
Sudah cukup lama mario dan ayu berada di rumah sakit dan begitu banyak hal yang di bicarakan mereka dengan kedua orang tua Ariella soal pernikahan haikal dan Ariella serta bisnis mereka yang berjalan , dan kini keduanya tengah berpamitan akan pulang .
" nak cepat sehat ya , kami pulang dulu " kata ayu .
" i iya , nenek sama kakek hati - hati di jalan dan terima kasih sudah datang kesini " ucap Ariel dengan senyum manis .
Dia bisa juga bersikap seperti itu ...batin Haikal .
" iya nak , " ucap mario sambil mengelus puncak kepala Ariella .
" kamu manis sekali " ucap ayu , melihat itu Haikal hanya bisa memutar bola matanya dengan malas .
" tuan jacksen dan nyonya wardah kami permisi pulang dulu " pamit mario .
" eh i iya , terima kasih sudah meluangkan waktunya kemari " ucap wardah .
" sama - sama "
" saya akan mengantar anda sampai depan " kata jacksen .
" tidak perlu biar saya saja " kata haikal .
" em baiklah " jawab jacksen .
" ya sudah saya pulang dulu , nak ariel cepat sembuh " pamit mario .
Disisih lain , di ruang makan , gabriel yang sedang duduk menikmati makan malamnya , dengan david yang tampak mengaduk aduk makanannya .
" om besok .." panggil david .
" kamu sekolah , kamu sudah janji kan " ucap gabriel yang sudah tau apa yang ingin di katakan david .
" huff i iya "
" tadi papa kamu telfon , apa kamu tidak mengangkat panggilan darinya "
" tidak "
" kamu sengaja "
" tadi aku berada di taman bersama ariel dan aku lupa membawa ponsel ku "
" lalu kamu tidak menelponnya balik "
" tidak , emang papa bicara apa "
" minggu depan kamu harus pulang , aku akan mengantar mu , hanya dua hari "
" ha , ngapain "
" kakak kamu bertunangan "
" kaka akan bertunangan , berarti akan menikah "
" menurut mu "
" terus om kapan "
" jika ingin tetap tinggal di sini jaga sikapmu "
" haha ok " jawab david .
Setelah mengantar opa dan omanya , Haikal dengan terpaksa kembali ke kamar rawat , malam ini ia akan menginap seperti yang sudah di perintahkan oelh kakek dan neneknya .
" lo ngapain balik kesini nggak pulang lo " tanya Ariella saat Haikal baru saja masuk .
" haikal akan menginap di sini " jawab jacksen .
" ha ! ngapain " kaget Ariella .
" jaga kamu "
" ih .. ogah mending gue di sini sendirian dari pada sama dia " ucap Ariella .
" ariel jangan begitu " ucap wardah .
" cih .."
" oh iya mom mau pergi dulu , besok mom kesini lagi " ucap wardah membuat jacksen langsung melihat kearahnya .
" aku harus keluar kota malam ini juga , ada pekerjaan yang tidak bisa di undur , besok mom janji akan kesini , oh iya paman haz .." jelas wardah terpotong .
" sudah pergilah " sahut Ariella .
" ma makasih sayang , kamu cepat sembuh ya , mom pergi dulu " pamit wardah , mencium kening Ariella .
" aku pergi dulu " pamitnya kali ini pada jacksen .
" hemm "
" nak haikal titip ariel ya , dia memang begitu tapi sebenarnya anaknya baik kok " kata wardah .
" hati - hati di jalan "
" ya terima kasih " jawab wardah yang langsung berlalu pergi di ikuti asistennya , terlihat jacksen hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan berat melihat mantan istrinya yang pergi begitu saja , sedangkan Ariella terlihat tidak perduli sama sekali .
" nak kamu istrirahat saja di .." ucap jacksen terpotong .
" anda istriahat saja di sana tua " jawab haikal sambil menunjuk kamar tidur untuk penjaga pasien .
" kamu sendiri "
" saya bisa tidur di sofa itu tuan " jawab Haikal .
" yasudah saya akan istirahat , dan kamu ariel kamu sudah waktunya istirahat " ucap jacksen yang langsung menurunkan kasur agar putrinya bisa berbaring dengan nyaman.
" selamat tidur mimpi indah " ucap Jacksen setelah mencium kening sang putri , jacksen langsung menuju sofa .
" kamu juga beristirahatlah "
__ADS_1
" iya " jawab Haikal , kemudian duduk di kursi dekat Ariella , terpaksa malam ini ia harus tidur dengan posisi duduk .
Pagi hari mendadak jacksen medapat kabar soal proyeknya yang mengalami masalah , dan pagi ini ia harus berangkat keluar kota mengeceknya .
" haikal , maaf aku titip ariel " ucap jacksen yang tampak terburu - buru dengan baju kerjanya .
" tidak papa "
" saya harus cepat berangkat , nitip ariel "
" ya semoga pekerjaan anda lancar "
" terima kasih saya berangkat dulu "
" oh tuan muda nanti siang nona akan pulang , dan akan di jemput kepala pelayan dan beberapa orang , " jelas gabriel .
" pulang "
" ya nona sudah bosan berada di sini , dan meminta untuk di rawat jalan di rumah "
" oh "
" saya juga sudah menjelaskan keberadaan anda pada pak nadim "
" terima kasih "
" sama - sama seharusnya kami yang berterima kasih sudah merepotkan anda soal nona muda , kalo begitu saya permisi "
" iya " jawab Haikal .
Pagi ini david pergi ke sekolah dengan langkah malas , ingin rasanya ia membolos tapi sang paman tidak mengizinkannya , memohon pun tidak ada guna , dan kini ia sudah berada di sekolah berjalan menuju kelasnya .
" punya paman pelit banget sih , giliran ariella yang membolos saja ia tidak sekejam ini "
" mana sekarang ulangan sejarah lagi " ucap david sambil berjalan menuju kelasnya .
" vid lo kenapa " tanya alex saat berpapasan dengan david .
" males gue masuk sekolah "
" ya elah sama dong " jawab alex .
" terus gimana keadaan Ariella "
" entahlah " jawab david .
Tidak lama setelah kepergian jacksen dan gabriel , Ariella terbangun dari tidurnya dengan tenggorokan yang terasa kering .
" minum " gumamnya dengan suara serak dann mata yang masih mengerjap - ngerjap .
" kamu sudah bangun " suara pertama yang di dengar Ariella membuatnya langsung membuka matanya lebar - lebar .
" kemana deddy " ucap Ariella tidak senang saat melihat Haikal , orang pertama yang ia lihat saat bangun pagi ini membuat paginya terasa buruk , bahkan rasa haus hilang begitu saja .
" beliau keluar kota dan berangkat pagi tadi dan mungkin besok beliau akan pulang jika masalah proyek sudah selesai " jelas Haikal , terlihat raut wajah kecewa dari Ariella yang tampak jelas .
" setelah ini perawat akan datang membantu mu bersih diri dan berganti baju , setelah itu dokter akan datang memeriksa keadaan mu "
" gue gak nanya itu "
" setelah sarapan pagi kita akan pulang , tuan gabriel sudah mengurusnya "
" lo budek ya "
Bukannya menjawab Haikal malah mengabaikan Ariella , ia menaikan sedikit kasur agar posisi Ariella menjadi terduduk . cekli ... suara pintu terbuka , terlihat tiga orang perawat perempuan yang baru masuk .
" selamat pagi tu ..." ucap perawat itu terhenti saat melihat Haikal .
" cepat lakukan pekerjaanmu "
" oh eh i iya tuan " ucap perawat gugup .
" itu baju gantinya " ucap Haikal sambil menunjuk paper bang yang terletak di atas meja depan sofa , kemudian ia keluar .
" i iya tuan " .
Di luar haikal yang merasa lelah dan ngantuk karena semalam tidak bisa tidur dengan nyaman , haikal duduk di bangku dengan wajah kusut .
" tuan " sapa miyako yang baru datang .
" hem "
" maaf baru datang , ini sarapan untuk tuan serta bubur untuk nona muda dan baju ganti " kata miyako .
" ya "
Sedikit lama , akhirnya para perawat itu selesai membantu Ariella bersih diri dan berganti baju , Ariella juga sudah tampak segar dengan baju ganti berupa kemeja dan celana pendek di atas lutut serta rambut yang tertata rapi .
" tuan nona su .."
" kalian bisa pergi " jawab Haikal .
" baiklah , kami permisi " pamit pelayan yang di abaikan Haikal yang langsung masuk kedalam .
" tampan sih tapi dingin banget " gumam perawat yang di dengar miyako yang masih berdiri di luar .
" serem .. "
" ehem " dehem miyako yang membuat empat perawat itu langsung terdiam dan menoleh kearahnya .
" eh tuan , apa ada yang bisa saya bantu "
" pergilah " usir miyako .
Di dalam , setelah meletakkan paper bang berisi makanan di atas nakas dekat Ariella , Haikal langsung menuju kamar mandi , setelah beberapa menit lamanya Haikal keluar dengan baju yang sudah berganti , ia langsung duduk di kursi dekat Ariella , membuka paper bag yang tadi ia letakkan di atas nakas .
" gue bosan di sini gue mau keluar "
" setelah sarapan dan setelah dokter memeriksa mu " jawab Haikal , menata sarapan di atas nakas .
__ADS_1
" lo tidak sekolah "
" online "
" oh " jawab Ariella .
" makan lah " ucap Haikal sambil menyodorkan satu sendok bubur hangat di depan mulut Ariella .
" aku tidak suka bubur "
" cobalah "
" tidak mau "
" bukalah mulut mu " ucap Haikal .
" ap ..." belum selesai Ariella menjawab Haikal langsung memasukan satu sendok bubur kedalam mulut Ariella , setelah itu ia memakan makananya sendiri .
R**asanya tidak buruk ... batin Ariella saat merasakan bubur yang ia makan .
" buka mulut mu " kata Haikal lagi , kali ini sangat mudah karena Ariella tidak menolak .
" kamu membeli di mana bubur ini " tanya Ariella .
" ini buatan oma " jawab Haikal sambil memakan makananya .
" ini pertama kalinya gue makan bubur " ucap Ariella , membuat Haikal mengerutkan dahinya .
" dan ini rasanya sangat lezat , apa lo memakannya setiap lo sakit "
" tentu oma yang akan memasaknya untukku " jawab Haikal
" bukalah mulut mu lagi "
Dengan sepenuh hati Ariella menerima suapan Haikal , ia terlihat sangat lahap memakan bubur .
" lalu saat kamu sakit apa yang kamu makan "
" sup jamur , sup ayam , sup daging , sup ..." jawab Ariella terhenti , terlihat wajahnya yang murung entah apa yang membuat wajahnya seperti itu .
" hanya saja kemarin gue memakan sup yang tidak terlalu enak seperti sup buatan bu galuh " ucap Ariella lagi .
Dia terlihat sangat manis saat menjadi penurut ....
Di tempat lain , di rumah sederhana yang tampak ramai dengan tamu yang melayat , sudah sejak pagi rumah itu tidak hentinya di datangi para tamu .
Terlihat juga galuh yang duduk di samping Hatianto sang suami , menemaninya menemui para tamu , sedangkan marina membantu para ibu - ibu yang lain mempersiapkan tahlilan untuk nanti malam .
Setelah sarapan dan setelah dokter datang untuk memeriksa keadaan Ariella , seperti yang sudah di katakan gabriel tadi pagi , nadim seorang kepala pelayan di rumah besar jacksen sudah berada di rumah sakit menjemput Ariella .
" selamat siang nona muda dan tuan muda "
" siang " jawab Haikal .
" kenapa pak nadim , lalu kemana bu galuh kak mar "
" mereka masih belum kembali nona , kabarnya ibu pak harianto meninggal "
" meninggal ! " kaget Ariella
" iya , tuan besar sudah mengirimkan seseorang untuk kesana , berbela sungkawa dan untuk nona bisa datang kalo sudah pulih " jelas nadim .
" aku ingin menelfon mereka " ucap Ariella .
" baiklah nona " jawab pak nadim yang langsung mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi marina .
sedangkan diseberang sana , marina yang meninggalkan ponselnya di dalam kamar setelah mendapat telfon dari gabriel tadi , sudah tidak sempat lagi ia membuka ponselnya .
" nona sepertinya tidak bisa di hubungi , nanti lagi akan saya coba "
" b baiklah " jawab Ariella .
Seorang lelaki berwajah tampan yang tampak khawatir , tengah berjalan dengan koper kecil yang berisi oleh - oleh , baru saja sampai di bandara .
Dreet .. dreet .. " halo "
" halo , kamu sudah sampai "
" baru saja "
" aku sudah menyuruh orang untuk menjemput mu "
" di mana keponakan ku di rawat "
" sepertinya sekarang dia sudah ada di rumah jacksen "
" baiklah aku akan langsung kesana "
" tung ..." tuttttt ...
Sampai di rumah besar milk jacksen , Kini Ariella sudah berada di kamar miliknya dan sudah berbaring di kasusnya .
" ngapain lo masih di sini "
" ..."
" mending lo pulang " ucap Ariella .
" kalian boleh keluar , dan kamu miyako boleh pulang "
" baik tuan "
" eh lo lo juga pulang " kata Ariella yang masih tidak di perdulikan Haikal .
Setelah nadim dan miyako keluar , haikal langsung merebahkan dirinya di kasur samping Ariella .
" ngapain lo tidur di sini mending lo pulang dan tidur di rumah lo sendiri "
" diam lah aku mau beristirahat " ucap Haikal memejamkan matanya , ini adalah hal ternikamat saat ini setelah semalaman ia terjaga dari tidurnya , baru siang ini ia bisa merebahkan dirinya di kasur dengan posisi yang enak .
__ADS_1