
Setelah Jacksen dan Wardah serta Miyako keluar meninggalkan dua insan beda kepribadian itu di dalam ruangan , yang hanya meninggalkan kesunyian dan hawa panas yang membuat suasana menjadi sangat suram karena mimik wajah Ariella yang terkesan tidak bersahabat .
" mau apa lo kesini , mau nyari masalah lo "
" ...."
" melihat muka lo bukannya sembuh malah makin para "
"percuma gue di bokap gue bayar pengobatan mahal kalo masih sakit " ucap Ariella .
" gimana keadaan kamu " tanya Haikal yang mencoba sabar .
" lo lihat sendiri lo kagak punya mata " jawab Ariella .
" hufff .. bisakah kamu sedikit kalem aku suami mu "
" suami - suami mulu yang lo bahas kagak ada yang lain , lo terobsesi banget jadi laki gue "
" dengar ya gue sudah pernah bilang kalo gue tidak pernah meng..." ucap Ariella terpotong .
" mau sampai kapanpun kamu menolak tapi di mata tuhan kamu adalah istri ku "
" jangan bawa - bawa tuhan lo sok alim banget ibadah aja lo kagak pernah " ucap Ariella , yang membuat Haikal hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan , setelah itu tidak ada percakapan hanya keheningan yang ada .
" kenapa kamu menginginkan pernikahan ini " alih - alih menolaknya sebagaimana dirinya Haikal malah terkesan menginginkannya yang membuat Ariella penasaran dengan sikap Haikal .
" karena aku seorang penerus satu - satunya , untuk menjadi seorang penerus aku harus memiliki istri dan keturunan sebagai penerusku kelak "
" seharusnya kamu menikah dengan wanita yang lo suka bukan mempertahankan pernikahan tanpa perasaan bangsat "
" aku tidak butuh perasaan dalam hal ini yang aku butuhkan hanya komitmen " jawab Haikal yang membuat Ariella tidak habis pikir .
" adanya komitmen itu dengan adanya cinta bloon " kata Ariella .
" lo sekolah di mana sih kok kagak pinter " lanjut Ariella.
" yang penting komitmen , dengan adanya komitmen aku bisa mejadi pewaris , cinta tidak penting " jelas Haikal , membuat Ariella mengerutkan alisnya hingga bertabrakan .
" hah ... kau memang gila , dan rasanya aku ingin memukulmu " ucap Ariella dengan tangan mengepal .
" kau sedang sakit "
" jika mautau aku bisa mematahkan rahang lo hanya dengan satu tangan "
" cepat sembuh "
" sialan .!!! "
Di luar wardah dan jacksen yang memilih duduk di bangku depan ruangan Ariella , dengan perasaan tak tega karena sudah meninggalkan kedua remaja yang entah sekarang sedang apa .
" apa tidak apa kita tinggalkan mereka " ucap wardah dengan terus menatap pintu ruangan dimana putrinya di rawat .
" sepertinya tidak akan terjadi sesuatu " jawab jacksen .
" aku hanya khawatir mengingat tadi ariel menjambak rambutnya " ucap wardah .
" hufff ... tadi haikal sudah menggeser duduknya tangan ariel tidak bisa menjangkaunya kali ini "
" dia anak siapa sih "
" entahlah " jawab Jacksen yang membuat miyako yang berada di sana hanya bisa bergeleng pelan .
" apa kamu benar akan menyetujui pernikahan ini " ucap wardah kemudian .
" entahlah sepertinya ariel tidak menginginkannya "
" tapi sepertinya tuan muda haikal anak yang baik "
" aku tau "
" kita lihat saja nanti , jika dia baik untuk ariel maka tuhan akan menyatukan mereka , tapi jika ternyata dia tidak baik untuk ariella tuhan jugalah yanga akan memisahkan keduanya " lanjut jacksen
" hemm , tapi aku kasian pada tuan muda haikal ... kamu tau sendiri bagaimana putrimu "
" bukankah itu juga putri mu "
" hufff ..aku tau " jawab wardah .
Malam dengan awan mendung menutupi indahnya rembulan , gerimis turun bersamaan kabar duka , tangisan dan kehilangan terdengar jelas bersama gemuruh air gerimis .
Marina memeluk sang ayah dengan air mata yang tidak terbendung lagi , kini semua tinggal kenangan yang masih tersimpan di hati dan pikiran .
" sudah pak , sudah ikhlaskan saja mungkin ini sudah waktunya ,sekarang ibu sudah tidak merasa sakit lagi " ucap galuh pada sang suami harianto , seorang lelaki yang rela berpisah dari anak istrinya demi tinggal di desa merawat sang ibu yang sakit .
" mar sudah jangan nagis lagi nak "
" pak hari , bu galuh kita harus segera menyemayamkan jenazah , tidak baik jika di tunda , di makam sudah di pasang tenda , untuk mengangkut jenazah kita gunakan mobil ambulan desa "
" iya pak " kata galuh
" mas ayo mas " ajak galuh .
" i iya buk " kata harianto .
Haikal pamit pulang setelah satu jam duduk di sana dan hanya ada perdebatan dengan Ariella gadis bar - bar yang sudah menjadi istrinya .
" tuan jacksen saya pamit pulang "
" baguslah jadi nggak bikin gue enek "
" ariel "
" cepat sembuh ya istriku " kata Haikal yang membuat Ariella melotot ingin rasanya ia memukul wajah datar dan dingin milik Haikal sampai babak belur .
Apa ini sifat tersembunyi tuan muda ... batin miyako ...
" lo berani ngomong gitu lagi gue pat..."
" ariel " panggil wardah membuat Ariella hanya bisa mendengus , melihat itu Haikal hanya memberi senyum miring pada Ariella , yang membuat empunya tersulut emosi yang tertahan .
" saya pamit pulang nyonya wardah "
" iya nak haikal hati - hati , jangan panggil nyonya panggil saja mom " kata wardah .
" oh em ba .."
" ngak usah sok akrab , bagusan juga panggil nyonya " sahut Ariella memotong ucapan Haikal .
__ADS_1
" ariel " tegur wardah .
" sudah jangan dengarkan ariel , kamu cepat pulang besok masih sekolah "
" em baiklah "
" hati - hati di jalan "
" ya " jawab Haikal .
Setelah bersalaman dengan jacksen dan wardah , haikal langsung keluar di ikuti miyako .
" ariel siapa yang ngajarin kamu kayak gitu " ucap wardah
" nggak ada "
" kamu tau dia it .."
" sudahlah mom lebih baik pulang dan beristirahat " potong Ariella .
" seharusnya bu galuh yang ada di sini " gumamnya lagi yang masih terdengar oleh wardah .
Kenapa bu galuh belum datang juga ... batin Ariella .
" benar juga lebih baik kamu pulang dan beristirahat , biar aku yang disini malam ini " kata jacksen .
" baiklah mom pulang dulu , cepat sehat ya sayang besok mom kesini lagi " kata wardah dengan suara kecewa .
" ...." bukan menjawab Ariella malah memejamkan matanya tidak perduli dengan wardah yang tampak pergi dengan wajah kecewanya .
Setelah melihat mantan istrinya keluar , dengan lembut jacksen mengelus puncak kepala putrinya .
Kamu harus tau kami sangat menyayangi mu nak batinya sambil menyelimuti sang putri .
" semoga mimpi indah " ucap jacksen dengan mencium lembut puncak kepa putrinya , dan akan berlalu pergi namun langkahnya terhenti saat putrinya menahannya .
" ded "
" kenapa "
" bagaimana dengan bu galuh sama kak mar "
" nanti biar om gabriel mencoba menghubungi mereka lagi " ucap jacksen .
" sekarang kamu tidurlah " kata jacksen lagi .
Pagi hari Ariella terbangun karena sinar mentari yang masuk lewat celah - celah gorden , membuat matanya terasa sialu .
" kak mar lima menit lagi " gumam Ariella .
" ariel " panggil jacksen dengan senyum
" kak mar aku ngantuk "
" ariel " panggil jacksen lagi membuat Ariella membuka matanya .
" ded " panggilnya saat melihat siapa yang di depannya
" perawat dan pelayan akan membantu kamu membersihkan diri , setelah itu ded suapin sarapan "
" hemm "
" aku tidak suka bubu "
" ini bukan bubur "
" aku tidak mau pasti itu rasanya hambar "
" ini sup jamur " kata Jacksen , yang membuat Ariella membuka mulutnya .
" gimana "
" hemm " jawab Ariella sambil mengunyah .
" apa yang kamu dan tuan muda haikal bicarakan tadi malam " tanya jacksen di tengah menyuapi Ariella , ia sangat penasaran dengan apa yang di bicarakan putri semata wayangnya dengan menantunya.
*Di benar - benar sudah gila , ia hanya ingin menjadikanku seorang istri hanya untuk formalitas , sial memang dia pikir gue apaan ..
gue harus menjalankan rencana yang sudah gue susun untuk membuat Haikal jatuh cinta sama Winda dan si rambut pirang itu apapun caranya , gue bakal bikin salah satu dari mereka menjadi pendamping Haikal* .
" kenapa sayang " tanya jacksen membangunkan Ariella dari bengongnya .
" tidak ada yang penting "
" oh , dia anak yang baik ded harap kamu berlaku baik padanya "
" lebih baik lagi kalo dia nggak datang kesini " kata Ariella membuat Jacksen tersenyum .
Hari ini david tidak masuk sekolah dan memilih pergi kerumah sakit menemui Ariella , tentunya dengan izin gabriel sang paman meski ia harus merengek meminta izin , dan sekarang ia tengah berjalan di lorong rumah sakit bersama pamannya sambil membawa paper bang berisi baju kantor untuk jacksen .
" ini pertama dan terakhir kali " ucap Gabriel saat sudah berada di depan kamar rawat .
" iya " jawab david .
kemudian keduanya masuk kedalam kamar dan melihat jacksen yang baru saja menyuapi putrinya .
" selamat pagi tuan dan nona muda " sapa gabriel .
" pagi , apa jadual ku pa..."
" lo nggak masuk sekolah " sahut Ariella membuat Jacksen menoleh dan mendapati david yang berdiri si sana .
" loh david kamu nggak masuk sekolah "
" en enggak "
" kamu membolos " tanya jacksen yag hanya di jawab angguka oleh david serta cengiran .
" kamu ini , kalian sudah sarapan " tanya jacksen .
" sudah " jawab gabriel dan david bersamaan .
" apa jadual ku pagi ini "
" pagi ini ada pertemuan dengan kolega dari inggris , siangnya ada meeting , sorenya kosong " jawab gabriella .
" baiklah "
__ADS_1
kelas yang terasa tenang dan tentram , entah kenapa terasa ada yang kurang dari kelas jika tidak ada si biang kerok yang suka mengundang kegaduhan .
" ariel sakit apasih " ucap dea
" napa lo kangen "
" nggak sih cuma sepi aja " jawab dea .
Begitupun yang dirasakan bu tatik .
" si ariel kemana pak dimas " tanya bu tatik .
" izin sakit bu " jawab pak dimas .
" kenapa bu kangen sama muridnya " tanya pak Hadi .
" sepi pak "
" iya juga ya " jawab pak hadi sambil melihat kearah lapangan .
" sakit apa si ariel " sahut pak rangga .
" entahlah kemarin pamanya menelfon saya meminta izin untuk ariel tapi nggak bilang sakit apa " jawab pak dimas .
" oh laki - laki ganteng itu kan " kata bu tatik , mengingat seorang lelaki yang sering datang ke sekolah karena ulah Ariella .
" kalo orang ganteng tau aja " jawab guru bahasa inggris .
" hehe .."
Setelah jacksen berpamitan untuk bekerja , kini ariella di bantu david berjalan - jalan di sekitar rumah sakit .
" hais membosankan sekali " ucap Ariella .
" bagaimana kalo ke taman " ucap david sambil mendorong kursi roda Ariella .
" emang di taman ada apanya "
" apa kamu nggak pernah ke taman , sudah tentu ada tanaman hias bukan pegunungan atau pantai " jawab david .
" yaelah kalo gitu gue juga tau " kata Ariel .
" la terus lo ngapain nanya " kesal david .
" sudahlah lo buat gue pusing mending bawa gue kesana "
" yang bikin pusing siapa yang di salahin siapa " gumam davis sambil mendorong kursi roda Ariella .
Jam istirahat seperti biasa Haikal menuju perpus untuk membaca , hanya saja hari ini terasa tidak seperti hari - hari biasa , karena keberadaan emina gadis pindahan berambut pirang yang berjalan di sampingnya , yang membuat Haikal merasa tidak nyaman .
Begitupun yang di rasakan winda , yang juga merasa terganggu dengan adanya emina , ia merasa tidak senang karena gadis itu selalu saja mengikuti Haikal .
" kak haikal nggak ke kantin dulu "
" nggak "
" kakak nggak lapar "
" nggak "
" kita mampir ke mini market "
" nggak "
" kakak nggak bosan apa ke perpus terus , kita ke taman aja yuk ngadem " kata emina sambil menarik tangan Haikal yang langsung di tepis .
" jangan sentuh gue " ucap Haikal yang langsung melangkah pergi meninggalkan emina .
" eh kak "
" kamu denger sendiri kan " sahut winda yang langsung mengikuti Haukal .
" sialan ...!!! "ucap emina dengan kesal .
Di taman dengan tanaman hias yang di tata rapi , terlihat pemandangan yang indah dengan udara yang terasa sejuk , Ariel yang duduk di kursi roda di temani david yang duduk di bangku taman sambil bermain game .
" banyak sekali orang sakit datang kemari " ucap Ariella saat melihat beberapa pasien yang berada disana .
" namanya taman rumah sakit kalo taman kota yang datang sudah tentu para pemuda pemudi di mabuk cinta "
" sialan lo " kesal Ariella .
" taman ini di bangun untuk mereka yang sakit , agar terhibur dan melupakan rasa sakit atau penyakit mereka saat berada di sini " sahut seseorang membuat Ariel dan david menoleh , seorang perempuan dengan jas has dokter yang tampak berdiri tidak jauh dari keduanya .
" melupakan rasa sakit " ucap Ariella
" ya , lihatlah mereka mereka tampak tersenyum dan menikmati suasana indah di sini wajahnya tampak sedikit fresh " kata dokter itu benar adanya semua pasien yang berada di sana tampak tersenyum dam menikmati indahnya taman dengan baju pasien dan infus yang melekat di tangannya .
" dan lihatlah anak kecil yang berada di sana " ucap perawat yang membuat Ariella dan david beralih menoleh kearah tempat yang di tunjukan oleh perawat tersebut .
Seorang anak kecil sekitar lima sampai enam tahun usianya , yang duduk di kursi roda lengkap dengan invus yang ada di tangannya , ia terlihat tengah tertawa bersama kedua orang tuanya yang tengah menghibur anaknya .
" dia bernama jehan , usianya baru menginjak lima tahun , dia sering dirawat di sini karena penyakit yang di deritanya , bahkan ia bisa menghabiskan waktunya di sini hingga beberapa bulan lamanya " jelas dokter tersebut .
" apa penyakitnya " tanya david .
" kanker "
" kanker "
" ya , stadium dua , nona muda dan tuan tau kenapa ia masih bertahan sampai sekarang "
" apa "
" karena ia selalu menerima semuanya dengan lapang dada , menghilangkan rasa sakit dengan tawa "
" itulah sebabnya ia masih bertahan sampai sekarang "
" apa kamu dokter yang menanganinya " tanya david .
" em i iya , maaf perkenalkan nama saya mariam " ucap dokter tersebut .
" anda ! kalo tidak salah pasien yang menepati ruang vip di lantai atas " tebak dokter mariam .
" ya " jawab Ariella .
Dia memilki kedua orang tua yang selalu bersamanya , dengan penuh cinta , tapi tuhan malah memberinya sakit yang entah akan sampai kapan ia bisa bertahan ....
__ADS_1