
Rumor menyebar begitu cepat di sekolah , hanya dalam hitungan detik seluruh sekolah sudah membicarakannya , seperti di jam istirahat kedua dan ketiga , semua siswi masih heboh dengan membicarakan winda dan Haikal es batu yang ternyata memiliki hubungan diam - diam bersama teman satu kelasnya , tapi itu tidak aneh karena winda selalu saja ada di samping Haikal , dan hanya winda yang bisa sedekat itu dengan Haikal .
Seperti saat ini , dijam istirahat ketiga Haikal yang berjalan ke perpustakaan bersama winda , mendapatkan tatapan aneh dari para siswa ataupun siswi yang membuat winda bingung dengan sikap mereka berbeda dengan Haikal yang tampak tidak perduli sama sekali .
" kal lo nggak ngerasa gimana - gimana gitu "
" nggak "
" semua murid perasaan dari tadi ngelihatin kita "
" biarkan saja " jawab Haikal sekenanya .
Sedangkan para siswi dan siswa yang tengah melihat keduanya sambil berbisik - bisik membicarakan hubungan keduanya .
" wah ternyata mereka beneran memilki hubungan spesial "
" ya , dan kalian tau ia sering bermesraan "
" benarkah "
" ya , gue pernah lihat mereka di perpus saat itu kak winda jatuh mendidih kak haikal dan hampir berciuman "
" sial kenapa gue sakit ati banget ya "
" tapi di pikir - pikir kakak kelas kita yang dulu lebih cantik di banding si winda itu yang wajahnya saja tampak biasa - biasa saja "
" tapi kan cinta itu buta "
" tapi gue nggak suka itu cewek "
Begitulah kira - kira gosip para siswi di sekolah , banyak dari para siswi yang patah hati , dan banyak sekali yang tidak suka dengan winda .
Lain dengan para siswi - siswa , Ariella selaku pembuat gosip tengah duduk di depan kelasnya bersama kedua sahabatnya makan cemilan sambil bergurau seakan tidak ada dosa setelah menyebar rumor yang tidak benar , terlihat Ariella juga tidak perduli akan hal itu .
" riel lo kagak takut gitu " tanya alex yang khawatir .
" nggak "
" tar kalo ada apa - apa "
" gue kagak peduli " jawab Ariella sambil memakan makanan ringan yang di suap Aldo ke mulutnya .
" sudahlah lagian dia kagak bilang mereka nyolong atau pemasok narkoba " sahut aldo .
" eh kak ariel " panggil dua orang siswa yang menghampiri ketigannya .
" kenapa "
" itu kita nggak ada latihan apa gitu kak soalnya setelah libur kuta nggak ada latihan "
" lo pada nggak lihat tangan Ariella masih sakit "
" oh maaf kak soalnya kit..."
" kalian latihan saja sendiri nanti gue yang lihat "
" ok kak jadi pulang sekolah "
" ya " jawab Ariella , membuat kedua anak itu langsung pergi .
" lo kan baru sembuh riel " ucap alex .
" taudah ni bocah entar kalo ada david lo bakal di omelin "
" sudahlah kasian juga mereka yang kagak pernah latihan , mana pelatihnya pulang kampung lagi " ucap Ariella mengingat pelatih yang menelponnya beberapa hari yang lalu soal kepulangannya ke kampung halamannya .
" emang pelatih lo ngapain pulang kampung "
" entahlah " jawab Ariella .
" ngomong - ngomong david lagi apa ya " ucap aldo .
" entahlah mungkin lagi duduk dan makan cemilan kayak kita " jawab alex .
Di tempat lain , david yang tengah duduk sambil makan cemilan , sambil menikmati acara pertunangan yang membuatnya bosan .
" mungkin gue sama dia suatu saat kayak gitu kalik ya " gumamnya , sejak tadi ia hanya duduk dan menyantap hidangan yang tersedia sambil sesekali melamun merindukan sosok yang ia rindu saat ini , tapi tiba - tiba dering ponsel berbunyi membuat ia tersadar dan langsung mengangkatnya , ternyata dari sang paman yang langsung ia angkat .
" halo paman "
" apa kamu di telfon ariel "
" en engak kenapa "
" hufff ... bawakan dia oleh - oleh dan siapkan apa yang akan kamu katakan padanya nanti karena kamu pergi tanpa pamit "
" kan paman yang nyuruh jangan bilang ariel " ucap david .
" sepertinya dia sudah tau , dia habis menelfonku dan marah "
" hais ini salah paman ah... paman harus ikut menjelaskannya "
" titip salam sama papa dan mama kamu " titi ... sambungan telfon di putus .
" paman "
" paman "
" halo "
" hasi sialan " umpat david kesal karena sambungan yang di telfon secara sepihak .
" david " panggil sang mama .
" sekarang sesi foto bersama cepat kesini "
__ADS_1
David berjalan dengan langlah lemas dan wajah di tekuk .
" dek lo kenapa , senyum dong jangan kayak gitu entar lo memperburuk foto "
" cerewet lo "
" david emang kamu kenapa " tanya sang ayah
" paman "
" kenapa pamanmu "
" soal ariel "
" kenapa ariel "
" gue kagak pamit sama dia saat pulang " ucap david , yang langsung di pahami semuanya
" huff ... sudahlah nanti mama bawakan oleh - oleh untuknya , biar mama juga yang bilang "
" mama sama papa juga ingin tau keadaannya bagaimana "
" jadi mama sama papa mau antar david "
" nggak lah lewat telfon papa masih sibuk mama juga "
" anj..."
" adek lihat kameranya " teriak sang kakak .
Jadilah foto keluarga dengan wajah si bonto yang tampak di tekuk .
Sekolah sudah sepi kini tinggal club judo yang masih berada di sekolah berlatih .
" lo salah gerakan " ucap Ariella .
" maaf kak lama tidak berlatih "
" tidak papa , kita lanjut besok , ini sudah sangat malam lebih baik pulang dan beristirahat dulu " ucap Ariella .
" iya kak " jawab serempak .
" gue duluan " pamit Ariella yang memang sudah lelah , mungkin karena ia baru saja pulih dan beraktivitas penuh jadi tubuhnya mudah sekali lelah .
langit malam sudah menghitam dengan bintang dan bulan yang bercahaya di sana , malam ini terasa begitu dingin , Ariella yang baru keluar dari area sekolah , langsung di sambut dengan datangnya mobil sang ayah .
" ded " gumamnya , lalu berjalan masuk kedalam mobil dangan wajah lelahnya .
" kamu lelah " tanya jacksen saat Ariella baru masuk .
" hemm " jawab Ariella yang langsung bersandar dan memejamkan matanya .
" hari ini haikal tidak kerumah , sepertinya dia sibuk " ucap jacksen .
" baguslah , itu lebih baik " ucap Ariella dengan mata yang sudah terasa berat , mendengar itu jacksen hanya menghembuskan nafas pelan , bagaimana mungkin pernikahan putrinya akan berlanjut jika sang putri saja tidak menginginkannya .
Dan setelah acara selesai tepat di tengah malam , Haikal masih harus kembali pulang untuk sekolah besok , jika ia mau ia bisa saja tidak sekolah besok tapi apalah daya , besok ia harus mengantikan pak hadi di kelas lain , karena pak hadi yang tidak bisa masuk , Haikal memang sering mengantikan pak Hadi tapi saat di kelasnya sendiri , tapi berbeda dengan besok ia harus mengantikan pak hadi di kelas lain , bukan kelas sepuluh atau sebelas melainkan kelas satu angkatannya yang memang sudah tidak di perkenankan untuk jam kosong karena sudah kelas akhir dan akan menuju ujian akhir .
Sampai di rumah haikal langaung menuju kamarnya , dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur tanpa menganti baju terlebih dahulu , malam ini begitu melelahkan baginya , dan semoga esok ia masih bisa melihat mentari terbit dari barat .
Sinar matahari menggangu tidur Ariella , rasa kesal dan umpatan keluar dari mulutnya .
" maaf nona ini sudah jam setengah delapan nona harus berangkat sekolah " ucap pelayan .
" hais .... " kesal Ariella yang langsung menuju kamar mandi .
Selesai dengan mandi dan berganti baju Ariella langsung turun kebawah dengan tas yang sudah ia gantung di pundak , dia tidak perlu menyiapkan buku untuk pelajaran hari ini karena semua sudah di atur oleh pelayan , jadi ia tinggal membawa tanpa takut ada yang tertinggal .
Sampai di ruang makan yang tampak begitu sepi , Ariella langsung duduk dan memakan sarapannya dengan santai padahal jam sudah menunjukan jam delapan dan sudah tentu ia terlambat ke sekolah .
" di mana paman hazar "
" tuan hazar tidak pulang semalam "
" oh , kalian boleh pergi " ucap Ariella .
" baik nona " jawab kepala pelayan yang langsung pergi .
Bel masuk kelas sudah berbunyi dari satu jam lebih , dan para siswa dan siswi sudah fokus dengan pelajaran mereka pagi ini , begitupundengan haikal yang berdiri , di depan para siswa siswi kelas dua belas ipa tiga , yup di kelas Ariella .
" jika ada yang masih belum faham kalian tanyakan biar aku jelaskan " kata Haikal .
" itu yang contoh a " tanya fajar .
" baiklah akan aku ula... " ucap Haikal terhenti saat sosok yang tidak asing masuk kedalam kelas tanpa wajah bersalah langsung duduk di bangkunya .
" kamu yang baru masuk " ucap Haikal dengan suara dingin , mendengar itu Ariella langsung mendongak melihat siapa yang berada di kelas.
" lo " kaget Ariella sambil menunjuk Haikal yang berdiri di depan , membuat semua anak menoleh ke arahnya .
" ngapain lo di sini " tanya Ariella santai , sambil mengeluarkan buku pelajarannya .
" kamu maju dan jelaskan ini " bukan menjawab , Haikal malah menyuruh Ariella sedangkan yang di suruh malah memasang wajah datar , sambil melihat kearah papan tulis dan orang yang menyuruhnya .
" kal sudahlah biarkan saja .." kta fajar .
" iya , kalo lo urusin tu upil firaun pelajaran tidak selesai " sahut yang lain .
" upil firaun ? " gumaam Haikal tidak faham .
" lo nyuruh gue " ucap Ariella
" oh " gumam Haikal lagi yang mulai faham siapa itu upil Firaun .
" jika kamu tidak maju aku akan bilang pada guru bk agar mendapatkan hukuman " ancam Haikal yang hanya membuat Ariella tersenyum miring .
__ADS_1
" sudahlah Haikal ancaman tidak akan mempan meski kamu lapor pak hadi sekali gus " sahut yang lain membuat Haikal mengerutkan dahinya tidak mengerti .
Apa dia tidak takut ... batin Haikal .
" sudahlah biarkan saja , dia tidak menganggu pelajaran , lagian dia juga akan menulis materi yang lo sampaikan kok yakan riel " ucap yang lain .
" entahlah moodku sudah buruk , gue mau keluar " ucap Aruella yang langsung berdiri dan akan keluar lagi , tapi langkahnya di cegah oleh Haikal .
" jangan halangi jalan gue "
" sial ... jadi ricuh ni " gumam fajar .
" jelaskan soal di depan itu , lalu duduk di bangkumu lagi " ucap Haikal masih dengan nada dingin .
" jika aku tidak mau apa yang akan kamu lakukan ha " ucap Ariella .
" gimana kalo aku mengatakan jika kamu istriku " ucap Haikal pelan di telinga Ariella membuat sang empu mengepalkan tangannya , ingin rasanya ia menonjok wajah Haikal sampai babak belur .
Ini pasti akan berhasil batin haikal ...
" jelaskan sekarang " ucap Haikal , dengan kesal Ariella mengambil buku paket di meja dea , dengan wajah kesal Ariella membaca buku paket itu , setelah di rasa selesai ia langsung meletakan buku paket dengan kasar di meja dea membuat semua terkejut di buatany .
Setelah itu dengan kasar pula Ariella mengambil sepidol di tangan Haikal lalu berdiri di depan papan tulis dan menulis sesuatu di sana dengan mengunakan tangan kirinya yang membuat tulisannya tampak seperti ceker ayam , melihat itu semua di buat melongo bagaimana bisa Ariella menurut dengan Haikal .
" dengarkan baik - baik pasang telinga dengan benar jika kalian masih bertanya lagi gue robek mulut kalian " ancam Ariella yang di jawab anggukan oleh teman - temannya .
Semua tampak diam dan mendengarkan Ariella menjelaskan begitupun dengan Haikal yang terlihat mengerutkan dahinya .
" sudah selesai " ucap Ariella .
" apa kamu sudah yakin dengan jawabanmu " tanya Haikal .
" sudah " jawab Ariella
" berarti kamu sudah yakin dengan apa yang kamu sampaikan tadi "
" ya "
" berapa nilai tertinggi di pelajaran mtk " tanya Haikal .
" bukan urusanmu "
" apa di bawah rata - rata , atau pas dengan nilai rata - rata " ucap Haikal .
" kalo nilaiku di bawah ataupun pas dengan nilai rata - rata itu bukan urusan lo "
" benar bukan urusan ku tapi di pelajaran hari ini itu ursanku , karena yang menyampaikan materi di sini adalah kamu maka aku perlu tau berapa nilaimu hingga kamu yakin jika yang kamu sampaikan tadi sudah benar " ucap Haikal , membuat Ariella ingin sekali menendang Haikal sampai keluar angkasa .
" siapa di kelas ini nilainya yang paling bagus di pelajaran mtk " tanya Haikal .
" dia tidak masuk " jawab yang lain .
" selain itu "
" fajar "
" gimana pendapatmu "
" maaf aku nggak paham " jawab Fajar .
" apa kamu mendengarnya " ucap Haikal .
" itu karena kamu bego " kesal Ariella membuat fajar kicep .
" ada yang faham dengan penjelasan tadi " tanya Haikal yang di jawab geleengan semua siswa dan siwi yang masih tercengang .
" kamu lihat "
" hais mereka saja yang bodoh " jawab Ariella .
" mereka yang bodoh atau kamu yang tidak bisa "
" lo kalo tau gue kagak bisa kenapa lo nyuruh gue menerangkan , yang bego gue apa lo " ucap Ariella .
" sudah lebih baik kamu duduk " perintah Haikal dan di turuti Ariella .
" baiklah aku akan menjelaskan ulang , soal limit " ucap Haikal dan semua kembali fokus kedepan dan mendengarkan Haikal yang menjelaskan , berbeda dengan Ariella yang hanya melipat tangannya di atas dada dan tidak perduli dengan yang di jelaskan Haikal .
" sudah faham " tanya Haikal .
" jawaban ariella benar " kata Fajar .
" ya jawabanya benar tapi caranya amburadul "
" terus kenapa lo tadi nyalahin si firaun "
" aku tidak menyalahkannya aku hanya bertanya apa dia yakin dengan jawabannya " ucap haikal .
" sudah tentu dia yakin orang dia kagak pernah salah diakan maha benar dari segala kesalahannya " jawab dea .
" baiklah terserah kalian , sekarang coba kerjakan halaman lima empat " kata Haikal , lalu duduk untuk sekedar bernafas .
" tapi tunggu deh kal " kata tania .
" apa rahasianya biar ariel bisa nurut kayak tadi , maksudnya mau di suruh nerangin ke depan kayak tadi " tanya tania lagi
" benar tuh lo punya mantra apa si medusa bisa nurut sama lo " sahut yang lainnya .
" iya kasih tau gue , biar gue bisa nyuruh dia piket " kata tania
" ya gue fikir tadi bukan firaun lo "
" lo semua kalo kagak diam gu..." kata Ariella terpotong .
" tadi kita di suruh mengerjakan halaman berapa " sahut yang lain memotong ucapan Ariella , jika gadis firaun itu marah bisa bahaya , sedangkan Haikal hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan .
__ADS_1
Melihat itu Haikal langsung bergeleng pelan .