
Jam terahir masuk sekolah adalah 6 : 25 , dan tepat jam 7 : 54 Ariella sampai di sekolah , dengan santai gadis itu berjalan melewati para anak yang berbaris di lapangan , tengah berdiri di bawah sinar matahari karena terlambat masuk sekolah , dan tamapa ada rasa bersalah Ariella menyapa guru yang sedang menjaga para anak yang sedang di hukum itu .
" pagi bu tataik " sapa Ariella dengan gayanya , kedua tangan yang di masukkan kedalam saku celananya .
" wah penolong kita datang " bisik para siswa yang melihat kedatangan Ariella yang berdiri santai di samping Bu tatik .
Mendengar para siswa berbisik - bisik membuat Haikal yang juga tengah berdiri disana , karena terlambat satu menit itu mendongak melihat kearah depan . Ini pertama kalinya Haikal terlambat ke sekolah dan hari pertama dalam seumur hidupnya dihukum karena terlambat .
Mata Haikal melebar kala melihat siapa penolong yang di maksud para siswa siswi , seorang anak perempuan berseragam laki - laki dengan rambut yang di kuncir kuda .
Di ..... di dia sekolah disini kelas berapa dia apa anak kelas satu batin Haikal dengan mata yang terus melihat kearah depan .
" ASTAGA ARIEL ! " suara Bu tatik yang terdengar begitu keras , dan Ariella yan terlihat menutup telinganya .
" jam berapa ini ? " marahnya .
" 7 : 58 " jawab Ariella santai sambil melihat jam tangan yang melingkar di tangannya .
" kamu tau kalo ..."
" iya sudah tau kalo ini sudah terlambat dan pelajaran sudah di mulai jika ibu menghalangi disini maka tidak jadi pelajaran dan gunanya sekolah mencari ilmu " jawab Ariella .
" sudah lah jangan marah - marah pasti ibu capek kan menunggu mereka disini " lanjut Ariella sambil menunjuk para murid yang berdiri kepanasan .
" ariel jangan buat i ibu...."
" sudah kalian boleh masuk jangan sia - siakan pelajaran dengan berdiri di sini " perintah Ariella , yang membuat Para siswa bersorak riang dan langsung pergi dari tempat , berbeda dengan Haikal yang bingung dengan apa yang terjadi .
" ARIELLA ...... " panggil bu tatik kesal dengan nafas yang ngos - ngosan saat para murid sudah berhambur pergi masuk kedalam kelas mereka masing - masing , berbeda dengan Haikal yang masih berdiri di tempatnya .
" hufff ... aku disini ibu tatik tercinta tercantik kenapa harus berteriak " jawab Ariella tanpa rasa takut padahal bu tatik sudah sangat murka .
" kamu ..." dengan suara yang di tekan bu tatik terlihat begitu kesal dengan murid di depannya saat ini , murid yang selalu membuatnya pusing dan naik darah setiap harinya .
" suuht ...jangan marah - marah nanti cepet tua yang sabar biar awet muda " ucap Ariella yang langsung pergi dari tempat meninggalkan bu tatik yang masih komat - kamit di tempatnya , dengan kesal bu tatik hanya bisa melihat punggung Ariella yang semakin menjauh masuk kedalam lorong sekolah .
Dengan membuang nafas kasar bu tatik hanya bisa bersabar setiap harinya menghadapi satu murid seperti Ariella .
" loh nak haikal ...ngapain disini " kata bu tatik terkejut saat berbalik dan melihat Haikal yang berdiri di lapangan dengan muka kaget dan bingung .
" ha i iya bu " jawab Haikal yang bingung mau jawab apa , kemudian ia menoleh ke kanan kiri melihat lapangan yang luas dan kosong hanya ada dirinya seorang dengan bu tatik yang berdiri di depannya dengan pandangan penuh tanda tanya .
" apa saya ada jam pelajaran di kelas ipa satu " tanya bu tatik membuat Haikal bingung .
" tidak bu "
" lalu kenapa kamu ada disini " tanya bu tatik yang di buat heran dengan keberadaan Haikal disana .
" ta sa tadi saya ter "
" jika tidak ada yang mau disampaikan lebih baik ibu pergi dulu , ibu sudah capek " Sahut bu tatik yang langsung pergi meninggalkan Haikal yang cengok sedirian .
Sampai di kelas Ariella masuk dengan santai dan langsung duduk di tempat duduknya , untung jam kosong dan semua murid asik dengan kegiatannya sendiri .
" riel kemarin lo kemana dua hari kagak masuk " tanya Aldo .
" biasalah dia kan tukang bolos " sahut Alex .
" tapi gue heran sama lo riel " sahut Aldo .
" heran kenapa " tanya Ariella santai .
" heran aja lo biyang keladi dari semua kegaduhan selalu terlambat sering membolos tapi kok lo bisa naik kelas ya " tanya Aldo .
" eh iya juga kok bisa ya " sahut Alex
" jangan bilang lo nyogok para guru secara lp kan banyak duit " tebak Aldo yang langsung mendapat pukulan dari Ariella .
" aw .... sakit bangsat " pekik Aldo .
" dengerin gue lo pada mau tau gue bisa naik kelas " ucap Ariella yang di angguki Aldo dan Alex .
" gue ... dukunin para guru " bisik Ariella .
" ah yang bener lo " tanya Aldo .
" ya sudah kalo nggak percaya " jawab Ariella .
" di gunung kidul sana ada dukun sakti " kata Ariella
" jangan - jangan lo banyak duit juga karena dukun "
" nah itu dia " jawab Ariella.
" duit lo haram dong riel "
" haram tapi lo juga mau kan " kata Ariella sambil mukul kepla aldo .
Di kelas ipa satu Haikal yang baru masuk kedalam kelas , tanpa ada komen ataupun pertanyaan dari para siswa dan guru yang mengajar karena ia terlambat , Haikal masuk tanpa harus mencari alasan karena keterlambatannya ia cukup meminta maaf karena terlambat masuk kelas , dan tanpa amarah guru menyuruh Haikal duduk di tempatnya dan melanjutkan pelajaran .
Haikal duduk tepat di depan meja guru membuka buku pelajarannya dan mulai mengikuti materi yang meski sudah tertinggal , lima belas menit setelah Haikal masuk kelas , bel pergantian berbunyi tanda jam pertama pelajaran sudah selesai .
" karena jam sudah berganti materi saya di lanjutkan hari berikutnya " ucap sang guru pengajar sebelum pergi ,
__ADS_1
" baik pak " jawab serempak siswa dan siswi di kelas .
Dengan sigap Haikal berdiri membantu Guru membawa bukunya , seperti biasa ia akan memanggil guru yang mengajar di jam kedua .
Berjalan di lorong menuju kantor dengan beberapa buku paket milik guru geografi , Haikal berjalan tepat di belakang pak nadim melewati kelas - kelas yang sudah mulai ramai dengan para siswa yang bergurau atau bermain menunggu guru datang yang akan mengajar di jam kedua , hingga satu langkah kaki Haikal terhenti kala pak nadim berhenti didepan kelas yang terlihat kosong dan beberapa gerombol anak tengah duduk di kursi depan kelas .
" kemana para siswa kelas ipa tiga ini " tanya pak nandim .
" ganti baju olah raga pak " jawab Salah satunya .
" lalu kalian nggak ganti baju "
" ganti pak masih antri " jawab salah satunya .
" kamu riel kamu nggak ganti " tanya pak nadim lagi membuat Haikal langsung melangkah maju bersejajar dengan pak nadim untuk melihat para anak yang bergerombol itu , dua anak laki - laki dan satu anak perempuan dengan penampilan tomboy tengah merangkul pundak salah satu anak lak - laki yang duduk di sampingnya , melihat itu Haikal mengerutkan keningnya membuat kedua alisnya hampir bertabrakan .
Dia ... kelas dua belas apa dia anak baru di sini ..
" nggak bawa "jawab Ariella
" terus kamu mau olah raga pake sragam "
" kemejanya dilepas pak kan aku pake kaos pendek " jawab Ariella .
" kamu kemarin nggak masuk pasti habis nonton bola " tebak pak nadim , sepertinya sudah kebiasaan .
" hehe iya "
" menag "
" menaglah pak masak kalah " jawab Ariella yang membuat pak nadim bergeleng pelan .
" main bola sampai nggak masuk sekolah dua hari "
" satu harinya sakit pak " jawab Ariella .
" tangan mu kenapa " tanya pak nadim lagi saat melihat tangan Ariella yang dibalut perban .
" ini kena serpihan kaca " jawab Ariella .
" bukan kelahi lagi "
" nggak lah pak masak kelahi tiap hari " jawab Ariella .
" biasanya juga begitu , ya sudah kalo begitu bapak ke kantor dulu kalo main bola hati - hati jangan sampai kejadian kemarin terulang lagi .
Pak nadim itu guru sepuh yang tersabar .
Dia ...
" lo sudah di tinggal noh sama pak nadim " ucap Ariella yang membuat Haikal mengalihkan pandangannya dan melihat ketiga anak laki - laki yang menatapnya aneh , lalu ia pergi menyusul pak nadim tanpa mengatakan apapun .
" kenapa dia " Tanya Aldo .
" apa dia mengenal mu " tanya Alex lagi kepada Ariella yang diam tak menjawab .
" lo kok bengong lo kenal dia " kata Alex lagi .
" ti ti tidak emang dia siapa " Tanya Ariella
" dia itu Haikal anak kelas ipa satu yang terkenal pinter "
" oh " jawab Ariella .
Jadi dia sekolah di sini anak ipa satu kok gue kagak pernah lihat batang hidungnya ya ..batin Ariella .
Sampai di kantor Haikal meletakkan buku paket di meja pak nadim lalu beralih hendak mencari guru yang akan mengajar di kelasnya .
" bu tatik "panggil Haikal yang hendak bertanya .
" ya nak haikal "
" bu ha ..."
" bu tatik tau di mana pak rangga " tanya Pak Hadi yang baru datang memotong perkataan Haikal .
" pak rangga sekarang ada di kelas dua belas ipa tiga " jawab bu tatik .
" makasih bu "
" sama - sama pak "
" oh iya nak haikal kenapa "
" nak haikal " panggil bu tatik lagi yang membuat Haikal terbangun dari pikirannya .
" oh iya bu bu hana "
" beliau tidak masuk kalian bisa mengerjakan soal di paket halaman 43 "
" baik bu " jawab Haikal yang langsung pergi .
" astaga ... bocah itu selalu ada saja yang dia lakukan " ucap seorang guru yang baru masuk membuat Haikal menghentikan langkahnya , mencoba mendengarkan siapa yang sedang di bicarakan para ibu guru itu .
__ADS_1
" siapa bu "
" ya siapa lagi "
" ariella " tebak bu tatik
" iya "
" kenapa memangnya "
" bikin ulah lagi , yah walau sedikit bikin geregetan tapi juga bikin ketawa itu bocah "
" ya begitulah apa lagi saya setiap pagi yang harus bertemu dengannya " jawab Bu tatik .
Setelah mendengar keluhan para guru Haikal melanjutkan langkahnya untuk kembali ke kelasnya , namun ia kembali terhenti di tengah jalan kala melihat kearah lapangan , ia kembali di kejutkan dengan anak perempuan yang tengah main bola disana .
Di kelas dua belas ipa satu dibuat bingung karena sudah dari tadi Haikal tidak balik dari kantor .
" winda lo cari haikal , kok lama keburu istirahat "
" cepet wid " protes anak - anak di kelas yang membuat Win mau tak mau turun meski dia males tapi mau bagaimana lagi dia wakil ketua kelas .
" win gue ikut " teriak Aoka menghentikan langkahnya yang hendak keluar .
" ayok " jawab Winda.
Di pinggir lapangan duduk di sebuah bangku kayu Haikal melihat bagaimana Ariella bermain bola bersama teman - temannya , perilaku yang tidak mencerminkan sebagaimana seorang anak perempuan , lihatlah saat para anak perempuan sedang asik bermain lompat tali bab minton lari maraton duduk dan mengobrol , Ariella malah sibuk merebut bola dari lawan dan berusaha memasukan bola ke gawang .
" HAIKAL " panggil Aoka dan Widia bersamaan membuat Haikal menoleh kearah mereka yang tengah berjalan mendekat kearahnya .
" ngapain kamu di sini " tanya Aoka yang di jawab dengan isyarat mata yang menuju ke lapangan .
" anak - anak sudah menunggu kamu malah asik disini " protes Winda .
" kerjakan paket halam 43 " jawab Haikal .
" wih ... dia memang kerena " ucap Aoka yang membuat Haikal dan Winda melihat kearahnya , lalu keduanya mengikuti arah mata Aoka menoleh ke arah lapangan , tampak Ariella yang berlari dengan wajah senang sambil mendapat sorak dari timnya karena ia berhasil mencetak gol .
" dia kemarin yang menendang bola sampai ke kelas " ucap Winda membuat Haikal menoleh kearah gadis itu dan mingingat kejadian tiga hari yang lalu dimana widia terkena bola ples serpihan kaca yang pecah .
" sudah tidak heran , lalu bagaimana dengan keadaanmu apa sudah membaik " sahut Aoka yang membuat Haikal mengerutkan dahi sepertinya Ariella sangat terkenal .
" sudah sukurlah dia mau bertanggung jawab , membayar semua pengobatanku " jelas Winda .
" kalian mengenalnya " tanya Haikal membuat kedua temanya menepuk jidatnya .
" hufff .... semua orang mengenalnya bahkan jika kamu tanya semut sekolahan pasti juga mengenalinya , mungkin para semut itu pernah di injak olehnya " jawab Aoka yang mengerti sifat Haikal , dia terkenal di penjuru sekolah tapi dia tidak mengenal banyak orang di sekolahnya jangankan anak beda kelas anak sekelas saja jika di tanya ia juga tidak begitu mengenalnya kecuali guru pengajar .
" dia Ariella putri dulu kita pernah satu kelas mungkin kamu tidak memperhatikannya saat masih kelas sepuluh , tapi setiap kenaikan kelas dia turun kelas dari ipa satu ke ipa dua lalu sekarang ipa tiga " jelas Winda .
" be benarkah " kata Haikal Jadi selama ini satu sekolah tapi kenapa aku tidak mengenalinya .
" dia tukang mencari masalah biyangnya kegaduhan suka bolos selalu terlambat berkelahi huff ... pasti guru di buat pusing olehnya " jawab Aoka .
" tapi dia baik banget " lanjut Aoka lagi .
" kamu dekat de..." tanya Haikal penasaran .
" iya winda kan tadi sudah bilang jika kita pernah satu kelas dan saat itu dia satu bangku denganku , biasanua kalo istirahat aku ikut nimbrung dia bersama teman - temanya untuk mencari makan gratis " jawab Aoka .
" sudahlah ayo masuk kelas , anak - anak pasti mnunggu " kata Winda .
Bel istirahat berbunyi bersamaan dengan sorak para siswa yang berbondong - bondong pergi ke kantin , begitupun dengan Ariella dan anak - anak sekelasnya yang pergi ke kantin mencari makan dan minuman segara untuk menghilangkan haus mereka karena pelajaran olahraga .
Berbeda dengan kebanyakan kantin di setiap sekolah yang akan ramai dengan para siswa dan siswi yang akan bersenggolan mengantri dan berebut , dikantin sekolah ini para siswa mungkin sedikit berisik apa lagi anak perempuan yang tengah bercerita dan anak laki - laki yang bercanda tapi tidak ada keramaian karena mengantri atu bersenggolan apa lagi berebut , karena di sekolah ini memiliki dua kantin yang sudah di bagi perkelas , kantin di laintai atas khusus anak kelas sepuluh ipa satu sampai kelas sebelas ips dua , sedangkan kantin lantai bawah kantin yang paling luas adalah kantin khusus klas sebelas ips tiga hingga dua belas kelas bahasa tiga , dan khusus para guru pengajar , bukan hanya itu di sekolah juga terdapat mini market untuk makanan ringan dan untuk keperluan lainnya . Dan di kantin lantai bawahlah Ariella beserta teman - temannya duduk di bangku bagian belakang dengan berbagai candaan dan tawa .
" kal mau ke perpus " tanya Winda .
" hemm " jawab Haikal , seperti biasa setiap jam istirahat ia akan pergi ke perpus untuk membaca atau belajar , selain membaca dan belajar Haikal juga sangat menyukai suasana sunyi dan tenang itulah sebabnya ia tidak pernah ke kantin karena ia fikir kantin adalah tempat yang sangat ramai .
" barengan yuk aku juga mau kesana " kata Winda .
" win ayo kekantin " ajak Aoka
" nggak ah aku mau ke perpus "
" sudahlah kalo gitu aku kekantin dulu mau cari makan gratis ke ariel " kata Aoka sambil berjalan mau keluar .
ariel .... batin Haikal sedetik kemudian ia merubah rencananya , entah kenapa ia begitu penasaran dengan Ariella .
" tunggu aku ikut " kata Haikal yang menghentikan langkah Aoka .
" ha lo lo mau i ikut " kaget Aoka ini perdana dan pertama kalinya seorang Haikal mau kekantian , bukan cuma Aoka Winda yang berada disana juga ikut terkejut dengan Haikal .
" hemm " jawab Haikal yang langsung berjalan dan menarik Aoka yang masih terkejut .
" tu tu tunggu gue juga ikut " teriak Winda yang langsung menyusul keduanya .
Di kantin Haikal berjalan bersama Aoka dengan Winda yang berada disampingnya , ini pertama kalinya ia pergi ke kantin sekolah yang ramai dengan para siswa dan siswi , namun anehnya suara ramai itu berubah menjadi sunyi kala para siswa dan siswi melihat Haikal yang entah kenapa ada di kantin .
" ayo kesana " ajak Aoka yang membuat Haikal melihat kearah yang di tunjuk Aoka , tempat paling belakang terlihat Ariella dengan ketiga anak laki - laki tadi tengah bercanda sambil makan pesanan mereka .
" riel " panggil Aoka yang membuat ke empat anak itu menoleh kearah suara dan melihat siapa yang datang .
__ADS_1
Semakin di buat terkejut semua anak di kantin kala melihat Haikal yang ikut nimbrung di tempat Ariella .