
Sore hari seperti permintaan Haikal Miyako Mencari tempat tinggal Ariella dengan susah payah selama setengah hari ini meski Akhirnya ia bisa menemukannya berkat lacakan dari nomor plat mobilnya waktu itu tentunya dengan bantuan detektif handal dengan bayaran mahal .
Disebuah unit apartemen di kawasan elit Miyako berdiri di depan pintu unit paling atas dan unit yang paling mahal di gedung ini .
ting tung ting tung ting tung suara bel berbunyi membuat Ariella yang tengah asik dengan gamenya sontak mengupat gara gara bel yang terus berbunyi .
" sialan siapa yang menggangu ku " ucap Ariella dengan berdiri meletakkan gamenya , dengan uring - uringan gadis itu berjalan untuk membuka pintu .
cklik ... tampak seorang laki - laki bertubuh tinggi dan atletis yang tengah berdiri didepan pintunya dengan wajah yang terlihat dingin .
" nona muda " sapannya yang membuat Ariella bingung bukankah dia tidak meminta sesuatu kepada ayah ataupun ibunya kenapa mereka mengirim seseorang kerumahnya .
" ada apa " jawab Ariella
" tuan muda ingin bertemu anda sekarang juga "
" ha tuan muda ? " tanya Ariella sambil mengerutkan dahinya tidak mengerti . tuan muda siapa yang dimaksud orang didepannya , bukannya semua orang memanggil ayahnya tuan besar setelah kakek dan neneknya tiada beberapa tahun yang lalu , lalu siapa tuan muda itu ? apa pamannya ? adik ibunya , ya dia memang sering bertemu dengan Ariella .
" kenapa mendadak biasanya jika ingin bertemu dia menghubungiku dulu " ucap Ariella .
" menghubungi nona " tanya Miyako , ja jadi benar ka kalo dia istri tuan muda lalu kapan tuan muda pernah menghubungi atau menemuinya sedangkan kemana - mana tuan muda selalu bersamaku .. lalu bagaimana bisa ia juga berada disana saat kejadian malam itu batin Miyako .
" iya , bukankah dia pria yang sangat sibuk tapi kenapa sekarang tiba - tiba ingin bertemu " tanya Ariella .
" kalo itu saya kurang tau nona " jawab Miyako .
" sudahlah ayo dimana dia menunggu " kata Ariella yang tidak mau berfikir panjang .
" di restoran dekat sini nona silahkan "
" hemmm "
Di restoran duduk di ruang VIP yang Haikal pesan , ruangan yang kusu untuknya karena ia tidak ingin pembicaraannya didengar orang lain .
Tidak menunggu lama Haikal menunggu , hinga suara pintu terbuka menampakkan seorang anak perempuan seusianya dengan celana kulot jins berwarna hitam dan kaos putih polos dengan rambut yang di ikat kuda , ia terlihat clingak - celinguk mencari seseorang disana .
" mana paman " gumam Ariella sambil tolah toleh mencari keberadaan sang paman .
" silahkan masuk nona " suara berat yang has membuat Ariella terkejut dan langsung berbalik badan melihat orang yang mempersilahkannya , tampak Seorang anak laki - laki yang tengah duduk dengan baju kemeja yang terlihat begitu menawan .
" siapa kamu mana pamanku " tanya Ariella .
" paman ? "
" ya "
" oh maaf nona bukan paman anda tapi saya " jawab Haikal .
" maksudmu ? "
" silahkan duduk " ucap Haikal , tanpa banyak bertanya lagi Ariella memilih duduk seperti yang dikatakan anak laki - laki itu .
" dimana pamanku " tanya Ariella lagi setelah duduk .
" aku tidak tau yang aku tau aku ada perlu denganmu "
" dengan ku "
" ya "
" perlu apa "
" kalo saja tidak ada kamu riel mungkin saja aku sudah terbaring di rumah sakit kalau tidak sudah tidak bernyawa malam itu "
" jadi kamu datang menemuiku hanya untuk ini , sudahlah bukankah kita harus saling tolong menolong " jawab Ariella .
" bukan hanya itu tapi soal "
" soal ? "
" pernikahan kita "
Jedyar seperti di tampar Ariella langsung menghentikan kegiatan makannya dan menatap Haikal dengan tatapan yang tidak bisa di artikan .
" kenapa kamu ingin membahasnya " tanya Ariella suasana berganti menjadi sangat serius .
" karena kita sudah menikah maka kamu adalah istriku dan ak..."
" cukup diam jangan katakan lagi , pernikahan itu terjadi karena kesalahan dan itu bukan pernikahan "
" itu tetap pernikahan dan kamu tetap istriku "
Brak ... Ariella menggebrak meja dengan kedua tangannya yang membuat Haikal terkejut , tapi bukan suara gebrakan yang terdengar keras yang membuatnya terkejut , tapi tangan yang di balut dengan perban milik Ariella yang mengeluarkan darah .
" tutup mulut mu pernikahan itu tidak ada itu hanya sebuah sarat agar kita bisa pulanp dari desa itu "
" tidak itu akan tetap menjadi pernikahan sah " jawab Haikal dengan mata yang terus menatap kearah tangan yang di balut perban yang entah semakin memerah .
" tidak aku tidak akan pernah menyetujuinya meski kamu mengatakan apapun itu aku akan menolaknya , dan ingat pernikahan itu tidak ada "
" bagaimanapun kamu menolaknya tidak akan mengubah jika kita seorang suami istri " Jawab Haikal .
" cukup dengan omong kosong mu " ucap Ariella yang langsung berdiri dan langsung melangkah menjauh ingin keluar , namun saat ia didepan pintu dan akan membuka pintu itu tangannya terhenti karena perkataan Ariella .
" kamu tangung jawabku mulai waktu itu dan kita menikah secara legal setelah usia kita legal " ucap Haikal .
" aku tidak pernah menganggap pernikahan itu ada " jawab Ariella yang langsung keluar ....
Di luar restoran , Ariella keluar dengan muka kesal Ariella di buat terkejut kala mendapat sambutan dari Miyako laki - laki yang menjemputnya tadi , tengah membungkuk hormat .
" hais .." gumam Ariella yang mengabaikan Miyako .
Selera tuan muda benar - benar unik tidak kusangka menolak para gadis demi dia ...
Di unit apartemen Galuh di buat terkejut dengan Ariella yang tidak ada di rumah , baru saja di tinggal lima menit Ariella sudah menghilang entah kemana , dengan cepat ia mencari ponselnya hendak menelfon Marina .
" buk " panggil marina yang baru masuk dengan seseorang .
" marina baru saja ibu mau telfon kamu " kata galuh
__ADS_1
" kenapa ada apa "
" ariel tidak ada kemana dia " ucap Galuh .
" sebentar ibu jangan panik duduk dulu buk , emangnya tadi ariel nggak bilang sama ibuk "
" tadi dia main game dan ibuk bilang akan pergi keluar sebentar ke mini market tapi saat ibu ...."
" pak rangga ngapain kemari " suara seseorang yang baru datang membuat Galuh dan Marina segera menoleh .
" nak kamu dari mana buat ibu khawatir " ucap Galuh yang terasa lega melihat Ariella kembali .
" tau katanya sakit tapi kelu .... ada apa dengan tanganmu kenapa berdarah " kaget Marina yang melihat perban Ariella penuh dengan darah .
Dengan cepat Galuh segera mengambil kotak obat .
"oh em tadi nggak se....."
" kamu berkelahi lagi "
" eh enggak enak saja " ucap Ariella .
" lalu kenapa tangan mu berdarah lagi "
" tadi tidak sengaja em itu menepuk nyamuk ya nyamuk di taman sono " ucap Ariella
" sini " tarik Marina membuat Ariella terduduk di sofa , dengan lembut dan telaten Marina mengobati luka itu lagi .
" ehem " dehem Rangga mengagetkan Galuh .
" oh maaf pak rangga , sampai tidak sadar kalo ada bapak , silahkan duduk biar ibu buatkan minum "
" em nggak papa buk jangan repot - repot " ucap Rangga
" nggak repot kok pak silahkan duduk " ucap Galuh lagi , sedangkan Ariella tengah duduk dan tidak peduli dengan tangannya yang masih di obati dia malah menatap guru nya itu , sedangkan Marina sudah tidak perduli lagi dengan lelaki yang duduk tida jauh darinya , ia malah lebih fokus mengobati tangan Ariella .
" sudah " ucap Marina .
" hemm "
" lain kali hati - hati , awas kalo ketahuan berkelahi lagi "
" tidak " jawab Ariella .
" ini pak rangga silahkan " kata Galuh yang baru datang dengan nampan berisi dua gelas cangkir , mendengar itu Ariella kembali menatap gurunya .
" oh maaf sudah ngerepotin " ucap Rangga .
" ngak papa ibu merasa nggak di repotin kok , oh iya ibuk ke dapur dulu , riel yang sopan sama pak guru " ucap Galuh sebelum pergi .
" pak ngapain k kemari " tanya Ariella setelah melihat Galuh pergi dari ruang tengah baru saja Galuh memperingati Ariella sepertinya benar tidak berlaku pada diri gadis itu .
" sebentar saya ke dapur dulu nyiapin makan malam " sahut Marina setelah menata dan meletakan kotak obat di tempatnya lagi .
" oh iya silahkan " jawab Rangga .
" pak , belum menjawab " ucap Ariella lagi setelah melihat Marina pergi , sambil bersedekap dada gadis itu menatap gurunya .
" benarkah " tanya Ariella sambil memicingkan alisnya
" benar riel kemarin kamu membolos dan tadi kakak mu mengizinkan mu jika kamu sedang sakit " jelas Rangga yang di angguki Ariella .
" bagaimana keadanmu sekarang " ucap Rangga .
" sudah membaik " jawab Ariella .
" oh iya kok bisa tangan mu seperti itu apa kamu berkelahi lagi " tanya Rangga.
" emmm gimana ngomongnya ..... memang benar sih aku berkelahi tapi tenang aku yang menag kok " Jawab Ariella .
Di kamar Haikal duduk di teras balkon kamarnya menatap langit yang sudah mulai mengelap , pikirannya terbuai dengan perkataan kakeknya untuk menjadi penerus sang kakek .
" tuan " panggil miyako yang baru saja masuk .
" bagai mana "
" sudah seperti yang anda minta cincinya akan segera jadi dan akan segera di kirim ke tempat nona muda " ucap Ariella .
Sepulang dari restoran tadi sore Haikal langsung mampir ke tempat perhiasan memilih cincin untuknya dan Ariella , cincin pernikahan mereka .
Cincin yang ia pesan bukan cincin sembarangan karena ia ingin cincin itu hanya ada satu pasang didunia .
" bagus "
" untuk cincin tuan juga akan di kirim besok pagi "
" hemmm "
" ada lagi tuan "
" tidak kamu bisa pergi "
" baik tuan "
Entah mengapa aku harus melakukan ini segal .....
Di meja makan Ariella masih terus mengawasi gurunya yang mencuri pandangan untuk melihat Marina .
Dasar di kira aku bodoh ...
Tujuan Rangga datang ke apartemen Ariella untuk menjenguk muridnya itu hanya alasan keduanya saja biar bisa pdkt dengan Marina .
" ehem ...tadi sore sepertinya ada yang bilang hanya sebentar kenapa sampai sekarang belum pulang dan malah ikut makan malam "
Uhuk uhuk uhuk ... suara Rangga yang tersedak , dengan cepat Galuh mengambilkan minum untuk laki - laki itu .
" ariel " tegur Galuh.
" kenapa ariel nggak salah kok " sahut Ariella .
__ADS_1
" sudah riel habiskan makananmu dan minum susu lalu pergi kekamar "
" hufff .... baiklah " ucap Ariella yang langsung melanjutkan makannya .
" maaf ya pak silahkan lanjutkan makannya jangan dengarkan dia " ucap Marina .
" eh i iya "
Awas kamu besok .... batin rangga .
Melihat kearah gurunya itu terbesit pikiran jahil di otak Ariella .
" kak soal laki laki waktu itu gimana " ucap Ariella di tengah makannya , yang membuat Rangga terkejut dan langsung menatap kearah Marina secara bersamaan
" yang mana" tanya Marina karena sering sekali Ariella menyuruh orang ayahnya atau ibunya untuk menjemputnya atau mengantarnya jika ia berpergian ketempat jauh sendiri , seperti kemarin Ariella menyuruh orang ayahnya untuk menjemputnya sepulang dari rumah neneknya di stasiun .
" yang aku suruh meenjemput mu di stasiun "
" baik kok "
" sudah tentu dia juga sangat tampan keren " jawab Ariella sambil melirik kepada gurunya yang tengah menatapnya dengan penuh tanya .
Rasain tu gue kerjain .... panaskan ....
Selesai dengan makan malam Rangga dan pamit untuk pulang , sedangkan Ariella setelah makan dan minum susu seperti yang di katakan Marina jika ia sudah berada di kamarnya saat ini tengah asik main game dari ponselnya .
" saya pamit ya bu "
" iya hati hati "
" iya pak dimas hati - hati makasih sudah jenguk ariel "
" iya sudah kewajiban sebagai guru " jawab Rangga .
" ya sudah kami permisi pulang " ucap Rangga lagi .
Setelah kepergian Rangga Marina segera ke kamar Ariella untuk memastikan anak itu tidur atau tengah bermain game .
Mendengar suara orang yang mendekat ke kamarnya dengan cepat Ariella mematikan ponselnya dan pura - pura tidur .
Ceklik ... suara pintu yang di buka pelan , Marina berjalan masuk dengan sangat pelan mendekat ke ariella yang sedang terbaring .
" sudah tidur rupanya , baguslah " gumam Marina yang langsung kembali keluar dan membantu sang ibu di dapur .
" hampir saja " gumam Ariella saat melihat pintu yang ditutup kembali .
Dengan senang ia kembali bermain game yang sempat terhenti tanpa perduli dengan jam yang semakin malam .
Keesokan paginya entah apa yang membuat Haikal terbangun kesiangan tidak seperti biasa yang akan bangun pagi dan akan melakukan sarapan pagi terlebih dulu sebelum berangkat tapi pagi ini ia harus terburu - buru tanpa sarapan pagi .
" tuan " panggil Miyako menghentikan langkahnya Haikal saat akan masuk kedalam mobil .
" ada apa lagi "
" ini cincin nya sudah datang " ucap Miyako sambil menyodorkan cincin yang di pesan Haikal kemarin .
Di bukanya kotak hitam yang menampakkan cincin dengan berlian , seperti yang ia pesan lalu dengan cepat ia mengeluarkan cincinnya dan memakainya .
" sudah ayo kita berangkat " ucap Haikal buru - buru .
Di tempat lain terlihat seorang gadis yang masih santai memakai dasi padahal jam sekolah sudah akan masuk lima menit lagi , dan tanpa perduli ia masih bersantai - sanati tanpa buru - buru .
Sedangkan Marina yang tadinya menggomel - nggomel saat membangunkannya sudah pergi karena takut telat , dan sekarang ia tengah menunggu Ariella di depan perpus yang memperlihatkan Gerbang sekolah .
" kemana dia semoga tidak telat " gumam Marina .
Sedangkan yang di tunggu masih santai memakai sepatu .
" cepat berangkat nanti kak Marina marah lagi " Kata Galuh .
" iya buk "
" ibu mau pulang nanti kalo mau cari ibu pergi kerumah saja ya "
" nggak nginep lagi "
" ibu kan harus buka toko , yang pinter jangan nakal lagi ya kalo ada apa - apa panggil ibu "
" iya bu , sudah ayo " Jawab Ariella , keduanya keluar bersamaan , tepat dengan itu seorang menghentikan langkah keduanya yang membuat keduanya bingung .
" maaf dengan nona Ariella "
" ya "
" ini ada barang kiriman da ..."
" apa ini " potong Ariella yang langsung mengambil kotak kecil itu dan langsung membukanya .
" apa nak "
" cincin " gumam Ariella sambil mengerutkan keningnya , di ambil benda kecil itu dan tanpa melihat lebih teliti lagi dia mencoba cincin itu .
" kalo begitu saya permisi dulu nona "
" ya " jawab Ariella tidak perduli dengan orang tersebut ia masih fokus dengan cincinnya .
" wah bagus sekali , coba kamu pakek nak " perintah Galuh .
" kebesaran sedikit "ucap Ariella .
" hah sudahlah " ucap Ariella lagi dan melepas kalungnya lalau menyatukan cincin itu dengan kalungnya .
" udah ayo buk " ajak Ariella .
Sebelum ke sekolah Ariella mengantar Galuh terlebih dulu , meski galuh sudah menolaknya agar gadis itu langsung berangkat saja namun tetap saja Ariella mengantar Galuh sampai depan rumah , barulah ia berangkat ke sekolah .
Sampai di sekolah seperti biasa gerbang sudah di tutup rapat oleh satpam .
" neng ariel lagi " keluh pak satpam melihat mobil Ariella yang berhenti di depan gerbang .
__ADS_1
" udah buka dari pada aku tabrak ini gerbang " ucap Ariella , yaang membuat satpam langsung membukanya tidak seperti siswa lainnya jika gerbang di tutup harapan masuk dari gerbang depan itu tidak mungkin , karena satpam tidak akan membukakannya meski mereka ngotot sujud hingga menangis pun gerbang tidak akan terbuka , berbeda dengan Ariella tidak ada yang tidak mungkin baginya , itulah sebabnya satpam membuka pintu gerbangnya , karena kalo sudah mengancam seperti itu jika tidak di buka maka akan benar - benar terjadi seperti kejadian saat Ariella masih kelas satu yang benar - benar menabrak gerbangnya dan menyebabkan Gerbang terbuka dengan paksa dan mengalami kerusakan parah .