
Sudah satu minggu berlalu , Haikal berada di kediaman jacksen menjaga Ariella , meski ia harus berusaha bersabar dengan segala ucapan dan kelakuan Ariella yang selalu saja membuatnya ingin naik pitam , seperti pagi ini di mana Ariella yang sudah bersiap dengan seragam sekolah , hari ini hari pertama ia masuk sekolah setelah sekian lama berada di rumah , kakinya sudah sembuh ia sudah bisa berjalan dengan baik , hanya saja tangannya yang masih tidak bisa bergerak dengan leluasa .
" karena gue udah sembuh lo nanti boleh pulang , gue enek lihat muka lo terus " ucap Ariella , yang sudah terbiasa di dengar Haikal , dan sudah terbiasa pula ia mengabaikannya , pura - pura tidak mendengar itu lebih baik .
Bukan perkataan semacam itu yang membuat Haikal kesal , bukan juga saat ia mengumpat padanya tapi saat seperti mereka sudah berada di ruang makan seperti saat ini .
" setelah ini paman akan mengantar mu " ucap Hazar , ya memang masih berada di sini seperti Haikal , karena Ariella sang ponakan tidak mengizinkannya pergi .
" biar berangkat sama saya saja , sebentar lagi miko akan datang " sahut Haikal yang membuat Ariella kesal .
" emang lo siapa ngatur hidup gue " ketus Ariella .
" suami kamu " jawab Haikal dengan wajah datar , jacksen dan hazar hanya bisa mengeleng kepala karena mereka sudah terbiasa mendengar perdebatan mereka .
" kalo bukan karena kamu anak yatim piatu sudah gue tendang sampai antartika " kesal Ariella , yang membuat Haikal tidak senang karena selalu di ungkit bahwa dia anak yatim piatu dan harus di kasihani , tapi ada untungnya juga , karena setelah Ariella tau dirinya anak yatim piatu , gadis bar - bar itu tidak lagi bermain fisik menjambak atau memukulnya , hanya saja ucapannya masih pedas dan menusuk hati yang paling dalam .
" ariel " panggil jucksen pada sang putri .
" bersikap yang baik pada haikal "
" nggak mau "
" hufff ... maafkan dia haikal , sebenarnya dia anak baik " dan begitulah jacksen hanya bisa bersabar dengan perilaku putrinya .
" iya " jawab Haikal , aku tau dia pasti anak baik jika tidak mana mungkin dia menolongku waktu itu , hanya saja kelakuannya .
" setelah ini kamu brangkat bareng haikal , paman lupa kalo mommi kamu menyuruh paman menemaninya untuk menemui klien " kata hazar kaliini , sepertinya itu lebih baik agar ariella bisa lebih dekat dengan Haikal .
" nggak mau , pokonya antar aku " ucap Ariella .
" nggak bisa ariel mommy mu bisa ngamuk "
" ayolah kalo seluruh sekolahan tau aku berangkat bareng dia bisa heboh , dan aku nggak mau hubungan aneh ini di ketahui semua teman sekolahku apa lagi ada sangkut pautnya sama dia " ucap Ariella dengan wajah sinis saat melihat Haikal .
" itu benar juga " gumam jacksen .
" ya sudah kamu sama deddy saja " ucap jacksen .
Huf gimana sih kak jacksen bukan bantuin Haikal deketin anaknya malah begini , nggak ngerti pikiran anak muda zaman sekarang batin Hazar .
" haikal maaf sepertinya itu lebih baik , jika ada yang tau hubungan kalian berdua itu akan menganggu belajar kalian , aku nggak mau karena ini kalian bisa juga di keluarkan dari sekolah " ucap jacksen .
" kan mereka bisa bilang kalo sepasang kekasih " sahut hazar yang membuat Ariella ingin sekali menusuk pamannya dengan garbu , sedangkan hazar tengah menatap sang mantan kaka ipar itu dengan sedikit berkode agar jacksen mengerti maksudnya .
" bukan kah itu hal biasa di sekolah " lanjut hazar lagi .
" terus gue mau bikin heboh gitu di sekolah dengan bilang kalo mahluk es itu pacar gue , hahaha ... kagak ya mending gue pacaran sama radit dari pada dia " ucap Ariella ( radit anak yang terkenal banci di sekolah )
" maksudnya " ucap hazar dan jacksen bersamaan .
" ya mending gue pacaran sama radid anak bencong di sekolah dari pada kutup utara macam dia yang jadi incaran para cewek , bisa - bisa para cewek gatel itu ngamuk lagi sama ariel , mana para cewek kalo ngamuk serem kayak singa kagak pernah makan dua tahun lagi " ucap Ariella membuat jackse hazar dan Haikal hanya bisa mengerutkan kening bingung , bukankah Ariella juga cewek mungkin seperti itu pertanyaannya di dalam kepala mereka .
" kak emang benih apa sih yang kamu tanam dulu " ucap hazar membuat jacksen juga berfikir benih apa yang sudah ia taman dulu .
Sedangkan haikal merasa bodoh mendadak , padahal iq nya di atas rata - rata , dan berakhirlah Ariella di antar jacksen .
Makan pagi berakhir dengan perbincangan yang yang tidak bermakna , dan sekarang Ariel sudah berada di sekolah dan menghebohkan semua anak di sekolah , tunggu bukan karena ia datang dengan keadaan tangan yang di perban , tapi karena ini masih baru saja jam enam pagi .
Langkah Ariella terhenti saat kedua teman kelasnya memanggilnya .
" rell " panggil kedua cowok yang tidak lain alex dan aldo , mereka berjalan mendekatinya , bukan hanya Ariel yang melihat kerah keduanya tapi juga seluruh anak dan bu tatik serta pak satpam yang masih di buat terbengong dengan kedatangan Ariella .
" lo masih hidup "
" jadi zombi gue "
" eh maksud gue lo sudah sembuh "
" sudahlah " jawab Ariella .
" sial gue kangen banget sama lo " ucap alex sama aldo yang langsung memeluk Ariella .
" lepas tangan gue masih sakit bego "
" oh iya maaf - maaf " ucap aldo dan alex .
" lo habis dapat hidayah ya akibat kritis " lanjut alex .
" maksud lo "
" ini baru jam enam " sahut aldo .
" gue di anter nyokap " jawab Ariella .
"oh iya david belum datang " tanya Ariella .
" dia kan izin pulang kampung "
" ha pulang kapan kenapa tidak memberi tauhuku " ucap Ariella yang terkejut dengan kepulangan david .
" loh ! nggak pamit sama lo " kaget aldo
" kagak " kesal Ariella .
" dia udah pergi dari beberapa hari yang lalu "
sial pantesan dia kagak kerumah ...
Sedangkan semua yang masih bengong dengan kedatangan Ariella , belum sadar , sampai mereka mengabaikan Haikal yang juga baru datang lima menit setelah Ariella .
" ehem .." dehem Haikal yang berada di belakang Ariella , membuat Ariella bersama kedua temannya menoleh .
__ADS_1
" kalian menghalangi jalan " ucap Haikal , bukannya meminta maaf ketiganya tampak menatap Haikal acuh lalu pergi dari sana dengan begitu saja .
" pak apa itu benar - benar ariel " ucap bu tatik .
" sepertinya "
" kemarin malam saya mimpi apa ya pak "
" entahlah buk " jawab satpam .
" bumi masih aman kan pak " tanya bu tatik .
" masih kok bu " jawab pak satpam .
Sedangkan siswa yang lainnya .
" ini nggak mau kiamat kan "
" mungkin salah satu tanda - tanda kiamat "
" ya tuhan jangan kiamat dulu gue masih belum kawin "
Berbeda dengan bu tatik sama pak satpam , Ariella dan kedua temannya yang baru masuk kelas saja sudah membuat se isi kelas yang memang sudah ada beberapa penghuni di sana di buat terkejut dengan kedatangan Ariella .
" rel lo ariel " tanya fajar
" ya napa lo "
" lo kagak kenapa - napakan "
" bodoh amat " ucap Ariella .
" tidak lagi mau kiamat kan gais " tanya dea .
" mungkin " jawab yang lain .
Pada intinya masalah Ariella berangkat sepagi itu di picu karena adanya Haikal yang tidur di rumahnya lebih tepatnya tidur di kamarnya , biasanya setelah Ariella bangun untuk melaksanakan solat , jangan fikir karena Ariella anak bandel ia tidak pernah sholat ya , jika kalian tau alex dan aldo serta dea anak sekelasnya itu adalah teman mengajinya di tpq dekat rumahnya bu galuh .
Haikal saja terkejut saat pertama kali tau jika Ariella tidak meninggalkan sholat lima waktunya .
Balik lagi masalah kenapa Ariella bisa berangkat pagi , setelah sholat Haikal terus saja menggangu Ariella yang mencoba untuk tidur lagi , dan alhasil ia tidak lagi tidur dan terjaga sampai jam lima pagi setelah itu ia bersiap untuk berangkat sekolah , dan sudah tentu dengan hati yang mendongkol . melihat Ariella sudah siap untuk pergi kesekolah jacksen dan hazar terkejut di buatnya , apa lagi gabriel hampir saja kenak serangan jantung di usia muda , bukan hanya mereka tapi para pelayan yang kenal betul nona mudanya seperti apa , mereka juga tampak melongo .
Lanjut di sekolah , jam sudah berlalu dan kini jam istirahat , karena tangan Ariella masih sakit jadi ia tidak bisa main sepak bola , jangankan main sepak bola menulis pelajaran tadi saja tidak , jadilah sekarang Ariella dan kedua temannya melanjutkan misi yang sudah tertunda beberapa hari .
Misi membuat haikal jatuh cinta pada kedua gadis , yaitu winda dan emina , tapi kali ini tidak dengan emina karena gadis pirang itu tidak masuk sekolah . Di misi siang ini ketigannya langsung menuju perpus karena mereka fikir Haikal dan winda akan ke sana , sayang sekali diperpus tidak ada batang hidung kedua orang yang mereka cari , malah kedatangan mereka lagi - lagi membuat semua terkejut .
" kemana ya "
" ke kantin mungkin " jawab yang lainnya .
Di sisi lain Haikal ikut serta Aoka ke kantin tentu bersama winda , Haikal fikir jika Ariella berada di kantin , itulah sebabnya ia pergi kekantin hanya ingin tau keadaan Ariella .
" siapa " tanya winda .
" bukan siapa - siapa " jawab Haikal .
" oh " jawab Winda .
Cukup lama Haikal berada di kantin dan tidak ada tanda - tanda Ariella akan datang kesana .
" emang kamu kekantin ngapain kalo tidak makan " tanya Aoka heran dengan sikap Haikal .
Bukannya menjawab Haikal langsung berdiri dan ingin pergi namun langkahnya terhenti saat Ariella dan kedua temannya datang .
" itu dia " gumamnya lagi .
" rel " panggil Aoka sambil melambaikan tangan .
Melihat Ariella yang berjalan mendekat dengan cepat Haikal kembali duduk di tempatnya lagi .
" kamu sudah sehat " tanya winda saat Ariella baru saja duduk .
" seperti yang kamu lihat "
" kamu mau pesan apa biar aku pesankan " kata Alex .
" kuetiau goreng yang pedas , sama jus alpukat "
" oh ok "
" lo " tanya aldo pada alex .
" nasi goreng ayam minumnya teh manis saja "
" baiklah " jawab aldo yang akan pergi namun langkahnya terhenti saat melihat di depan Haikal yang tidak ada piring ataupun gelas minumnya .
" lo nggak makan atau nggak pesan makanan " tanya Aldo membuat Ariella ataupun Alex melihat kearah Haikal .
Kasian sekali anak yatim piatu ini , tapi bukankah dia anak yatim piatu yang kaya raya masak nggak bisa beli makan .. batin Ariel .
Sudahlah gue belikan saja kasian juga itung - itung santunan kalik ya .. batinnya lagi .
" pesankan saja sama kayak alex " ucap Ariella .
" oh ok "
" tidak perlu " jawab Haikal yang membuat langkah Aldo kembali terhenti .
" sudah nggak papa aku yang traktir itung - itung sedekah " jawab Ariella yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Haikal tapi ia tetap tidak perduli , malah berfikir jika Haikal malu kalo teman - temannya tau kalo dirinya anak yatim piatu .
" sudahlah kagak papa jangan sungkan , entar gantian lo yang traktir ariella " imbuh aldo yang langsung pergi begitu saja .
__ADS_1
Astaga kenapa ada mahluk seperti dia .. batin Haikal sambil memijat kepalanya yang terasa pusing .
Tidak menunggu lama Aldo kembali dengan membawa nampan berisi makanan yang langsung di letakkan di meja , setelah itu ia kembali lagi untuk mengambil nampan berisi minumnya .
" riel lo kalo makan gimana " tanya aldo saat sampai dan tengah membagi minumnya .
" menurut lo " ucap Ariel .
" ka " panggil alex .
" apa "
" lo sudah kelar makannya "
" sudah "
" tolong bantu ariel makan "
" oh ok " jawab Aoka yang langsung pindah tempat di samping Ariella .
Di lain sisi keluarga bu galuh yang masih masih berduka , belum bisa kembali kekota karena malam ini tuju harian kepergian ibu mertua , nenek marina ibu dari harianto .
Suasana rumah tampak ramai dengan adanya saudara - saudara yang menyiapkan untuk nanti malam .
" setelah tuju harian ini kalian balik lagi ke kota "
" iya nanti kalo sudah empat puluh harian balik lagi ke sini "
" harianto juga ikut "
" iya mbak "
" yang kemarin datang itu bos kamu "
" bukan itu orang suruhannya "
" aku fikir itu bos kamu "
" terus anak perempuan yang tomboy itu yang dulu sering ikut kesini sudah besar "
" sudah sekarang sudah sma , kemarin nggak ikut soalnya habis kecelakaan , baru tadi malam telfon tanya kapan balik " jawab galuh .
" anaknya cantik ya kayak orang luar "
" iya , bapaknya keturuan belanda ibunya orang turki "
" oh makannya "
" dekat ya sama kamu sudah kayak ibunya sendiri "
" iya sama marina sama mas hari juga kayak gitu kayak kakak sama bapaknya sendiri "
" anak orang kaya ya , paling sering di tinggalin kerja sama bapak ibunya sibuk nggak ada waktu , ngak kayak kita - kita "
Bel berbunyi , kini sudah waktunya para siswa ataupun siswi masuk kelas lagi begitupun dengan Ariella dan para anak yang duduk di kantin bersamanya , mereka bangkit dari tempat duduknya dan akan balik kekelas masing - masing , tapi semua terhenti saat melihat adegan di mana winda yang jatuh hinga terduduk di pangkuan Haikal yang juga akan berhenti , sayangnya semua mata di kantin tidak meluhat adegan winda terjatuh tapi melihat pemandangan winda yang duduk di pangkuan Haikal .
" ha ... wah kalian berdua kalo lagi mesra - mesran jangan di tempat umum kasian yang masih jomblo " kata alex yang membuat winda langsung berdiri dari pangkuan haikal .
" wah kalian sangat cocok " ucap aldo kali ini , yang membuat winda malu dengan wajah yang terus menunduk , melihat itu Ariella sangat puas dengan senyum kecil yang tampak di wajahnya .
" lain kali berhati - hatilah " ucap Haikal dingin dan langsung pergi begitu saja dari kantin meninggalkan winda yang masih di berdiri dengan rasa malu , bahkan tidak banyak dati anak perempuan di sana yang menatapnya tidak suka .
" wah kalian pasangan yang lucu " ucap Ariella .
" kamu ada hubungan sama haikal " tanya oka .
" em i it .."
" sudah nggak usah di tutup - tutupi " kata Alex .
Berkat kejadian waktu istirahat pertama , membuat para siswa bergosip akan hubungan Hhaikal dan winda , bahkan seluruh kelas di sekolahan itu tengah membicarakan hubungan merela , seperti saat ini , di kelas Ariella dan kedua temannya yang batu saja duduk di bangku mereka langsung di serang para anak cewek di kelas yang kepo dengan hubungan Haikal dan winda .Dan disitulah Ariella mulai beraksi lagi .
" eh kalian bertiga " tanya dea .
" apa " jawab aldo .
" gimana bisa kalian dekat sama haikal "
" pertanyaan yang mudah di jawab " jawab alex .
" jawab aja nggak usah sok - soan "
" oka itu teman kita dan oka anak seklas haikal mereka cukup dekat " jawab Ariella .
" oh iya ya " jaaab dea .
" em e emang si winda - winda itu ada hubungan sama haikal " tanya dea membuat ide setan Ariella muncul .
" seperti itulah sepertinya mereka hanya malu - malu untuk mengakuinya " jawab Ariella membuat kedua temannya menoleh kearahnya .
" benarkah "
" hem mereka ada hubungan tersembunyi , yang tidak ingin di ketahui oleh banyak orang "
" emang iya ? terus lo tau dari mana "
" iya , masalah gue tau darimananya itu nggak penting , tapi gue pernah melihat keduanya sedang bermesraan "
" ha ! "
" lo lihat di mana "
__ADS_1