
Ariella duduk do kasur dengan susana yang terasa bosan tidak ada game tidak hanya sebuah buku yang di berikan Haikal untuk ia baca , ah sejak kapan ia suka membaca buku , dengan hanya melihat covernya saja dia sudah tidak berminat , apa lagi buku yang di beri Haikal kali ini buku sejarah tetang negara .
Ya Ariella masih di rumah Haikal , dia tidak jadi pulang karena sari ayu yang menahannya .
" kal lo nggak punya video game apa " ucap Ariella yang di jawab gelengan oleh haikal yang tengah duduk menghadap laptop .
" hais ... " kesal Ariella yang kembali berguling - guling di kasur .
" gue nonton tv ya " ucap Ariella kali ini .
" terserah " jawab Haikal .
Mungkin tv akan menjadi hiburan terahir yang tertanam di otaknya , tut .. Ariella mulai menyalakan dan mencari serial yang ia suka ,sudah ia gonta - ganti di setiap cenel namun tidak ada yang Ariella suka , ingin rasanya ia melempar remot ke muka Haikal , kanapa Marahnya ke haikal ya ... ya intinya dia itu kesal .
" kal " panggil Ariella yang hanya di jawab deheman oleh sang empu .
" lo nggak pingin jalan - jalan gitu "
" nggak "
" hais sialan .. hidupmu benar - benar membosankan " ucap Ariella yanglangsung berdiri dan mendekat ke Haikal yang masih fokus dengan laptop .
" lo lagi apa sih "
" bekerja "
" ha ! buat apa lo kerja " kata Ariella .
" aku sudah menikah " jawab Haikal .
" ya kan lo masih muda seneng - seneng dulu aja kenapa sih " ucap Ariella .
" pergilah menonton tv kamu menganggu ku "
" lo ! sialan banget , apa coba yang di suka dari lo sampe cewek rela berlutut sama lo , muka kayak triplek , membosankan , kutu buku , hah sudahlah mungkin para cewek yang suka sama lo kagak ada humornya ." kata Ariella bukannya pergi ia malah duduk di meja samping leptop haikal , sedangkan sang empu hanya melihat sekilas lalu kembali fokus dengan leptopnya .
Gue harus apa coba di rumah ini ngak ada yang seru mana rasanya kaya tinggal di tengah hutan cuma ada suara jangkrik yang terdengar , begitu sunyi hingga aku tidak tahan lagi ...
" kal " panggil Ariella lagi yang masih sama di jawab deheman oleh empunya .
" lo kalo beli suara di mana sih , mahal ya kok irit banget kalo ngomong " kata Ariella yang tidak di gubris haikal .
" kal " panggil Ariella lagi yang sudah tentu jawabnya sama .
" kal " panggil Ariella lagi .
" kal "
" kal "
" kal "
" kal " dan panggilan yang terahir Haikal baru menoleh dan melihat Ariella .
" duduklah di kasur kamu mengangguku " kata Haikal .
" lo nggak bosan apa "
" nggak "
" lo kayak jarum jam " kata Ariella membuat Haikal mengerutkan keningnya
" kagak ada bosennya muter ke kanan " kata Ariella , lalu Haikal kembali ke leptopnya namun dengan cepat Ariella menahan wajahnya agar tidak kembali ke laptop .
" dari pada lo terus natap layar datar terus mending ikut gue " ajak Ariella , langsung saja Haikal melepas tangan Ariella di wajahnya .
" sudahlah terserah lo " kata Ariella yang langsung turun dari meja dan akan berjalan keluar kamar , namun tiba - tiba pintu kamar di buka yang memperlihatkan wajah anak perempuan dengan make up yang tidak wajar , cantik sih kalo berlebihan jadinya mukanya kayak tante - tante .
Melihat siapa yang datang entah kenapa ariella terpikirkan untuk mengerjai gadis laknat yang sudah menyiram dia pake kuah panas .
" kak Haikal " panggil kimi yang langsung saja haikal memutar tempat duduknya dan melihat siapa yang datang , " menyebalkan sekali " gumam Ariella .
" ada apa "
" em sebenarnya aku kesini unt .." ucap Kimi yang langsung saja di potong oleh Ariella yang ingin melancarkan aksinya untuk ngerjain kimi .
" kimi jangan berdiri lebih baik kamu duduk di sofa " kata Ariella yang langsung saja kimi duduk di sofa melewati Ariella dengan tatapan yang songong saat melihat Ariella sedangkan yang di tatap tampak senyum remeh .
Ini saatnya ...
" kimi kamu kesini mau apa " tanya Haikal .
" aku se sebenarnya mau " ucap kimi sial gengsi amat gue minta maaf sama cewek kayak dia ... Batin kimi .
" kimi aku sedang sibuk " kata Haikal .
" sayang biarkan dia bicara dulu " kata Ariella yang membuat Kimi menatapnya dengan kesal sedangkan Haikal melototkan katanya menatap Ariella . Ada apa dengannya ... batin haikal .
Haha ... lucu sekali sepertinya akan menjadi hal yang menyenangkan ...
" bicaralah kimi dia akan memdengarkan kmu , yakan Sayang " kata Ariella lagi sambil menekan kata sayang yang di panggil sayang tampak bingung .
Apa ... apan dia ini ..
Sialan cewek ini benar - benar ! awas kamu ... apa belum kapok dengan kuah sup panas ... batin kimi dengan menatap Ariella tidak senang , sedangkan yang di tatap merasa bahagia .
" katakan " kata Haikal .
" aku datang untuk meminta maaf soal tadi pagi , maaf sudah membuat tangan kak ariel sakit " ucap kimi dengan wajah yang di buat seperti orang yang merasa bersalah .
" lain kali hati - hati " kata Haikal .
" tidak papa kimi " jawab Ariella yang mendapat pelototan dari Kimi .
wah sepertinya caraku masih kurang gimana dengan begini ... batin Ariella .
" sayang apa pekerjaanmu masih banyak " kata Ariella berjalan mendekat kearah Haikal , lalu senyum licik tertarik di wajahnya pasti ini akan membuatnya makin kesal ... batin Ariella yang langsung duduk di pangkuan Haikal , yang membuat Haikal kaget di buatnya sedangkan Kimi tampak kesal sampai mengepalkan tangannya kuat , melihat itu Ariella ingin sekali tertawa namun harus ia tahan .
" apa masih banyak " kata Ariella yang tidak di jawab oleh Haikal .
Ada apa ini ? perasaan ini sama persis seperti saat itu ..
" oh ya gimana kalo kamu ikut kami jalan - jalan kimi , kami akan berjalan - jalan di sekitaran kota jika kamu tidak keberatan kamu bisa ikut " ajak Ariella yang kemudian juga terbesit rencana agar ia bisa pergi keluar .
Jalan .. ? siapa yang akan jalan - jalan ...
" em apa tidak papa " kata kimi dengan hati yang mendongkol wajahnya tampak memerah menahan amarah .
Rasanya aku ingin menyingkirkan dia ... batin kini
__ADS_1
Rasanya aku masih belum puas dengan ini ... batin Ariella
Sial kenapa dia duduk di seperti ini ...batin Haikal .
" ok kamu mau atau tidak "
" em boleh " kata Kimi .
Lihat saja kali ini aku tidak akan tinggal diam .. batin kimi .
" ya sudah lebih baik kamu bersiap kami juga masih harus bersiap .
" baiklah aku akan keluar "
" ya " jawab Ariella , kimi pun keluar menyisakan Haikal dan Ariella di sana .
" lebih baik kamu turun " kata Haikal dengan wajah marah .
" bagaimana jika kita jalan , aku akan turun jika kamu menyetujuinya "
" aku masih ada pekerjaan "
" baiklah aku tidak akan turun " kata Ariella .
" terserah " kata Haikal yang akan berdiri namun bukan Ariella jika membiarkan Haikal berdiri dan dirinya terjatuh , dengan cara cerdiknya dia berpindah posisi duduk yang membuat posisi itu menjadi ambigu , dan kedua kakinya di lingkarkan hingga ke belakang kursi mengunci agar membuat Haikal susah untuk berdiri sedangkan kepalanya ia letakkan di bahu Haikal membuat nafasnya mengenai leher Haikal .
Sedangkan haikal semakin di buat tertekan dengan posisi ini .
" turun " kata Haikal yang mungkin jika orang mendengarnya akan merasa takut tapi beda halnya dengan Ariella .
" gimana kamu mau atau tidak " kata Ariella .
Dia benar - benar ...
" apa menurutmu ini sopan "
" kenapa , kamu bilang kita sudah menikah lalu apa yang tidak sopan dari ini , jika kamu mengatakan kamu adalah rajaku baru ini tidak sopan "
" turun atau aku akan "
" kamu pikir aku akan takut dengan ancamanmu "
akh ...aku tidak tahan lagi , aku bisa frustasi jika seperti ini ..dasar gadis gila batin Haikal sambil mengigit bibir bagian dalam .
Apa dia tidak mengerti jika aku ini juga laki - laki normal ....
" gimana setuju atau tidak "
Tidak ada cara lain selain menyetujuinya ..
" baiklah "
" bagus , ayo " ajak Ariella yang langsung berdiri , haikal merasa lega seketika .
" biarkan aku bersiap dulu " kata Haikal .
" tidak perlu bersiap " ajak Ariella yang langsung menarik tangan Haikal .
" biarkan aku ke kamar mandi dulu " kata Haikal .
" mau apa kamu ke kamar mandi apa kamu mau pergi menghindar dan tidak menepati perkataanmu "
" baiklah " kata Ariella melepas tangan Haikal yang langsung berjalan menuju kamar mandi .
Hampir satu jam lamanya Haikal baru keluar dari kamar mandi yang membuat Ariella kesal .
" lo di kamar mandi buang air kecil apa bertapa " kata Ariella .
" buang air kecil " jawab Haikal .
" sudahlah ayo " ajak Ariella yang langaung menyeret Haikal keluar kamar .
" lepaskan tanganku aku bisa berjalan sendiri "
" kali aja kamu kabur " kata Ariella sambil melepas genggaman tangannya .
" aku bukan tipe laki - laki yang tidak menepati perkataan ku " kata Hiakal .
" baiklah ayo kalo begitu " kata Ariella .
Sampai di lantai dasar Haikal dan Ariella yang berjalan beriringan , di sapa oleh mario dan sari ayu yang sedang duduk besama yang lainnya .
" kalian mau kemana " tanya sari ayu .
" em kita mau jalan " kata Ariella .
" jalan ? " tanya sari ayu dengan wajah kaget .
" iya " jawab Ariella dengan mengaruk kepalanya yang tidak gatal , ia sedikit takut jika rencana keluarnya gagal seperti rencana pulang .
" benarkah , kalo begitu kalian jalan - jalan sampai puas " kata sari ayu yang membuat Ariella bingung .
" emang mau jalan kemana " tanya mario .
" ke perpus " jawab Haikal yang membuat Ariella melongo .
Ini bocah bisa nggak sih nggak mikir buku ...
" di lanjut nonton terus ke taman bermain , terus makan , haikal ingin mengajakku kencan " lanjut Ariella membuat Haikal menoleh melihatnya .
" wah bagus kalo gitu ajak haikal jalan - jalan " kata sari ayu .
" baiklah oma , kalo gitu kami pamit " kata Ariella .
" ya hati - hati bersenang - senang lah " kata sari ayu .
" tunggu aku ketinggalan " kata Kimi yang berlari mendekat , membuat langkah Haikal dan Ariella terhenti dan menoleh kearah gadis dengan make upnya yang over .
" kamu mau kemana kimi " tanya selena .
" mau ikut kak haikal " jawab kimi .
" kimi kamu kalo jalan - jalan mending sama sopir saja nanti biar dia juga yang akan menemani mu " kata mario .
" em tapi aku mau sama kak haikal " kata kimi .
" nggak papa kok tadi ariel yang ngajak kimi " kata Ariella .
" nggak kamu berangkat saJa sama haikal , nanti biar kimi sama sopr dan kakaknya " kata selena .
__ADS_1
" mom " kata kimi .
" kimi menurutlah " kata filip .
" hais " kesal kimi .
" kalian berangkatlah " kata mario .
" em i iya , kimi maaf ya " kata Ariella dengan senyum penuh kemenagan , tdak di jawab kimi yang tampak kesal .
Ini belum seberapa gadis kecil ... aku belum selesai membalas semuanya ....
Sampai di depan yang sudah ada Miyako yang membukakan pintu mobil .
" silahkan nona dan tuan "
" makasih " kata Ariella yang langsung masuk mobil di ikuti Haikal .
" kita kemana tuan " tanya miyako .
" per..." ucap Haikal terpotong .
" kita ke G & I mall " sahut Ariella .
" baik nona " jawab Miyako yang langsung menjalankan mobilnya .
Tidak lama mobil terparkir di sebuah mall g and i .
" ayo " ajak Ariella yang langsung keluar di ikuti Haikal .
" untuk apa kita di sini " tanya Haikal saat Ariella yang masih berhenti di depan mobil .
" mau ngepel mall " jawab Ariella dan haikal no komen lagi .
" mana miko " kata Haikal .
" di mobil " jawab Haikal , Ariella langsung berjalan ke arah jendela mobil yang di dalamnya ada miyako .
" ayo " ajak Ariella sambil mengetuk jendela .
" saya akan menunggu di sini " kata Miko membuka jendelanya .
" kamu nggak ikut "
" tidak "
" oh baiklah " kata Ariella lalu pergi .
" ayo " ajaknya pada Haikal yang mengikutinya dari belakang .
Haikal terus mengikuti Ariella yang berjalan di depannya hingga langkah Ariella berhenti yang membuat Haikal juga ikut berhenti , di depan bioskop yang sudah ada alex aldo dan david yang sudah menunggunya di sana .
" maaf gue telat " kata Ariella pada ketiganya .
" kita juga baru datang " jawab aldo .
" lo sama dia " kata aldo melihat Haikal lalu melihat david , seperti menanyakan dengan isyarat , lo nggak papa ? dan di jawab david anggukan .
" ya begitulah " jawab Ariella .
" lo hutang penjelasan " kata alex .
" baiklah kalo waktunya tepat gue cerita "
" ok gue tunggu " jawab alex
" kalian sudah beli tiketnya "
" sudah untuk enam orang kan " jawab alex
" dua yang satu tidak ikut " kata Ariella .
" mubazir dong ini tiket " kata aldo .
" mana biar nggak mubazir " kata Ariella .
" nih " kata alex menyodorkan satu tiket yang di terima Ariella , setelah menerima tiket Ariella langsung pergi dan memberikan tiket kepada sepasang kekasih yang akan membeli tiket yang sama juga .
" sudah ayo " kata Ariella .
" ayo lah " ajak aldo , yang langsung menggandeng tangan Ariella , namun langsung di tepis oleh Haikal , membuat david yang melihat itu langsung berjalan lebih dulu dengan melewati keduanya .
" sorry " kata aldo .
" cemburuan amat sih " kata alex yang juga langsungpergi menyusul david di ikuti aldo .
" lo " kata Ariella dengan wajah kesal .
" belajarlah menjaga sikap " kata Haikal .
" sialan " umapt Ariella yang langsung berjalan lebih dulu dan di ikuti Haikal di belakangnya .
Setelah membeli cemilan dan minuman , david dan alex langsung menuju tempat bioskop .
" kamu nggak papa dia ada di sini "
" nggak "
" oh " jawab alex .
Sampai di depan bioskop aldo Ariella dan Haikal langsung masuk saat david dan alex datang .
Di dalam , ini pertama kalinya Haikal masuk kedalam tempat dengan layar yang besar dan kursi yang berbaris begitu banyak , dan di sini haikal juga tidak tau filem apa yang akan ia tonton dia hanya ikut Ariella dan teman - temannya yang duduk dengan popkron dan cocacola .
Saat lampu mulai gelap dan layar besar mulai menyala , sebuah filem yang baru saja tayang di bioskop filem horor yang menjadi pilihan Ariella dan teman - temannya , awal Filem yang berjalan biasa saja di mata Haikal kini terasa begituenegangkan keringat dingin dan rasa takut begitu menjalari sesekali ia bergetar sambil memejamkan matanya .
David yang duduk di samping kiri Haikal menyadari jika anak laki seusianya itu merasa takut .
" kamu takut " tanya david yang di jawab gelengan oleh Haikal .
" jika takut tutup telinga dan pejamkan matamu " ucap david yang di jawab anggukan .
Haikal mencoba memasang wajah biasa saja namun david tau jika anak di sampingnya itu sedang ketakutan , hingga satu adegan di mana pemeran utamanya yang terjebak di ruangan gelap yang tiba - tiba sebuah tangan menarik kakinya , adegan itu membuat Haikal begitu takut hingga Ariella sadar akan hal itu wajah yang pucat dan keringat yang membasahi pelipisnya terlihat begitu samar di wajah tampan Haikal .
" kamu takut " kata Ariella yang di jawab gelengan oleh Ariella , Haikal masih sama mencoba memasang wajah biasa saja namun Ariella tidak bisa di bohongi , dengan sigap ia menarik wajah Haikal agar berpaling dari layar .
" jika takut jangan di teruskan " kata Ariella , suara teriakan ketakutan dibarengi musik dari filem yang terdengar begitu seram membuat tangan Haikal bergetar .
" jangan melihat ke layar lihat kesini atau ketempat lain atau dengan memejamkan mata " kata Ariella , Ariella mengeluarkan ponselnya dan sebuah headset dari dalam sakunya , lalu memasangkan kedua headset itu di telinga Haikal , sebuah lagu yang terdengar merdu di sana , membuat suara dari filem terdengar samar , setelah itu Ariella kembali lagi melihat kearah layar tapi tangannya menggenggam erat tangan Haikal , entah kenapa perlakuan Ariella membuat hatinya menghangat .
__ADS_1