
Belajar itu memang membosankan , apa lagi yang belajar si pemalas yang nggak suka pelajaran mtk fisika kimia , seperti Ariella bukannya mengerjakan soal latihan yang di berikan Haikal ia malah menggambar , saat Haikal sedang keluar sebentar ke ruang kerja karena ada sedikit masalah . Dan setelah masalah itu selesai Haikal kembali dan menanyakan soal yang di beri tadi pada Ariella menurutnya waktu yang di berikan untuk mengerjakan sangat cukup bahkan sangat - sangat cukup , tapi saat ia melihat hasil di buku Ariella Haikal di buat terkejut kala melihat coretan pensil di atas kertas .
" apa ini hasilnya " kata Haikal .
" seperti yang lo lihat " kata Ariella sambil merentangkan kedua tangannya di aras sofa .
" aku menyuruhmu mengerjakan soal bukan menggambar wajahku "
" itung - itung itu gaji buat lo sebagai guru les dadakan gue , gimana bagus nggak ? " kata Ariella , memang bagus lukisan Ariella bahkan terlihat sangat mirip dengan Haikal .
" jika lo mau gue bisa menggambar wajahmu lagi " kata Ariella .
" sudah lebih baik kamu kerjakan lagi aku tunggu " kata Haikal .
" apa lo nggak lelah aku saja lelah " kata Ariella sambil merangkul pundak Haikal .
" gimana kalo kita main game atau tidur sebentar " kata Ariella sambil menoleh membuat matanya dan mata Haikal saling bertemu Dek ... Dek... dek ... Dek ... merasakan detak jantungnya berdetak cepat Haikal langsung memegang dadanya .
" lo kenapa " tanya Ariella saat melihat Haikal yang memegang dadanya sambil berekspresi aneh .
" jan .." kata Ariella .
" jantung lo kenapa " tanya Ariella yang panik .
" entahlah tapi ini kembali berdetak cepat " kata Haikal langsung saja Ariella menyentuh dada Haikal dan benar saja jantungnya Haikal berdetak begitu cepat bahkan lebih cepat saat Ariella memegang dada Haikal .
" apa kamu merasa sesak " tanya Ariella Saat melihat wajah Haikal makin aneh .
" eng ..." belum menjawab Ariella langaung memotongnya .
" tunggu sebentar aku akan keluar mencari pertolongan , lo jangan mati dulu ya gue belum beli kain kafan buat lo " kata Ariella yang kemudian langsung berlari keluar , ed dah mulut si Ariel nggak ada remnya licin banget 😑.
Sempai di luar Ariella berdiri sambil celingak clinguk mencari seseorang untuk ia mintak bantuan .
" dimana orang - orang ini kenapa sepi " kata Ariella .
" nona muda ada apa " tanya miyako yang baru datang , mengagetkan Ariella .
" eh .. kak miko " kata Ariella .
" ada apa nona "
" em itu haikal sekarat " kata Ariella
" ha ! Tu tuan kenapa " kaget miyako .
" di dia hais lebih baik kamu cari tabung oksigen Haikal susah nafas " kata Ariella .
" tu tuan su su ..."
" hais jangan banyak omong cepet cari " kata Ariella .
" ba baik nona " kata Miyako yang langsung pergi .
Di sisi lain Haikal , setelah Ariella keluar kamar tak selang beberapa menit jantung itu kembali normal saat ia mencoba menarik nafas dan membuangnya secara pelan - pelan .
" kenapa jantung ini selalu berdetak cepat tak karuan saat di dekat Ariella saja " gumam Haikal sambil memegang dadanya .
Brak ... Suara pintu terbuka dengan keras membuat Haikal terkejut dan langsung menoleh ke sumber suara yang terlihat Ariella dan Miyako yang datang .
" tuan - tuan baik - baik saja " kata miyako panik .
" ak .."
" sudah lebih baik kamu bantu haikal duduk di atas sofa " kata Ariella .
" baik " kata miyako yang langsung membantu Haikal duduk di sofa dengan perasaan bingung Haikal dengan sikap kedua mahluk ini .
" kali ..." belum sempat bertanya Ariella sudah memasang mulut dan hidungnya dengan alat bantu nafas .
" ini .. Ini ke ..." kata Haikal yang tidak jelas karena mulut dan hidungnya tertutup .
" apa sudah membaik " kata Ariella sambil memegang wajahnya dan menatap Haikal , membuat debaran jantung itu muncul lagi dan Haikal kembali memegang dadanya membuat kedua mahluk yang tengah kawatir di buat salah faham lagi .
" nona apa kita panggil dokter saja " kata Miyako .
" ya kamu panggil ..." kata Ariella terpotong .
" nggak usah ak aku baik - baik saja " sahut Haikal melepas alat pernafasan .
" su sudah nggak sakit lagi " kata Ariella .
" nggak "
" apa dada kamu masih berdebar " kata Ariella ingin menyentuh dada Haikal namun segera di tepis Haikal .
" sudah tidak lagi " kata Haikal barulah Ariella merasa lega begitupun miyako .
" apa kamu membawa berkasnya " tanya Haikal pada miyako .
" ya " jawab miyako .
" baiklah ayo kita keruang kerja " ajak Haikal yang akan berdiri tapi di tahan oleh Ariella .
" eh gila ya lo , lebih baik lo istirahat , dokter hilangkan suruh perbanyak istirahat " kata Ariella .
" em itu benar tuan " kata miyako .
" nah mending lo tidur "
" aku hanya sebentar " kata Ariella .
" lo kalo di bilangin ngeyel ya " kata Haikal .
" ini sangat penting setelah menyelesaikan ini aku akan beristirahat " kata Haikal yang langsung menepis tangan Ariella dan langsung keluar .
" hais kepalanya terbuat dati batu kali kalek ya " gumam Ariella dengan wajah kesal .
" nona saya .."
" ya sudah sana ikuti tuan mu itu " kesal Ariella .
Setelah miyako keluar Ariella langsung merebahkan dirinya di sofa .
Sedangkan Haikal ia kembali merasa lega saat detak jantungnya kembali normal .
" tuan kenapa " tanya miyako .
" entahlah aku juga tidak faham kenapa jantung ini terus berdebar saat di dekat Ariella " kata Haikal dan membuat Miyako menepuk jidad .
Jadi tadi gue lari mencari alat pernafasan , ternyata hanya untuk getaran cinta ...
" kenapa kamu " tanya Haikal melihat ekspresi wajah miyako .
" tuan mau tau kenapa jantungnya berdebar saat bersama nona " kata Miyako .
" kenapa " tanya Haikal .
" karena tuan mulai jatuh cinta sama nona " kata Miyako .
" nggak mungkin itu nggak mungkin " kata Haikal .
" itu benar tuan " kata miyako .
__ADS_1
" emang kamu pernah merasakannya " tanya Haikal yang langsung di jawab gelengan kepla oleh miyako .
" lebih baim kita kerja dari pada membahas yang yidak penting " kata Haikal .
Kelak tuan aka menyadarinya sendiri ....
" mana berkasnya "
" ini tuan " kata Miyako .
" untuk pesta nanti malam kita berangkat sore tuan agar sampai di sana tepat waktu " jelas Miyako .
" baiklah "
" tuan besar pesan jangan lupa membawa nona " kata Miyako .
" entah dia mau atau tidak " kata Haikal dan di angguki Miyako .
Di rumah bu galuh , tengah menjaga toko di temani Marina yang duduk di sebelahnya sambil memakan cemilan yang ia ambil dari toko .
" ibu nggak kerumah tuan " tanya marina .
" nggak , bapak yang kesana "
" kenapa "
" karena semua keperluan ariel sudah ibu siapkan dan bereskan " kata bu galuh .
" itu anak kok jadi jarang ke sini ya bu " kata marina .
" hemm ... Sibuk mungkin , sekarang di sudah mau belajar " kata bu galuh .
" ha ! Kok bisa " kata marina .
" berkat den haikal " kata bu galuh .
" ha haikal ? "
" iya " jawab bu galuh .
" nggak salah kalo haikal pengaruh baik buat ariella " kata marina .
" iya "
" apa haikal sering ke sana " tanya marina .
" em ya " jawab bu galuh .
" kok bisa ya haikal kepincut dan bucin banget sama ariel " kata marina .
" kenapa emangnya "
" yang suka sama haikal itu banyak dan semua feminim kalem nggak kayak ariel yang astagfirulloh " kata marina .
" kan cinta itu buta " jawab bu galuh .
Sudah lama wardah sangat sibuk dengan pekerjaannya hingga ia lupa dengan sang putri .
" ariel sedang apa ya sekarang " gumamnya .
" mumpung masih luang aku telfon saja " kata wardah yang langsung mencari nomor sang putri .
Kesayangan mom ... tut... tut....
" halo " jawab Ariella dengan nada kesal .
" kamu lagi apa sayang "
" main game mom menganggu " jawab Ariella yang membuat wardah tersenyum , ia yakin jika putrinya itu sedang marah karena terganggu .
" mau ngapain tlfon "
" mom lagi ada waktu luang "
" lalu "
" apa kamu sudah makan "
" belum " jawab Ariella .
" segera makan ini sudah jam makan siang "
" ya sudah jangan menganggu " kata Ariella .
" hufff .... Uang jajan masih ada "
" masih "
" kemarin mom denger kamu habis beli mobil baru " tanya wardah .
" sudah jadi abu "
" maksudnya "
" di bakar penjahat pas pulang dari nonton bola " kata Ariella .
" ha ! tapi kamu nggak papa kan sayang "
" nggak "
" terus gimana udah lapor polisi "
" sudah di urus om gabriel , pelaku sudah di tangkap tapi mobil tidak kembali "
" lebih baik kamu nggak bawa mobil sendiri " kata wardah .
" sudah aku matikan telponnya " kata Ariella .
" kamu ada yang di inginkan " tanya wardah .
" nanti aku pikirkan dulu " kata Ariella langsung memutus sambungan telfon , membuat wardah hanya bisa bergeleng , seperti itulah Ariella putri semata wayangnya .
Di luar Haikal yang mau masuk ke kamar terlihat bimbang sambil memegang dadanya .
Ceklik
" hais .... " kesal Ariella saat permainnya kalah .
" kamu kenapa " heran Haikal melihat Ariella yang marah sambil melempar ponselnya ke meja .
" bukan urusan lo " jawab Ariella .
" buku - bukunya belum kamu bersihkan " melihat buku - buku yang masih berserakan di atas meja .
" ya seperti yang lo lihat " jawab Ariella , tak mau berdebat Haikal sendiri yang akhirnya membersihkan buku - buku .
" gue mau jalan " kata Ariella .
" kemana "
" ketemu temen - temen "
" nggak bisa sore nanti kamu harus ikut aku " kata Haikal .
__ADS_1
" kemana "
" pesta "
" pesta ? " tanya Ariella .
" ya " jawab Haikal .
" kamu harus ikut oppa menyuruh aku ... " belum selesai Ariella sudah memotongnya .
" yes ! gue ikut " kata Ariella dengan semangat , membuat Haikal mengerutkan alisnya , tidak seperti biasanya Ariella alan menolak dan Haikal akan berusaha membujuk tapi saat ini responnya berbeda dengan sebelumnya .
Sore Harinya , Haikal yang sudah siap dengan setelan jas tengah menunggu Ariella yang masih bersiap .
" tuan apa nona masih lama " tanya miyako
" entahlah " kata Haikal .
Tidak lama kemudian sosok yang mereka tunggu muncul dengan penampilan yang membuat Haikal dan miyako melonggo . Celana pendek selutut berwarna hitam , kemeja putih yang bagian atasnya tidak di kancing , serta jas berwarna hitam senada denga celana , rambut yang setengah di ikat dan setengahnya lagi tergurai .
" ayo berangkat " kata Ariella saat sudah ada di dekat keduanya .
" kenapa kamu berpakaian seperti ini " tanya Haikal .
" lalu aku harus seperti ap " tanya Ariella .
Jika di lihat nona tampak lebih keren di banding tuan muda ... Batin miyalo .
" bukankah kamu sudah di siapkan baju perem ..." kata Haikal terpotong .
" kita berangkat sekarang atau nunggu malam tiba " potong Ariella .
" tuan kita harus segera berangkat agar bisa sampai disana tepat waktu " kata miyako
" baiklah , kita berangkat " kata Haikal .
Ketingannya langsung menuju mobil yang di sana ada dua mobil lagi dan beberapa pengawal .
" kenapa ada beberap mobil yang berjejer disini " tanya Ariella .
" itu mobil pengawal yang akan mengawal kita nona "
" oh "
" silahkan nona kita tidak punya banyak waktu " kata miyako mempersilahkan Ariella masuk mobil .
" ok "
Di perjalanan Haikal terus fokus dengan tabletnya sedangkan Ariella mulai menguap , ia begitu ngantuk karena melewatkan tidur siang dan bangun pagi pagi untuk berolah raga .
" sial kenapa ngantuk sekali " gumam Ariella .
" perjalanan apa masih lama " tanya Ariella pada miyako .
" masih nona " jawab miyako .
" baiklah gue tidur saja " kata Ariella melepas jas dan kemejanya yang membuat Haikal melototkan mata , begitupun dua mahluk di depan tampak terkejut dengan apa yang di lakukan Ariella .
" kalian berdua fokus kedepan " kata Haikal membuat kedua mahluk yang berada di depannya tak berani lagi menoleh .
" kenapa kamu melepa baju mu juga " kata Haikal .
" biar tidak lecek saat sampai di sana " jawab Ariella sambil meletakkan bajunya fi kepla kursi .
" sudah gue mau tidur " kata Ariella yang langsung merebahkan dirinya dan memakai paha Haikal sebagai bantal lalu jas sebagai penutup tubuhnya yang hanya mengunakan tempo .
Haikal yang merasa aneh karena pahanya di pakai sebagai bantalan secara sepontan mendorong kepla Ariella , membuat empunya kesal .
" lo " kesal Ariella .
" jangan tidur di pahaku " kata Haikal .
" terus gue tidur gimana " kesal Ariella .
" terserah kamu yang penting jangan tidur di paha ku " kata Haikal
" bodo amat " kata Ariella yang langsung rebahan dengan posisi awal , dan saat Haikal ingin menyingkirkan kepla Ariella , dengan cepat Ariella mengigit paha itu membuat Haikal kesakitan .
" aw " pekik Haikal , sudah di pastikan gigitan itu akan membekas .
" makanya diam " kata Ariella lalu melanjutkan tidurnya .
" gadis nakal " kesal Haikal .
Hubungan yang unik ...
" jika kamu masih ingin menganggu tidurku aku akan mengigit paha mu lagi " kata Ariella sambil memejamkan mata .
Berakhirlah Haikal hanya bisa pasrah dan membiarkan Ariella tidur di pahanya , beberapa menit kemudian Ariella sudah tertidur lelap .
" dia tampak berbeda kalo seperti ini " gumam Haikal melihat wajah tenang Ariella saat tidur .
" dia sangat tenang " gumamnya lagi , terangkat tangannya untuk menyingkirkan beberapa rambut yang menutupi wajahnya .
" benar - benar berbeda " Haikal terus menatap wajah cantik itu .
Dek ... Dek ... dan kenapa perasaan ini datang lagi ... batin Haikal yang langsung memalingkan wajahnya .
Miyako yang mencuri pandangan tersenyum melihat Haikal .
Seiring berjalannya waktu tuan akan tau apa itu cinta ....
Di sepanjang perjalanan Ariella terus tertidur , dan bangun saat sudah sampai di tempat , haikal yang sudah lelah karena Ariella merasa lega .
" riel bangun sudah sampai " kata Haikal .
Ingat jika Ariella itu anak yang susah di bangunkan jadi Haikal sekarang harus ekstra bersabar meski kakinya sudah kesemutan .
" riel " panggil Haikal .
" ariel bangun " kata Haikal tapi tetap saja Ariella tertidur seperti mayat .
Tidak ada cara lain selain menyingkirkan kepala Ariella , dan benar saja gadis itu langsung terbangun dengan wajah bantalnya .
" sudah sampai cepat bersiap " kata Haikal .
" sudah sampai " kata Ariella melihat luar dari jendela .
" ini di pantai " gumam Ariella .
" wah pasti seru ini pesta " kata Ariella .
" kalian berdua keluarlah " kata Haikal menyuruh miko dan supir untuk keluar untuk Ariella berganti baju .
" iya tuan " jawab keduanya yang langsung keluar miyako dan supir segera keluar .
" cepat gunakan baju mu " dan segera Ariella mengunakan kemejanya lagi serta jasnya .
" sudah " kata Ariella , kemudian keduanya keluar mobil .
" wah .... Pesta apaan ini " kata Ariella .
" lebih baik kamu ikut dan jangan membuat masalah " peringat Haikal .
__ADS_1
" kalo itu tergantung " kata Ariella dan haikal menatapnya dengan mata tajamnya .
" tergantung jika ada yang membuat masalah denganku tentu saja aku tidak akan tinggal diam " kata Ariella .