
" haha sialan .... dasar brengsek " Prang ... prang ... Amarah Ariella tumpahan setelah telfon dari seorang yang sangat ia benci , beberapa barang pecah karena ulahnya , luka di tangan yang masih belum mengering kembali mengeluarkan darah .
" apa benar selama ini mereka menyembunyikan identitasku karena malu " gumam Ariella dengan air mata yang menetes membasahi pipinya nafasnya tampak tersengal - senggal karena amarah , ia tidak pernah terpikir akan hal itu , yang ia tau ayah dan ibunya adalah orang yang sibuk , orang yang tidak memiliki waktu untuk bersamanya karena pekerjaan , tapi sekarang ia entah kenapa hatinya terasa sakit karena satu kata Malu .
" hah ... sial sekali hidupku " gumamnya sambil mengusap Air matanya .
" jika mereka malu kenapa mereka membuatku hidup di dunia ini bisa saja mereka membuang atau membunuh atu ... sialan .." gumam Ariella , ia beranjak dari tempatnya duduk pergi ke kamar mandi bersih diri dan berganti baju setelah itu ia mengambil kunci mobil dan dompetnya , lalu keluar .
Sepulang dari tempat Ariella , Haikal kini tengah duduk di kursi kerja menghadap laptop yang memperlihatkan email dari kantor , sebuah berkas proyek yang sudah di percayakan sang kakek kepadanya .
Wajah tampan itu tampak serius dan Fokus dengan pekerjaanya , menjadi seorang penerus bukanlah hal yang mudah baginya , didikan keras yang di berikan sang kakek sejak dini membuatnya mau tidak mau harus menjalaninya , andai saja sang ayah masih hidup mungkin ia tidak harus melakukan semuanya dan meninggalkan masa remaja yang di nikmati anak seusianya .
Mobil berhenti di depan rumah bu galuh , namun yang Ariella mendapatkan kekecewaan , orang yang ia perlukan saat ini tengah pulang kampung .
Kembali mengendarai mobilnya Ariella tidak tau harus kemana , tempat apa yang harus ia datangi untuk bisa menghibur dirinya , hinga ia berhenti di depan salah satu club malam yang masih tutup , sebuah tempat yang tidak pernah Ariel datangi , tapi entah kenapa ia terpikirkan akan tempat hiburan malam itu .
Masih di dalam mobilnya Ariella terus menatap pintu masuk yang masih tertutup rapat , mana ada club buka di sore hari seperti ini , apa dia sudah gila , ia mulia menyandarkan kepalanya , memejamkan mata untuk sesaat , kenangan masa kecil yang tergambar di sana , kenangan bersama kedua orang tuanya kenangan indah yang hanya sesaat , air matanya kembali menetes .
Sampai malam tiba Ariella masih setia duduk di dalam mobilnya , tapi tempat itu masih belum juga buka , membuat Ariella kesal dan memilih pergi meninggalkan tempat itu , niatnya untuk bersenang - senang menghibur diri harus batal dengan club malam yang masih saja tutup , kini ia kembali tidak tau harus kemana , tempat apa yang harus ia datangi , Mobilnya kembali melaju dengan kecepatan sedang melewati jalan raya yang mulai ramai dengan para pemuda atau pemudi yang tengah menikmati malam minggunya , jalanan terasa penuh dengan para pengendara juga dengan para pejalan kaki yang berjalan di trotoar dengan bergandengan tangan , sembilan puluh persen dari mereka adalah sepasang kekasih .
Mobil Ariella kembali berhenti kala lampu merah menyala , ia berhenti dekat dengan trotoar tempat diman banyak para pejalan kaki , matanya di buat Fokus kala melihat pemandangan di depan , suatu pemandangan yang membuat Ariella mengingat masa lalunya , matanya berkaca - kaca melihat keluarga kecil yang tengah berjalan menyebrang bersama gadis kecil yang berjalan diantara keduanya , senyum mereka terpancar begitu bahagia .
Apa semuanya karena aku ... apa benar seperti itu ..
Tinn tin ..tin ..tin ... suara Kalakson dari pengedara lain membuat Ariella terbangun dari lamuannya dan segera menjalankan mobilnya , tapi baru saja ia menjalankan mobil BRAK ...... Sebuah Mobik dari arah kiri yang melaju begitu cepat menghantam mobilnya dengan cukup keras membuat mobil Ariella bergeser dan terbalik mengenai mobil yang lainnya .
Mata indahnya tampak sayu kepalanya terasa begitu pusing kejadian terasa begitu cepat , suara kendaraan lain masih terdengar meski mulai sedikit samar , pandangannya mulai kabur , hal pertama yang ia lihat adalah kaki seseorang yang tengah berjalan ke arahnya .
Galuh dan marina yang baru saaja sampai di kampung halaman , entah kenapa perasaannya tidak karuan , ia terus saja kepikiran Ariella .
" buk , ibuk kenapa "
" entahlah perasaan ibuk nggak enak , kepikiran non Ariel "
" sudah lah buk pasti dia baik - baik saja , marina yakin dia bisa jaga diri diakan sudah besar " jelas Marina .
" iya ibu tau ta .." kata Galuh yang terpotong .
"dia nggak akan kenapa - napa inget dia itu ariel , sudah ibu lebih baik tidur sudah malam , nanti kalo ariel telfon aku beritahu " kata Marina .
" ya sudah ibu istirahat dulu mungkin saja ini hanya perasaan lelah ibu saja "
Pyar .. Bingkai Foto yang terjatuh membuat Jacksen terkejut di buatnya , matanya yang fokus dengan layar laptop kini beralih melihat kearah bingkai kaca yang pecah di atas lantai , sebuah Foto kebersamaannya bersama Ariella kecil yang tengah tersenyum lebar .
" ada apa tuan " tanya Gabriel yang baru masuk ke ruangan Jacksen , karena mendengar suara pecahan kaca .
" entah lah , bingkai itu tiba - tiba jatuh " jawab Jacksen .
__ADS_1
" oh saya akan menyuruh seseorang membersihkannya " kata Gabriel kembali keluar mencari orang untuk membersihkan pecahan beling .
" hem " jawab Jacksen .
" ada apa ini kenapa perasaan ku tidak enak " gumam Jacksen .
Berbeda dengan Jacksen sang mantan suami , Wardah yang berada di luar negri menghadiri pertunjukan fesyen dari desainer terkenal yang tengah meluncurkan model - model baju terbarunya , entah kenapa perasaanya yang tiba - tiba tidak karuan dan terus kepikiran putrinya .
" apa kamu baik - baik saja "
" ya , aku baik - baik saja "
" jika kurang baik kamu bisa beristirahat "
" tidak aku baik - baik saja "
Setelah menjalani operasi di bagian tangan kanannya kini Ariella di pindahkan ke ruang ICU dengan keadaannya yang kritis , masih belum ada yang datang menemuinya .
Dreet .. dreet ... getaran ponsel membuat Jacksen teralihakan dari pekerjaan , dengan segera ia mengambil ponselnya dan mengangkat telfon dati nomor yang tidak di kenal . .
" halo "
" maaf tuan apa ini dengan ayah dari saudara Ariella putri " suara di seberang sana yang membuat Jacksen terkejut , entah kenapa jantungnya berdetak lebih cepat , ada perasaan tak karuan di dalam hatinya .
" iya benar , ini siapa ya , di mana putri saya " tanya Jacksen masih mencoba tenang .
" tuan " panggil Gabriel yang dihiraukan Jacksen , yang berjalan melewatinya dengan langkah cepat .
" tuan tuan ada apa " tanya Gabreil yang berjalan mengikuti Jacksen .
" putriku putriku mengalami kecelakaan " Jawab Jacksen saat berada di dalam lif ,
" no nona muda kecelakaan "
Ting ... suara lif terbuka dengan cepat Jacksen menuju mobilnya di ikuti Gabriel " rumah sakit xx " ucap Jacksen saat masuk kedalam mobil .
" baik tuan " jawab Gabriel yang langsung menjalankan mobilnya , tidak memakan banya waktu kini mereka sampai di rumah sakit yang di sebutkan , dengan segera Jacksen keluar mobil dan berlari memasuki rumah sakit .
Di depan ruang ICU terlihat dua polsi yang duduk di kursi .
" di dimana pu putri ku " tanya Jacksen yang baru datang dengan wajah penuh peluh dan nafas yang ngos - ngosa .
" di dala .." belum selesai polisi menjawab Jacksen langsung pergi dan masuk kedalam ruangan .
Terlihat putri kecilnya yang tengah terbaring lemah dengan infus dan alat bantu bernafas .
" sa sayang apa apa yang terjadi padamu nak " kata Jacksen dengan air mata yang mulai menetes .
__ADS_1
Di luar Gabriel tengah mendengarkan penjelasan dari pihak kepolisian mengenai kecelakaan yang terjadi pada Ariella .
" kecelakaan terjadi di jalan perempatan dekat taman kota , yang terjadi karena seorang pengendara mobil yang terpengaruh obat - obatan terlarang "
" dan untuk mobil korban , mengalami kerusakan yang cukup parah dan sudah di amankan "
" terima kasih atas infonya "
" sama - sama tuan , dan ini beberapa barang penting yang kami temukan di mobil korban " kata polisi sambil menyodorkan dompet ponsel dan kunci mobil pada Gabriel .
" sekali lagi terima kasih tuan "
" sama - sama , kalo begitu saya permisi dulu " pamit polisi .
Setelah para polisi itu pergi Gabriel segera menghubungi Wardah untuk memberi tau mengenai keadaan Ariella , sayangnya sudah berkali - kali Gabriel menelfon mantan nyonya besarnya tapi tidak tersambung , akhirnya ia hanya mengirim pesan untuk Wardah .
Di genggam tangan sang putri dengan lembut dengan penuh kasih dan sayang , melihat sang putri dengan keadaan seperti itu membuat Jacksen begitu lemah , ia tidak mampu melihat harta berharganya lemah , marah ataupun menangis , apa lagi keadaannya yang seperti saat ini .
Saptu , 19 : 45
Sebuah kecelakaan terjadi di sebuah perempatan jalan kota , kecelakaan yang terjadi karena seorang pengendara yang tengah terpengaruh obat - obatan terlarang yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata - rata dan mengakibatkan sebuah kecelakaan yang melibatkan satu mobil Sport dan dua mobil alpart putih serta kendaraan beroda dua , dan terdapat dua belas korban luka ringan , satu korban luka berat yaitu remaja perempuan pengendara mobil sport , korban langsung di bawa ke rumah sakit terdekat . Tersangka di ketahui seorang artis papan atas yang batu - baru ini naik daun juga mengalami luka parah , berita yang di siarkan di tv secara live di beberapa stasiun tv .
Hari semakin larut Haikal yang baru menyelesaikan pekerjaannya ia berdiri untuk melemaskan otot - otot yang terasa kaku setelah lama bekerja , ia kembali duduk lagi melihat ponselnya , sebuah notifikasi berita yang masuk di layar ponselnya , sebuah kecelakaan yang terjadi di perempatan jalan kota karena pengemudi yang terpengaruh obat - obatan terlarang .
" mereka orang - orang pembuat masalah " gumam Haikal yang langsung menghapus notifikasi berita kemudian mematikan ponselnya , tanpa ingin tau apa isi berita itu .
" tuan " sapa Gabriel yang masuk kedalam ruangan .
" hemm "
" dokter igin bertemu dengan anda "
" ...."
" hanya sebentar " Jawab Jacksen kemudian yang langsung berdiri , meski berat sebenarnya meninggalkan putrinya
Di ruangan dokter Jacksen duduk dan mendengar penjelasan dokter mengenai apa yang di alami Ariel .
" jadi gini pak , anak anda mengalami patah tulang di bagian tangan kanan , dan kakinya mengalami ...
Minggu dini hari , 01 . 30 .
" maaf nyonya penerbangan ke negara A di di batalkan karena faktor cuaca "
" apa !! "
" maaf nyonya "
__ADS_1
" hiks ... " tangis wardah pecah kala ia tak bisa datang melihat sang putri yang tengah berbaring lemah .