Haikal Dan Ariella

Haikal Dan Ariella
perempuan kasar dan laki - laki lamban .


__ADS_3

Keluar dari bioskop , kini ke lima remaja itu melanjutkan bermain di tempat permaianan , dengan Haikal yang terus mengikuti ke empat remaja yang super aktif ia seperti seorang ayah yang mengantar ke empat anaknya .


" lo nggak mau main " tanya david dengan suara dingin pada Haikal .


" nggak " jawab Haikal .


" cobalah " kata david memberikan pistol mainannya .


" tidak " tolak Haikal .


" jika kamu datang bukan untuk bersenang - senang lalu kenapa datang , seharusnya tidak perlu kemari jika hanya mejadi penonton " kata david lalu melanjutkan bermainnya .


" kita cari makan gue udah laper " kata alex .


" sebentar lagi , baru jam segini " kata aldo .


" ayolah , disini kita sudah hampir tiga jam do " kata alex , benar saja saat Haikal melihat jam di tangannya ini sudah hampir tiga jam ia melihat mereka bermain , namun Ariella masih terlihat sangat bersemangat bermain bola basket .


" alex benar " sahut david berhenti bermain .


" riel gimana "


" lo yang traktir " kata Ariella yang masih melempar bolanya .


" ok lah " jawab alex .


" ayo brangkat " kata Aldo .


" kalo denger traktir aja lo langaung nomor satu " kata alex yang di jawab cengiran oleh aldo .


Sampai di tempat makan sederhana yang terletak di pinggir jalan kota , Ariella beserta temannya yang sudah duduk lesehan sambil memakan beberapa cemilan yang mereka ambil dari rak , berbeda dengan Haikal yang masih berdiri sambil melihat setiap sisi tempat makan yang hanya terbangun seperti tenda .


Apa benar mereka makan di tempat kayak gini terutama ariel dan david ...


" lo nggak duduk " kata aldo melihat Haikal yang masih berdiri sambil celinagak - celinguk , sedangkan yang di tanya tampak kaget .


" lo nggak pernah makan di tempat kayak gini " tanya alex kali ini yang di jawab gelengan kepala denga wajah polos Haikal .


" duduklah , biar kamu pernah makan di tempat kayak gini , rasanya tidak kalah enak dengan makanan di restoran berbintang " sahut Ariella sambil menepuk tempat kosong di sebelah kanannya , namun Haikal terlihat masih ragu untuk duduk .


" kenapa " tanya Ariella lagi , yang tidak di jawab oleh Haikal .


" baiklah jika kamu mau berdiri berdirilah terus " kata Ariella lagi barulahlah Haikal mencoba duduk lesehan seperti yang lainnya .


" kalian pesan apa " tanya alex .


" air mineral , gurame bakar , cumi , sambel terong " kata Ariella .


" teh manis ayam goreng , sama usus goreng , samablnya yang paling pedes " kata aldo .


" teh hangat ayam bakar , usus goreng , samablnya samain saja sama aldo " kali ini david yang memesan .


" lo " tanya alex pada Haikal , yang di tanya malah bingung .


" ak ..."


" lama banget sih lo " kesal Ariella yang tidak sabar menunggu Haikal memikirkan apa yang akan ia pesan , karena dia sudah sangat lapar , sedangkan david ia tidak berkomentar hanya gelengan kepala dia sangat mengenal Ariella .


" dia samakan saja sama gue " lanjut Ariella .


" oke " Kata alex yang langsung memesan makanannya "


Cukup lama akhirnya makanan yang mereka pesan tersaji juga di meja , langsung saja semua menyantap makanan masing - masing , berbeda dengan Haikal yang hanya melihat makanannya tanpa ingin memakannya .


" lo nggak makan " kata aldo membuat semua yang fokus dengan makannya menoleh tidak terkecuali Ariella .


" lo nggak pernah makan kayak gini " kata alex yang lagi - lagi di jawab anggukan Haikal .


" makanlah rasanya enak " kata Ariella .


" em ak .. " ucap Haikal yang lagi - lagi terhenti saat Ariella memasukan makanan kedalam mulutnya .


" kunyah dan telan jangan banyak bicara , jika tidak suka tidak perlu di makan biar aku yang makan " kata Ariella lalu melanjutkan makannya .


Sedangkan Haikal ia sedikit terkejut tapi kemudian ia mengunyah dan merasakan makanan yang di suapi Ariella .


Enak juga rasanya ... batin Haikal kemudian menelan makanannya , karena lapar juga ia mencoba memakan maknanya tapi kendalanya ia tidak bisa makan seperti yang lainnya setiap kali mau mengepal makanannya dengan jarinya selalu saja jatuh dan itu membuatnya kesal karena ia hanya bisa memakan sedikit , melihat itu aldo yang melihat itu lagi - lagi mempertanyakannya .


" lo kenapa lagi ! " tanya aldo


" lo nggak bisa makan pake tangan " kata alex , Ariella yang melihat itu hanya bisa menepuk jidatnya , sedangkan david kembali bergeleng .


" sini " kata Ariella yang langsung mengabil piring Haikal , lalu dengan pelan ia menyuapi Haikal seperti seorang emak - emak menyuapi anaknya , yang di suapin hanya bisa menerima dan menikmatinya . setelah satu suapan untuk Haikal lalu satu suapan untuk diri sendiri .


Yang lain hanya bisa makan sambil melihat keduanya .


" lo nggak pernah makan pake tangan " tanya aldo .

__ADS_1


" aku pakai tangan tapi berperantara sendok "


" ya juga sih meski pake sendok kita masih mengunakan tangan " ucap alex yang terlihat begonya .


" maksudnya nggak kayak gitu " kata aldo kesal .


" maksudnya pake jari langsung seperti ini " kata david kali ini .


" lo kebanyakan baca buku jadi bego " kata Ariella sambil menjejelkan satu suapan ke mulut Haikal .


" tau katanya iq di atas rata - rata " kata aldo .


" tapi dia nggak salah lo , dia pas makan pake sendok ia juga masih mengunakan tangannya " bela alex


" iya tapi maksud pertanyaan aku bukan seperti itu bego " kata aldo .


" pertanyaannya tadi kan , apa kamu tidak pernah makan pake tangan , ya dia nggak salah dong dengan jawabannya , mau lo makan pake sendok , mau pake sumpit semuanya masih mengunakan tangan " kata alex .


" apa pentingnya kalian mendebatkan itu " kata david melerai .


" sudahlah kalian sama benarnya " kata Ariella .


Setelah makan selesai mereka berlanjut ke tempat mereka biasa duduk dan bercanda , tidak jauh dari tempat makan , di sana sangat indah karena pemandangan kota bisa di lihat dari sana , selain itu mereka juga bisa melihat kendaraan berlalu lalang serta beberapa pejalan kaki yang berjalan di bawah mereka .


Duduk bersama melihat pemandangan di bawah mereka , mereka tampak menikmatinya sambil sesekali tertawa karena cendaan yang mereka buat , berbeda dengan satu mahluk yang duduk di samping Ariella yang hanya diam dan tidak mengerti dirinya sedang apa , yang ia tau ini adalah hal yang membuang - buang waktu demi hal yang tidak berguna .


Apa yang mereka lakukan dengan ini apa mereka tidak ada kegiatan lain yang lebih berguna ... batin Haikal .


Aldo , alex mereka tampak bermain - main bercanda untuk menjahili satu sama lain , malam ini begitu indah dengan angin yang berhembus segara .


" apa kamu menyukai tempatnya " tanya Ariella .


" tidak " jawab Haikal .


" sudah tentu karena kamu lebih suka melihat tinta hitam yang mengisi penuh lembaran putih , yang terkadang akan membuat mata terasa buram " kata Ariella .


" itu lebih berguna di banding dengan hal yang tidak berguna "


" hidupmu sangat membosankan " kata Ariella .


" dan hidupmu tidak ada hal yang berguna " jawab Haikal .


" kamu tau tuan haikal , bekas minuman yang biasa kamu buang di tempat sampah , kertas bekas yang kamu buang , atau hal yang sudah tidak berguna lainnya yang kamu buang , akan menjadi hal yang berguna di tangan orang yang tau cara menggunakannya " kata Ariella dengan senyum , setelah itu ia berdiri dan ikut serta bergabung dengan alex dan aldo , meninggalkan Haikal yang masih duduk terdiam , david yang dari tadi masih duduk meski berjarak agak jauh dari keduanya ia masih mendengar pembicaraan mereka dengan jelas , ia terlihat tersenyum samar sambil melihat pemandangan di depannya .


Dan malam semakin larut , pandangan kota sudah mulaimengelap , beberapa gedung dan rumah sudsh mualai mematikan lampunya , dan suhu semakin dingin namun kelima remaja itu masih duduk disana dengan Ariella yang sudah tertidur dengan bersandar di pundak alex .


" kita pulang " kata aldo .


" dia akan pulang bersamamu , gedong dia " kata alex sambil membenarkan posisi Ariella agar Haikal bisa mengangkatnya dengan mudah .


" cepat " kata alex untuk Haikal segera mengangkat tubuh Ariella , namun saat Haikal mencoba mengangkatnya .


" kenapa " tanya alex .


Kenapa dia berat sekali , pantas saja makannya sangat banyak ... batin Haikal .


Aku memerlukan bantuan miko ...


" Minggir biar aku saja " kata david yang tau bahwa Haikal tidak kuat mengangkat tubuh Ariella .


Setelah Haikal minggir , david melepas jaketnya dan memakainkannya pada Ariella , setelah itu mulai mengangankat Ariella dengan pelan agar gadis itu tidak terbangun dari tidurnya , Haikal hanya melihat pemandangan itu dengan diam .


" ayo " ajak david setelah Ariella berada di gendongannya .


Dia benar - benar kuat batin Haikal .


" kamu juga tidak kuat mengangkat dan mengendongnya " kata aldo .


" apa kamu tidak pernah berolah raga " kali ini Alex yang mengatakannya , tapi tidak di jawab oleh Haikal yang tampak terdiam dengan wajah datarnya , lalu pergi berjalan lebih dulu mengikuti david yang sudah berjalan lebih dulu .


Berjalan menurun david terlihat tidak keberatan dengan menggendong Ariella , ia terlihat biasa saja , hingga kini mereka sudah ada di bawah .


" di mana mobil mu " tanya david .


" itu " kata Haikal menunjuk mobil yang terparkir tak tak jauh dari mereka , segera david menuju mobil yang sudah ada miyako yang membuka pintu mobilnya .


" kenapa tidak pulang bersamamu vid " tanya aldo setelah david memasukan Ariella kedalam mobil .


" aku kawatir jika ia pulang bersamanya nanti ia tidak bisa menggendong Ariella ke kamar " sahud alex .


Apa dia sedang menghinaku ..


Miyako yang mendengar hanya tersenyum sekilas .


" di rumah ariel ada pelayan jadi dia tidak akan repot dengan mengendongnya lagian aku bawa motor " jawab david .


" tunggu , ariellakan tinggal di apartemen mana ada pelayan " jawab aldo .

__ADS_1


" dia sekarang tinggal di rumah bokapnya "


" oh " jawab aldo .


" aku pergi dulu " kata Haikal .


" hati - hati " kata aldo yang hanya di jawab anggukan oleh empunya .


Di perjalanan pulang , Ariella yang tidur sangat pulas tidak terganggu saat Miyako mengerem mobil mendadak , saat ada kucing yang menyeberang .


" hampir saja " kata miyako saat melihat kucing yang hampir ia tabrak .


" ada apa " tanya Haikal .


" ada kucing yang menyeberang tapi tidak papa tuan "


" berhati - hatilah " kata Haikal .


" sepertinya nona sangat lelah " kata miyako melihat Ariella yang masih tidur dengan tenang .


" hem " jawab Haikal melihat Ariella yang masih lelap dengan tidurnya .


kemudian miyako melanjutkan jalannya lagi .


Sampai di rumah , dan mobil berhenti tepat di depan rumah , Haikal ingin mencoba mengangkat tubuh Ariella tapi sayang ia tidak kuat mengangkatnya dan malah ia membuat Ariella terbangun karenanya .


" lo ngapain " tanya Ariella melihat Haika saat pertama kali membuka matanya , dan itu membuat Haikal terkejut di buatnya .


Ternyata ia benar - benar berat tapi kenapa dia bisa mengangkatnya dengan mudah ...


" turunlah lalu bergantian denganku " kata Ariella lalu haikal turun dari mobilnya di ikuti Ariella yang juga turun dari mobil sambil merenggangkan otot - ototnya yang terasa kaku , setelah itu ia berjalan bersama Haikal memasuki rumah , didalam rumah mereka tidak menemukan satupun sosok di sana kecuali beberapa pelayan yang masih bekerja .


" kemana semuanya " tanya Ariella .


" jika kamu datang setelah makan malam mereka pasti masih ada " jawab Haikal .


" benar juga ini sudah jam sebelah malam " ucap Ariella .


Sampai di depan kamar Ariella yang baru mau membuka pintu di buat terkejut saat Haikal menabraknya , ternyata kimi yang masih belum tidur dan berlari memeluk Haikal hingga Haikal terhuyung menyenggol Ariella .


" kak haikal dari mana saja sih kenapa baru pulang " kata Kimi .


" kami dari jalan - jalan " sahut Ariella .


Ih aku kan bertanya pada kak haikal kenapa dia malah yang menjawab ... batin kimi


Cih dasar bocah ... batin Ariella saat melihat kimi yang memasang wajah tidak suka dengannya .


" ayo aku sudah mengantuk " kata Ariella yang langsung menarik Haikal paksa , yang membuat kimi melepas pelukannya , setelah Haikal masuk Ariella langsung mengunci pintunya .


" bisakah kamu sedikit pelan " kata Haikal .


" tidak bisa " jawab Ariella .


" dasar perempuan kasar "


" dasar laki - laki lamban " kata Ariella membuat haikal melototkan matanya .


" jaga mata kamu aku tidak takut sama sekali awas lepas " kata Ariella yang langsung berlalu pergi .


Pagi hari Ariella yang tidak biasa bangun pagi harus terpaksa bangun dan bersiap untuk sekolah karena Haikal lah pelakunya , ia membangunkan Ariella dengan meminta bantuan pelayan untuk membawa Ariella langsung ke kamar mandi , jika tidak seperti itu mungkin Ariella tidak akan bangun hingga sekolah sudah di mulai .


" sialan " umpat Ariella sambil memasang dasi .


" bukankah aku sudah membelikan seragam buat kamu kenapa kamu memakai seragam itu " kata Haikal , bukan baju yang sudah di siapkan baju seragam model anak perempuan yang ia pakai melainkan baju seragam model anak laki - laki miliknya .


" apa kamu pikir aku akan memakainya , jika kamu mau kenapa kamu tidak memakainya sendiri " kata Ariella .


" itu seragam untuk perempuan "


" aku tau , tapi aku tidak ingin memakainya " jawab Ariella .


" hufff terserah kamu " jawab Haikal keluar lebih dulu .


" siapa dirimu berani sekali mengatur kehidupanku " gumama Ariella menyusul Haikal .


Di ruang makan semua mata melihat kearah Ariella , yang mengunakan seragam sekolah seperti yang di gunakan Haikal , bedanya jika Haikal terlihat lebih rapi , berbeda dengan Ariella yang terlihat tampak keren .


" kamu terlihat sangat kerena , bahkan lebih keren dari suamimu , kenapa kalian tidak bertukar posisi saja " kata herry .


" jika bisa di lakukan , tapi sayangnya suamiku lebih pantas jadi laki - laki " jawab Ariella .


" benar juga " jawab herry


" ariel sebaiknya lain kali kamu pakai baju perempuan pasti lebih cantik " sahut sari ayu .


" em lain kali aku akan mencobanya "

__ADS_1


" baiklah kita sarapan dulu " jawab sari ayu .


" iya oma " kata Ariel.


__ADS_2