Haikal Dan Ariella

Haikal Dan Ariella
Bertemu oma dan opa Haikal


__ADS_3

Meski Ariella sudah mencoba memberikan penjelasan pada david , namun sayangnya david tidak mendengarkannya dan malah pergi begitu saja .


" hais ... ! sialan bang*** " umaptnya sambil menendang angin yang tidak bersalah .


" ini semua gara - gara si haikal , hais ... " kesalnya .


" gimana aku akan menjelaskan semuanya pada david "


Di sisi lain david yang baru turun dari atap, berpapasan dengan Haikal yang akan naik ke atap .


" ariel di atas " tanya Haikal membuat langkah david terhenti .


" lihat saja sendiri " jawab david dengan nada dingin .


" baiklah " jawab Haikal melanjutkan langkahnya tapi baru dua anak tangga yang ia lewati , ia kembali terhenti saat david mengajaknya berbicara .


" jangan pernah sakiti ariel " ucap david lalu pergi begitu saja , Sedangkan Haikal masih berhenti dan melihat punggung david yang mulai menjauh dan menghilang .


Setelah mendapat begitu banyak pertanyaan dari para teman di kelas , aldo dan alex kini duduk di tepi lapangan , sambil melihat adik kelas yang bermain bola .


" hais kita di buat pusing dengan ariel " ucap alex sambil merebahkan dirinya di atas rerumputan .


" gue kaga ngerti dengan ariel " kata aldo


" kita seperti di bohongi sama dia " lanjutnya .


" dia harus menjelaskan semuanya pada kita "


" ya "


Sampai di atap Haikal melihat Ariella di bangku dengan kepala yang mendongak keatas sambil memejamkan matanya .


" aku mencarimu " ucap Haikal membuat sang empu terbangun dan menatapnya dengan tatapan kesal .


" lo gap ..."


" opa sama oma ingin kamu datang kerumah " ucap Haikal .


" katakan saja aku tidak mau , urusan beres " ucap Ariella yang langsung berdiri dan akan pergi namun langkahnya tertahan .


" pulang sekolah kita pulang bersama "


" lo budek ya " ucap Ariella dengan nada sedikit meninggi .


" aku akan mengantarmu pulang lebih dulu untuk berganti baju , pakailah baju yang sopan " ucap Haikal .


" gue nggak mau bang**" ucap Ariella dengan suara yang tertahan .


" dan jangan lupa nanti memakai cincin yang di beri oma " kata Haikal yang langsung pergi .


" lo sialan bang** " ucap Ariella dengan kesal , sambil uring - uringan ia berjalan mengikuti Haikal .


Marina yang sejak awal istirahat mencari keberadaan Ariella , berkeliling dari tempat yang biasa Ariella datangi , hingga menanyakan kepada alex dan aldo , tapi mereka tidak ada yang tau dimana si Ariella berada bukan hanya Ariella yang menghilang tapi juga david yang tidak terlihat batang hidungnya , hingga tinggal satu tempat yang belum marina datangi atap sekolah , dengan langkah cepat ia berjalan menuju atap sekolah .


Turun dari tangga , Ariella terus mengucap sumpah serapah buat haikal hingga ia tidak sadar jika Haikal berhenti dan berbalik menghadapnya , membuat Ariella yang berjalan di belakangnya menabrak haikal dan tanpa sengaja Haikal mencium Ariella .


" bang**" ucap Ariella pelan .


" lo ngapain sih berhen ..." ucap Ariella yang terpotong saat Marina memanggilnay .


" ariel " panggil marina sambil menutup mulutnya , ia tampak terkejut dengan kejadian di depannya .


" kak marina , sejak kapan ada di sini " tanya Ariella .


" sejak Haikal mencium kamu " jawab marina yang entah kenapa membuat Haikal salah tingkah dengan jawaban guru penjaga perpus itu .


" ingat nanti " bisik Haikal di telinga Ariella , setelah itu ia pergi dengan wajahnya yang merona .


bodoh kenapa jadi seperti ini ...batin Haikal sambil menyentuh bibirnya .


" kak mar salah lihat " ucap Ariella yang langsung pergi meninggalkan marina , yang lupa tujuan mencari Ariella .


Sampai di perpus Haikal mengambil buku secara asal lalu membacanya dengan pikiran yang kemana - mana , bayangan ia mencium ariella di restoran kembali muncul , serta bayangan saat ia mencium bibir Ariella waktu itu , begitupun dengan bayangan dimana kejadian yang baru saja terjadi tadi .


" ini di luar dugaan , kenapa bisa begini " ucap Haikal sambil meletakkan bukunya lagi di meja membuat yang ada di perpus terkejut , karena suara buku yang di taruh dengan keras .


Jam sekolah berakhir , Ariella yang baru keluar bersama murid - murid yang lain , langsung di sambut Haikal yang sudah menunggunya di tempat parkir sejak duapuluh lima menit yang lalu .


" ayo " ajak Haikal .


" kemana "


" pulang " jawab Haikal .


" aku ngga.."


" disini sangat ramai " ucap Haikal berbisik membuat Ariella menoleh melibat sekitar benar saja jika semua murid di tempat parkir ini sangat banyak bahkan mereka tengah melihat kearahnya dan Haikal .


" gimana jika mereka tau hubungan kita yan .." bisik Haikal terhenti .


" ayo " ajak Ariella langsung menarik Haikal menuju mobil .


" jadi mereka beneran pacaran " ucap beberpa nak yang sebelumnya tidak percaya .


Sedangkan winda yang berada disana dan melihatnya mengepalkan tangannya kuat - kuat


" sialan " umpat winda .


Sedangkan emina yang berada di sana tampak geli melihat Haikal dan Ariella karena ia masih berfikir jika Ariella itu laki - laki .


Berbeda dengan winda dan emina , david yang juga masih ada di sana terlihat kecewa dengan Ariella .


Sampai di rumah besar jacksen , Haikal dan Ariella di sambut dengan bu galuh yang memang sudah mulai bekerja lagi .


" nak ariel " panggil bu galuh .


" eh ini siapa " tanya bu galuh saat melihat Haikal yang berdiri di belakang Ariella .

__ADS_1


" alien dari saturnus " jawab Ariella yang langsung pergi begitu saja .


" alien ! " ucap bu galuh .


" eh maaf ya nak ariel emang suka begitu tapi sebenarnya dia baik kok " ucap bu galuh .


" tidak papa " jawab Haikal .


" kalo boleh tau siapa namanya "


" haikal " jawab Haikal .


" oh temanny....pacarnya Ariella " ucap bu galuh yang teringat cerita marina .


" bisa di bilang seperti itu " jawab Haikal .


" tuan " sapa pak nadim yang baru datang , sambil membungkuk hormat membuat bu galuh bingung dengan sikap pak nadim .


" silahkan duduk " ucap pak nadim .


" terima kasih " jawab Haikal yang langsung duduk di sofa .


" mau minum sesuatu "


" tidak " jawab Haikal .


" baiklah tuan jika menginginkan sesuatu bisa memanggil saya " kata pak nadim .


" terima kasih " jawab Haikal .


" maaf ibu siapa ya " tanya Haikal yang penasaran , pasalnya ia tidak pernah melihat galuh di rumah besar jacksen ini saat ia menginap di sini waktu itu .


" oh saya bu galuh " ucap galuh .


" beliau ibu pengasuhnya nona muda , nona sangat menyayangi beliau " jawab pak nadim .


" oh maaf saya tidak tau " jawab Haikal yang langsung berdiri dan membungkuk hormat pada galuh .


" eh tidak perlu seperti itu nak eh maksudnya tuan " ucap galuh .


" panggil saja senyamannya ibu " kata Haikal .


" kamu sangat baik persis seperti yang di katakan marina , titip ariel ya meski dia kelihatannya seperti tadi sebenarnya anaknya sangat baik kok " kata bu galuh .


Marina ...?


" iya saya tau " kata Haikal .


" baiklah tuan saya permisi " pamit nadim .


" silahkan " kata Haikal .


" kalo gitu ibu juga permisi " kata bu galuh .


" iya bu " jawab Haikal Apa hubungannya dengan bu marina batin haikal .


Menunggu Ariella yang masih bersih diri dan berganti baju , cukup lama hingga akhirnya suara langkah dari arah tangga membuatnya menoleh dan melihat Ariella yang baru turun dari tangga .


" ayo " ajak Ariella .


" kamu memakai baju seperti ini " tanya Haikal .


" lalu , seperti apa "


" tadi aku bilang yang sopan " ucap Haikal .


" aku tidak mengunakan baju yang terbuka seperti para cewek yang suka pergi ke club malam , atau memakai bikini seperti saat di pantai , lalu apanya yang tidak sopan " ucap Ariella yang hanya bisa membuat Haikal memijat kepalanya yang terasa pusing , benar juga yang di katakan Ariella , tapi bukan itu maksudnya .


" sudahlah ayo pergi " kata Haikal berjalan lebih dulu , sepertinya ia lebih baik mengalah dari pad berdebat .


Sampai di dalam mobil Ariella tidak duduk di belakangbersama Haikal lagi, melainkan duduk di depan sebelah miyako .


" nona muda tidak seharusnya anda duduk di "


" sama saja tempatnya bedanya aku di sebelah supir dan tadi aku di sebelah alien dari planet mars itu " jawab Ariella .


" tapi ..."


" jalankan saja " kata Haikal .


" ba baik tuan " jawab miyako .


" nanti kita berhenti sebentar di toko bunga dan buah dekat dengan cafe mudah " ucap Ariella .


" baik nona " jawab miyako .


Sampai di tempat yang di sebutkan tadi , Ariella langsung turun dati mobil .


" mau kemana dia " ucap Haikal .


" entahlah , taun tidak ingin mengikutinya "


" selagi masih bisa di lihat dati mobil itu tidak perlu " jawab Haikal .


Setelah ke toko bunga , ia beralih ke toko kue lalu ke toko buah , setelah itu ia pergi ke sebuah butik dan kemudian kembali ke mobil lagi dengan beberapa barang belanjaan yang ia letakkan di kursi belakang tepatnya di samping Haikal .


" letakkan saja di bagasi mobil " ucap Haikal .


" sudahlah , di situ lebih baik " ucap Ariella kemudian masuk mobil .


Di perjalanan Haikal di buat risih dengan barang milik Ariella , membuatnya tidak nyaman . Sampai di rumah , Haikal yang baru keluar mobil harus membawa bunga dan buah , sedangkan miyako membawa dua paper bang dari butik dam dari toko kue , sudah tentu Ariella yang menyuruh keduanya .


" sudah ayo " ajak Ariella yang berjalan lebih dulu .


Sampai di dalam rumah Ariella langsung di sambut hangat oleh sari ayu dan mario , yang sudah menanti kedatangan cucu menantunya .


" selamat datang sayang " ucap Sari ayu yang langsung memeluk Ariella yang akan membungku hormat .

__ADS_1


" kamu sangat cantik " ucap sari ayu melepas pelukannya dan menatap wajah cantik Ariella .


" terima kasih " jawab Ariella .


" bagaimana kabar kamu " ucap mario kali ini .


" baik , bagaimana dengan oma sama opa sendiri " tanya Ariella .


" kami juga baik , bahkan sekarang kami sangat bahagia dengan kedatanganmu "


" benarkah " kata Ariella dengan senyum sepenuhnya .


" tentu saja nak " jawab sari ayu .


" oh iya ini aku bawakan sesuatu untuk oma " ucap Ariella yang langsung berbalik dan mengambil bunga lili putih di tangan Haikal .


" ini bunga lili putih untuk oma , semoga menyukainya " kata Ariella .


" oh terima kasih sayang ini cantik sekali " ucap sari ayi .


" dan ini masih ada lagi untuk oma " kata Ariella mengambil paper bang di tangan miyako dan memberikannya kepada sari ayu .


" apa ini " ucap sari ayu .


" ini selendang , aku tidak tau apakah cocok untuk oma tapi itu yang paling baik di butik aku fikir jika oma akan menyukainya " kata Ariella , sari ayu memberikan bunganya pada pelayan dan mengambil alih paper bang nya dan melihat isinya , sebuah selendang berwarna pink dengan motif timbul bunga mawar yang terlihat begitu cantik .


" ini sangat indah sudah tentu oma akan menyukainya ini pemberian cucu menantuku " ucap sari ayu .


" em dan maaf untuk opa aku tidak membelikan apapun karena aku tidak tau apa yang akan aku beli , tapi aku membawa ini untuk opa semoga opa menyukainya " kata Ariella kali ini mengambil paper bang di miyalo dari toko kue .


" ini kue rol kesukaanku , aku sering memakannya tidak terlalu manis dan rasanya sangat lezat , aku membelinya dari toko langgananku , di situ toko yang paling aku suka karena hanya disana kita bisa menemukan kue - kue yang lezat " ucap Ariella yang membuat mario tersiam dengan begitupun dengan sari ayu dan Haikal .


" em maaf ada apa apa ada yang salah " ucap Ariella .


" apa opa tidak suka makan kue , maafkan aku aku tidak tau akan hal itu " ucap Ariella lagi yang merasa bersalah , karen semuanya tampak terdiam dan tidak lagi tersenyum .


" tidak nak , kamu tidak salah opa sangat suka dengan kue , terima kasih sudah membawakanya untuk opa " ucap mario mengambil alih paper bang nya .


" jika tidak suka tidak perlu di paksakan " ucap Ariella .


" tidak opa sangat menyukainya terima kasih ya " ucap mario lagi sambil mengelus puncak kepala Ariella .


" lalu buahnya buat opa " ucap Haikal .


" tidak itu buat kamu , dalam buah terdapat banyak vitamin , aku membelinya agar kamu sering tersenyum dari pada memasang wajah datar yang seperti papan seluncur , mungkin buah dengan kaya vitamin itu bisa membantu masalahmu " ucap Ariella yang membuat sari ayu dan mario tertawa di buatnya begitupun dengan miyako dan pelayan yang tampak menahan tawa , sedangkan Haikal tampak memasang wajah garang kepada Ariella sayangnya yang di tatap malah mengejeknya , dan itu semakin mengundang tawa sari ayu dan mario .


Nona muda memang tidak terduga ... batin miyako .


" sudahlah lebih baik kamu bersiap " ucap mario .


" baiklah " kata Haikal , yang kemudian terbesit rencana licik .


" dan sayang kamu bantu oma di dapur untuk menyiapkan makan malam " kata Haikal dengan senyum miring yang membuat Ariella melototkan matanya .


" kamu mau membantu " kata sari ayu yang membuat Ariella tidak tau harus apa .


Dasar gila ...


" iya dia sangat pandai memasak " sahut Haikal yang membuat Ariella kesal di buatnya .


" benarkah " tanya sari ayu .


" benar aku pernah makan masakannya , dia memasak makanan kesukaan ku waktu itu dan rasanya hampir seperti masakan oma " ucap Haikal lagi yang ingin sekali memukul Haikal hingga babak belur , memasak ? apa - apaan menyalakan kompor saja dia tidak pernah .


" baiklah jika ka " .


nggak - nggak gue nggak mau bantu masak bisa malu gue ...


" bukankah kamu meminta bantuanku untuk menyiapkan baju ganti dan air hangat " ucap Ariella memotong perkataan sari ayu dengan ide gilanya .


" tidak perlu aku bisa dibantu pel ..."


" tidak - tidak bagaimana bisa suami tercinta dan sangat tampan ini di layani pelayan " ucap Ariella yang langsung memegang pergelangan Haikal dengan senyum iblis .


Kamu ingin membuatku malu di depan mereka tidak kamu tidak akan bisa .


" aku biasa di layani mereka "


" tidak - tidak aku tidak ingin melihat orang lain melayanimu sedangkan ada istrimu yang cantik dan baik hati ini dan bagaimana bisa aku menahan jika nanti ia melihatmu bertelanjang dada " ucap Ariella .


Apa - apaan bocah ini ...


" aku tidak pernah bertelanjang dada di depan pelayan sayang , jadi jangan khawatir "


" em benarkah tapi aku tidak percaya dengan itu " ucap Ariella .


" sudahlah tidak papa , biarkan dia menyiapkan keperluanmu dulu jika sudah selesai nanti biarkan dia membantu oma " kata sari ayu .


" em iya sudah tentu jika nanti sudah selesai aku akan turun dan membantu oma aku akan membuatkan makan malam yang enak " ucap Ariella .


" itu benar , jadi laki - laki harus bisa menjaga hati pasangannya jangan sampai dia cemburu " kata mario .


" baiklah kalo begitu kamu ikut denganku ke kamar " ucap Haikal dan di angguki oleh Ariella .


" ini tolong " kata Haikal memberikan buah - buahanya pada pelayan .


"


" ayo " ajak Haikal dan di ikuti Ariella setelah ia berpamitan pada sari ayu dan mario .


Sampai di kamar , Ariella langsing mendudukan diri di bangku belajar Haikal .


" hais kamu ingin mati , menyuruhku masak , apa kamu ingin rumah besar mu ini meledak "


" bukankah kamu ingin menyiapkan baju ganti untuk ku serta air hangat "


" ogah , emang lo siapa nyuruh - nyuruh gue " ucap Ariella yang langsung mendudukan dirinya di sofa .

__ADS_1


" suami tercinta dan sangat tampan " jawab Haikal mengungkit perkataan Ariella pada oma dan opanya tadi .


" sudah diam lo mau gue patahin leher mu " ucap Ariella kesal , bisa - bisanya Haikal mengungkit perkataannya yang sangat menjijikan tadi mengingatnya rasanya dia ingin sekali muntah .


__ADS_2