Haikal Dan Ariella

Haikal Dan Ariella
Begal


__ADS_3

Hari mulai malam Haikal sudah siap dengan kemeja dan jas , hari ini ia akan mendatangi pesta mewakili sang kakek yang masih ada di luar negeri , acara yang di gelar di hotel bintang lima , berlokasi di luar kota , itulah sebabnya ia sudah bersiap dan akan berangkat setelah ini , karena acara di mulai di jam 22.45 .


" tuan "


" hemm " jawab Haikal yang langsung keluar menuju mobil yang sudah siap .


Sejak usianya tigga belas tahun Haikal sudah bisa mewakili sang kakek untuk berbisnis , sifatnya yang dingin nan tegas , membuatnya di segani sejak remaja , namanya Haikal ananta sudah di kenal oleh para pebisnis besar di berbagai negara sebagai pebisnis muda .


Setelah bermain - main nongkrong bersama teman - teman sekolah seperti Alex , Aldo dan teman yang lainnya , lalu kerumah Bu Galuh atu Marina , untuk sekedar makan dan bersantai di sana , Kini Ariella dalam perjalanan keluar kota , ia akan pergi melihat pertandingan sepak bola yang di gelar di stadion di luar kota , dia berangkat sendiri karena semua teman - teman fans club sepak bola sudah berada di sana lebih dulu .


Perjalanan begitu lancar tanpa terhalang macet atau kendala lainnya , kini mobil sport milik Ariella sudah terparkir apik di depan stadion . Dia keluar dari mobil dengan tiket VIP nya dan berjalan santai menuju teman - temanya yang masih menunggunya di pintu masuk .


" gue telat "


" kagak baru juga akan masuk "


" sudah lengkap kita masuk " sahut teman yang lainnya .


" ayuk lah " ucap serempak


Sorak meriah serta yel - yel para pendukung setiap pemain sepak bola , menjadi lebih meriah lagi kala pemainnya memasukkan gol .


" ya .....ya..... GOL !!!! " sorak semuanya dengan serempak .


Tempat di jam 22. 44 , mobil mewah berwarna hitam terparkir di depan pintu masuk hotel , karpet merah sudah tergelar di sana , Haikal ditemani Miyako sang tangan kanan yang selalu setia menemani dan menjaga Haikal , tengah berjalan di karpet mereh sorotan kamera terus menjepret wajah keduannya .


" selamat datang tuan muda Haikal selamat malam " sapa tuan rumah dengan senyum hangat .


" ....."


" selamat datang juga tuan miko dan selamat malam " sapannya juga kepada Miyako yang juga mendapat perlakuan yang sama , dari laki - laki dengan sorot mata tajam tak jauh berbeda dengan tuannya yang memiliki sifat dingin , membuat Mahendra kikuk mendapat perlakukan itu .


"oh silahkan duduk tuan - tuan " ucap Mahendra lagi mempersilahkan tamu terhormat itu untuk duduk di kursi sofa yang sudah di sediakan untuk tamu besarnya , mahendra mempersilahkan Haikal serta miyako untuk dudu , lalu ia memanggil sang putri yang masih asik menyapa para kolega yang juga datang keacara malam ini .


" oh iya perkenalkan ini putri saya bernama viva " ucap mahendar yang memperkenalkan putrinya .


" viva mahendra " ucap Viva dengan senyum menggoda , gadis dengan baju seksi dan dandanan tebal yang tampak lebih tua dari umurnya , menyodorkan tangannya kepada Haikal .


"Haikal " jawab Haikal dingin tanpa menerima jabatan tangan Gadis itu .


" saya akan menemui tamu yang lain biar putri saya yang menemani tuan " kata Mahendra yang di angguki oleh Haikal .


Wajah senang Viva terpancar kala ayahnya menyuruhnya menemani Haikal seorang pewaris tunggal yang tajir melintir .


" apa tuan haikal mau minum sesuatu "


" tidak " jawab Haikal .


" atau memakan sesuatu "


" tidak " Jawab Haikal lagi yang membuat gadis dengan tatanan menor itu kesal .


Acara sepak bola itu semakin malam semakin seru kala sekor angkaya 1 : 3 membuat Ariella serta teman - temanya bersemangat untuk terus mendukung .


Suara sorakan dan teriakan mereka serta lagu untuk mendukung tak henti - hentinya mereka nyanyikan .


" ooo ... ooo .. owww " suara keras para pendukung yang selalu membuat semangat para pemain bola untuk terus menag .


" wah kita akan menag lagi hari ini " ucap Revo .


" tentu lihat kan jagoan ku terlihat begitu seksi dengan keringat yang membasahi tubuhnya " sahut Reva kembaran Revo .


" ya elah jagoan juga pemain idolaku no lihat pake mata jangan pake hasrat dari tadi dia buat gol " ucap Ariella yang tidak terima .


" tau lo mata keranjang lihat bola apa lihat perut - perut berotot "


" keduanya "


" malu aku punya kembaran kayak kamu " ucap Revo .


" bodo amat " jawab Reva .


" sudahlah jangan berdebat nanti gue nikahin kalian berdua " ucap Ariella .


" tolol kita saudara kembar " sahut Revo Reva bersamaan , tanpa perduli dengan kedua temannya itu Ariella terus Fokus kearah lapangan hijau .


" GOL......! " teriak Ariella beserta taman yang lainnya dan langsung memeluk si kembar yang masih fokus berdebat .


" kenapa- kenapa ada apa " tanya Revo yang terkejut dengan teman - temannya yang langsung memeluknya , begitupun dengan kembarannya .


" gol begok " sahut temannya yang lain sambil memukul kepala Revo .


" gol "


" ya "


" GOL ..." teriak Revo Reva bersamaan , sedangkan yang lainnya menatapnya dengan wajah datar .


" kenapa kalian " tanya Reva bingung dengan wajah teman - temannya .

__ADS_1


" telat Bego " sahut Ariella kesal .


" yang penting kita menag kan " jawab Revo .


" iya " jawab teman yang lainnya .


" ye kita menag " teriak semuannya bersemangat sambil melompat - lompat .


Permainan berakhir dengan tawa dan bahagia atas kemenangan idola mereka , Ariella serta teman - temannya kini sudah berada di luar stadion , dengan sorak serta bernyanyi yel - yel .


" woooo...oooo.... woooo....ooo " suara mereka dengan semangat .


Acara pesta begitu meriah , karena menghadirkan beberapa artis papan atas yang sangat terkenal akhir - akhir ini , berbeda dengan semua yang menikmati pesta dengan senang , Haikal malah asik duduk dan tidak perduli dengan sekitar , wajahnya terlihat di tekuk kala Viva selalu lengket dengannya sejak tadi ia sudah menahan dan mencoba bersabar dengan kelakuan gadis itu yang tidak memiliki sopan santun menurut Haikal .


" lihatlah itu dia ariana dia baru - baru ini memenangkan piala ..."


" kapan acara ini berakhir " ucap Haikal memotong cerita Viva membuat Gadis itu lagi - lagi kesal di buatnya sudah dari tadi ia berusaha dan bersabar menggoda laki - laki es itu tapi hasilnya dia sendiri yang lelah .


sial ... umpatnya dalam hati .


" sebentar lagi " jawab Miyako , tepat setelah Miyako mengatakan itu , MC menutup acara meriah itu setelah ariana menyanyi .


" sudah " ucap Haikal yang langsung menghempaskan tangan Viva yang dari tadi bergelannyut , tanpa perduli Haikal berdiri dan hendak berjalan pergi .


" eh ka kalian tidk e m inggi minum - minum atau sekedar berbincang " ucap Viva mencoba menghentikan Haikal yang akan pergi .


" katakan pada ayah mu kita pulang " ucap Miyako mewakili Haikal sambil melepas tangan Viva yang memegang lengan Haikal , membuat Viva mencak - mencak kesal karena sudah di abaikan dan langsung di tinggalkan , biasanya ia tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini dari para laki - laki .


" aku pulang dulu ya " pamit yang lainnya


" ti ati lo " jawab Ariella .


" woke " jawab mereka sambil melambaikan tangan .


" gue juga pulang duluan ya riel " kata si kembar beda gender .


" lo pulang naik apa " tanya Ariella


" bareng sama dia " jawab Revo sambil menunjuk salah satu temannya yang sudah berada di mobil .


" pulang dulu ya riel " pamit temannya yang sudah di mobil dengan sedikit berteriak dan melambaikan tangan .


" ok bos " jawab Ariella yang juga melambaikan tangannya .


" lo ati - ati ya pulang sendiri " kata Reva .


" siap buk bos " jawab Revo Reva serempak sambil memberi hormat ala - ala upacara .


Melihat semua temannya pulang tinggal Ariella sendiri yang masih berdiri didekat tempat parkir , lalu dengan cepat ia berjalan masuk mobil dan pergi dari tempat dengan mobil mewahnya .


Di perjalanan tepatnya di jalan yang melewati ladang ladang yang luas di setiap kanan kiri jalan . memang untuk datang ke kota ini harus melewati beberapa desa dengan tanah yang luas - luas , dan desa - desa ini memang cukup jauh dengan perkotaan .


Dan malam ini jalanan cukup sepi tidak seperti tadi saat berangkat , terlihat rumah - rumah warga di desa yang sudah gelap hanya lampu teras rumah yang menyala .


Dengan sedikit cepat Miyako menyetir mobilnya hinga Chiiiiiit ....... tiba - tiba Miyako mengerem mendadak membuat Haikal sedikit terjungkal ke depan .


" kenapa " tanya Haikal .


" itu di depan ada orang " ucap Miyako sambil menunjuk seseorang yang tertidur di tengah jalan dengan sepeda motor yang tergeletak seperti selesai terjadi tabrak lari .


" kamu cek "


" baik tuan " ucap Miyako .


Seperti perintah , Miyako keluar mobil dan mendekat kearah orang yang tengah tak sadarkan diri dijala .


" mi miko " panggil Haikal saat tau itu adalah jebakan , seorang tiba - tiba muncul di arah lain dari pepohonan dengan membawa balok kayu dan memukul Miyako dari arah belakang .


Buk .... cukup keras pukulan yang di berikan penjahat itu hingga satu kali pukulan Miyako sudah tak sadarkan diri .


Di mobil Haikal dengan cepat keluar dan menolong Miyako , tapi belum sampai mendekat dua orang pelaku tengah mendekatinya , satu orang yang tidak sadarkan diri yang kembali bangkit dan satunya orang yang sudah memukul Miyako keduannya berjalan mendekat kearah Haikal .


" berhenti disana , apa yang kalian inginkan " ucap Haikal mencoba tenang meski ia sendiri tengah merasa takut .


Bagaimana tidak takut Haikal sendiri tidak bisa berkelahi ataupun silat , itulah sebabnya ia selalu bersama Miyako laki - laki yang selalu berada disampingnya , selain sebagai tangan kanan ia juga sebagai penjaganya .


" kenapa ? apa jika kita menyebutkan kamu aka memberikan semua "


" tentu " jawab Haikal .


" lalu jika kami membawa mobil dan semua barang mahal mu kamu akan memberikannya " tanya penjahat yang satunya sambil berjalan mendekat .


" ten tentu " jawab Haikal .


" benarkah " ucap penjahat itu masih terus berjalan mendekat Ke Haikal yang sudah terhenti karena tertabrak mobilnya .


Buk .... satu pukulan mendarat di perut Haikal membuat anak laki - laki itu tersungkur .


" kau fikir kami ini bodoh , setelah kamu menyerahkan mobil dan semua barang - barngmu lalu kami pergi , setelah itu kamu akan melaporkannya ke polisi hahaha ... ide yang lucu nak "

__ADS_1


" kami akan membawa mobil dan barang berharga yang lain setelah itu batu kami akan menghabisi mu " ucap penjahat itu .


Di sisi lain Ariella mengendarai mobilnya di jalanan yang sepi , di jalan yang kanan kirinya terdapat sawah yang luas . Dengan mengebut serta ugal - ugalan Ariella mengendarai mobilnya , ini sudah menjadi kebiasan buruknya dan malam ini adalah kesempatannya karen jalanan sepi dan tidak ada polisi yang akan menilang atau mengejarnya dan akan berakhir di kantor polisi .


Di tengah asiknya mengendarai mobil Ariella tiba - tiba memelankan mobilnya kala melihat mobil yang berhenti di pinggir jalan dan melihat seseorang yang tengah di pukul disana , dengan cepat gadis itu menghentikan mobilnya dan keluar untuk menolong orang malang itu .


" woy lo lawan gue jangan cuma beraninya sama orang lemah saja " ucap Ariella menghentikan para penjahat itu .


Mendengar ada seseorang yang menolongnya Haikal mencoba untuk berdiri meski perutnya terasa kaku karena pukulan dua pria itu , di lihatnya siapa orang baik yang sudah menolongnya , sedikit terkejut Haikal saat tau siapa yang menolongnya , anak berambut panjang seusianya .


" brengsek berani juga kamu "


" maju lo " ucap Ariella dengan spontan dan berani .


Terjadilah baku hantam Ariella dengan dua penjahat yang tubuhnya separuh lebih besar dari gadis itu , Haikal yang melihatnya hanya bisa berdiri dan menonton dengan wajah takjub dengan Ariella .


Dua penjahat itu tersungkur karena pukulan - pukulan yang di berikan Ariella .


" cuma segitu " ucap Ariella .


" tunggu dulu nak " ucap Penjahat satunya yang masih mencoba untuk berdiri meski sedikit kesusahan .


" masih sanggup melawan " tanya Ariella yang sudah siap - siap memasang kuda - kuda .


" kenapa tidak " jawab penjahat satunya dengan berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan temannya , keduannya mengeluarkan senjata tajam dari sakunya , masing - masing membawa dua senjata tajam .


" sial jika begini tentu aku akan celaka " gumam Ariella .


" gimana bocah " ucap penjahat itu .


" hem tentu saja siapa takut " jawab Ariella yang kembali berdiri mengubah kuda - kudanya dan .


1


2


3


Dengan cepat Ariella berlari sambil menarik Haikal yang belum siap .


" sial " umpat Penjahat itu .


" biarlah lebih baik kita pergi dengan dua mobil itu " ucap kawannya .


" bodoh jika kita cuma pergi mungkin saja mereka kini tengah mencari pertolongan " ucap temannya .


" lalu kita harus apa "


" tentu saja mengejarnya jangan sampai lolos " ucap nya lagi yang langsung lari mengejar dua anak manusia yang sudah sedikit menjauh dan di ikuti sang teman .


" dia mengikuti kita " ucap Haikal yang berlari sambil melihat kearah belakang .


" sial " umpat Ariella yang semakin mempercepat larinya sambil terus menyeret Haikal yang mencoba menyamakan kecepatannya dengan Ariella .


mereka terus berlari hinga sampai di pemukiman warga , Ariella berhenti sebentar menetralkan nafasnya .


" dia semakin dekat " ucap Haikal saat melihat dua orang penjahat itu muncul di kegelapan .


" ayo " lagi - lagi Ariella menyertnya dan berlari masuk kedalam sebuah rumah yang entah juga tidak di kunci .


" kemana mereka cepat sekali " ucap penjahat itu yang terdengar .


" mungkin mereka masih bersembunyi disekitar sini " sahut temnya .


" kita cari " ucap penjahat itu .


Kret .... suara pintu terbuka membuat Haikal ataupun Ariella menahan nafas agar tidak bersuara , terlihat penjahat itu masuk kedalam mencari sekeliling tempat itu sayangnya ia tidak mendapatkan siapa yang di carinya , akhirnya ia kembali keluar .


" gimana "


" tidak ada "


Huff ..... Haikal dan Ariella kembali bernafas lega .


" aw " pekik Haikal membuat dua penjahat itu kembali menoleh dan hendak masuk kedalam lagi , dengan cepat Ariella membungkam mulut Haikal .


Meog meog meog suara kucing yang tiba - tiba muncul membuat kedua penjahat itu mengurungkan niatnya .


" lebih baik kita kembali lagi dari pada kita kelamaan mencari kedua bocah itu dan tidak dapat apa - apa "


" hah baiklah " ucap temannya


" huhfff hampir saja " ucap Ariella dan Haikal bersamaan setelah melihat kedua penjahat itu pergi . keduanya terduduk dan bersandar di tembok dengan lemas .


" makasih ya " kata Haikal


" santai aja " jawab Ariella sambil melepas hodinya , ia begitu gerah setelah berlari , tanpa sadar saat ia melepas hodinya baju bagian dalamnya menyingkap hingga memperlihatkan bagian tubuhnya yang putih mulus , dan yang bikin Haikal terkejut saat tak sengaja melihat sebagian dada Ariella .


Di dia perempuan ... !

__ADS_1


__ADS_2