Haikal Dan Ariella

Haikal Dan Ariella
Perdebatan ...


__ADS_3

" gue ikut duduk sini ya " kata Aoka yang di angguki Ariella yang langsung melanjutkan makanannya , tanpa memperhatikan siapa saja yang datang duduk di depannya .


Aoka duduk tepat di depan Alex dan Haikal duduk tepat di depan Ariella sedangkan Widia gadis itu duduk tepat di depan David salah satu teman Ariella yang berada di kelas yang berbeda , selain teman di sekolah david juga teman nonton bola , hanya saja kemarin dia tidak bisa ikut karena esoknya mau ulangan .


" ka lo kemana kemarin " tanya Aldo .


" gue ngerjain tugas kelompok " jawab Aoka


" oh " jawab Alex .


" emang kalian kemarin kemana " tanya Ariella masih sibuk dengan makan , tanpa melihat sekitarnya .


" ngopi " jawab Aldo .


" kalian pesan apa " tanya Aoka kepada Haikal dan Winda .


" air putih " jawab Haikal , membuat semua yang duduk disana menatapnya tak terkecuali Ariella yang mendongak dan menatap anak laki - laki di depannya dengan mengangkat satu alisnya , baru ia sadari yang datang barusan bukan hanya Aoka .


Dia kenal oka..


" air putih saja " tanya Aoka .


" hemmn "


" ha hanya air putih " ulang Winda yang hanya dapat deheman dari Haikal sebagai jawabannya .


" oh ok , lo wid"


" gue jus jambu dan mei goreng " jawab Winda kali ini Ariella melihat kearah Winda .


" oh sebentar gue yang pesen kalian tunggu disini " kata Aoka yang langsung pergi .


" lo kan yang di rumah sakit itu " tanya Ariella saat menoleh dan melihat Winda disana .


" oh i iya terima kasih sudah mem.."


" santai saja gue yang seharusnya mintak maaf lo udah sehat " jawab Ariella sambil merangkul bahu David yang membuat Haikal mengerutkan alisnya .


Siapa anak laki - laki itu ? apa pacarnya? dia punya pacar ...


" sudah kok berkat kamu bekas lukanya juga mau menghilang " jawab Winda .


" baguslah , bukan berkat gue itu karena dokter dan obat em lebih utama sih berkat duit " jawab Ariella .


" jadi lo korbannya " tanya david dan di angguki Winda .


" kasian banget " sahut Aldo dengan bergeleng kecil .


" ini pesanan kalian " kata Aoka yang baru datang membawa nampan berisi pesanannya dan kedua temannya .


" kalian berdua pacaran " celetuk Alex melihat kearah Aoka yang memberikan pesanan Winda .


" nggak lah gue temennya " jawab Aoka sambil kembali duduk di tempatnya .


" bukan si aoka pacarnya tapi dia " sahut Aldo sambil menunjuk ke arah Haikal membuat ia mendapat tatapan dingin , sedangkan Winda gadis itu bersemu mendengar perkataan Aldo .


" oh kirain pacarnya aoka " sahut David sambil merangkul pinggang Ariella , tanpa mengalihkan pandangannya Haikal terus memantau kedua orang di depannya , matanya beralih ke jari - jari tangan Ariella mencari cincin yang ia kirim , semakin di buat kesal saat cincin itu tidak ada di kedua jari tangan Ariella .


" pacar dari mananya " jawab Aoka sambil menatap makanannya .


" gue sering lihat kalian berdua pulang bersama berangkat bersama " sahu Alex .


" rumah kita deket jadi aku sering nebeng Aoka " sahut Winda .


" oh ..." jawab serempak Alex David dan Aldo .


" vid " panggil Ariella tepat di telinga David seperti hendak memberi tau sesuatu .


" kenapa " tanya David yang menoleh tanpa sengaja wajah Ariella dan David saling bertemu , keduanya saling bertatapan tanpa mereka sadari seorang yang berada didepan mereka , tengah memantau gerak gerik keduanya langsung tersulut emosi , diraihnya Air putih yang tadinya ia pesan dengan sekali teguk air itu langsung kandas , Brak ...... dengan kasar ia meletakkan gelas air membuat Semua terkejut tak terkecuali Aoka yang langsung tersedak , begitupun Ariella dan David yang langsung menoleh ke arahnya , bukan hanya yang duduk di meja itu tapi semua yang ada dikantin langsung menoleh kearah sumber suara .


" ka kamu ke kenapa " tanya Winda .


Tanpa menjawab Haikal langsung berdiri dan pergi dari tempat , sebelum itu ia sempat menatap Ariella dengan tatapan tajam , lalu pergi meninggalkan kedua temannya yang menatapnya dengan bingung .


" di dia uhuk ... uhuk ... ke ke ke napa " tanya Aoka masih dengan terbatuk - batuk .


" nggak tau " jawab Winda yang juga bingung menatap punggung Haikal yang terus menjauh dan menghilang di balik pintu masuk .


" aneh " kata Aoka .


" lo nggak kenapa - napa " tanya Alex kepada Aoka .


" sudah mendingan "


" dia sarap kalik ya " kata Aldo .


" mungkin " sahut Ariella .


Merendam amarahnya dengan pergi ke kamar mandi mencuci muka dan tangannya , lalu menatap dirinya di depan kaca .


" apa dia tidak tau sikap sebagai seorang istri " gumamnya .


Jam istirahat cukup panjang setelah dari Kantin Ariella langsung pergi jalan tentunya sendiri tanpa teman - temannya , seperti biasa tujuannya adalah atap sekolah , tempat favorit untuk bolos tidak ikut pelajaran , dengan santai Ariella berjalan di lorong sekolah , tanpa ia sadari seseorang tengah mengikutinya .


Keluar dari kamar mandi Haikal memutuskan untuk kembali ke kelasnya namun langkahnya terhenti saat melihat seorang yang membuatnya marah tadi , tengah berjalan santai menuju tangga yang entah ia mau kemana , tanpa berfikir panjang Haikal mengikutinya secara diam - diam tanpa di ketahui sang empu Haikal mengikutinya hinga sampai di atap .


Duduk di sebuah bangku dengan santai Ariella memainkan ponselnya membuka aplikasi game kesukaannya .


Sret .. sebuah tangan putih bersih menyahut ponsel yang dibawa Ariella, membuat gadis itu terkejut dan langsung mendongak melihat orang didepannya .

__ADS_1


" lo apa apan sih bangsat " marah Ariella yang tidak terima .


" anak laki - laki tadi siapa kamu " tanya Haikal membuat anak perempuan didepannya menatapnya dengan satu alis yang ia angkat dan tangan yang bersedekap didadanya dengan tersenyum miring kepada Haikal .


" lalu apa urusanmu "


" aku suami mu "


" suami ? sayangnya aku tidak pernah merasa memiliki suami apa lagi menikah "


" kamu sudah sah menjadi istriku beberapa hari yang lalu " jawab Haikal , mendengar jawaban Haikl tangannya terkepal rahangnya mengeras , entah kenapa ia tersulut emosi hanya karena mendengar itu .


" denger gue baik - baik ya pernikahan itu tidak ada , yang ada hanya kesalah fahaman dan paksaan "


" tetap saja aku sudah mengikatmu di hari itu dan sekarang kamu adalah istriku apapun alasan pernikahan itu tetap saja kita sudah sah menjadi suami istri di mata tuhan "


" yang gue tau pernikahan itu hanya sarat agar kita bisa keluar dari desa itu dan hanya untuk membersihkan nama baik dan itu juga karena salah faham "


" itu yang kamu tau bukan apa yang aku tau ataupun tuhan yang menyaksikan "


" kau bodoh atau memang tidak punya otak bukankah gue sudah katakan jika pernikahan itu kesalahan dan jangan lo bawa - bawa tuhan disini bego ,dan lo harus denger gue baik - baik gue orang yang tidak percaya komitmen atau pernikahan jadi lo jangan maksa gue kalo lo masih ingin hidup dan satu lagi jangan ganggu gue " ucap Ariella dengan amarah .


" dan dengar saya nona mau kamu menolak pernikahan ini tapi tetap saja kita sudah menikah dan tuhan tau itu kita sudah sah menjadi sepasang suami istri maka jaga sikap kamu karena kamu istriku NONA HAIKAL " uacap Haikal dengan menekan di akhir kalimatnya , yang membuat Ariella mengepalkan tangannya dengan sangat kuat hingga kuku - kukunya terlihat memutih , tanpa aba - aba Ariella langsung memukul perut Haikal hinga anak itu tersungkur sambil memegang perutnya .


" jika ingin bisa bernafas jangan membuatku marah dengan masalah konyol itu " peringat Ariella yang langsung menyahut ponselnya dari Haikal dan melangkah pergi .


" bukan masalah konyol itu masalah serius nona " jawab Haikal menghentikan langkah Ariella .


" sepertinya pukulanku tadi tidak membuatmu mengerti " kata Areila sambil membalikan badanya dan menatap orang didepannya yang sudah berdiri tegap disana .


" dan sepertinya penjelasan ku juga tidak membuatmu Faham "


" bangsat ...!!! " umpat Areilla yang hendak memukul Haikal lagi dan untungnya Haikal sudah siap dan cepat menghindar .


" sepertinya kita harus bertemu di lain waktu " ucap Haikal yang langsung pergi meninggalkan Ariella yang masih berdiri dengan tangan yang menggepal kuat .


Haikal juga tidak menginginkan pernikahan seperti ini apalgai menikahi anak perempuan seperti Ariella , namun apapun yang sudah di atur dalam hidupnya , Haikal hanya bisa menjalaninya , karena dia adalah calon penerus sudah tentu ia membutuhkan pasangan yang akan melahirkan penerus untuknya .


Haikal kembali ke kelas setelah mendengar bel berbunyi , cukup pagi tadi ia meninggalkan jam dan cukup hari ini ia terlambat .


Setelah perbincangan dengan Haikal , membuat Mood Ariella memburuk , ia tak kembali ke kelas ia malah memilih tetap di atap sekolah menenangkan dirinya .


Marina yang mendengar Ariella membolos lagi menjadi naik pitam , setelah sekolah berakhir bukan pergi pulang kerumah , Marina langsung ke apartemen A melihat gadis itu .


Sebuah ceramah panjang kali lebar Ariella dapatkan dari Marina karena ia membolos lagi , bukannya takut Ariella malah duduk bersantai di kursi sofa dengan wajah tanpa dosa mendengarkan ceramah yang selalu ia dapatkan .


" sudahlah marah - marahnya nggak capek apa "


" kamu itu kalo di kasih tau di dengerin kamu sudah kelas dua belas kalo nggak lulus gimana "


" hais .. iya - iya besok aku tidak akan membolos sekarang aku lapar beri aku makan "


" hih ... dengerin kalo ada orang ngomong di pake jangan cuman masuk kuping kanan keluar kuping kiri " kata Marina .


" astaga ...." geram Marina , sebenarnya ia ingin tertawa tapi ia harus menahannya .


" sudahlah beri aku makan dari tadi cuman marah - marah emang aku bisa kenyang hanya dengan mendengar ceramah "


" kamu itu selalu saja " ucap Marin geram sendiri .


" ayolah aku beneran lapar "


" sudahlah besok jangan di ulangi lagi " kata Marina berakhir dengan pergi ke dapur menyiapkan makanan untuk Ariella .


Sedangkan Ariella masih duduk di sofa dengan diam entah apa yang sedang ia pikirkan .


Sepulang dari sekolah Haikal langsung merebahkan tubuhnya di kasur tanpa ingin beranjak ke kamar mandi bersih diri dan menganti pakaian Haikal masih asik membaringkan diri di ranjang besarnya sambil mengingat perdebatan dengan Ariella yang berakhir ia kenak pukulan di bagian perut .


" kenapa masih sakit " gumam Haikal sambil mengelus perutnya .


tok ...tok ...


" tuan muda " panggil Miyako dari balik pintu yang membuat Haikal terbangun dan duduk di pinggir ranjang .


" masuklah "


" ada apa " tanya Haika saat Miyako sudah masuk .


" sebentar lagi ada pertemuan dengan kolega anda disuruh mewakili tuan besar "


" hemmm " jawab


" saya permisi " pamit Miyako


" hemm "


Bukan hal biasa bagi Haikal bertemu kolega menghadiri pesta bahkan hadir meeting untuk mewakili sang kakek .


Apa lagi kemarin kakek memberi taunya tentang tangung jawabnya yang sekarang sebagai seorang suami mukin bukan jarang lagi untuk kekantor tapi akan menjadi sering .


Setelah makan dan bersih diri Areilla langsung pergi keluar untuk bermain , sedangkan Marina sudah tentu pulang setelah makanan untuk Ariella siap , ia tidak pernah menginap , jika tidak ada sesuatu seperti kemarin saat Ariella mengamuk dan saat ia ada waktu luang saja .


Dengan mengendarai mobil mewahnya Ariella membelah jalanan melaju pelan dengan musik yang mengema di dalam mobilnya sesekali ia ikut bernyanyi .


Dreet ... dreeet ... sebuah telfon masuk yang langsung di angkat Ariella sambil fokus menyetir mobilnya .


" halo "


" lo dimana "

__ADS_1


" di jalan "


" ke resto x "


" ngapain "


" kembar dan yang lainnya di sini "


" brangkat "


" ok gue tunggu "


" hemmm " jawab Ariella yang langsung mengakhiri sambungan , dan mempercepat laju mobilnya agar lebih cepat sampai .


Siap dengan jas dan kemeja yang rapi , memperlihatkan bertapa tampan dan menawannya seorang tuan muda Haikal , berjalan ke lantai bawah melewati tangga membuat para pekerja perempuan yang melihatnya tidak fokus dengan pekerjaannya mereka sesekali mencuri pandangan kepada tuan mudanya itu .


" ganteng banget " gumam para pekerja .


" shuut ... jangan keras - keras nanti tuan mendengarnya "


" mobil sudah siap "


" sudah tuan " jawab Miyako


Cukup lama untuk sampai direstoran X , setibanya di sana Ariella memarkirkan mobilnya , setelah itu ia langsung masuk kedalam restouran mencari tempat David berada .


" lo disini " tanya Ariella saat melihat sosok orang yang juga berada disana duduk bersama Revo dan Reva .


" sudah dari tadi " jawab Galang .


" oh " jawab ariella yang langsung mendudukkan dirinya di kursi dekat dengan David .


" lo mau minum apa " tawar Revo .


" nggak usah " jawab Ariella .


" kita ke club bintang yuk nanti malam " ajak Gilang .


" nggak ah " jawab Areilla dan Reva bersamaan .


" kenapa " tanya Galang .


" gue ada tugas kuliah " jawab Reva .


" sorry gue jaga kesehatan " jawab Ariella .


" ah nggak seru kalian " kata Galang .


" gue takut dosa " sahut Revo yang langsung kenak jitakan Reva .


" bagsat " umpat Revo .


" lo takut dosa malaikat pencatat amal aja sampek terkejut mendengarnya " jawab Ariella yang membuat Revo nyengir .


Di restoran bintang lima Haikal duduk membicarakan proyek yang akan di jalankan sang kakek , ia cukup Faham dengan proyek besar itu karena sebelum pertemuan Haikal sudah di jelaskan Miyako soal proyeknya .


Terlihat begitu tenang dan dewasa Haikal membahas dan mendengarkan koleganya , hingga sesuatu membuyarkan fokusnya saat ia melihat sosok yang ia kenal .


" dia " gumam Haikla .


" iya tuan kenapa " tanya kolega


" ke kenapa " tanya Haikal balik


" bagaimana tuan muda "


" tidak begitu buruk saya akan memutuskannya nanti , saya akan menghubungi anda "


" baiklah tuan saya akan menunggu keputusan anda "


" ya " jawab Haikal .


" kalo gitu mari tuan silahkan saya sudah memesankan makan untuk anda " kata kolega tersebut yang langsung menepuk tangannya dan tanpa menunggu lama seorang pelayan datang dengan beberapa pesanan makanan .


" baiklah " jawab Haikal .


Setelah selesai Haikal tidak langsung pulang ia terus memperhatikan sosok yang ia kenal tengah tertawa bercanda dengan teman - temannya .


Apa ini yang selalu ia lakukan , kenapa aku harus menikahinya ... ..


Haikal terus mengawasi Ariella hingga tengah malam Ariella baru pulang setelah para teman - temannya pulang , dan di saat itulah Haikal mencari kesempatan untuk menemui gadis yang sudah ia nikahi .


" hati - hati ya lo "


" hem .. lo juga hati - hati di jalan " kata Ariella sambil melambaikan tangan kepada David .


Srek .. Haikal menarik tangan Ariel membuat gadis itu berbalik menghadapnya .


" apa - apan sih " Ariella menghempaskan tangan Haikal dengan kasar .


" kamu yang apa - apa an "


" maksud lo "


" aku sudah pernah bilang jika kamu sudah bersuami maka jagalah sikap mu apa yang kamu lakukan tadi berpelukan dengan anak laki - laki tadi , dan mana ada seorang gadis jam segini masih kelayapan " ucap Haikal .


" lo gila atau bodoh sudah gue bi ..."


" pernikahan tetaplah pernikahan dan kamu adalah istriku " jawab Haikal .

__ADS_1


" hah hahaha ... , kenapa kamu menginginkan pernikahan ini " Kata Ariella dengan senyum sinisnya .


" karena aku adalah seorang penerus dan harus memiliki pasangan dan kamu adalah istriku aku harap kamu mengerti ini " jawab Haikal .


__ADS_2