Haikal Dan Ariella

Haikal Dan Ariella
Tanggung jawab .....


__ADS_3

Berjalan kembali ke kelas dengan wajah lesu , Ariella masuk dan langsung duduk di bangkunya tampa bersuara , melihat murid satu itu sang guru hanya mengerutkan dahinya kenapa anak muridnya yang beberapa menit tadi ia beri izin keluar untuk kekantin dan sekarang kembali dengan wajah di tekuknya .


" loh ariel kenapa kok sudah balik " tanya pak dimas .


" nggak boleh ikut main bola sama pak rangga " jawab Ariella sambil ngeluarin buku dan bulpennya lagi .


"ya sudah ikut pelajaran bapak saja sekarang pelajaran biologi " jawab pak Dimas dengan senyum , hari ini dia akan mengajar di kelas ipa tiga sampai jam istirahat nanti .


" sudah tau " jawab Ariella .


Di kelas lain , seorang siswa tengah mengerjakan soal didepan kelas , soal yang cukup sulit karena materi belum di jelaskan oleh sang guru , tapi dengan mudah anak laki - laki itu mengerjakannya .


" pak sudah " ucap Haikal


" ya bagus kamu boleh duduk " ucap Sang Guru , Haikal kembali ke mejanya tepat di depan meja guru , ia duduk tanpa menimbulkan suar , dan kini saatnya Guru menerangkan materi yang bersangkutan dengan soal yang di kerjakan Haikal .


Semua murid tampak diam mendengarkan sang guru begitupun denga Haikal meski ia sudah tau materi itu tapi tetap saja ia diam di tempat mendengarkan sang guru menerangkan .


Kring kring kring .....


Setengah waktu di sekolah sudah berakhir , dan kini waktu para siswa / siswi untuk istirahat , banyak para murid yang berbondong - bondong keluar kelas menuju kantin , ada yang menuju perpus dan ada juga yang pergi kelapangan basket ataupun bola , ada juga yang menetap di kelas tengah bercerita yah biasanya dilakukan para anak cewek .


Tapi berbeda dengan kelas ipa satu yang sedikit terlambat keluar untuk jam istirahat karena guru masih menerangkan materi , beberapa siswa yang merasa kurang faham jadi mau tidak mau sang guru menerangkan ulang .


Di lapangan seorang anak perempuan dengan seragam siswa atau lebih tepatnya seragam anak laki - laki tengah bermain bola bersama teman - temannya , begitu asik dan sangat seru , hinga suatu tendangan yang Ariella lakukan mendarat tepat di kelas yang masih ada kegiatan belajar mengajar , ya dikelas ipa satu .


Buk ..... pyar ... suara kaca yang pecah akibat bola , mendengar itu semua siswa yang bermain bola berhamburan berlari terbirit - birit karena takut kenak tegur .


" aw .." pekik salah satu siswa yang terkena bola dan serpihan kaca .


" kamu nggak papa win " tanya yang lainnya dengan panik , ya gadis bernama winda itu duduk di bangku paling depan dan tepat di sebelah kaca .


Isak tangis Winda pecah , gadis itu menangis menahan sakit sudah tertimpa bola kenak pecahan kaca juga kan makin sakit , bukan hanya winda yang kenak , tapi yang parah hanya winda.


" kamu bawa winda ke uks " perintah sang guru .


" iya pak " jawab teman yang bangkunya dekat dengan winda , dengan segera anak itu membawa winda ke uks seperti yang di perintahkan guru .


" siapa yang main - main ini " geram pak Hadi yang langsung keluar melihat ke arah lapangan , tampak lapangan sepi tidak ada satupun anak disana .


" kalian bersihkan kaca - kacanya saya kekantor dulu pelajaran di lanjutkan hari berikutnya , haikal tolong buku saya "


" iya pak " ucap anak kelas yang lainya .


Dan Haikal tentu dengan cepat membawa buku sang guru kekantor seperti biasa , dia memang murid bertanggung jawab .


Di kantor Pak Hadi langsung menyuruh pak Dimas dan pak rangga untuk melihat cctv yang terletak di bagian halaman , tampak Ariella bersama teman - temannya yang tengah asik bermain bola dan tampak pula saat dimana Ariella menendang bola dengan sangat keras hinga melayang sampai ke kelas ipa satu , dengan murka guru itu menyuruh guru Bk untuk memanggil para pelaku .


Di uks winda yang sudah terbaring di kasur , ia masih menangis karena darah di bagian lengan kanan yang terkena kaca masih terus mengalir , karena peralatan kesehatan di sekolah tidak lengkap pihak uks membawa Winda ke rumah sakit terdekat agar cepat di tangani .


Sampai di kantor Haikal langsung meletakkan buku pak hadi di meja , saat ia akan pergi langkahnya terhenti kala melihat beberapa grombol anak yang masuk ke ruang BK tepat didepan kantor Guru .


" apa mereka pelakunya " gumam Haikal sambil bergeleng kecil lalu pergi begitu saja .


Di ruang BK bu tatik mencoba menahan amarah , sepuluh anak yang bermain sepak bola dan salah satu dari sepuluh anak itu adalah anak yang sudah menjadi langanan bk , siap lagi kalo bukan Ariella .


" bu saya tidak bersalah kenapa di panggil kesini " protes yang lainnya .


" benar lagian kita cuma main bola saja yang nendang sampai kekelas ipa satuka ariella kenapa kita ikutan di panggil " sahut yang lainnya .


" sudah - sudah sama aja "


" tidak sama dong bu " sahut yang lainnya dengan serempak .


" ARIELLA " panggil seorang yang baru datang dengan suara menggelegar mengisi ruangan , membuat semua siswa yang duduk di ruang bk terdiam seketika , ya tentunya itu suara pak Hadi guru yang di takuti para siswa , guru tergalak dan terkiler di sekolah .


" iya pak " jawab Ariella santai tidak tergambar rasa takut sama sekali .


" kamu tau gara - gara ulah kamu anak kelas ipa satu terluka sekarang di bawa kerumah sakit , kamu itu selalu saja yang bikin onar " ucap pak Hadi dengan amarah .


" oh " jawab Ariella


" oh ! KAMU ITU ..."


" pak sabar pak " ucap pak Dimas yang baru datang menyusul ke ruang BK .


" sabar sabar lihat kelakuannya "


" ia pak biar saya sama pak di mas yang mengurus " ucap bu tatik.


" hah terserah pak dimas sama bu tatik saja " ucap pak Hadi yang langsung keluar .


" ariel " ucap pak dimas , guru yang selalu menjadi pembimbing Ariella sejak anak itu kelas satu pak dimas selalu saja menjadi wali kelasnya , ya karena tidak ada guru yang mau menjadi wali kelas jika Ariella di kelas itu , dan hanya pak dimas guru yang sabar dengan kelakuan murit satu - satunya , yah walau terkadang pak dimas sering mengelus dada .

__ADS_1


" iya pak "


" apa yang akan kamu lakukan jika sudah begini " tanya pak dimas dengan sabar , sedangkan Ariella hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak tau .


" riel lo harus tangung jawab obatin dia kek , biyayain dia berobat lo kan banyak duit " sahut Alex teman yang biasa bermain dengannya .


" iya lo " sahut Aldo


" hufff ok lah " jawab Ariella enteng .


" ya sudah sepulang dari sekolah nanti bapak sam bu tatik temani kamu ke rumah sakit " ucap pak dimas .


" iya " jawab Ariella .


" ya sudah kalian kembali kekelas masing - masing setelah ini jam pelajaran di mulai lagi " ucap bu tatik .


" dan lain kali kalo bermain hati - hati " kata bu tatik .


" iya bu " jawab yang lain .


Semua kembali ke kelas masing masing begitupun Ariella yang berjalan santai masuk kelas , namun langkahnya terhenti kala terdengar suara ponselnya yang berdering Ded is cooling ....


" halo " sapa Ariella .


" halo sayang ded sudah transfer uang jajan kamu "


" ya "


" nanti kalo butuh apa - apa kamu telfon saja ded atau om gabriel "


" ya "


" ya sudah ded tutup dulu telponnya ded masih sibuk "


" ya "


" da sayang jaga kesehatan love you "


" hem "


tut ... sambungan terputus , Ting ..... kink beralih denga suara pesan masuk 📨 ***Sayang bagaimana kabar mu ? mom harap kamu baik - baim saja , oh iya mom sudah transfer uang jajan buat kamu jangan lupa jaga kesehatan .


mom sayang anak mom yang cantik .


Setelah menerima telfon dari sang ayah dan membaca pesan dari sang ibu , Ariella langsung menutup ponselnya tanpa mau membalasnya , kemudian ia melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti .


" riel kamu kagak apa " panggil seseorang , membuat langkah Ariella terhenti lagi , terlihat seorang wanita berlari mendekat kearah Ariella dengan tergesa - gesa , namanya Marina anak dari bu galuh pengasuh Ariella .


" nggak "


" tapi kamu tadi di panggil ke bk , kamu melakukan apa lagi sih riel "


" sudahlah gue mau masuk kelas "


" kamu belum makan apa apa , nggak lapar "


" sudahlah gue kagak papa kok "


" ya sudah masuk kelas belajar yang pinter entar pulang biar aku masakin masakan kesukaan kamu "


" ya " jawab Ariella yang langsung pergi .


Marina adalah guru penjaga perpus di sekolahan ini dia masih berkuliah dengan biaya dari ayah Ariella , ia sangat baik pada Ariella menganggap Ariella sebagai adiknya sendiri selalu khawatir jika terjadi sesuatu kepada Ariella , ya karena sejak kecil Ariella di asuh ibunya dan sejak kecil pula Marina selalu bersama Ariella menjaga gadis itu membantu sang ibu .


Jam Sekolah sudah ber akhir , dan saat inilah waktunya Ariella di temani pak dimas dan bu tika menjenguk korban yang terkena bola .


Sampai di rumah sakit yang tidak jauh dari sekolah , Ariella berjalan tepat di belakang pak dimas dan bu tatik , dengan membawa buah tangan yang ia beli sebelum ke RS .


Sampai di ruangan di mana anak bernama Winda di rawat , Ariella masuk dengan di temani bu tatik dan pak dimas .


" oh pak guru bu guru " sapa dua orang tua yang tidak lain ayah dan ibunya Ariella .


" iya pak , kami datang kemari untuk menjenguk nak winda " ucap pak Dimas .


" iya silahkan " kata sang ibu winda , sambil memberikan kursi yang di sodorkan kepada Pak dimas dan bu tatik .


" sebelumnya kami kesini bukan hanya menjenguk atau melihat keadaan nak winda , kami kesini juga ingin mengantar anak murid yang hendak mengucapkan maaf karena sudah menyebabkan kecelakaan " jelas bu Tatik .


" ariel " panggil pak dimas agar Ariella menyapa dan mengatakan sesuatu sebagai tanda minta maaf .


" jadi ini yang membuat anak saya celaka " ucap sang ibu yang kelihatannya sudah memanas .


" sudah bu sabar namanya juga anak - anak " sahut sang suami .

__ADS_1


" anka - anak , tetap saja harus di beri tau kalo sedang bermain itu biar hati - hati " ucap istrinya dengan ketus .


" maaf semua salah saya karena sudah menendang bola terlalu keras , saya juga tidak tau jika akan terjadi seperti ini " ucap Ariella .


" sekarang sudah tau , lain kali berhati - hati " ucap ibunya winda kali ini tidak dengan amarah .


" anak laki - laki selalu saja seperti itu mainnya nggak pernah bisa diem ada saja , anak saya dulu juga begitu sering sekali di panggil guru bk bikin saya pusing " lanjutnya membuat bu tatik dan pak dimas hanya bisa tersenyum , mendengar perkataan ibu winda yang mengira Ariella itu anak laki - laki .


" namanya juga anak laki - laki ya pak buk itu sudah biasa " sahut ayah winda , yang juga mengira Ariella itu anak laki - laki .


" hehe i iya pak ta tapi ariel ini an .." ucap bu tatik yang terpotong .


" win saya minta maaf sudah bikin kamu terluka " sahut Ariella .


" i iya lain kali hati - hati ya riel " jawab Winda dengan senyum canggung .


" dan pak bu saya akan membayar biaya rumah sakit dan pengobatannya sebagai tanda maaf " ucap Ariella lagi .


" saya akan urus setelah keluar dari sini " ucapnya lagi dengan senyum .


" dan ini ada sesuatu untu kamu " lanjutnya sambil menyodorkan sebuah bingkisan berisi buah - buahan , lalu plastik berisi makanan ringan seperti coklat dan teman - temannya .


" ya ampun nak tidak usah segitunya jadi ngerepotin lagian ini juga namanya kecelakaan orang juga tidak tau kalo akan begini , jika wnda tau akan terkena bola juga akan menghindarinya " ucap sang ayah .


" tidak papa pak ini hal biasa " jawab Ariella .


" kamu baik - baik saja nak winda" tanya Pak dimas .


" iya pak sudah sedikit membaik " jawab Wnda .


" ya sudah kalo begitu saya pamit pulang dulu , ada urusan soalnya " sahut Ariella membuat semua menoleh .


" ariel " panggil pak dimas dan bu tatik bersamaan .


" semoga kamu lekas sembuh " ucapnya lagi dengan senyum pada Winda .


" i iya " jawab winda .


" saya permisi ya pak buk " pamit Ariella dengan sopan , yang membuat kedua guru yang masih duduk itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal .


" iya nak lain kali hati - hati kalo main " jawab ayah Winda .


" iya lain kali saya akan berhati - hati " jawab Ariella .


Kemudian Ariella keluar ruangan , di ikuti Pak dimas dan bu tatik yang juga ikut berpamitan pulang .


" ariel " panggil bu tatik .


" hem " jawab Ariella .


" ibuk sudah pernah hilang kan kamu itu harus pake baju seragamnya anak perempuan lihat tadi ayah sama ibunya winda sampai salah faham "


" shhut..... diam " kata Ariella yang membuat gurunya terdiam .


Di depan resepsionis Ariella menanyakan biaya perawatan dan rumah sakit winda , lalu membayarnya dengan lunas seperti yang dia katakan sebelumnya tadi , setelah semua selesai Ariella pergi keluar ke tempat parkir , tempat dimana mobilnya di parkir disana .


" pak kok kita kayak temannya ya " ucap bu tika .


" sabar bu " jawab pak dimas .


" sudah sabar setiap kali bertemu "


" ya sudah lebih baik kita pulang lihatlah ariel sudah balik lebih dulu " ucap Pak dimas melihat mobil Ariella yang lewat didepannya .


" hah dasar anak nakal mana nggak nyapa atau negur gurunya dulu awas besok kalo sampai di sekolah " omelnya yang membuat Dimas bergeleng kecil .


Sampai dirumah seperti biasa Haikal akan langsung ke kamarnya , dan akan turun jika ia mau maka dan ada keperluan penting selain itu ia tidak akan turun .


Tok ... tok ...


" masuk "


" tuan muda nanti malam akan ada pesta mewakili tuan besar , di harap anda datang , di hotel xxx di luar kota "


" hemm "


" kalo begitu saya keluar jika ada apa - apa bisa panggil saya "


" hemm " jawab Haikal .


Selaian membaca membaca dan membaca Haikal kerap mewakili sang kakek mewakili sang kakek untuk keperluan bisnis , dia memang tidak pernah keluar selain hal penting , hidupnya selalu di rumah tidak ada kata nongkrong seperti anak pada umumnya , lagian dia juga tidak memiliki banya teman , dan juga tidak se akrab itu untuk bermain - main dengan teman sekelasnya .


Sampai di unit apartemennya Ariella langsung menunju kamarnya merebahkan diri di kasur beberapa menit , lalu beranjak pergi ke kamar mandi tak menunggu waktu lama dia keluar lalu mengganti bajunya setelah siap , ia mengambil kunci mobil dompet dan ponsel lalu pergi ketempat biasanya .

__ADS_1


__ADS_2