
Wardah yang masih berada di luar kota tampak bingung , sudah dari satu jam lalu ia berjalan mondar - mandir setelah mendapat telfon dari adiknya yang baru saja datang satu jam lalu dan memberi kabar akan langsung ke rumah mantan suami untuk menjenguk putrinya , setelah itu kini ia tidak bisa menghubunginya lagi , bahkan saat menelfon mantan suaminya ataupun asistennya gabriel .
Pikirannya kini tertuju pada Haikal sang menantu , yang entah seperti apa nanti jika hazar tau , memikirkan itu membuatnya semakin di buat bingung dan tidak fokus dengan pekerjaannya .
" nyonya "
" ya "
" menurutku anda tidak perlu mengkhawatirkan itu "
" bagaima.."
" tuan haikal pasti akan menjelaskannya , lagian juga ada pak nadim di sana yang mungkin akan membantu "
" benar juga kenapa aku harus memikirkannya "
" sudahlah , setelah ini ada jadual apa lagi "
" setelah ini klien akan datang "
" baiklah aku akan bersiap "
Sedangkan hazar yang baru sampai di kediaman jacksen , mendapatkan sambutan yang baik dari para pelayan .
" selamat datang tuan hazar "
" terima kasih pak nadim , lama kita tidak bertemu "
" iya tuan , bagimana kabar anda "
" baik sangat baik , bagiamana dengan dirimu "
" baik juga tuan , anda kesini untuk menjenguk nona muda "
" ya , di mana dia sekarang "
" di kamarnya , mari saya antar "
" baiklah "
" tuan saya akan bantu bawa barangnya " tawar seorang pelayan perempuan .
" tidak biar saya saja , kamu teruskan pekerjaan "
" oh em baiklah tuan "
" mari tuan " ajak nadim
" ya "
Sedangkan Ariella yang berada di kamar bersandar dengan kepala ranjang , sambil ngomel tidak jelas karena Haikal yang tidur di sampingnya .
" sialan ! apa dia tidak punya rumah "
" kenapa harus tidur di sini , kalo bukan kaki dan tangan ku sakit sudah gue tendang dia "
" hais ... melihatnya saja membuatku ingin muntah "
Sedangkan di luar , hazar yang sudah sampai di depan pintu kamar Ariella .
" ini tuan "
" terima kasih , kamu bisa pergi "
" baik tuan " ucap pak nadim yang langsung berpamitan pergi meninggalkan hazar .
**tok
tok
tok**
" masuk " suara Ariella lantang .
" sakit saja masih bisa berteriak seperti itu " gumam hazar yang langsung membuka pintunya , dan masuk kedalam .
" bagaimana kabarmu cantik " sapa hazar yang baru masuk dengan beberapa paper bang yang langsung ia letakkan di meja depan sofa .
" pa paman kapan datang "
" satu jam yang lalu "
" satu jam yang lalu "
" ya "
" bagaimana keadaan keponakan kecil ku " ucap hazar berjalan mendekat kearah Ariella .
" aku bai .."
" ememmm " suara haikal saat merubah posisinya menghadap kearah Ariella , mendengar itu hazar langsung menoleh kearah samping Ariella , bertapa terkejutnya hazar melihat sosok anak laki - laki hang tidur di samping keponakannya .
" ARIEL !!"
" pam pa paman " ucap Ariella gugup saat sadar jika haikal tidur di samping nya , wajahnya tampak bingung saat ini .
" siapa dia "
" ah i it itu " ucap Ariella terbata - bata , terlihat wajah hazar yang tampak murka saat ini .
" katakan dengan benar "
" i t di dia anu it "
" ARIELLA " bentak sang paman yang semakin membuat Ariella gugup , sedangkan haikal mendengar suara yang sangat lantang membuatnya terbangun dengan perasaan jengkel .
" emh... ariel jangan berisik " gumamnya dengan mata yang masih tertutup .
Melihat itu Hazar dengan cepat berjalan ke sisih ranjang yang lain , menarik haikal hingga ia terjatuh dati ranjang .
Buk...
" ah ... " pekiknya saat tubuhnya terbentur dengan lantai yang sangat keras .
" kal l lo lo kagak papa kan " tanya Ariella , membuat Haikal segera duduk dan melihat siapa orang yang berani menyeretnya hingga terjatuh kelantai .
" siapa kamu " tanya Haikal saat sudah terduduk dan mendapati hazar berdiri di sampingnya dengan tatapan yang penuh dengan amarah .
" seharusnya saya yang bertanya "
" siapa kamu berani sekali tidur di kamar ini "
" apa kamu tidak tau sopan santun "
Proyek yang bermasalah membuat jacksen di sibukan dengan pekerjaanya , hingga ia tidak memiliki waktu untuk membuka ponselnya , apa lagi sekedar menanyakan keadaan sang putri .
" sudahlah semoga saja dia baik - baik saja "
Duduk di sofa di depan kamar Ariella , Haikal dengan wajah has bangun tidur yang masih terlihat tampan , duduk menghadap hazar yang menatapannya dengan tatapan yang ingin sekali membunuh seseorang .
" jelaskan semuanya "
" aku sudah mengatakan yang sebenarnya "
__ADS_1
Ariella yang berada di antara keduanya hanya duduk dengan wajah penuh ketegangan , ini pertama kalinya ia melihat sang paman yang begitu marah , apa lagi tatapan tajamnya yang begitu menyeramkan seperti singa yang kelaparan .
" apa kamu pikir aku akan percaya dengan jawaban bohong mu "
" saya sedang tidak berbohong "
" lalau apa buktinya jika kamu tidak berbohong "
" saya tidur di samping istri ku "
Mendengar jawaban Haikal membuat Ariella ingin sekali melempar anak laki - laki seusianya itu ke benua antartika , jiak ia tidak sedang sakit .
" apa itu bisa menjadi bukti "
" ya "
" apa kamu fikir ini waktu untuk bercanda "
" apa saya terlihat sedang bercanda "
" hufff ... katakan saja yang sebenarnya "
" apa yang harus saya katakan "
" baiklah , hubungi kedua orang tuamu , aku akan menghubungi ayah dan ibu ariel "
" aku tidak memiliki orang tua " jawab Haikal membuat Ariella menatapnya .
" jadi kamu yatim piatu " ucap Ariella polos kepada Haikal .
" ...."
" aku akan menghubungi mommy dan deddy kamu ariel " ucap hazar berdiri dari tempat duduknya .
" jangan melakukan sesuatu " ucap hazar lagi sebelum keluar ke balkon .
" oh maaf , maksud gue tadi kemana orang tua mu "
" meninggal "
" jadi lo bener yatim piatu " ucap Ariella membuat Haikal menoleh menatapnya dengan tatapan datar .
" ....."
" maaf "
Sudah berulang kali hazar menelfon mantan kakak ipar dan kakaknya sendiri tapi tidak ada jawaban dari keduanya , hingga di panggilan yang ke sepuluh , barulah sambungan telfon terhubung kepada keduanya .
" halo " sapa kedua orang di seberang sana .
" kalian cepat pulang "
" ada apa " tanya jacksen dan wardah .
" ini penting soal Ariella "
" ariel ! " tanya jacksen .
" kenapa ariel "
" kalian harus segera pulang ini darurat " ucap hazar yang langsung mematikan sambungan telfonnya .
Setelah sambungan terputus jacksen dan wardah langsung bergegas , keduanya tampak khawatir dan takut akan terjadi sesuatu pada putrinya .
" gabriel kita pulang sekarang sekarang , dan kamu urus semuanya dengan benar , nanti saya akan melihat hasil laporannya "
" baik tuan " jawab gabriel dan kenzo .
Sedangkan di belahan lain wardah yang baru saja menemui klien , langsung bergegas pergi .
" kita harus segera ke rumah jacksen "
" baiklah "
Kembali duduk di depan Haikal , hazar tampak menarik nafas pelan dan mengeluarkannya dengan pelan .
" mereka akan pulang "
" sudah berapa lama hubungan kalian berjalan dan sudah berapa jauh "
" mungkin satu atau dua minggu " jawab Haikal .
" lalu berapa jauh "
" anda tidak perlu tau "
" ini soal keponakanku aku harus tau "
" hanya sekedar tidur bersama " jawab Haikal enteng .
" sudahlah jangan dengarkan dia dia hanya anak gila " sahut Ariella .
Sore hari , setelah jam sekolah selesai semua anak club karate akan berlatih , namun sepertinya hari ini mereka harus menunda latihannya lagi setelah libur panjang minggu kemarin , karena pelatih yang masih ada urusan penting sedangkan Ariella sebagai asisten pelatih masih saja tidak masuk sekolah .
" gimana "
" sepertinya di undur lagi sampai pelatih atau ariel masuk "
" emang mereka kemana "
" pelatih ada urusan penting , lalu ariel katanya sakit "
" emang itu bocah bisa sakit "
" entahlah , ariel juga manusia "
" sudahlah kita pulang saja "
" baiklah , lagian disini kita mau ngapain "
Cukup lama Ariella duduk di sofa depan kamarnya membuat punggungnya kini terasa ingin patah .
" aku ingin ke kamar " ucap Ariella membuat kedua laki - laki beda usia itu menoleh melihatnya .
" aku juga sudah lapar " ucap Ariella lagi , yang membuat Haikal dan hazar dengan spontan mendekat ke Ariella hendak membantunya ke kamar .
" apa yang kamu lakukan "
" aku mau menolong istriku "
" istri ? , kamu masih saja berbohong , lepaskan keponakanku " ucap hazar .
" aku tidak berbohong "
" aku tidak percaya padamu "
" sudah lah aku hanya ingin segera merebahkan punggungku "
" lepas " ucap hazar lagi , yang membuat haikal melepas tangannya dan kembali duduk di sofa .
Malam hari tiba , jacksen datang bertepatan dengan wardah yang juga baru datang , keduanya tampak berjalan bersama dengan langkah yang sedikit berlari .
" apa terjadi sesuatu pada ariel "
__ADS_1
" aku tidak tau , kita harus melihatnya "
Sampai di lantai tiga , jacksen dan wardah menghentikan langkahnya ketika melihat Haikal dan hazar duduk bersama .
" gimana keadaan ariel " tanya jacksen dengan wajah khawatir .
" apa terjadi sesuatu "
" tidak dia baik - baik saja " jawab hazar
" baik - baik saja " ucap wardah .
" ya "
" lalu kenapa kamu menelfon kami jika tidak terjadi sesuatu , kamu tau aku harus meninggalkan pekerjaan penting "
" tidak terjadi sesuatu ? , apa kalian tau putri kalian melakukan hubungan yang tidak sehat "
" apa maksudnya dengan hubungan yang tidak sehat " tanya jacksen .
" kalian lihat dia " ucap hazar menunjuk haikal yang tengah duduk di sana .
" mereka tidur bersama dalam satu kamar " jawab hazar .
" hanya itu " ucap wardah yang lupa fakta sang adik yang tidak tau soal pernikahan putrinya .
" hanya itu ? , apa yang kalian sebut hanya itu ? kalian biasa saja mendengar putri kalian dalam satu kamar dengan anak laki - laki , jika terjadi sesuatu pada putri kalian apa kalian tidak berfikir kesana , ingat ariella itu perempuan " ucap hazar .
" oh gini hazar kamu salah faham " ucap jacksen .
" salah faham "
" dengarkan dulu , aku tau kamu mengkhawatirkan ariel , aku akan menjelaskan semuanya " ucap jacksen .
" haikal masuklah jaga ariel " ucap wardah .
" tapi kak "
" aku akan menjelaskannya kamu duduk , biarkan saja dia masuk " ucap jacksen , membuat hazar dengan terpaksa menurut .
" ini sudah aku duga " gumam wardah yang batu menyadarinya .
Haikal masuk kedalam kamar dan melihat Ariella yang sudah tertidur di sana .
" huff .. dia samapi luoa belum makan dan meminum obatnya " gumam Haikal kruuk ...
" bahkan aku juga "
" aku harus ke kamarmandi dulu " ucapnya lagi lalu berjalan menuju kamar mandi .
Di luar hazar yang sudah mendapatkan penjelasan dari jacksen dan wardah , cukup terkejut dengan apa yang ia dengar .
" ja jadi me me mereka benar sudah menikah "
" ya "
" kenapa kalian tidak bilang sejak awal "
" aku mau bilang tapi kamu tidak bisa di hubungi setelah memberiku kabar akan langsung datang ke sini "
" ba baiklah aku yang salah " ucap hazar .
" tapi .! "
" apa " tanya wardah .
" aku lihat ariella tidak senang dengan pernikahan ini di lihat dari sikapnya pada anak laki - laki itu ia tampak tidak suka dengannya "
" sudahlah nanti juga ariel akan suka sendiri , kamu tau haikal itu anak orang terpandang ia cucu pebisnis terkenal mario aku yakin hidup ariel akan terjamin " ucap wardah , mendengar itu jacksen tampak melihat wardah sekilas , pemikirannya berbeda dengan mantan istrinya , ia bahkan lebih khawatir soal putrinya .
" itu menurutmu bukan menurut putrimu " sahut hazar .
" sudahlah kita lihat saja nanti jika mereka benar - benar berjodoh tuhan akan menyatukan jika tidak apapun itu tuhan akan memisahkan mereka , semoga dengan cara yang baik " jawab jacksen .
Setelah mandi haikal tidak tau harus memakai baju apa , ia benar - benar lupa untuk membawa baju ganti , masih dengan handuk yang melilit di pinggangnya dan dada yang telanjang , haikal tampak duduk di sofa sambil mencoba menelfon miyako .
"sial kenapa dia tidak bisa di hubungi " ucap Haikal , kembali meletakkan ponselnya di meja , sudah dua kali ia mencoba menelfon asistennya tapi tidak ada jawaban .
" aku tidak mungkin telanjang seperti ini " ucap haikal , berdiri dari duduknya ia berjalan mendekat ke arah Ariella .
" apa dia punya baju seukuranku " ucapnya lagi , mengingat baju yang di pakai ariella semua bermodel baju laki - laki .
" apa aku bangunkan saja dia "
" tapi apa dia mau meminjamkan "
" sudahlah dari pada aku bertelanjang seperti ini " ucapnya lagi , dengan pelan haikal mencoba membangunkan Ariella dengan mengoyang tangan kirinya .
" riel bangun "
" rel
" ariel "
" huff ... sulit sekali membangunkannya " ucapnya yang ingin sekali menyerah .
" rel " panggilnya lagi , kali ini ia menutup lubang hidung Ariel yang langsung saja membuat Ariel terbangun karena tidak bisa bernafas .
" akhirnya bangun juga "
" sialan lo nga ..." kesal Ariella yang langsung terbengong saat melihat pemandangan di depannya , hingga ia lupa akan rasa ngantuk dan marah .
" aku lupa tidak membawa baju ganti , apa kamu punya baju untuk aku pakai malam ini " ucap haikal yang tidak di dengar Ariella , ia malah bengong melihat tubuh milik Haikal .
Gila ternyata dia juga punya tubuh yang bagus ...
" apa kamu mendengarku " tanya Haikal .
" ha apa lo ngomong apa "
" aku tidak bawa baju ganti apa kamu punya baju yang ukurannya sama dengan badanku "
" sepertinya ada " ucap Ariella mengingat - ingat .
" kamu cari saja di ruang ganti "
" em baiklah " jawab Haikal yang akan pergi .
" tunggu "
" kenapa "
" apa kamu juga biasa berolahraga "
" tidak , kenapa "
" badanmu bagus juga " puji Ariella yang tidak membuat Haikal bangga , anak laki - laki itu malah kaget dan baru sadar jika ia hanya mengunakan handuk .
" ak aku akan ke ruang ganti " ucap Haikal yang langsung berjalan cepat menuju ruang ganti dengan wajah memerah karena malu , tapi tetap ia harus bisa terlihat cool .
" wah gila dia tidak berolah raga tapi tubuhnya bisa seperti itu " gumam Ariella .
Di dalam ruang ganti , haikal yang masih merasa malu , langsung mencari baju yang akan ia gunakan .
__ADS_1
" bajunya banar - benar milik anak laki - laki semua " ucapnya sambil memilih - milih .
Cukup lama , hingga pilihannya jatuh pada celana kulot berwarna abu - abu panjang dengan tali di bagian pinggangnya , dan kaos oversize lengan pendek berwarna hitam .