
Bersembunyi di bangunan yang masih belum sepenuhnya jadi , di balik batu bata yang tertumpuk rapi ketiganya duduk dengan nafas tersengal - sengal .
" sepertinya kita sudah jauh dari mereka " kata Ariella mengintip dari balik batu bata .
" apa kalian sering mengalami ini " kata Haikal ia masih merasa takut dan was - was .
" tidak ini pertama kalinya " jawab david .
" entah kalo dia " lanjut david sambil melihat kearah Ariella .
" aku juga pertama kali , kedua kali dengan begal yang pernah mau membegal lo " jawab Ariella .
" tapi apa yang mereka inginkan " tanya Haikal .
" entahlah " jawab david .
" mungkin kamu " sahut Ariella .
" kenapa aku " kata Haikal bingung .
" jangan dengarkan dia " sahut david menghentikan Ariella yang akan mengatakan sesuatu , mendengar jawaban david barulah Haikal tau jika Ariella tengah mengibulinya .
" eh kamu nggak papa " tanya Ariella pada anak kecil yang berada di pangkuan david .
" sini aku lihat kaki mu " tanya Ariella lagi yang tidak di jawab , anak kecil itu malah menatap Ariella .
" sini aku luhat kakimu " kata Ariella yang langsung mengecek kaki anak kecil itu .
" lukanya tidak begitu parah hanya sedikit lecet " ucap Ariella sambil mencari bagian mana yang terluka sehingga anak itu tidak bisa berjalan namun saat ia memegang pergelangan kakinya anak itu meringis kesakitan .
" pergelangan kakimu terkilir " kata Ariella yang langsung mengerti apa penyebab anak itu tidak bisa berjalan tadi .
" tenang saja aku akan memijatnya " kata Ariella lagi yang akan memulai memijat kaki anak kecil itu namun tangannya di hentikan oleh Haikal .
" apa kamu bisa memijat , nanti jika semakin parah , lebih baik kita bawa saja kedokter " kata Haikal .
" lo diem " kata Ariella menepis tangan Haikal .
" nggak jika kamu melakukan kesalahan , ini bukan kaki kamu " kata Haikal yang lagi - lagi menahan tangan Ariella yang membuat Ariella hanya bisa membuang nafas berat .
" dia bisa melakukannya jangan kawatir " sahut david menarik tangan Haikal .
" tap ... " kata Haikal terpotong .
" jika ia melakukan kesalahan dia akan bertangung jawab jadi tenang saja " kata david .
" apa kamu bodoh , kamu membiarkan dia begitu saja padahal kamu sendiri tidak yakin jik ... "
" aku yakin jadi tenang saja " sahut david yang lagi - lagi memotong pembicaraan Haikal .
" sudah lebih baik kamu diam " kata Ariella yang kemudian Haikal diam dan tidak ingin berkomentar , sepertinya akan percuma juga saat ia berkomentar .
Dengan telaten Ariella mulai memijat pergelangan kaki , sesekali anak kecil itu meringis karena rasa nyeri di bagian lengannya , melijat itu Haikal tampak tak tega dengan anak kecil itu .
" apa kamu tidak melihatnya dia kesakitan " kata Haikal .
" ini hanya sebentar " kata Ariella .
" sebenarnya kamu bisa apa enggak " kata Haikal .
" nggak " jawab Ariella yang membuat Haikal membuka matanya lebar - lebar .
" sudah , sekarang coba berdiri " kata Ariella namunp gadis itu tidak mengerti apa yang di katakan Ariella .
" berdirilah " kata Ariella lagi tapi gadis itu masih tetap diam dan melihat kearah Ariella .
" berdirilah seperti ini " kata Ariella yang mencontohkannya .
" sudah pasti kakinya semakin parah " kata Haikal namun tertepis saat anak kecil itu ikut berdiri yang membuat Haikal kaget .
" dia be ..." kata Haikal yang tidak percaya .
" makanya diam saja dan lihat " sahut david .
" sekarang cobalah berjalan dengan pelan " anak itu kembali terdiam dan menatap Ariella .
" seperti ini " kata Ariella sambil memberi isyarat pakai tangannya agar anak itu mengikutinya , lalu anak itu mulai menirukan Ariella yang berjalan .
" apa sakit " tanya Ariella yang tidak dijawb lagi .
" apa sakit " tanyanya lagi dan masih sama tidak ada jawaban .
" apa dia tidak bisa berbicara " kata david menatap anak kecil yang terus saja menatap Ariella .
" entahlah " jawab Ariella yang kemudian Haikal menulis sesuatu di lantai yang bertuliskan " apa sakit " , anak itu melihat tulisan Haikal lalu menatap Ariella dan menggelengkan kepala .
"berarti dia bisu " kata david yang kemudian mengikuti Haikal ia juga menulis kata di atas lantai , yang bertuliskan , " siapa namamu "
" jelly " jawab anak itu yang langsung berjongkok dan menuliskan namanya di lantai .
" berapa usiamau " kali ini Ariella yang langsung di jawab anak itu demgan mengangkat jarinya berjumlah tuju .
" kakak semua namanya siapa " kali ini Jelly yang bertanya .
" aku david " jawab david .
" aku Ariella " jawab Ariella .
Sedangkan Haikal tampak diam tidak ingin menjawab , membuat jelly terus menatapnya .
" jawab bodoh " kata Ariella sambil menonyor kepala Haikal, barulah Haikal menuliskan namanya di lantai " Haikal " tulis Haikal yang membuat jelly tersenyum .
" kamu cantik sekali " kata david .
" kak david juga tampan " jawab jelly .
" terima kasih sudah menolongku tadi " kata jelly .
" sama - sama anak cantik " kata david .
Klontang ... suara besi jatuh terdengar begitu nyaring mengagetkan ke empatnya , membuat jelly langsung memeluk Ariella .
" kamu yakin mereka masuk sini " kata suara yang terdengar berat .
" ya " jawab suara serak .
__ADS_1
Dengan cepat Ariella kembali duduk di balik tumpukan batu bat .Tak tak tak tak .... suara langkah yang terdengar semakin mendekat membuat Haikal dan david kaku dibuatnya , berbeda dengan Ariella yang terlihat tengah berjaga - jaga .
" apa mereka tau kita " kata Haikal .
" shuut ... " isyarat david sambil meletakkan jari telunjuknya di depan bibir .
" dimana mereka " tanya suara berat .
" mungkin sedang bersembunyi " jawab suara serak , langkah mereka semakin dekat dan semakin dekat hingga Ariella Haikal dan david bisa melihat orang yang tengah berjalan sambil mencari - cari sesuatu .
Dua orang laki - laki bertubuh tinggi , berdiri tepat di depan mereka , kedua lelaki itu tampak membawa senjata tajam yang membuat Haikal ketakutan hingga ia tanpa sengaja menyenggol balok yang bersandar di sampingnya .
Buk ... suara balok kayu yang terjatuh membuat kedua penjahat itu menoleh kearah suara , melihat itu Haikal semakin takut , begitupun dengan david yang juga merasa takut namun ia masih bisa mengendalikannya .
" kalian ada di sana rupanya " kata suara yang terdengar berat sambil berjalan pelan mendekat , tapi tiba - tiba seekor tikus keluar entah tikus itu berasa dari mana , Cit ... cit .. cit.. suara tikus .
" hah sial hanya tikus " kata suara berat itu .
" kemana mereka " ucapnya lagi .
" tapi menurutku mereka bukan orang yang kita incar " kata suara serak .
" maksud kamu "
" mereka tampak berkulit bersih , berwajah campuran " kata suara serak dret .. dreet .. kali ini suara ponsel david yang tiba - tiba bergetar karena telfon dari gilang .
Mendengar itu dua lelaki itu langsung kembali menoleh , melihat itu david dengan bergetar mencoba untuk mematikan ponselnya karena hilang terus menelfon .
" sepertinya kalian ada di sini " kata suara berat itu , ia berjalan semakin dekat namun saat ia akan melihat di balik batu bata tiba - tiba seseorang datang .
" bos " panggil seorang dengan suara ngos - ngisan .
" kenapa " tanya suara berat yang di panggil bos .
" polisi datang , mereka kini menyebar mencari kita dan yang lainya jika kita tidak segera pergi maka polisi akan cepat menagkap kita " jelasnya .
" ah sial "
" kita harus pergi sebelum tertangkap " kata suara serak .
" tunggu saja kita belum selesai " ucapnya sebelum pergi dari tempat .
Rasa lega mereka rasakan .
" hampir saja " kata david dengan tubuh lemas .
" kenapa mereka mengejar kita " kata Haikal .
" sepertinya merek salah sasaran " kata Haikal .
" bagimana kamu bisa tau " tanya david .
" ingat kata suara yang terdengar serak , jika kita bukan orang yang mereka cari " kata Ariella yang membuat Haikal dan david kembali mengingat - ingat ucapan suara serak .
" jadi kita target yang salah " kata david .
" ya sepertinya " kata Ariella .
Di sisi lain seorang lelaki berusia sekitar tigapuluh delapan tahun , yang tengah bingung mencari putrinya yang hilang , beberapa polisi membantu mencari keduanya di sekitar tempat kejadian .
" bagai mana pak dengan hasil cctv "
Sedangkan kini Ariella dan yang lainnya kembali keluar dengan was - was , takut jika mereka masih ada di sini dan menangkap mereka .
" sepertinya sudah aman " kata Ariella .
" benar " jawab david .
" kalo gitu kita cepat kembali kemobil " kata Haikal .
" benar ayo " kata Ariella .
Kemudian mereka berjalan bersama untuk kembali ke tempat mobil yang mereka parkir , tapi baru beberapa langkah Ariella terhenti .
" ada apa " tanya david .
" em gue capek " kata Ariella yang langsung memberikan gadis kecil itu pada Haikal , namun Haikal tidak segera mengambil alih .
" gendong jelly " kata Ariella , barulah Haikal mengambil alih jelly yang langsung merangkul lehernya .
" sudah ayo " ajak david , namun Ariella masih tampak gelisah .
" ada apa lagi sih " kata david .
" tidak " jawab Ariella .
" ya sudah ayo kita cepat ke tempat tadi dan mencari orang tua jelly .
" hem " jawab Ariella , kemudian mereka kembali berjalan .
Di tempat kejadian Ada beberapa polisi yang masih ada di sana , dan seorang lelaki dengan kemeja biru dan celana hitam tengah duduk di pinggir jalan .
" itu mereka " kata salah satu polisi yang membuat laki - laki itu mendongak dan menoleh kearah tiga pemuda dengan anaknya yang berada di gendongan satunya .
" jelly " panggil laki - laki itu yang langsung berjalan cepat mendekat kearah Haikal ,lalu mengambil alih putrinya di gendongan Haikal .
" jelly sayang kamu baik baik saja " kata sang ayah terus memeluk dan menciumi putri kesayangannya , wajah khawatir terlihat dia wajah sang ayah , membuat dua remaja yang menatapnya tampak iri pada sosok jelly .
" jelly baik - baik saja pi , kakak - kakak ini menolong jelly " kata jelly dengan bahasa isyarat setelah sang ayah menurunkannya dari gendongan .
" itu kak Haikal , itu kak david dan itu kak arel " kata jelly memperkenalkan ketiganya dan kesulitan di nama Ariella .
" kak arel yang menolong jelly , dia seperti superhero , dia berlari dan mengendong jelly saat jelly jatuh , dia juga yang mengobati kaki jelly dan sekarang jelly bisa berjalan " kata jelly sambil menghentakan kedua kakinya .
" terima kasih sudah menolong putriku " kata sang ayah .
" sama - sama " jawab david .
" ini salah saya yang ceroboh , membiarkannya bermain sendiri tanpa pengawasan dari kami " ucapnya lagi . .
" lain kali berhati - hatilah " kata Ariella .
" iya " jawab laki - laki itu dengan anggukan .
" kami tidak tau harus membalas budi dengan apa " ucapnya lagi
__ADS_1
" jika kalian berkenan lain kali datanglah untuk makan malam bersama "
" rumah kami tidak jauh dari sini " kata sang suami .
" terima kasih lain kali saja jika kami ada waktu " jawab Haikal .
" tapi jika kalian bisa datang dan makan disana mungkin akan kami akan berterima kasih " jawabnya .
" kami akan kesana jika ada waktu " jawab david .
" baiklah "
" oh iya kenalkan nama saya rocky " ucapnya .
" saya " kata david yang langsung terpotong .
" david , dan kamu haikal dan kamu arela " kata rocky .
" saya ariella " jawab Ariella .
" oh maaf jelly mungkin sulit menyebutnya " kata rocki .
" tidak papa " jawab Ariella .
" oh iya maaf menyela pembicaraannya , jika saya boleh tau adek adek ini dari mana ya " tanya pak polisi.
" kami dari kota v " jawab david .
" kota v ? "
" apa itu mobil kalian " tanya polisi yang membuat mereka bertiga menoleh dan melongo melihat keadaan mobil ariella yang terparkir tidak jauh dari mereka berdiri sekarang .
" itu mobil baru gue ! " kata Ariella melihat mobil baru yang di belikan jacksen , mobil keluaran terbaru dan hanya ada sepuluh di dunia kini menjadi abu .
" gue baru saja mendapatkannya "
" aku turut prihatin " kata david untung tadi tidak jadi pakai mobilku... batin david yang merasa lega .
" tipe mobil keluaran terbaru dan hanya ada sepuluh di dunia" jelas salah satu polisi yang membuat beberapa polisi menoleh kearah pemuda itu .
" tipe terbaru ? , kalian ini siapa sebenarnya , sepertinya anak orang penting ini " kata polisi yang di panggil komandan .
" ka ka kami .." ucap Ariella galgepan .
" di sini tertulis nama pembeli gabriel " kata polisi .
" gabriel ? seperti bukan nama penjabat " kata polisi .
" disini pekerjaan yang tertulis sebagai wakil CEO salah satu perusahan ternama "
" pantesan " jawab komandan polisi .
" berapa usia kalian " tanya komandan kepolisian .
mampus .. batin david .
" delapan belas " jawab Ariella .
" delapan belas "
" iya pak , kami sudah ada ktp dan sim " lanjut Ariella yang langsung merogoh dompetnya yang untungnya berada di saku celananya .
" ini " kata Ariella menyerahkan ktp serta sim .
" loh kamu ini perempuan " kata komandan polisi itu yang terkejut dengan jenis kelamin yang tertulis di sana .
" iya pak " jawab Ariella .
" kalo kalian berdua " tanya polisi pada Haikal dan david .
" laki - laki " jawab Haikal dan david bersamaan .
" kamu anak perempuan kok bisa keluar malam - malam sama anak laki - laki lagi " tegur polisi .
" dia kakak saya " sahut Ariella dengan cepat .
" oh kamu kakaknya " kata polisi
" kalo kamu " kali ini tanya pada Haikal .
" mereka bertunangan , tadinya mereka kan pergi jalan sendiri tapi karena mereka belum sah jadi suami istri , jadi saya ikut serta dengan mereka biar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan " jelas davi .
" jadi kamu menjaga adikmu , rela jadi nyamuk ya kamu " kata polisi
" hehehe ... kan demi keamanan "
" gimana rasanya berduaan tapi di ikuti kakaknya " canda polisi pada Haikal , yang hanya di jawab senyuman .
" sekarang gimana kalo kalian mau pulang sedangkan mobilnya sudah seperti ini , atau mau mengajukan tuntutan pada para pelaku untuk bertangung jawab " kata pihak polisi .
" wah yang merusak ini sangat berani " sahut polisi .
" berappa harga mobilnya " tabya polisi pada Ariella .
" tidak tau " jawab Ariella .
" jika mau mengajukan tuntutan pergi dulu ke kantor polisi " jelas polisi .
" nanti biar di atur pengacara " jawab david .
" gimana kalian pulangnya "
" nanti di jemput supir untuk sementara kita akan menginap di hotel " sahut Haikal .
" baiklah kalian akan di antar " kata komandan .
" antar mereka ke hotel " perintah komandan pada anak bawahhanya .
" siap " jawab
" kalo gitu kami pergi dulu " pamit Ariella .
" ya "
" saya pergi dulu " kali ini kepada rocky untuk jelly dia sudah tidur .
__ADS_1
" iya sekali lagi terima kasih " jawab rocky .
" sama - sama " jawab Ariella .