
Duduk di samping putrinya , Jacksen tampak lesu melihat keadaan putrinya saat ini , pikirannya kacau .
" tu ..ded " panggil Haikal .
" apa yang kamu lakukan " ucap Jacksen .
" kalian masih muda " kata Jacksen yang membuat Haikal terdiam .
" kamu seorang laki - laki , kamu masih bisa meneruskan apa yang kamu inginkan , lalu bagiamana dengan putriku , dia perempuan dan sudah tentu ini akan menghambatnya ia punya mimpi dan pasti semua anak punya mimpi " jelas jacksen .
" bagaimana dengan mimpinya , masa depannya ? , bagaimana dengan hari - harinya , ini akan menyita segalanya "
" kamu masih bisa bebas melakukan segalanya karena kamu laki - laki , lalu bagaimana dengan dirinya sebagai seorang perempuan " kata jacksen .
" saya tau ini salah , ini tak seharusnya terjadi " ucap Haikal .
" dan semua sudah terjadi nak untuk minta maaf sekarang pun tidak ada gunanya " kata jacksen berbalik dan menatap kearah Haikal yang berdiri tidak jauh darinya .
Haikal tapak terdiam pikirannya tengah bermain saat ini Haruskah aku menggugurkannya ? Tidal itu tidak boleh terjadi mau bagaimanapun dia tidak bersalah ... Haikal menatap kearah Ariella gadis itu berbaring dengan tubuh lemah dengan wajahnya yang pucat Andai aku tidak mengajaknya waktu itu , andai waktu bisa di putar kembali ... Batin Haikal
" keluarlah " kata jacksen .
" tidak , biarkan aku di sini menjaganya " tolak Haikal .
" keluarlah "
" tapi aku ..."
" saya bilang keluar ! " kata jacksen tegas yang membuat Haikal mau tidak mau keluar , di luar Haikal duduk di bangku sambil menundukkan kepalanya .
" tuan maafkan saya ini salah saya " kata miyako .
" kenapa ini menjadi salah mu " tanya Haikal .
" karena saya yang membuat kalian berdua dalam satu kamar waktu di hotel " kata Miyako .
" andai waktu bisa di putar aku tidak akan mengajaknya , atau aku tidak perlu datang keacara pesta itu dan kamu tidak perlu merasa bersalah saat ini " kata Haikal .
Sesuai perintah , fauzan segera menelfon mario untuk memberi kabar masalah Haikal dan Ariella yang sebenarnya .
" bagaimana " tanya mario di seberang sana .
" nona muda hamil "
" hamil ! "
" iya tuan dan tuan jacksen sepertinya mempermasalahkannya , dan ini akan sulit bagi tuan muda " jelas fauzan .
" lalu bagaimana dengan nona muda "
" keadaanya lemah nona muda juga sangat shok ia sempat tidak menerima kenyataanya dan tuan muda ia tampak terbebani dengan ini " jawab fauzan
" baiklah aku akan kesana kamu jaga haikal dulu "
" ya "
" dan pastikan ini tidak menyebar sampai ke sekolah "
" baik tuan "
" perintahkan miyako untuk mengawasinya agar berita tidak menyebar , suruh muyako juga untuk menyiapkan perawatan terbaik untuk nona muda "
" baik tuan " jawab Fauzan .
Sementara itu gabriel yang kini mengurusi masalah Ariella tenggah berbicara dengan dokter yang menangani Ariella untuk merahasiakan soal ini .
" saya mohon untuk anda merahasiakan masalah ini dok , setidaknya sampai mereka lulus "kata gabriel
" saya tau tuan dan saya akan merahasiakannya "
" terima kasih untuk ini " kata gabriel .
" sama - sama tuan saya mengerti ini pasti sangat sulit "
Setengah jam kemudian Ariella kembali siuman ia kembali mengisi .
" aku nggak mau hamil aku mau gugurin " kata Ariella dengan tangis dan berusaha melepas infusnya membuat jacksen kualahan di buatnya , mendengar suara Ariella yang sudah sadar Haikal segera masuk kedalam dan miyako segera memanggil dokter .
" nggak sayang jangan begitu dia nggak berdosa " kata jacksen sambil memeluk putrinya .
" tidak dia nggak boleh gidup " kata Ariella .
" dia nggak boleh lahir "
" aku nggak menginginkannya " terus mendengar Ariella , membuat hati Haikal sakit , bagitu menyedihkan anaknya belum saja ia lahir sang ibu sudah tidak menginginkanya .
" sayang dengarkan ded , dia ngak berdosa dia ada karena tuhan memberikan nya padamu kamu tau jika dia kamu gugurkan bukan hanya tuhan yang tidak senang padamu anak ini juga akan membencimu kelak " jelas jacksen yang membuat Ariella terdiam .
" dia akan membenci ibunya ," sahut Haikal dan Ariella langsung melihat Haikal bukan hanya Ariella tapi juga jacksen . Haikal menatap Ariella dengan tangis .
" dia akan sakit , kamu harus tau bagimana rasa skitnya seorang anak saat ibunya sendiri tidak menginginkanya " kata Haikal membuat Ariella menunduk , iya dia merasakannya bagaimana dia hidup dan besar dengan seorang pengasuh bukan dengan ibu dan ayahnya yang sibuk bekerja dan tidak ada waktu untuknya .
" dia tidak bersalah disini kamu boleh marah jangan padanya kamu boleh marah padaku memukulku seperti biasanya , atau mengumpat memberi ku sumpah serapah tapi aku mohon jangan gugurkan dia biarkan dia hidup aku mohon padamu " kata Haikal dan Ariella terdiam memikirkan apa yang di katakan Haikal .
" aku akan bertangung jawab penuh , jika kamu tidak ingin membesarkannya biarkan aku besarkan dia seorang diri " lanjut Haikal entah kenapa mendengar itu hati Ariella seperti tertusuk jarum .
Ceklik ... Dokter masuk bersama miyako .
" biar saya periksa dulu" kata dokter dan jacksen mulai menjauh dari sang putri dan dokter mulai memeriksa Ariella yang tampak terdiam saat ini .
" kamu harus tenang , dan menjaga dia dengan baik tuhan memberikan dia dan menitipkannya padamu itu karena dia percaya padamu " kata dokter mendengar itu Ariella spontan menyentuh perutnya .
" ini usianya satu bulan kurang satu minggu , dan jika dia sudah tiga bulan kamu akan merasakan kebahagiaan yang tiada tara , yaitu saat kamu merasakan detak jantungnya " lanjut Haikal
" nona cukup harus banyak beristirahat dulu , tidak melakukan kegiatan yang memberatkan dan tidak boleh stres " jelas dokter .
" baik dok " kata jacksen .
__ADS_1
" kalo begitu saya permisi dulu " kata dokter .
" terima kasih dok "
" sama - sama sudah menjadi tugas saya " kata dokter , kemudian pergi .
" sayang apa kamu baik - baik saja , ad yang di keluhkan atau di inginkan " tawar jacksen namun Ariella tetap dian bahkan ia memunggungi sang jacksen .
Ariella terus terdiam dan memikirkan apa yang di katakan Haikal ataupun dokter .
" sayang kamu belum makan " kata jacksen .
" ded suapin ya " tapi Ariella tetap rak meresponnya .
" kamu harus makan bayinya juga ingin makan " kata jacksen membujuk Ariella .
" apa kamu mau makan sesuatu seperti sup atau ikan gurami atau kamu mau ayam panggang ayam goreng "
" jangan hanya diam kamu belum makan sayang katakan sesuatu" bujuk jacksen .
Gadis yang biasanya akan bersemangat kalo soal makan tapi hari ini ia tampak tak bernafsu membuat Haikal ataupun jacksen sedih melihatnya .
" jika ada yang kamu inginkan katakan ded akan menyuruh om gabriel membelikannya untukmu " mendengar itu Haikal jadi teringat saat Ariella memintanya untuk membuatkan salad buah , mengingat itu Haikal langsung keluar dan di ikuti miyako , melihat Haikal yang langsung pergi tanpa mengatakan apapun , entah kenapa Ariella ingin sekali menangis karena ia rasa jika Haikal meninggalkannya .
" hiks .. hiks .."
" kamu kenapa nak " tanya jacksen yang langsung bingung .
" tuan mau kemana " tanya Miyako .
" aku ingin membeli shalad buah " jawab Haikal dengan terus berjalan .
" shala buah buat siapa "
" buat Arie tadi ia ingin aku membuatkannya shalad " kata jacksen .
" apa itu berarti mengidam " gumam Miyako .
" tuan tunggu " kata miyako .
" berhenti sebentar "
" ada apa "
" nona ingi tuan membuatkan shalad buah "
" ya "
" jadi tuan jangan membeli shalad buahnya tuan lebih baik membeli bahan membuat shalad buah lalu membuatnya sendiri "
" ha ! , kanu menyuruhku membuat shalad buah "
" bukan saya tapi nona , yang menginginkan shalad buah sebenarnya bukan nona tapi anak tua ,"
" jadi itu keinginan anakku "
" ya "
" apa benar seperti itu "
" iya taun "
" ya sudah kita cari buah dan bahan lainnya , kamu cari di google untuk resepnya " kata Haikal
" siap tuan ' jawab miyako .
Tidak lama kemudian Haikal bersama miyako kembali membawa buah - buahan serta bahan untuk membuat shalat buah yang di inginkan Ariella , melihat Haikal kembali , Ariella berhenti menangis .
" apa yang kamu lakukan " tanya jacksen saat melihat miyako yang meletakkan buah - buahan pisau mangkuk sendok dan bahan lainnya di meja lalu Haikal memulai mengupas buahnya .
" aku akan membuat shalad karena Ariella menginginkannya " jawab Haikal dan jacksen melihat sang putri yang sudah lebih tenang lalu kembali melihat sang menantu yang tengah mengupas buah dengan susah payah .
" berhati - hatilah awas tangan mu terkena pis ... "
" aw " belum seselai jacsen memberi taunya tangannya sudah terkena pisau lebih dulu .
" tuan " kejut Miyako .
" beri dia ini " kata jacksen menyodirkan sekotak tisu oada miyako , segera Miyako mengambil tisu itu untuk membalut luka Haikal .
" seharusnya kamu tidak perlu repot jika ariel menginginkannya , kamu bisa membelinya " kata jacksen .
" tidak apa aku bisa membuatkanya " kaka Haikal dan entah kenapa Ariella bisa senang mendengar perkataan itu ia juga terhibur dengan usaha Haikal .
Meski tangannya terasa perih Haikal masih tidak menyerah untuk membuat shalad buahnya hingga selesai dab usaha Haikal tak sia - sia salat buatannya akhirnya jadi , meski membuat ruangan berantakan dengan kulit buah .
" ini sudah aku buatkan kamu makan ya " kata Haikal menyodorkan shalad buahnya , yang di terima jacksen .
" ded suapin " kata jacksen ingin menyuapi sang putri ceklik ... Pintu terbuka gabriel masuk kedalam .
" tuan ada yang ingin saya bicarakan " kata gabriel .
" baiklah "kata jacksen tidak jadi menyuapi sang putri , ia memberikan mangkuk salat pada Haikal .
" kamu suapi aku akan keluar ' kata jacksen setelah itu ia pergi .
" miko bersihkan itu " perintah Haikal menunjuk sampah kulit buah yang berserakan .
" baik tuan " jawab Miyako yang langsung melakukannya .
" aku akan menyuapimu " kata Haikal mulai menyendok shalad dan menyodorkan ke Ariella , awalnya Ariella menolak namun pada akhirnya ia membuka mulutnya dan memulai memakannya .
" gimana enak kan " kata Haikal dan di jawapi anggukan .
Di paris , mario yang baru keluar dari tempat kerja menyusul sang istri yang tengah duduk di bangku taman .
" aku ada kabar buat kamu " kata mario .
__ADS_1
" kabar apa "
" kabar cucu menantu "
" cucu menantu ? "
" ya "
" kenapa ariel "
" dia hamil sekarang "
" hamil ! "
" ya dan itu ulah cucu mu " kata mario .
" apa ini bisa di sebut kabar bahagia " kata sari ayu .
" ya , tapi mereka masih sekolah "
" kita bisa menutupinya lagian sekolah mereka tinggal beberapa bula "
" sepertinya jacksen tidak senang dengan ini " kata mario .
" kita pulang " kata sari ayu .
" aku sudah menyuruh seseorang untuk mengurus segalanya di sini "
" kita akan pulang "
" ya aku sudah mengatur kepulangan kita "
" kita bersiap "
" semua sudah di siapkan pelayan "
" kita harus membeli sesuatu untuk cucu menantu "
Setelah menyuapi Ariella Haikal ingin pergi namun Ariella mencegahnya .
" kamu kenapa ada yang kamu inginkan lagi ata.."
" aku tidak suka di sini sendiri " jawab Ariella .
" em baiklah " kata Haikal kembali duduk .
Di sekolah alex aldo dan semuanya terus menanyakan keadaan Ariella pada david .
" gimana keadaan ariel"
" gue pertama kali ini melihat dia sampai seperti ini "
" kira - kira dia sakit apa ya "
Celoteh alex dan aldo , sedangkan david ia kesal karena tidak bisa menjaga Ariella tadi , dan sekarang dia juga semakin kesal karen Haikal tidak memberinya kabar .
" VID ! " panggil dea dengan suara lantang membuat ketiga anak laki - laki itu menoleh .
" gimana keadaan si firaun " tanya dea
" kalian bisa diam nggak sih " kesal david yang langsung berdiri dan pergi .
" lah tu anak kenapa " tanya dea .
" lo brisik mak lampir " kata aldo .
" bang** dasar anoman " kesal dea di katain mak lampir .
" kelak kalian pasti akan berjodoh " sahut alex .
" hiiii ... Amit - amit jabang bayi " kata dea
" hiiii najis " kata aldo barengan dengan dea .
" cih sekarang aja jijik entar anak lo seribu " kata alex yang langsung pergi .
" hiii " kata dea dan aldo bersamaan setelah saling menatap .
Di kelas lain .
" haikal kemana ya " kata oka mencari keberadaan sang teman yang duduk di dekat bangkunya .
" tadi david meminta izin ke kantor , soal ariel yang sakit ia juga meminta izin untuk haikal katanya jaga ariella di rumah sakit " sahut salah satu anak .
" hais ..." kesal winda yang langsung keluar kelas .
" kenapa tu anak "
" tau pms kalik " kata yang lain langsung di sambung tawa .
Dia luar winda begitu kesal " ini semua karena ariel coba saja haikal tidak mengenal ariel pasti dia nggak akan begini "
" dasar gadis pembawa pengaruh buruk " kata winda
Kembali ke rumah sakit Haikal terus menatap perut datar Ariella .
" riel apa aku boleh menyentuh perutmu " kata Haikal dengan tangan yang ingin menyentuh perut Ariella , tapi langsung di tepis oleh empunya .
" jangan menyentuhku " kata Ariella .
" maaf "
" jika ada yang kamu keluhkan katakan saja "
" atau kamu menginginkan sesuatu katakan saja padaku "
" diamlah kanu berisik " kata Ariella kini tidur memunggungi Ariella .
__ADS_1