
Hari ini hari minggu setelah enam hari bersekolah , kini Ariella bisa bersenang - senang di hari minggu meski hari ini ia harus terpaksa bangun pagi karena Haikal , tapi tidak apalah yang penting ia akan bersenang - senang di hari ini bersama temanya , bangun tidur ia langsung mandi dan berganti baju meski di barengi hati yang sedikit mendongkol , ia sudah siap akan pergi setelah menelfon temannya .
" hais waktunya aku pergi " ucap Ariella yang akan keluar kamar , namun langkahnya terhenti saat ia akan memutar kenopi .
" gue pamit dulu atau langsung pergi , kalo langsung pergi nanti jika oma sama opa mencari , terus kalo berpamitan aku harus mencari haikal dulu "
" hais merepotkan " ucap Ariella membuka pintunya dan keluar .
" dimana dia " ucap Ariella berjalan mencari keberadaan Haikal .
" gue telfon aja kali ya " ucapnya mencari ponselnya .
" bego gue kagak punya nomornya " ucap Ariella mengingat ia yang tidak memiliki nomor Haikal .
" terus gue cari dia di mana coba " ucap Ariella .
" tuan membutuhkan bantuan " tanya seorang pelayan dengan ramah pada Ariella , sedangkan yang di tanya berkeliling mencari sosok yang sedan berbicara dengan pelayan di depannya .
" tuan mencari siapa " tanya pelayan itu yang membuat Ariella sadar sambil menunjuk dirinya sendiri dengan wajah polosnya .
" iya tuan , saya berbicara dengan anda " jawab pelayan .
" oh ya dimana haikal " kata Ariella .
" beliau ada di perpustakaan , anda tinggal masuk lewat pintu yang itu " jawab pelayan sambil menunjuk sebuah pintu yang terletak di ujung .
" terima kasih "
" sama - sama "
" panggil aku ariel jangan terlalu formal "
" tapi nanti saya bis .."
" siapa namamu "
" arina "
" arina , panggil aku ariella " kata Ariella lagi .
" tapi nanti saya bisa di pecat jika memanggil anda dengan tidak sopan seperti itu "
" tidak apa - apa kamu bisa memanggilku saat hanya ada kita berdua saja , dan ya ... aku seorang perempuan bukan laki - laki , apa aku terlihat sangat tampan " ucap Ariella sambil menepuk lengan tangan arina lalu pergi , sedangkan yang di tepuk lengannya tampak melongo .
" ya tuhan apa aku melakukan kesalahan , jika di lihat dia memang sangat cantik tapi ... ah aku terkecoh dengan penampilannya " ucap arina sambil terus melihat Ariella yang kini mulai masuk ke ruang perpustakaan .
" wah sial sekali kenapa hidupmu begitu membosankan " ucap Ariella sambil melihat sekeliling ruangan yang terlihat begitu banyak buku yang tertata rapi .
" apa nggak ada kegiatan lain selain membaca dan membaca lo tampak seperti hewan kecil yang berjalan di anatara lembaran buku " kata Ariella sambil mendudukan dirinya di samping Haikal .
" mau apa kamu mencari ku "
" aku mau pulang "
" lalu "
" aku mau berpamitan pada oma dan opa , ya kali aja gue langsung pulang " ucap Ariella .
" bukankah kamu suka bertindak seenaknya sendiri "
" benar juga , kenapa aku harus berpamitan untuk pulang sudahlah gue pergi dulu , lanjutkan kalo membaca " ucap Ariella yang berdiri namun kembali terduduk saat Haikal menariknya kembali .
" apa lagi sih lo kutu " ucap Ariella .
" kita tunggu hingga sarapan selesai " kata Haikal lalu berdiri dan mencari sesuatu di rak sudah tentu buku yang ia cari .
" dasar anak aneh " ucap Ariella .
" ini " kata Haikal yang kembali duduk dan menyodorkan sebuah buku di depan Ariella .
" apa ini " ucap Ariella .
" buku sejarah , bukankah kamu suka sejarah " ucap Haikal .
" se sejarah " ucap Ariella mengingat saat ia mengikuti Haikal dan winda ke perpus .
" buku sejarah spanyol bacalah pasti kamu menyukainya " ucap Haikal .
" oh ba baiklah " jawab Ariella menerima bukunya dan mulai membukanya , sebuah tulisan hitam yang tercetak rapi
Sialan .... umpat Ariella dalam hati .
Setengah jam berlalu serasa satu tahun , ariella duduk dengan wajah lecek di ruangan yang sunyi dengan tatanan buku yang tertata rapi , matanya terasa buram karena melihat barisan tinta hitam yang terlihat seperti semut yang tengah berbaris .
buk ... suara buku yang di letakkan cukup kasar di atas meja .
" apa kamu sudah membacanya "
" sudah "
" isinya sangat bagus bukan "
" ya "
" bagian mana yang paling kamu suka " tanya Haikal .
" kapan kita makan " tanya Ariella dengan wajah kusut .
" sekarang " jawab Haikal setelah melihat jam tangannya .
" ayo kita turun " ajak Haikal setelah meletakkan buku .
Sampai di bawah ternyata masih belum ada orang yang datang kecuali mario dan sari ayu disana .
" pagi oma opa "
__ADS_1
" pagi sayang " ucap mario dan sari ayu .
" kamu bisa bantuin oma menyiapkan sarapan " ucap sari ayu yang membuat Ariella kaget sambil melihat kearah Haikal , yang acuh dan malah duduk di kursi tanpa perduli dengan Ariella .
" ariel "
" eh iya oma " ucap Ariella yang langsung mengikuti sari ayu ke dapur , sampai di dapur Ariella sudah siap dengan celemek yang menempel di tubuhnya , dia tampak bingung saat Sari ayu menyuruhnya memotong sayur ia tidak tau harus di potong seperti apa , apa lagi saat ia harus membersihkan ayam , atau saat sari ayu menyuruh menambahkan garam pada masakan yang belum asin , Ariella ingin sekali menghilang karena ia tidak tau mana yang garam dan mana yang gula , untung ada pelayan yang tadi pagi ia ajak kenalan yang mengerti jika ia tidak tau banyak hal soal dapur dengan memberi isyarat ia memberikan kode pada Ariella setiap ariella akan melakukan sesuatu , seperti saat ini ia tengah mengkode Ariella yang tidak faham saat Ariella akan menambahkan garam pada sayurannya .
" garamnya di tambah kesini " ucap Ariella .
" iya rasanya kurang asin sedikit " kata sari ayu .
Sepertinya ini sangat mudah hanya memberikan garam pada makannya kan .. batin Ariella yang mulai menyendok garamnya dan akan di masukkan kedalam makanan yang masih di atas kompor .
" nyonya ariel " panggil arina dengan sepontan saat Ariella akan menungakan satu sendok penuh kedalam masakan .
" ada apa " tanya Ariella menghentikan kegiatannya .
" ada apa " kali ini sari ayu yang bertanya yang membuat arina bingung harus mengatakan apa .
" anu nona muda i i it "
" kenapa " tanya Ariella bingung dengan arina , sedangkan arina bingung mau mengatakan apa .
" oh i itu nona " ucap arina yang muali tau harus apa , ia berjalan mendekat dan menggulung lengan kemeja Ariella , sambil mengatakan sesuatu dengan pelan .
" garamnya kebanyakan , cukup setengah sendok saja jangan banyak banyak " ucap arina setelah itu kembali menjauh .
" takut lengan kemejanya kotor " ucap arina saat berjalan menjauh .
" oh makasih " kata Ariella lalu meletakan satu sendok penuh garam kedalam wadahnya lagi dan menggantinya dengan ukuran yang sudah di beri tau arina , setelah selesai memberi garam arina kembali lagi memberi kode untuk mencicipi masakannya , dan itu di lakukan oleh Ariella .
" gimana apa sudah pas " tanya sari ayu .
" ini sudah lezat " jawab Ariella , yang sebenarnya dia juga tidak mengerti yang dia tau jika makanannya terasa enak .
" biar oma coba " kata sari ayu , mencicipinya .
" em benar ini sudah cukup lezat " kata sari ayu yang membuat Ariella lega .
" sudah sekarang kamu sajikan makanan yang sudah siap di meja " ucap sari ayu .
" em i iya " kata Ariella .
Membawa semangkuk nasi , Ariella berjalan memasuki ruang makan dengan celmek yang masih ia gunakan .
" wah aku iri sekali dengan haikal yang memiliki istri sepertinya " kata herry yang memandang Ariella tidak berkedip .
" tutup matamu dia istri sodaramu " kata filip mengingatkan sang putra .
" oh baiklah " jawab herry , sedangkan Haikal tampak tersenyum dan itu membuat kimi kesal di buatnya .
" aku juga ingin membantu di dapur " kata kimi yang langsung berdiri .
Apasih yang di suka kak haikal dari cewek tomboy seperti dia batin kimi sambil menatap Ariella sinis
" kamu beneran mau bantu memasak " kata herry .
" ya kenapa "
" kamu saja tidak pernah menginjak dapur mau bantu masak " kata herry yang membuat kimi kesal .
" lanjutkan kegiatan mu di meja masih ada satu makanan dan yang menunggu ada tuju orang " kata haikal dengan senyum yang membuat Ariella ingin sekali mwncekik leher Haikal .
Awas saja aku akan membalasmu .. kesal Ariella sambil berjalan pergi dan di ikuti kimi di belakangnya , beberapa menit kemudian ariella kembali dengan membawa tumis sayur , di ikuti kimi yang berada di belakangnya yang membaw sup dengan kuah yang masih sangat panas , setelah Ariella meletakkan sayur tumis , terbesit akal licik di kepala , saat Ariella berbalik dan akan kembali ke dapur dengan sengaja kimi menabrak Ariella yang membuat kuah panasnya tumpah di tangan Ariella .
" aw .." pekik Ariella yang merasa kesakitan di bagian tangannya .
Melihat Ariella yang kesakitan karena tersiram kuah panas , kimi terlihat tersenyum senang karena sudah membuat Ariella celaka .
Semua yang melihat kejadian itu di buat terkejut , begitupun dengan Haikal yang langsung berdiri dan berlari menuju Ariella dengan wajah khawatir .
" kamu tidak papa " tanya Haikal yang terlihat khawatir .
"panas ..." ucap Ariella dengan meringis kesakitan .
" ma maaf ak aku tidak sengaja " kata kimi yang tidak di perdulikan .
" ada apa ini " tanya sari ayu yang berada di dapur langsung keluar dan melihat apa yang sedang terjadi .
" tenang sebentar , kita obati "
" MIKO ! " teriak Haikal yang terdengar di setiap sudut ruangan di rumah besar itu .
" iya tuan " jawab miyako yang datang terburu - buru .
" kamu panggil dokter " kata Haikal , lalu ia menarik Ariella untuk membawanya ke kamar .
" tahan sakitnya , dokter akan segera datang " ucap Haikal dengan wajah khawatir sesekali ia meniup luka memerah di tangan Ariella .
Beberapa menit kemudian miyako dengan seorang dokter datang dengan terburu - buru , dan langsung masuk kedalam kamar Haikal untuk mengobati Ariella .
Setelah mengobati dan membalut luka bakar di tangan Ariella Dokter langsung memberikan resep obat untuk salep agar lukanya cepat kering dan salep penghilang bekas .
" bagaimana "
" ini ada resep yang harus di tebus , satunya resep untuk mengeringkan luka dan salep penghilang bekas luka , dan ini obat yang harus di minum agar rasa nyerinya hilang "
" terima kasih "
" sama sam tuan "
" miko kamu tebus obatnya "
" iya tuan " jawab miko .
__ADS_1
" mari dok saya antar " kata miyako .
" terima kasih tuan miko "
" sama - sama "
" gimana " tanya Haikal berjalan mendekat .
" sakit bego "
" ya aku tau , apa sekarang sedikit membaik "
" ya "
" maaf sudah menyuruhmu membantu di dapur " kkata Haikal .
" giman dengan nak ariel " tanya sari ayu dengan wajah khawatir .
" sudah membaik kok oma " kata Ariella .
" sukurlah " kata sari ayu .
" ya sudah kamu istirahat saja nanti biar makannya di atar keatas sama pelayan , dan kamu haikal jaga dia di sini " kata mario .
" iya " jawab Haikal .
" oma sama opa turun dulu "
" iya terima kasih sudah mengkhawatirkan saya , dan maaf juga sudah membuat khawatir " kata Ariella sebelum sari ayu dan mario pergi .
" itu sudah seharusnya nak " kata sari ayu .
Di bawah kimi yang memdapat omel selena .
" maaf kan kimi tidak sengaja " kata kimi .
" makanya kalo nggak pernah ke dapur nggak usah soksoan kedapur segala " ucap herry .
" sudah - sudah kan kimi nggak sengaja , lain kali kamu berhati - hatilah " kata filip .
" iya kimi akan berhati - hati " kata kimi .
" sudah - sudah lebih baik kita makan dulu " kata sari ayu yang baru datang menuruni anak tangga bersama mario .
" pelayan antar dua makanan untuk nona muda dan tuan muda "
" baik tuan besar " jawab para pelayan .
Kembali kekamar Haikal yang duduk di pinggir ranjang menjaga sAriella yang sedang berbaring di ranjang sedang memainkan ponselnya , tidak lama kemudian makanan buat mereka datang .
" silahkan tuan dan nona "
" ya terima kasih kalian boleh pergi dan kembali setelah kami makan " jawab Haikal dan para pelayan pergi .
" ayo makan " ajak Haikal dan di ikuti Ariella di belakangnya yang berjalan menuju sofa .
Duduk berdua di sofa sambil menikmati sarapannya , Ariella terlihat sesekali meringis kesakitan saat tangannya di buat bergerak .
" kamu tidak papa "
" hem " jawab Ariella sambil menyantap makannya meski tangannya masih terasa sakit .
" setelah ini aku mau pulang " ucap Ariella mengingat kimi yang terlihat senang saat ia terkena kuah panas aku yakin anak itu pasti sengaja .. jika aku terus di sini itu pasti akan berbahaya karena aku yakin dia pasti akan melakukan apa saja yang lebih dari itu untuk mendapatkan apa yang ia mau ...
" kamu masih sakit , oma dan opa akan melarangmu pergi dengan keadaan seperti ini " kata Haikal .
" aku tidak perduli dan aku ingin pulang sekarang " ucap Ariella .
" setidaknya dengar dan menurutlah "
" aku ingin pulang sekarang " jawab Ariella .
" apa kamu selalu keras kepala "
" ya " jawab Ariella membuat Haikal pusing di buatnya .
" terserah aku tidak perduli " jawab Haikal final .
Tepat setelah mereka makan miyako datang membawa kantung plastik berisi obat untuk Ariella .
" nona ini obatnya "
" makasih " jawab Ariella mengambil alih obatnya , dan langsung keluar kamar .
Melihat itu Haikal hanya bisa memijad kepalanya yang tidak pusing .
" ada apa dengan nona " tanya miyako .
" sudahlah jangan di bahas " kata Haikal lalu keluar mengikuti Ariella yang kini sudah ada di lantai bawah , berdiri di depan sari ayu dan mario , untuk berpamitan pulang .
" kamu masih sakit , nanti jika ayahmu tau soal ini dia pasti akan khawatir " kata sari ayu .
" tidak papa dedd kemarin keluarnegeri dan akan pulang minggu depan , jadi dedd tidak akan tau soal ini " kata Ariella .
" ayahmu keluarnegeri ? lalu jika kamu pulang siapa yang akan menjagamu nanti " sahut jener .
" itu benar lebih baik kamu di sini menginap untuk beberapa hari hingga sakitnya mereda " kata mario .
" tidak apa dirumah masih ada bu galuh , dia akan merawatku dengan baik " jawab Ariella .
" siapa bu galuh itu " tanya selena .
" pengasuh dia sejak ia masih bayi " sahut Haikal yang menuruni anak tangga .
" apa kamu tidak bisa menginap di sini sampai sembuh nak " kata sari ayu .
__ADS_1
" benar kata oma kamu tidak ingin di sini lebih lam , gimana kalo nanti ada apa - apa dengamu " kata mario yang membuat Ariella bingung kemudian melihat kearah Haikal berharap akan mendapat pertolongan , sayangnya yang di harapnya sepertinya tidak perduli .
Ah sial dia tidak ada harapan ...