
Miyako menutup pintu kamar hotel dengan perasaan lega , setelah ia bersusah payah membawa majikannya dan istrinya ke kamar hotel dekat dengan tempat pesta , setelah kedua pasangan itu masuk miyako langsung meninggalkan keduanya .
" semoga esok pagi matahari bisa terbit kembali " ucap miyako kemudian pergi setelah menutup pintu kamar .
Di dalam kamar dua insan yang sudah tidak bisa menahan diri , keduanya tengah di tutupi dengan gairah mereka yang menggila , sentuhan demi sentuhan yang mereka rasakan satu sama lain menghilangkan rasa panas , semakin mereka saling menjamah mereka merasa begitu puas , kesadaran keduanya sudah menghilang di telan nafsu .
Erangan lenguhan terdengar begitu gila di malam yang sunyi ini , ini bukan kesalahan keduanya mereka melakukan tanpa sadar dan menikmati permainan bukan karena cinta , mereka saling di tutupi gairah yang mengendalikan akal sehat keduanya , hingga mereka melakukan apa yang tidak seharusnya mereka lakukan dulu .
" ungh ... " lenguh Ariella ia mengigit bibir bawahnya merasakan sakit yang pertama kali ia rasakan .
" pe pe pelan " ucapnya lirih .
" ah ... ! " teriaknya , apakah ini sisi lain Haikal , ia benar benar tuli dan tak peduli Ariella yang kesakitan .
Sedangkan di tempat pesta dua gadis cantik tampak bingung berkeliling kesana kemari mencari keberadaan Ariella dan Haikal , keduanya mencari di setiap kamar .
" bagaimana ini , bagimana jika mereka melakukannya dengan wanita lain " ucap inez .
" diam kamu ! Kita cari lagi jangan sampai mereka melakukannya dengan perempuan lain "
Ino sudah cukup lama mereka melakukannya dan kini keduanya tertidur karena kelelahan dengan posisi mereka yang mana Ariella masih di tindih dengan tubuh Haikal , peluh keringat bekas percintaan masih membasahi tubuh mereka , baju mereka terhambur berceceran kemana - mana dan kamar itu tampak kacau .
Pagi harinya , rasa lelah dan berat Ariella rasakan di seluruh tubuhnya , kala ia terbangun dari tidurnya , tubuhnya terasa remuk apa lagi bagian pinggang yang rasanya ingin patah dan yang paling mengganggu adalah sesuatu yang aneh di dalamnya ia membuka mata dan melihat sekitar , " di dimana ini " ucap Ariella dengan suara serak " ha haikal " ucapnya saat melihat Haikal yang tertidur di atasnya meletakkan kepalanya di ceruk lehernya hembusan nafas Haikal terasa di leher Ariella negitu hangat .
" ke kenapa dia tidur begini pantas saja sangat berat " ucapnya lirih .
" haikal "
" em ..."
" haikal bangun kamu menindihiku " kata Ariella .
" kal bangun " ucap Ariella .
" hemm ... "
" bangun kamu berat , kamu menindihiku " kata Ariella , mendengar itu Haikal segera mengangkat kepalanya saat itulah ia melihat Ariella berada di bawahnya .
" menyingkirlah " kata Ariella .
" tunggu " ucap Haikal yang merasa aneh dengan sesuatu yang ada di dadanya serta sesuatu di bawah sana yang terasa becek .
" apa lagi cepat menyingkir " ucap Ariella mendorong Haikal sampai menyingkir dari atasnya tapi " ah ...... " lenguh Ariella saat merasakan perih di bawah sana saat sesuatu itu keluar .
" ap apa yang terjadi " ucap Haikal menatap Ariella , begitupun dengan Ariella yang juga menatap Haikal setelah terpejam karena rasa perih , keduanya terdiam , sebuah ingatan kejadian semalam tergambar di pikiran keduanya .
" bangs ** " umpat Ariella , belum Haikal menghindar Ariella sudah lebih dulu menjambak rambutnya .
" aw " terika Haikal kesakitan .
" bajing** .."
" apa yang kamu lakukan " marah Ariell.
Sungguh pagi ini adalah pagi yang buruk bagi Haikal , karena ia tidak bisa lepas dati Ariella ia terus memukul lengan bahu bahkan terus mengumpat dan menyumpah serapahi Haikal .
" tapi bukankah semalam kamu juga meng..."
" diam brengsek ! "
" kamu dasar mesum , aku akan membunuhmu "
" aw " pekik Haikal saat di jambak Ariella .
" semalam kamu ...aw "
" aku akan membunuh mu sekarang " kata Ariella .
" jika aku mati sekarang kamu akan menjadi janda " kata Haikal yang membuat Ariella semakin kesal .
" DIAM ! " bentak Ariella dan semakin erat menjambak rambut Haikal , dan tampa Ariella sadari jika ia tak memakai sehelai benang .
" lepaskan aku tubuh atas mu terlihat " kata Haikal dengan suara melemah , Ariella yang mendengar langsung melepas jambaan di kepala Haikal dan segera menutup dadanya dengan selimut .
" kamu melihatnya "
" aku punya mata " jawab Haikal .
" Haikal kamu harus matai " kata Ariella yang ingin menjambak lagi tapi dengan cepat Haikal menghindar .
" lebih baik kamu mandi " kata Haikal dengan suara lemah .
" aku belum selesai dengan lo " kata Ariella yang langsung mengulung selimutnya menutup seluruh badannya yang membuat Haikal terkejud dan langsung turun dati kasur mencari celana .
Beranjak dari kasur Ariella terjatuh saat merasakan sakit , ia tidak bisa berdiri " aw " pekik Ariella yang kembali ambruk .
" ka kamu kenapa " ucap Haikal dengan cepat memakai celananya .
" ah " ucap Ariella lagi saat ia mencoba berdiri tapi ia kembali terduduk .
" darah " gumamnya saat melihat kearah kasur .
" ah " lagi - lagi Ariella terjatuh dan Haikal dengan cepat mendekatinya .
" kamu baik - baik saja "
__ADS_1
" sakit goblok "
" apanya yang sakit yang mana biar aku lihat " kata Haikal
" lo pikir " ucap Ariella .
" itu ! , aw " kata Haikal yang langsung mendapat pukulan di kepalanya .
" maaf aku akan membantu mu berdiri " kata Haiakl mencoba mengangkat Ariella , sayangnya ia tidak kuat dan berakhirlah dia hanya membopong Ariella .
" ah ... "
" pelan pelan " kata Haikal
" ini semua salahmu , kamu harus mati "
Sedangkan miyako yang baru bangun dari tidurnya dengan wajah bantal dan rambut awut - awutan , mengingat kejadian semalam .
" apa mereka sudah bangun " gumamnya .
" hufff ... Semoga tidak terjadi sesuatu pada tuan muda " ucap miyako mengingat seperti apa istri tuan mudanya .
" tapi jika mereka melakukan itu apa tidak papa "
" hah sudahlah mereka kan sudah menikah "
" tapi tetap saja mereka masih sekolah "
" sudahlah lebih baik aku meminta kan izin untuk tuan muda di sekolah "
Di tempat lain , di meja makan inez dan lovely tampak gelisah , semalaman keduanya tak bisa tidur karena membayangkan laki - laki idamannya melakukan sesuatu dengan wanita lain , melihat kedua putrinya pagi ini membuat pak taqi bingung .
" kalian kenapa " tanya pak taqi di sela makannya .
" tidak papa " jawab inez dan lovely bersamaan .
" kalian tidak seperti biasanya , apa terjadi sesuatu dengan kalian "
" tidak , tidak terjadi sesuatu papi tenang saja " jawab lovely .
" apa ada yang kalian sembunyikan dari papi "
" en enggak nggak ada " kata lovely .
" baiklah jika ada sesuatu yang menggangu katakan saja pada papi " kata pak taqi
" iya pi " jawab lovely
" papi "
" ya "
" tuan haikal ? "
" ya " jawab lovely .
" bukankah papi yang mempertemukan kalian " kata pak taqi .
" bukan yang itu waktu dia pulang " kata lovely .
" em ... Sepertinya tidak papi terlalu sibuk jadi tidak memperhatikan dia pergi "
" kenapa emangnya ? , apa ada sesuatu " tany pak taqi .
" tidak kita juga tidak bertemu saat ia pulang " kata lovely dengan wajah lesu begitupun dengan inez sang adik .
" oh " jawab taqi .
Setelah marah dan memukul Haikal , kini Ariella
duduk di atas kasur dengan memeluk kedua kakinya , Ariella menangis di sana dan Haikal tidak tau harus apa , ia juga bingung dengan keadaan ini tadi Ariella memukulinya tanpa ampun dan sekarang gadis itu menangis .
" ma maaf " ucap Haikal ingin sekali ia memeluk Ariella tapi ia selalu mengurungkan niatnya .
Sekeras , seberani , dan sekuat apapun seorang perempuan pada akhirnya ia juga bisa lemah , dan ini pertama kalinya Haikal melihat bagaimana Ariella menangis di hadapannya .
" maaf " ucapnya lagi .
" aku tidak tau aku tidak sadar malam itu maaf seharusnya aku menahannya " ucap Haikal .
Bagimana ini , siapa yang akan di salahkan di keadaan seperti ini tadi malam bukan hanya haikal yang tidak sadar bahkan aku ... Apa perlu aku menyalahkannya karena ini semua , namun tak semuanya dia yang salah ... Apa aku harus menyalahkan diri sendiri tapi tadi malam aku juga menginginkannya ... Aku juga bodoh aku juga gelap malam itu ... batin Ariella mengingat bagaiman semalam hingga ia terbangun dengan keadaan yang tidak pernah terbayangkan .
" tenanglah " kata Haikal kali ini memberanikan diri memeluk Ariella , dan saat itulah tangis gadis itu semakin pecah membuat Haikal semakin erat memeluknya .
" menangislah " kata Haikal , ia benar - benar bersalah dengan ini .
" kamu boleh memukul ku lagi pukul saja jika itu membuat hatimu lega " kata Haikal .
" apa kamu ingin mengumpat " sambil menepuk - nepuk punggung Ariella .
" mengumpatlah sampai kamu puas " ucap Haikal .
" kamu brengsek hiks ... hiks ... Aku ingin membunuh mu " kata Ariella .
Cukup lama Ariella menangis di pelukan Haikal dan kini gadis itu berbaring berada di pelukan Haikal , suasana menjadi hening , tidak ada lagi umpatan dari Ariella ataupun sumpah serapah untuk Haikal , ia terdiam dengan matanya yang sembab , begitupun dengan Haikal tangannya terus mengelus kepala Ariella , keduanya hanyut dalam pikiran masing - masing . Hingga hati semakin siang dan Haikal menyadari jika Ariella belum makan .
__ADS_1
" kamu sudah tenang " ucap Haikal tapi Ariella terdiam .
" aku akan membeli makan dan obat untukmu "
" serta baju ganti " kata Haikal .
" apa ada yang kamu inginkan " tanya Haikal dan Ariella bergeleng pelan .
" apa tidak apa aku tinggal sebentar " tanya Haikal yang juga di jawab gelengan .
" ya sudah jika butuh sesuatu telfon aku "
" aku keluar dulu " kata Haikal .
Sakit entah kenapa Haikal merasakan sakit saat melihat Ariella seperti itu , ia benar - benar tak tega melihatnya .
" miko kamu di mana " ucap Haikal menelfon miyako saat ia sudah ada diluar .
Di depan hotel tepatnya di dalam mobil miyako yang duduk di dalam mobil menunggu Haikal .
" tuan " sapa miyako saat Haikal memasuki mobil .
" kita cari baju untuk ariel " kata haikal yang masuk kedalam mobil .
" baik " jawab miyako yang kemudian menjalankan mobil .
Di perjalanan Haikal tampak terdiam dan terus menatap keluar , pikirannya masih kacau karen kejadian semalam dan sakit entah kenapa ia merasa sakit melihat Ariella , saat ini ia tidak tau harus bagaimana .
" tuan " panggil miyako .
" hemmm " dehem Haikal .
" kita akan membeli baju di mana "
" terserah " jawab Haikal .
" miko apa yang terjadi dengan tadi malam " ucap Haikal .
" maaf tuan , semalam anda dan nona meminum jus yang tercampur dengan obat perangsang "
" obat perangsang ? "
" iya tuan " jawab miyako .
" sepertinya ada yang sudah mencampur jusnya dengan obat itu , saya menyadari saat tuan dan nona sudah dalam pengaruh obat , karena saya tidak tau harus apa jadi saya membawa nona dan tuan ke hotel terdekat dan memesan kamar untuk kalian "
" apa itu ulah .." gumam Haikal lalu mengepalkan tangannya .
" tuan sudah sampai " kata miyako .
" hemm " jawab Haikal yang langsung turun dari mobil .
Setelah membeli baju Haikal membeli makan untuk Ariella beberapa menu yang ia beli dari warung sederhana , ia mengingat menu makanan yang pernah ia makan bersama Ariella , keluar dari membeli makan Haikal akan kembali ke hotel namun ia mengingat sesuatu , Ariella sedang sakit dan ia harus membeli obat , tapi sayangnya ia tak tau obat apa untuk Ariella .
" haruskah aku menanyakan pada dokter "
" tapi bagaimana cara aku mengatakannya "
" ah atau aku cari di internet " gumam Haikal .
" tuan kita kemana lagi "
" apotik " kata Haikal yang fokus dengan ponselnya , mencari nam obat untuk Ariella .
Sedangkan di hotel Ariella yang duduk dan bersandar di kepala ranjang .
" bagaimana jika aku hamil " pikiran itu muncul begitu saja .
" nggak - nggak itu nggak boleh terjadi "
" aku nggak boleh hamil " ucapnya yang kembali menangis .
Setelah membeli baju makan dan obat Haikal kini kembali ke kamar Hotel dan melihat Ariella yang sudah terduduk di lantai sambil menagis .
" ar aril " Haikal langsung menarik barang yang ia beli di meja lalu mendekat ke Ariella .
" kamu kenapa ada apa " kata Haikal .
" ak aku hiks ... hiks ..."
" kenapa katakan saja " kata Haikal tapi Ariella menjawab dengan gelengan .
" baiklah ayo duduk di atas di sini dingin " kata Haikal membantu Ariella duduk di atas .
" aku tau pasti ini berat tapi tenanglah kita tidak melakukan kesalahan besar , kamu istriku dan aku suamimu semalam memang di luar kendali jika terjadi sesuatu kedepannya itu bukan masalah besar karena kita sudah menikah " kata Haikal memeluk Ariella .
Tapi aku tidak ingin pernikahan ini aku tidak ingin semuanya ....
" tenanglah " kata Haikal memeluk Ariella .
Kenapa rasanya sakit melihatnya seperti ini , lebih baik aku melihatnya marah dan mengumpat dari pada melihatnya seperti ini ...
" sudah berhentilah menangis " kata Haikal menatap Ariella dan mengusap Air Matanya .
" kita makan dulu " kata Haikal .
__ADS_1