Haikal Dan Ariella

Haikal Dan Ariella
cincin dari oma haikal .


__ADS_3

Sampai di kantin oka yang datang sendiri langsung menuju tempat aldo alex dan emina .


" ka ariel dan david mana " tanya Aldo saat oka datang seorang diri .


" nanti nyusul katanya " jawab oka sembari duduk di depan aldo .


" terus kemana teman - teman mu " tanya Alex penasaran .


" oh mereka ke perpus " jawab aoka .


" perpus ? "


" ya "


" ayo " ajak alex yang langsung berdiri di ikuti aldo .


" ke kemana kak " tanya emina .


" ikut saja " jawab aldo .


" kalian mau kemana "


" ada urusan penting " jawab Aldo


" gue di tinggal " gumam Aoka melihat pungung ketiganya menjauh .


Di perpus , sudah beberapa menit Ariella dan david duduk di depan Haikal dan winda , sambil memegang buku yang hanya keduanya bolak - balik entah itu di baca atau apa , yang jelas keduanya tampak bosan dengan suasana perpus .


Siala ternyata membosankan juga ... batin Ariella dengan alis berkerut , begitupun dengan david .


Melihat Ariella yang duduk di depannya , yang hanya membolak - balikkan buku dengan alis berkerut , winda tersenyum kala melihat buku yang di baca Ariella terbalik .


" ariel " panggil winda .


" apa " jawab Ariella sambil mendongkakan kepalanya melihat orang yang duduk di depannya .


" buku kamu terbalik " kata winda dengan suara pelan , membuat Haikal dan david menoleh kearahnya .


" oh ... ah hahaha ... aku fikir ini bahasa portugal makanya sulit sekali membacanya " jawab Ariella ngasal , yang membuat david ingin tertawa , sedangkan Haikal hanya bergeleng pelan lalu kembali membaca bukunya .


" kamu suka sejarah ? " tanya winda .


" se sejarah ? " tanya Ariella .


" iya bukankah buku yang kamu baca buku sejarah portugal " jawab winda saat melihat judul sampul buku yang di baca Ariella .


Portugal ? kenapa tepat sekali .... batin Ariella .


" oh i iya gue suka sejarah apa lagi sejarah negara portugal " jawab Ariella , membuat david ingin sekali tertawa .


" oh " jawab winda kemudian kembali membaca bukunya .


Sebelum ke perpus aldo dan alex mengajak emina untuk ke mini market sekolah membeli roti dan air mineral .


" kak buat apa " tanya emina .


" jangan berisik " jawab aldo .


Setelah membayar , ketiganya langsung menuju perpus tidak lama kemudian mereka sampai di depan perpus .


" kamu masuk kedalam dan cari haikal lalu kasih ini padanya " kata aldo


" baik kak " jawab emina , emina masuk dengan sekantong plastik yang di berikan alex , seperti yang di suruh aldo .


Belum ada satu jam Ariella dan david di perpus keduanya sudah merasa sudah sangat lama di sana .


Rasanya gue pingin bakar ini perpus dah biar rame ..batin Ariella


" permisi " membuat semua orang menoleh keculi Haikal yang tidak perduli .


" boleh ikut duduk di sini " tanya emina .


" boleh " jawab Ariella , melihat siapa yang datang winda memilih kembali fokus dengan bukunya , mengingat dimana ia pernah terjatuh dari bangku kantin karena gadis berambut pirang itu .


" lo pindah " kata Ariella lagi dengan cepat david pindah ke arah kiri Ariella , dan emina duduk di depan Haikal .


" hai kak haikal " sapa emina setelah duduk di samping kanan Ariella dan tepat di depan Haikal , tidak ada jawaban dari sang empu yang malah fokus dengan buku seperti tidak mendengar apapun dan tidak mau tau apapun .


" oh ya kak ini buat kakak , aku tau kakak pasti belum makan jadi aku belikan air mineral dan sandwichnya " kata emina sambil menyodorkan bungkusan plastik ke Haikal .


" di makan ya kak " ucap emina lagi .


" aku tidak suka sandwich " jawab Haikal dengan terus melihat ke arah buku .


" em maaf aku nggak tau , minum saja air mine.."


" aku sudah bawa air minumku sendiri " jawab Haikal lagi dengan suara dingin , entah kenapa mendengar jawaban Haikal membuat Ariella kesal .


Apa dia tidak bisa menghargai orang sedikit saja ...batinnya yang langsung meraih bungkusan plastik berisi sandwich dan air dan langsung membuka bungkusan roti sandwich serta membuka tutup botol minumnya .


" kak i itu bu bu buat ka ..." ucap emina terpotong .


" haikal " panggil Ariella membuat empunya mendongak melihat siapa yang memanggilnya .


" tadi pagi lo sikat gigi apa nggak , jangan bilang lo nggak pernah sikat gigi " kata Ariella dengan suara keras , membuat yang berada di perpus menoleh kearahnya , yang membuat Haikal bingung bercampur malau di buatnya .


" mak .." ucap Haikal terpotong kala mulutnya tersumpal dengan sepotong sandwich yang membuatnya kesal , ingin ia memuntahkan sandwich di mulutnya tapi sayang dengan cepat Ariella membungkam mulutnya , saat ingin menyingkirkan tangan itupun juga percuma karena Ariella semakin kuat membungkamnya dan membuat pipinya terasa sakit " lo kalo jadi manusia bisa nggak sih hargai orang lain " ucap Ariella .


Mau tidak mau haikal menelan sandwich itu dengan terpaksa yang membuatnya tersedak Uhuk ..uhuk ...uhuk .. dengan cepat winda menepuk - nepuk punggung Haikal , " nih " Ariella menyodorkan air mineral yang langsung di minum oleh Haikal .


Setelah memberikan minum Ariella langsung pergi di ikuti david , sampai di luar perpus , david langsung menumpahkan tawa setelah di tahan sekian lama membuat kedua temannya yang memang masih berada di sana bingung melihatnya .


Aksi Ariella dan kawan - kawan tidak sampai disitu , di jam pulang mereka masih ingin menjalankan rencananya dengan menyuruh oka pulang terlebih dulu , agar winda bisa pulang bersama Haikal , awalnya oka menolak karena takut ke empat mahluk yang di pimpin titisan firaun akan membuli winda atau apalah .


" ka " panggil Ariella saat oka batu datang di tempat parkir .


" apa " jawab aoka

__ADS_1


" winda pulang sama lo " tanya David .


" kenapa lo mau antar dia ? apa jangan - jangan lo na.."


" jaga mulut lo mau gue tabok lo " sahut Ariella membuat Aoka terdiam seketika sedangkan David tersenyum geli .


" te terus kenapa " tanya Aoka lagi


" dia sudah keluar kelas belum " tanya Ariella .


" dia masih kekantor guru sama si haikal "


" bagus sekarang lo pulang lebih dulu " perintah David .


" la "


" udah pulang sana " perintah Ariella .


" jangan - jangan kalian mau membulinya iya " prasangka Aoka .


" astaga oka lo kalo fitnah jangan berlebihan deh meski ariel suka keluar masuk ke ruang bk dengan banyak masalah tapi dia masih punya hati kalek , mana denger lo dia membuli anak orang palingan juga cuma bikin anak orang di plester tubuhnya karena luka , atau di kompres karena babak belur paling juga yang parah cuma kerumah sakit doang " Sahut Alex .


" ye sama aja kalek "


" ya beda lah kan dia terluka babak belur karena salah mereka ngajak kelahi la yang masuk rumah sakit kan kagak sengaja " jawab Alex yang mencoba membersihkan nama baik temanya untuk tidak di fitnah jadi pembuli .


" i iya juga sih " jawab Aoka


" sudah jangan banyak bacot mending lo pulang duluan " sungut Ariella


" ogah entar sahabat gue kenapa napa lagi " ucap Aoka bersih keras .


" gue kasih duit buat bensin " ucap David .


" ok dil "


" dil , dah lo pulang sono " ucap Ariella


Beberapa menit setelah kepergian Aoka , datanglah orang yang di tunggu - tunggu , Haikal dan Winda yang datang bersamaan , sampai di tempat parkir terlihat Winda yang tengah celingak celinguk mencari seseorang , dan saat itulah aksi kembali di mulai .


" lo cari si oka " tanya Ariella yang membuat winda dan Haikal menoleh kearahnya .


" iya kamu melihatnya "


" dia pulang lebih dulu " sahut David sambil memainkan ponselnya .


" pu pulang lebih dulu ! "


" ya " jawab Alex


" yah ditinggal tumben nggak nungguin aku " ucap Winda dengan wajah melas .


" dia nggak bilang mau pulang duluan " tanya Ariella .


" nggak " jawab Winda .


Melihat mobil yang baru berhenti tepat di depan gerbang , Haikal langsung berjalan menuju mobil tersebut tanpa peduli dengan winda yang tengah bingung dengan cara pulangnya .


" lo anter pulang kek malah di tinggal lo laki nggak punya hati " sindir Ariella lagi membuat winda bingung dengan posisi ini .


Bukan menjawab Haikal malah menatap kearah Ariella dengan wajah dingin seperti es , bukannya takut Ariella malah menatap anak laki - laki didepanya dengan senyum remeh .


" aku memang tidak punya hati " jawab Haikal yang langsung berlalu pergi dengan Ariella yang menatap tak percaya .


" ada ya manusia kayak dia " ucap david sambil melihat Haikal yang masuk kedalam mobilnya dan pergi begitu saja .


" itu bukan manusia tapi batu " sahut Ariella .


" gagal dong " kata Aldo .


" ya iya lah , kita cari cara lain untuk besok hari senin "


" udahlah gue pulang duluan ya " kata David sambil memeluk Ariella sekilas lalu berjalan pergi menaiki motor sport kesayangannya .


" kita juga pulang ya " pamit Aldo dan Alex sambil memberi tos pada Ariella .


" dahlah lo gue antar " kata Ariella pada winda yang tampak melas , itu juga karena rencana dia , ngapain buat rencana itu jika ujungnya kayak gini .


Sampai didepan rumah minimalis dua laintai , mobil Aruella berhenti .


" ini rumah lo " tanya Ariella .


" i iya mau masuk dulu " tawar Winda saat akan keluar Mobil .


" boleh " jawab Ariella yang langsung keluar bersama Winda yang juga ikut keluar .


" lo tinggal sama siapa " tanya Ariella saat sudah masuk di rumah Winda .


" ayah , ibu , adek sama kakak "


" oh , mereka kemana ? "


" kakak kerja keluar kota , ibu mungkin masih di ruko , kalo ayah masih kerja di kantor "


" kalo adek lo "


" belum pulang "


" oh "


" ya , duduklah gue buatin minum maaf rumahnny ..."


" biasa aja kalek " sahut Ariella membuat winda tersenyum dan berlalu ke dapur , memang benar menurut rumor jika Ariella memang anakya humbel baik dan tampak seperti anak biasa meski ia bergelimang harta apa lagi ia memiliki sifat royal dan care , hanya saja tingkah ajaib , unik dan suka bikin onarnyalah yang kadang buat orang kesal seperti tadi haikal yang menjadi korban karena keisengannya .


Beberapa menit kemudian Winda datang dengan nampan berisi minuman .


" ini " ucap Winda .

__ADS_1


" makasih pas gue lagi haus juga " jawab Ariella yang langsung meminum tandas gelas berisi es jeruk .


" makasih ya sudah mau an.."


" ok santai aja " jawab Ariella .


" gue pamit pulang dulu ya , em makasih minumannya " ucap Ariella .


" nggak makan - makan dulu at ... " tawar winda .


" kapan - kapan saja "


" oh baiklah " jawab winda .


Di tempat lain dua orang berwajah datar beda usia tengah berdiri melihat seorang yang berusaha membuka pintu yang bersandi untuk mereka .


" sudah tuan "


" makasih " jawabnya , yang langsung masuk setelah memberi uang tip .


Berjalan masuk dan melihat sekeliling runagn di unit apartemen yang terletak di kawasan elit di unit lantai paling atas , dengan harga yang terbilang sangat mahal , karena di lantai atas hanya ada satu unit , tidak heran jika unit itu di miliki anak remaja berusia delapan belas tahun , karena sang pemilik adalah putri tunggal kolomrat terkenal .


Unit yang sangat luas dengan tempat yang terasa nyaman dengan desain bergaya modern, urban , dan elegan , di tambah setiap properti dan fasilitasnya yang mahal , Haikal terus berjalan dan mengagumi setiap interior disana .


Setelah selesai berkeliling ia duduk santai di sofa dan melihat jam di pergelangan tangan .


" kemana dia " gumamnya .


Sepulang dari mengantar winda Ariella langsung menuju apartemen tanpa mampir kerumah bu galuh seperti biasanya .


Sampai di gedung tempat ia tinggal Ariella berjalan santai sambil menyapa para pekerja di gedung itu meski ia sesekali menguap merasakan kantuk , pikirannya hari ini ia ingin sekali langsung tidur merebahkan tubuhnya di kasur kesayangannya .


Tapi sesampainya di depan unit apartemennya kantuknya langsung menghilang saat melihat pintu apartemen terbuka , pikirannya langsung negatif karena orang yang biasa masuk ke apartemennya hanya bu galuh dan marina , kedua orang tuanya itupun mereka menghubunginya terlebih dulu atau tidak mereka juga tidak mungkin membiarkan pintu tetap terbuka seperti ini .


Tanpa berpikir panjang ia segera bergegas masuk dengan berancang - ancang kalo - kalo maling yang masuk bisa berabe , sambil berjalan pelan hingga ia samapi di sana dan di kejutkan dengan dua mahluk yang tengah menatapnya dengan wajah datar .


" kalian ..." kaget Ariella saat tahu siapa yang datang ke tempat tinggalnya .


" bagaimana kalian bisa masuk " marah Ariella .


" aku sudah datang dari setengah jam tadi , dan masuk dengan bantuan petugas keamanan gedung ini , oh ya aku sudah mengganti sandi pintu dengan tangal pernikahan kita " jelas Haikal dengan wajah dingin dan mata tanpa melihat kearah sang empu yang sudah terlihat murka .


" lo ... lo mau mati ya , lo pikir lo siapa .." kesal Ariella .


" S U A M I K A M U " jawab Haikal dengan mengeja setiap hurufnya .


" sudah gue bilang gue ..."


" dan aku tidak perduli dengan itu semua yang aku tau sekarang kamu istriku " jawab Haikal yang membuat Ariella semakin murka dengan mengepalkan tangan ia hendak berjalan maju memukul Haikal yang duduk di sofanya , melihat itu Miyako dengan sigab berjalan maju memasang menahan langkah Ariella .


" lepaskan tangan mu " kata Haikal pada miyako .


" tapi tuan "


" tak apa " jawab Haikal , lalu miyako melepaskan tangannya .


" pernikahan itu memang paksaan tapi sebelum aku mengikatmu waktu itu , aku menyetujui pernikahan ini dan bukankah kamu juga menyetujuinya " lanjut Haikaal setelah Miyako keluar .


" dan sekarang tidak ada yang bisa mengubahnya ." lanjut Haikal .


" lo cukup menceraikanku apa susahnya "


" aku tidak mau repot dengan menikah lagi "


" huffff ...... terserah , kamu memang orang gila , ada urusan apa lo kesini " kata Ariella yang kemudian duduk di sofa meski dengan wajah kesal .


" aku hanya ingin melihat tempat tinggalmu "


" terus kalo mau lihat tempat tinggal lo harus masuk tanpa izin gue gitu "


" kamu kan istriku dan ini rumah istriku "


" sudah sinting lo "


" jaga ucapan jangan bicara kasar , kamu sudah menjadi nona muda Haikal " kata Haikal .


" pengen banget gue nampol muka lo " ucap Ariella .


" lo datang cuma mau lihat tempat tinggal gue saja kan sekarang lo pulang jangan bikin gue kesel "


" ada titipan dari oma " kata Haikal .


" oma ? "


" im menitipkan ini untuk mu " kata Haikal , yang langsung menyodorkan sebuah palembang , yang ia dapat tadi pagi sebelum berangkat sekolah .


" apaan ini "


" lihat saja " jawab Haikal , dan Ariella langsung membukanya , sebuah kotak persegi berwarna biru , yang langsung ia buka .


" cincin " kata Ariella .


" pakailah "


" gue kagak suka "


" simpan saja " kata Haikal .


" bilang makasih pada oma lo " kata Ariella , dia menerimanya , karena dia tidak terbiasa menolak pemberian orang , apa lagi orang tua .


" sudah sekarang lo boleh pulang " kata Ariella .


" aku memaafkan semua perilaku tidak sopanmu tadi pagi , dan aku harap jari berikutnya kamu lebih sopan " kata Haikal .


" gue laga..." kata Ariella terpotong , karena miyako .


" tuan kita harus segara balik " kata Miyako .

__ADS_1


" baiklah " kata Haikal yang langsung berdiri dan pergi meninggalkan tempat .


Tidak beberapa lama Setelah kepergian Haikal Ariella mendapat telfon yang langsung membuat kesal dan membanting ponselnya, tentu saja ponsel itu langsung rusak .


__ADS_2