya .
" eh jangan di dengarkan ya pak " kata marina pada rangga .
" maaf ya anaknya memang suka iseng " kata pak harianto .
" nggak papa pak sudah biasa " kata rangga sambil menahan awas kalian ... batinnya .
" saya permisi pulang dulu bu pak , terimakasih makan malamnya " pamit pak rangga .
" sama - sama nak , saya juga berterima kasih juga sudah mengantar marina pulang " jawab pak harianto .
" iya pak , kalo begitu saya permisi dulu " kata rangga .
" iya hati - hati di jalan " kata bu galuh yang di jawab senyuman dan anggukan sopan oleh rangga .
Wardah yang baru selesai dengan pekerjaannya tengah duduk di samping jendela melihat indahnya malam yang penuh dengan bintang , angin malam terasa segar yang begitu menenangkan .
" ini sudah beberapa tahun yang terasa begitu sepi "
Sampai di rumah , Ariella yang baru akan menaiki anak tangga harus terhenti saat mendengar suara jacksen .
" baru pulang " tanya jacksen yang sedang duduk di meja makan , dengan pelayan yang tengah menyiapkan makan malam .
" ya "
" bagaimana tanganmu "
" mulai membaik "
" jangan melakukan aktifitas berat dulu "
" aku tau " jawab Ariella .
" kamu sudah makan " tanya jacksen .
" sudah "
" mau menemani ded makan sebentar " kata Jacksen , langsung saja Ariella berjalan mendekat dan duduk di sampingnya , sambil meletakkan kantong plastik berisi oleh - oleh dari bu galuh di atas meja .
" apa itu " tanya jacksen .
" oleh - oleh dari bu galuh "
" em "
" ded mau "
" emang apa isinya "
" cemilan , jika mau cobalah " kata Ariella .
" nanti saja ded akan coba sekarang ded harus makan " jawab jacksen sambil memakan makanannya yang sudah tersaji di depannya .
" baiklah , tolong ini masukkan kedalam toples , sebagian letakkan di kamarku dan sebagian di ruang kerja ded " kata Ariella pada pelayan .
" iya nona " jawab pelayan mengambil kantong plastik berwarna putih .
" ingat , punyaku lebih banyak " kata Ariella yang membuat jacksen tersenyum .
" baik nyonya " jawab pelayan , setelah itu mereka meninggalkan ruang makan menyisakan Ariella dan jacksen .
" bagaimana dengan sekolahmu " tanya jacksen lagi di tengah makannya .
" melelahkan "
" ya pasti melelahkan , karena kamu sudah kelas duabelas dan sudah pasti jam belajarnya di tambah "
" begitulah "
" apa ada kesulitan dengan pelajaran "
" tidak ada yang sulit " jawab Ariella .
" setelah ini kamu mau meneruskan dimana ? "
" aku tidak tau "
" lalu bagaimana hubungan kamu dengan tuan muda haikal " tanya jacksen yang membuat Ariella terdiam dengan raut wajah yang tidak senang .
" dia anak yang bai .." ucap Jacksen terputus .
" tapi aku tidak suka dengannya , aku tidak ingin melanjutkan pernikahan ini " jawab Ariella membuat Jacksen menghentikan kegiatan makannya .
" aku tidak ingin menikah , aku tidak percaya dengan ikatan pernikahan , untuk apa menikah jika pada akhirnya berpisah " ucap Ariella membuat Jacksen terdiam seribu bahasa .
" aku tidak ingin melanjutkannya , apa ded bisa mengerti dan katakan pada haikal untuk menghentikannya , dia sangat menyebalkan " ucap Ariella lagi .
" aku permisi ke kamar dulu " kata Ariella kemudian yang langsung pergi , meninggalkan Jacksen yang masih terdiam membisu .
Maaf ... maaf kan ded , ini semua karena ded .. batin jacksen sambil megusap wajahnya kasar .
Di tempat lain Haikal yang baru saja akan tidur harus terganggu karena kedatangan nenek dan kakeknya .
" apa kamu sudah mau tidur "
" baru akan tidur " jawab Haikal .
" apa opa dan oma menganggu "
" tidak " jawab Haikal .
" boleh opa sama oma bicara sebentar "
" boleh silahkan " kata Haikal lagi , lalu opa dan omanya duduk di pinggir ranjang "
" dua hari lagi ada acara peringatan kepergian ayah mu " kata sari ayu .
" pasti kamu tau soal itu "
" ya " jawab Haikla .
" ajaklah istrimu kemari "
" i iya aku akan mengajaknya kemari " kata Haikal Semoga ia tidak membuatku malu ...
__ADS_1
Di dalam kamar Ariella melempar tasnya ke sembarang arah , dan langsung merebahkan dirinya di atas kasur tanpa ingin menganti baju dulu , hari yang sangat melelahkan bagi Ariella dan besok ia masih harus beraktivitas lagi .