
Sampai di kantin oka yang datang sendiri langsung menuju tempat aldo alex dan emina .
" ka ariel dan david mana " tanya Aldo saat oka datang seorang diri .
" nanti nyusul katanya " jawab oka sembari duduk di depan aldo .
" terus kemana teman - teman mu " tanya Alex penasaran .
" oh mereka ke perpus " jawab aoka .
" perpus ? "
" ya "
" ayo " ajak alex yang langsung berdiri di ikuti aldo .
" ke kemana kak " tanya emina .
" ikut saja " jawab aldo .
" kalian mau kemana "
" ada urusan penting " jawab Aldo
" gue di tinggal " gumam Aoka melihat pungung ketiganya menjauh .
Di perpus , sudah beberapa menit Ariella dan david duduk di depan Haikal dan winda , sambil memegang buku yang hanya keduanya bolak - balik entah itu di baca atau apa , yang jelas keduanya tampak bosan dengan suasana perpus .
Siala ternyata membosankan juga ... batin Ariella dengan alis berkerut , begitupun dengan david .
Melihat Ariella yang duduk di depannya , yang hanya membolak - balikkan buku dengan alis berkerut , winda tersenyum kala melihat buku yang di baca Ariella terbalik .
" ariel " panggil winda .
" apa " jawab Ariella sambil mendongkakan kepalanya melihat orang yang duduk di depannya .
" buku kamu terbalik " kata winda dengan suara pelan , membuat Haikal dan david menoleh kearahnya .
" oh ... ah hahaha ... aku fikir ini bahasa portugal makanya sulit sekali membacanya " jawab Ariella ngasal , yang membuat david ingin tertawa , sedangkan Haikal hanya bergeleng pelan lalu kembali membaca bukunya .
" kamu suka sejarah ? " tanya winda .
" se sejarah ? " tanya Ariella .
" iya bukankah buku yang kamu baca buku sejarah portugal " jawab winda saat melihat judul sampul buku yang di baca Ariella .
Portugal ? kenapa tepat sekali .... batin Ariella .
" oh i iya gue suka sejarah apa lagi sejarah negara portugal " jawab Ariella , membuat david ingin sekali tertawa .
" oh " jawab winda kemudian kembali membaca bukunya .
Sebelum ke perpus aldo dan alex mengajak emina untuk ke mini market sekolah membeli roti dan air mineral .
" kak buat apa " tanya emina .
" jangan berisik " jawab aldo .
Setelah membayar , ketiganya langsung menuju perpus tidak lama kemudian mereka sampai di depan perpus .
" kamu masuk kedalam dan cari haikal lalu kasih ini padanya " kata aldo
" baik kak " jawab emina , emina masuk dengan sekantong plastik yang di berikan alex , seperti yang di suruh aldo .
Belum ada satu jam Ariella dan david di perpus keduanya sudah merasa sudah sangat lama di sana .
Rasanya gue pingin bakar ini perpus dah biar rame ..batin Ariella
" permisi " membuat semua orang menoleh keculi Haikal yang tidak perduli .
" boleh ikut duduk di sini " tanya emina .
" boleh " jawab Ariella , melihat siapa yang datang winda memilih kembali fokus dengan bukunya , mengingat dimana ia pernah terjatuh dari bangku kantin karena gadis berambut pirang itu .
" lo pindah " kata Ariella lagi dengan cepat david pindah ke arah kiri Ariella , dan emina duduk di depan Haikal .
" hai kak haikal " sapa emina setelah duduk di samping kanan Ariella dan tepat di depan Haikal , tidak ada jawaban dari sang empu yang malah fokus dengan buku seperti tidak mendengar apapun dan tidak mau tau apapun .
" oh ya kak ini buat kakak , aku tau kakak pasti belum makan jadi aku belikan air mineral dan sandwichnya " kata emina sambil menyodorkan bungkusan plastik ke Haikal .
" di makan ya kak " ucap emina lagi .
" aku tidak suka sandwich " jawab Haikal dengan terus melihat ke arah buku .
" em maaf aku nggak tau , minum saja air mine.."
" aku sudah bawa air minumku sendiri " jawab Haikal lagi dengan suara dingin , entah kenapa mendengar jawaban Haikal membuat Ariella kesal .
Apa dia tidak bisa menghargai orang sedikit saja ...batinnya yang langsung meraih bungkusan plastik berisi sandwich dan air dan langsung membuka bungkusan roti sandwich serta membuka tutup botol minumnya .
" kak i itu bu bu buat ka ..." ucap emina terpotong .
" haikal " panggil Ariella membuat empunya mendongak melihat siapa yang memanggilnya .
" tadi pagi lo sikat gigi apa nggak , jangan bilang lo nggak pernah sikat gigi " kata Ariella dengan suara keras , membuat yang berada di perpus menoleh kearahnya , yang membuat Haikal bingung bercampur malau di buatnya .
" mak .." ucap Haikal terpotong kala mulutnya tersumpal dengan sepotong sandwich yang membuatnya kesal , ingin ia memuntahkan sandwich di mulutnya tapi sayang dengan cepat Ariella membungkam mulutnya , saat ingin menyingkirkan tangan itupun juga percuma karena Ariella semakin kuat membungkamnya dan membuat pipinya terasa sakit " lo kalo jadi manusia bisa nggak sih hargai orang lain " ucap Ariella .
Mau tidak mau haikal menelan sandwich itu dengan terpaksa yang membuatnya tersedak Uhuk ..uhuk ...uhuk .. dengan cepat winda menepuk - nepuk punggung Haikal , " nih " Ariella menyodorkan air mineral yang langsung di minum oleh Haikal .
Setelah memberikan minum Ariella langsung pergi di ikuti david , sampai di luar perpus , david langsung menumpahkan tawa setelah di tahan sekian lama membuat kedua temannya yang memang masih berada di sana bingung melihatnya .
Aksi Ariella dan kawan - kawan tidak sampai disitu , di jam pulang mereka masih ingin menjalankan rencananya dengan menyuruh oka pulang terlebih dulu , agar winda bisa pulang bersama Haikal , awalnya oka menolak karena takut ke empat mahluk yang di pimpin titisan firaun akan membuli winda atau apalah .
" ka " panggil Ariella saat oka batu datang di tempat parkir .
" apa " jawab aoka
__ADS_1
" winda pulang sama lo " tanya David .
" kenapa lo mau antar dia ? apa jangan - jangan lo na.."
" jaga mulut lo mau gue tabok lo " sahut Ariella membuat Aoka terdiam seketika sedangkan David tersenyum geli .
" te terus kenapa " tanya Aoka lagi
" dia sudah keluar kelas belum " tanya Ariella .
" dia masih kekantor guru sama si haikal "
" bagus sekarang lo pulang lebih dulu " perintah David .
" la "
" udah pulang sana " perintah Ariella .
" jangan - jangan kalian mau membulinya iya " prasangka Aoka .
" astaga oka lo kalo fitnah jangan berlebihan deh meski ariel suka keluar masuk ke ruang bk dengan banyak masalah tapi dia masih punya hati kalek , mana denger lo dia membuli anak orang palingan juga cuma bikin anak orang di plester tubuhnya karena luka , atau di kompres karena babak belur paling juga yang parah cuma kerumah sakit doang " Sahut Alex .
" ye sama aja kalek "
" ya beda lah kan dia terluka babak belur karena salah mereka ngajak kelahi la yang masuk rumah sakit kan kagak sengaja " jawab Alex yang mencoba membersihkan nama baik temanya untuk tidak di fitnah jadi pembuli .
" i iya juga sih " jawab Aoka
" sudah jangan banyak bacot mending lo pulang duluan " sungut Ariella
" ogah entar sahabat gue kenapa napa lagi " ucap Aoka bersih keras .
" gue kasih duit buat bensin " ucap David .
" ok dil "
" dil , dah lo pulang sono " ucap Ariella
Beberapa menit setelah kepergian Aoka , datanglah orang yang di tunggu - tunggu , Haikal dan Winda yang datang bersamaan , sampai di tempat parkir terlihat Winda yang tengah celingak celinguk mencari seseorang , dan saat itulah aksi kembali di mulai .
" lo cari si oka " tanya Ariella yang membuat winda dan Haikal menoleh kearahnya .
" iya kamu melihatnya "
" dia pulang lebih dulu " sahut David sambil memainkan ponselnya .
" pu pulang lebih dulu ! "
" ya " jawab Alex
" yah ditinggal tumben nggak nungguin aku " ucap Winda dengan wajah melas .
" dia nggak bilang mau pulang duluan " tanya Ariella .
" nggak " jawab Winda .
Melihat mobil yang baru berhenti tepat di depan gerbang , Haikal langsung berjalan menuju mobil tersebut tanpa peduli dengan winda yang tengah bingung dengan cara pulangnya .
" lo anter pulang kek malah di tinggal lo laki nggak punya hati " sindir Ariella lagi membuat winda bingung dengan posisi ini .
Bukan menjawab Haikal malah menatap kearah Ariella dengan wajah dingin seperti es , bukannya takut Ariella malah menatap anak laki - laki didepanya dengan senyum remeh .
" aku memang tidak punya hati " jawab Haikal yang langsung berlalu pergi dengan Ariella yang menatap tak percaya .
" ada ya manusia kayak dia " ucap david sambil melihat Haikal yang masuk kedalam mobilnya dan pergi begitu saja .
" itu bukan manusia tapi batu " sahut Ariella .
" gagal dong " kata Aldo .
" ya iya lah , kita cari cara lain untuk besok hari senin "
" udahlah gue pulang duluan ya " kata David sambil memeluk Ariella sekilas lalu berjalan pergi menaiki motor sport kesayangannya .
" kita juga pulang ya " pamit Aldo dan Alex sambil memberi tos pada Ariella .
" dahlah lo gue antar " kata Ariella pada winda yang tampak melas , itu juga karena rencana dia , ngapain buat rencana itu jika ujungnya kayak gini .
Sampai didepan rumah minimalis dua laintai , mobil Aruella berhenti .
" ini rumah lo " tanya Ariella .
" i iya mau masuk dulu " tawar Winda saat akan keluar Mobil .
" boleh " jawab Ariella yang langsung keluar bersama Winda yang juga ikut keluar .
" lo tinggal sama siapa " tanya Ariella saat sudah masuk di rumah Winda .
" ayah , ibu , adek sama kakak "
" oh , mereka kemana ? "
" kakak kerja keluar kota , ibu mungkin masih di ruko , kalo ayah masih kerja di kantor "
" kalo adek lo "
" belum pulang "
" oh "
" ya , duduklah gue buatin minum maaf rumahnny ..."
" biasa aja kalek " sahut Ariella membuat winda tersenyum dan berlalu ke dapur , memang benar menurut rumor jika Ariella memang anakya humbel baik dan tampak seperti anak biasa meski ia bergelimang harta apa lagi ia memiliki sifat royal dan care , hanya saja tingkah ajaib , unik dan suka bikin onarnyalah yang kadang buat orang kesal seperti tadi haikal yang menjadi korban karena keisengannya .
Beberapa menit kemudian Winda datang dengan nampan berisi minuman .
" ini " ucap Winda .
__ADS_1
" makasih pas gue lagi haus juga " jawab Ariella yang langsung meminum tandas gelas berisi es jeruk .
" makasih ya sudah mau an.."
" ok santai aja " jawab Ariella .
" gue pamit pulang dulu ya , em makasih minumannya " ucap Ariella .
" nggak makan - makan dulu at ... " tawar winda .
" kapan - kapan saja "
" oh baiklah " jawab winda .
Di tempat lain dua orang berwajah datar beda usia tengah berdiri melihat seorang yang berusaha membuka pintu yang bersandi untuk mereka .
" sudah tuan "
" makasih " jawabnya , yang langsung masuk setelah memberi uang tip .
Berjalan masuk dan melihat sekeliling runagn di unit apartemen yang terletak di kawasan elit di unit lantai paling atas , dengan harga yang terbilang sangat mahal , karena di lantai atas hanya ada satu unit , tidak heran jika unit itu di miliki anak remaja berusia delapan belas tahun , karena sang pemilik adalah putri tunggal kolomrat terkenal .
Unit yang sangat luas dengan tempat yang terasa nyaman dengan desain bergaya modern, urban , dan elegan , di tambah setiap properti dan fasilitasnya yang mahal , Haikal terus berjalan dan mengagumi setiap interior disana .
Setelah selesai berkeliling ia duduk santai di sofa dan melihat jam di pergelangan tangan .
" kemana dia " gumamnya .
Sepulang dari mengantar winda Ariella langsung menuju apartemen tanpa mampir kerumah bu galuh seperti biasanya .
Sampai di gedung tempat ia tinggal Ariella berjalan santai sambil menyapa para pekerja di gedung itu meski ia sesekali menguap merasakan kantuk , pikirannya hari ini ia ingin sekali langsung tidur merebahkan tubuhnya di kasur kesayangannya .
Tapi sesampainya di depan unit apartemennya kantuknya langsung menghilang saat melihat pintu apartemen terbuka , pikirannya langsung negatif karena orang yang biasa masuk ke apartemennya hanya bu galuh dan marina , kedua orang tuanya itupun mereka menghubunginya terlebih dulu atau tidak mereka juga tidak mungkin membiarkan pintu tetap terbuka seperti ini .
Tanpa berpikir panjang ia segera bergegas masuk dengan berancang - ancang kalo - kalo maling yang masuk bisa berabe , sambil berjalan pelan hingga ia samapi di sana dan di kejutkan dengan dua mahluk yang tengah menatapnya dengan wajah datar .
" kalian ..." kaget Ariella saat tahu siapa yang datang ke tempat tinggalnya .
" bagaimana kalian bisa masuk " marah Ariella .
" aku sudah datang dari setengah jam tadi , dan masuk dengan bantuan petugas keamanan gedung ini , oh ya aku sudah mengganti sandi pintu dengan tangal pernikahan kita " jelas Haikal dengan wajah dingin dan mata tanpa melihat kearah sang empu yang sudah terlihat murka .
" lo ... lo mau mati ya , lo pikir lo siapa .." kesal Ariella .
" S U A M I K A M U " jawab Haikal dengan mengeja setiap hurufnya .
" sudah gue bilang gue ..."
" dan aku tidak perduli dengan itu semua yang aku tau sekarang kamu istriku " jawab Haikal yang membuat Ariella semakin murka dengan mengepalkan tangan ia hendak berjalan maju memukul Haikal yang duduk di sofanya , melihat itu Miyako dengan sigab berjalan maju memasang menahan langkah Ariella .
" lepaskan tangan mu " kata Haikal pada miyako .
" tapi tuan "
" tak apa " jawab Haikal , lalu miyako melepaskan tangannya .
" pernikahan itu memang paksaan tapi sebelum aku mengikatmu waktu itu , aku menyetujui pernikahan ini dan bukankah kamu juga menyetujuinya " lanjut Haikaal setelah Miyako keluar .
" dan sekarang tidak ada yang bisa mengubahnya ." lanjut Haikal .
" lo cukup menceraikanku apa susahnya "
" aku tidak mau repot dengan menikah lagi "
" huffff ...... terserah , kamu memang orang gila , ada urusan apa lo kesini " kata Ariella yang kemudian duduk di sofa meski dengan wajah kesal .
" aku hanya ingin melihat tempat tinggalmu "
" terus kalo mau lihat tempat tinggal lo harus masuk tanpa izin gue gitu "
" kamu kan istriku dan ini rumah istriku "
" sudah sinting lo "
" jaga ucapan jangan bicara kasar , kamu sudah menjadi nona muda Haikal " kata Haikal .
" pengen banget gue nampol muka lo " ucap Ariella .
" lo datang cuma mau lihat tempat tinggal gue saja kan sekarang lo pulang jangan bikin gue kesel "
" ada titipan dari oma " kata Haikal .
" oma ? "
" im menitipkan ini untuk mu " kata Haikal , yang langsung menyodorkan sebuah palembang , yang ia dapat tadi pagi sebelum berangkat sekolah .
" apaan ini "
" lihat saja " jawab Haikal , dan Ariella langsung membukanya , sebuah kotak persegi berwarna biru , yang langsung ia buka .
" cincin " kata Ariella .
" pakailah "
" gue kagak suka "
" simpan saja " kata Haikal .
" bilang makasih pada oma lo " kata Ariella , dia menerimanya , karena dia tidak terbiasa menolak pemberian orang , apa lagi orang tua .
" sudah sekarang lo boleh pulang " kata Ariella .
" aku memaafkan semua perilaku tidak sopanmu tadi pagi , dan aku harap jari berikutnya kamu lebih sopan " kata Haikal .
" gue laga..." kata Ariella terpotong , karena miyako .
" tuan kita harus segara balik " kata Miyako .
__ADS_1
" baiklah " kata Haikal yang langsung berdiri dan pergi meninggalkan tempat .
Tidak beberapa lama Setelah kepergian Haikal Ariella mendapat telfon yang langsung membuat kesal dan membanting ponselnya, tentu saja ponsel itu langsung rusak .