
" ngapain kita kesini " tanya Ariella saat mobil sudah berhenti .
" kita pulang " kata Haikal .
" ini bukan rumahku " jawab Ariella .
" ini rumah opa oma termasuk rumahku dan juga rumahmu " jawab Ariella .
" tapi gue nggak mau kesini " kata Ariella .
" terserah " jawab Haikal keluar mobil .
" kak miko kita ke ruang kerja " kata Haikal yang langsung pergi masuk ke dalam rumah lebih dulu .
" maaf nona " kata miko yang langsung menyusul .
" hais anjing dan majikan sama saja " kata Ariella yang mau tidak mau ia terpaksa keluar mobil dan ikut masuk .
Di ruang kerja Haikal yang langsung duduk di sofa sambil bersandar .
" duduklah " perintah Haikal .
" bagaiman " tanya Haikal setelah Miyako duduk .
" masalah proyek di kota q sudah di atasi kita tidak perlu kesana "
" bagus "
" dan kerja sama dengan perusahan jhj berjalam dengan sesuai harapan , keuntungan yang di dapat dari kerja sama juga lumayan besar dan di setiap bulannya semakin meningkat " jelas Miyako .
" itu sangat bagus , masih ada lagi " tanya Haikal .
" undangan pesta dati pengusaha batu bara , tuan besar menyuruh anda untuk hadir " kata Miyako .
" baiklah , kapan " tanya Haikal .
" besok , tuan besar menyuruh anda mengajak nona muda " lanjut Miyako .
" huffff .... " Haikal langsung membuang nafas berat .
" aku yakin nona tidak akan menolaknya " kata Miyako .
" dia anak yang sangat sulit " kata Haikal .
Di sisi lain Ariella yang berada di ruang ganti , di buat penasaran denga perlengkapan dan baju perempuan yang berada di samping lemari Haikal .
" ini punya siapa "
" apa haikal menyimpan perempuan di sini "
" atau jangan ... Jangan dia nikah diam - diam "
" hais sudahlah lebih baik aku tanyakan saja pada Haikal " kata Ariella yang langsung pergi keluar kamar .
Kembali ke sekolah , setelah penutupan acara semua anak di buat bingung dengan kepergian Ariella , sebab mereka masih harus foto bersama buat kenang - kenagan .
" kemana sih si firaun " kata dea .
" sudahlah palingan sudah pulang " kata fajar .
" loh kan mau foto bersama " kata bela .
" tau ni bocah " kata baim .
" gimana jadinya " tanya pak dimas .
" hais sudahlah entar kita edit ada Ariel di foto bersama " sahut alex .
" tau jangan bikin ribet " kata aldo .
" gimana " tanya fajar .
" hais ... Ya sudah terserah jadinya kan nggak estetik " kata bela .
" gue kenal editor hebat entar biar di buat estetik " kata alex .
" ah yang bener lo " kata dea .
" iya " jawab alex .
" ya sudah kalo gitu " kata bela .
" eh tapi kasih ruang buat mukaknya si aril " kata alex lagi .
" bagusnya si Ariel di taruh di mana ya " kata aldo .
" nah taruh sini saja "
" ye kagak estetik masak dia di taruh di atas tempat sampah "
" kagak papa dia di edit petangkringan di sana sudah bagus kok " kata bela .
" eh yang bener dong gitu - gitu temen gue " kata si aldo .
" iya putri " sahut semua teman laki - lakinya dengan tawa .
" anji**" umpat Aldo .
" aldo !" panggil pak dimas .
" eh maaf pak tadi lidahnya licin " kata aldo .
" gimana si ariel taruh di mana " kata Fajar .
" di tengah saja kan di firaun kalian dikosongkan kursi tengah " kata Alex .
" nah kok di tengah "
" sudahlah ikut saja " kata alex .
" ya sudah biar cepet udah malem ini " kata yang lain .
" ya sudah "
" ok "
Sedangkan di kelas ipa satu juga kebingungan dengan Haikal yang menghilang , di telfon juga nggak di angkat sama empunya .
" pasti ini gara - gara ariel " kata si winda .
" anak itu memang " kesal winda .
" awas saja " kata winda .
Di depan ruang kerja , Ariella yang ingin masuk berhenti langkahnya saat mendengar percakapan orang yang ada di dalam sana .
" dulu aku fikir tuan orang yang benar - benar dingin , tapi sekarang tuan terlihat hangat , mungkinkah ini karena perasaan cintai pada nona " kata miyako .
" cinta ? Tentu saja tidak aku tidak percaya dengan cinta "
" tidak percaya , tapi tuan sudah menikah dengan nona "
__ADS_1
" aku tau pernikahan itu di perlukan di setiap individu , dam semua pasti akan menikah , seperti diriku aku menikah dan aku memerlukan itu sebab aku alan menjadi seorang pewaris dan pewaris membutuhkan keturunan " kata Haikal .
" itulah sebabnya aku tidak suka dengan ikatan , dan tak menginginkan sebuah pernikahan "
" sedangkan cinta ? Itu sesuatu yang tidak penting " kata Haikal .
" tapi tuan pondasi pernikahan itu adalah cinta dan kepercayaan , untuk memperkuat sebuah pernikahan harus ada cinta dan saling percaya " kata miyako .
" jawabn bodoh apa ini " gumam Ariella .
" maaf tuan bukan saya bermaksud lancang , tapi itu yang saya tau " kata Miyako .
" pendapat seseorang boleh berbeda , tidak masalah " jawab Haikal .
" saya harap tuan bisa merasakan cinta dari pernikahan tuan " kata miyako yang hanya di jawab senyum tipis oleh Haikal .
sepertinya itu tidak mungkin .... Karena cinta tak pernah ada ....
" tuan ini sudah malam saya harus " kata miyako terpotong .
" bisa aku meminta tolong panggil dokter ke mari " kata Haikal .
" untuk apa dia menyuruh miyako memanggil dokter"
" dokter ? Tuan sakit , tapi yang saya lihat tuan terlihat baik - baik saja " kata Miyako .
" entahlah beberapa hati ini aku merasa tidak nyaman dengan jantungku "
" emang kenapa tuan " tanya miyako .
" sudahlah pan...." kata Haikal terhenti .
Ceklik .... Pintu terbuka membuat Haikal dan miyako terkejut .
" setidaknya jika ingin masuk ketuk pintu dulu " kata Haikal .
Tok .... Tok ... tok .... Tok ...tok ... suara pintu yang di ketuk Ariella yang membuat Haikal menatapnya dengan tatapan datar .
" bukan itu maksudku " suara datar Haikal .
" lalu "
" sudahlah" tanya Haikal dan Ariella langsung mendudukan dirinya di saping Haikal .
" ada apa kamu kesini " tanya Haikal
" ada hal penting yang ingin aku tanyakan padamu tapi tunggu dulu " kata Ariella .
" kenapa "
" tadi aku dengar kamu sakit jantung , kamu nggak alan mati kan " tanya Ariella .
" miko panggil dokter " kata Haikal dan miko langsung membungkuk pamit untuk keluar .
" lo beneran sakit jantung , tapi yang gue lihat lo baik - baik saja " kata Ariella .
" jika tidak ada hal penting lebih baik keluar " kata Haikal bukannya menjawab Ariella malah duduk bersandar dan meletakkan kedua tangganya di atas kepala sofa sambil melihat sekeliling .
" ini ruang kerja milik opa " kata Ariella .
" bukan , ini ruang kerjaku "
" ruang kerja lo , emang lo kerja apaan " tanya Ariella .
" mengurus perusahaan " jawab Haikal .
" ha bocah seusia lo ngurus kerjaan " kata Ariella .
Tok ... Tok ... Tok ... Suara ketukan pintu .
" tuan dokter sudah datang " kata miyako .
" suruh masuk " kata Haikal .
" selamat malam tua " sapa dokter yang di jawab deheman saja sama Haikal .
" mana yang harus saya priksa " tanya dokter .
" saya " kata Haikal .
" baiklah " kata dokter yang langsung mendekat .
" kalo boleh saya tau apa keluhannya tuan " tanya dokter .
" jantungku sering berdetak cepat tidak seperti biasanya lebih cepat " kata Haikal .
" apa kamu punya jantung lemah" Sahut Ariella .
" biasanya kalo jantung berdebar cepat nggak beraturan itu gejala jantung lemah " kata Ariella .
" benarkah " tanya Haikal .
" itu bisa saja terjadi , apa ada keluhan lain selain itu " tanya dokter .
" tidak " kata Haikal .
" seperti mudah lelah , dan sesak nafas " kata dokter .
" tidak " kata Haikal .
" coba saya periksa sebentar tuan "
" ya " jawab Haikal dan dokter mulai memeriksanya .
" semua terlihat normal " kata dokter .
" normal " kata Ariella .
" kalo boleh tau gejala jantung berdetak cepat seperti itu di waktu apa saja "
" di saat " kata Haikal menoleh melirik Ariella .
" di saat apa " tanya Ariella , miyako yang melihat hanya bisa bergeleng karena tau apa yang di maksud Haikal .
Sudahlah tuan itu tanda jatuh cinta masih aja mengelak .... Batin Miyako .
" di saat " kata Haikal bingung mau jawab gimana .
" iya di saat apa " tanya Ariella .
" di saat " Aku bersamamu ...
" ya sudah untuk sementara waktu tuan harus Mengurangi asupan garam , Olahraga secara teratur Mengelola stres dan Cukup istirahat" kata dokter .
" iya dok " kata Haikal .
" em dok apa ini termasuk gejala awal atau gimana "
" entahlah mungkin saja , dan ini saya hanya memberi vitamin dulu kalo masih ada gejala lain di bawa saja kerumah sakit " kata dokter sambip memberikan vitamin untuk Haikal .
" baik dok " jawab Ariella .
__ADS_1
" kalo begitu saya permisi " kata dokter berpamitan dan langsung di antar Miykao .
" makanya lo itu jangan kebanyakan baca buku olah raga juga penting buat kesehatan , untung hanya perkiraan kalo beneran lo kenak jantung lemah , bukan yang lebih parah lagi , atau alan berujung kematian kan bahaya " kata Ariella .
" jangan bahas kematian "
" kenapa lo takut mati , ya elah semua orang juga akan mati pada saatnya kalik kal " kata Ariella , mendengar itu Haikal hanya membuang nafas lalu berdiri dan akan keluar ruang kerja .
" mau kemana " tanya Ariella .
" kamar " kata Haikal .
" oh " jawab Ariella yang langsung mengikuti Haikal ke kamar .
Sampai di kamar Haikal langsung melepas sepatu dan akan masuk kamar mandi tapi di cegah olah Ariella .
" oh iya kal , di ruang ganti sebelah lemari baju ada banyak baju perempuan dan perlengkapan perempuan punya siapa ? Apa punya pacar lo " kata Ariella .
" atau jangan - jangan punya istri lo " kata Ariella dan Haikal langsung berbalik badan menatap Ariella dengan wajah datar .
" ya itu punya istri ku "
" ha jadi lo sudah nikah " kata Ariella dengan wajah kaget .
" ya "
" lo nikah diam - diam "
" ya "
" tapi lo bilang lo nggak mau nikah lagi , terus lo ngejar - ngejar gue dan maksa gue untuk melanjutkan pernikahan , nah sekarang lo punya istri ! , lo bener - bener ya kal " cerocos Ariella dan Haikal berjalan mendekat lalu menyentil dahi Ariella .
" aw .. " pekik Ariella kesakitan , lumayan keras Haikal menyentil dahi Ariella .
" itu punyak kamu istriku , kita sudah menikah , dan pernikahan ini masih diam - diam belum resmi " kata Haikal lalu pergi sedangkan Ariella hanya berdiri mematung sambil mengosok dahinya .
" jadi gitu " gumamnya lalu mengangguk faham .
" eh tapi kok baju gue " kata Ariella , Haikal yang sudah di dalam kamar mandi hanya membuang nafas mendengar suara Ariella .
Pagi harinya Ariella sudah siap dengan jaket dan celana pendek di atas lutut serta topi di , dia sudah siap untuk mengajak Haikal pergi berolah raga , mengingat semalam Haikal yang terkena gejala jantung lemah .
" kal ayo " ajak Ariella saat Haikal fokus dengan tablet .
" kemana " tanya Haikal tanpa melihat Ariella .
" karena hari ini libur jadi kita olah raga " ajak Ariella dan Haikal hanya melihat Ariella sekilas lalu kembali lagi ke layar persegi di tangannya .
" hais cepat " kata Ariella yang tidak sabar , ia langsung merampas tablet dan meletakkannya di meja .
" aku masih banyak kerjaan " kesal Haikal .
" lo mau mati muda " kata Ariella yang membuat Haikal memelototkan matanya , tanpa basa - basi Ariella langsung menarik Haikal keluar kamar .
" kamu hisa ..." kata Haikal terpotong .
" nggak " jawab Ariella yang membuat Haikal hanya bisa pasrah dan mengikuti Ariella .
Sebelum melakukan lari kecil , Ariella mengajak Haikal untuk pemanasan , tapi Haikal tidak serius membuat Ariella mengomel .
" kal yang bener dong "
" haikal jangan lemes kayak cacing "
Tapi tetap saja Haikal tidak serius , emang dasarnya nggak suka olahraga .
" kamu ya ! ... Hais ... Sudahlah lebih baik kita mulai larinya " kata Ariella yang kembali menyeret Haikal untuk lari .
Di tengah jalan .
" haikal ayo " panggil Ariella yang menoleh dan melihat Haikal di belakngnya .
" haikal cepet jangan kaya kura - kura lo " kesal Ariella .
" HAIKAL .... ! " ini panggil Ariella saat Haikal duduk .
" hais dasar " kesal Ariella berjalan mendekat kearah Haikal dan menyeretnya kembali .
Di taman , tepatnya di tempat beberapa alat oleh raga , Ariella menjelaskan kegunaan dan manfaatnya pada Haikal sekaligus menyuruh Haikal mencobanya .
" ok lain kali saja aku membawamu ke tempat jim , sekarang pakek ini dulu " kata Ariella .
" yang ini caranya seperti ini , jadi kamu seperti berlari , ini alan membuat otot paha menjadi kuat sekaligus otot tangan kamu coba dulu "
" nah sekarang yang ini akan membuat otot lengan tangan atas dan dada terbentuk "
Semua sudah di coba dan Haikal sudah mulai lelah , berbeda dengan Ariella yang masih tampak sama .
" sekarang kita kesana makan dan beli minum " ajak Ariella yang kembali menarik Haikal yang masih duduk .
" kamu bisa nggak sih ngak nari ..." belum selesai mengatakan Ariella sudah memotongnya .
" nggak "
Emang dasar si firaun , setelah makan Ariella dan Haikal langsung pulang , di rumah tepatnya di kamar Haikal ingin sekali merebahkan dirinya di atas kasur tapi sayangnya gagal karen Ariella menyuruhnya untuk tidak rebahan karena badan Haikal yang masih berkeringat , jadilah Haikal merebahkan dirinya di atas karpet , sebab di atas sofa pun Ariella tidak mengizinkannya .
Sedangkan Ariella ia langsung menuju kamar mandi untuk bersih diri dua puluh menit Ariella yang sudah selesai mandi dan berganti baju , langsung membangunkan Haikal , tapi Haikal masih malas berdiri dan masih ingin rebahan , karena Ariella bukan penyabar , jadilah Haikal di seret kakinya sampai depan kamar mandi .
" cepat mandi atau mau aku seret sampai kedalam " kata Ariella .
" kamu bisanggak jadi cewek it ..."
" nggak " sudah bisa di tebak .
Beberapa menit Haikal sudah selesai mandi maupun ganti baju , dan hal pertama yang ia lihat saat ia baru keluar ruang ganti adalah Ariella yang sedang nonton tv , eh bukan tv maksudnya tv yang menonton dan empunya bermain game di ponsel .
" dasar " gumam Haikal berjalan mendekat dan mematikan tvnya .
" ngapain lo matikan " tanya Ariella bukanya menjawab Haikal malah mengambil ponsel Ariella dan membawanya kemeja belajar , ia masukan ponsel itu kedalam laci .
" bang ** itu ponsel gue " kesal Ariellla .
" ini waktu kita belajar " kata Haikal .
" nggak , orang liburan di suruh belajar hidup lo memang hambar , kembalikan hp gue " kata Ariella yang tidak di gubris Haikal .
" kita akan belajar mtk "
" mtk ? "
" ya " jawab Haikal datang mendekat ke ariella lalu mendudukkan diri di samping Ariella dan memberikan buku mtk pada Ariella .
" hais .... " kesal Ariella sambil menyahut buku yang disodorkan Haikal .
" aku tidak mau belajar ini " kata Ariella .
" melihat covernya saja bikin pusing " gumamnya .
" kenapa "
" aku tidak suka ini "
__ADS_1
" tapi aku suka "
" kamu sudah gila " kata Ariella .