Haikal Dan Ariella

Haikal Dan Ariella
kedatangan Haikal


__ADS_3

Setelah Jacksen dan Wardah serta Miyako keluar meninggalkan dua insan beda kepribadian itu di dalam ruangan , yang hanya meninggalkan kesunyian dan hawa panas yang membuat suasana menjadi sangat suram karena mimik wajah Ariella yang terkesan tidak bersahabat .


" mau apa lo kesini , mau nyari masalah lo "


" ...."


" melihat muka lo bukannya sembuh malah makin para "


"percuma gue di bokap gue bayar pengobatan mahal kalo masih sakit " ucap Ariella .


" gimana keadaan kamu " tanya Haikal yang mencoba sabar .


" lo lihat sendiri lo kagak punya mata " jawab Ariella .


" hufff .. bisakah kamu sedikit kalem aku suami mu "


" suami - suami mulu yang lo bahas kagak ada yang lain , lo terobsesi banget jadi laki gue "


" dengar ya gue sudah pernah bilang kalo gue tidak pernah meng..." ucap Ariella terpotong .


" mau sampai kapanpun kamu menolak tapi di mata tuhan kamu adalah istri ku "


" jangan bawa - bawa tuhan lo sok alim banget ibadah aja lo kagak pernah " ucap Ariella , yang membuat Haikal hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan , setelah itu tidak ada percakapan hanya keheningan yang ada .


" kenapa kamu menginginkan pernikahan ini " alih - alih menolaknya sebagaimana dirinya Haikal malah terkesan menginginkannya yang membuat Ariella penasaran dengan sikap Haikal .


" karena aku seorang penerus satu - satunya , untuk menjadi seorang penerus aku harus memiliki istri dan keturunan sebagai penerusku kelak "


" seharusnya kamu menikah dengan wanita yang lo suka bukan mempertahankan pernikahan tanpa perasaan bangsat "


" aku tidak butuh perasaan dalam hal ini yang aku butuhkan hanya komitmen " jawab Haikal yang membuat Ariella tidak habis pikir .


" adanya komitmen itu dengan adanya cinta bloon " kata Ariella .


" lo sekolah di mana sih kok kagak pinter " lanjut Ariella.


" yang penting komitmen , dengan adanya komitmen aku bisa mejadi pewaris , cinta tidak penting " jelas Haikal , membuat Ariella mengerutkan alisnya hingga bertabrakan .


" hah ... kau memang gila , dan rasanya aku ingin memukulmu " ucap Ariella dengan tangan mengepal .


" kau sedang sakit "


" jika mautau aku bisa mematahkan rahang lo hanya dengan satu tangan "


" cepat sembuh "


" sialan .!!! "


Di luar wardah dan jacksen yang memilih duduk di bangku depan ruangan Ariella , dengan perasaan tak tega karena sudah meninggalkan kedua remaja yang entah sekarang sedang apa .


" apa tidak apa kita tinggalkan mereka " ucap wardah dengan terus menatap pintu ruangan dimana putrinya di rawat .


" sepertinya tidak akan terjadi sesuatu " jawab jacksen .


" aku hanya khawatir mengingat tadi ariel menjambak rambutnya " ucap wardah .


" hufff ... tadi haikal sudah menggeser duduknya tangan ariel tidak bisa menjangkaunya kali ini "


" dia anak siapa sih "


" entahlah " jawab Jacksen yang membuat miyako yang berada di sana hanya bisa bergeleng pelan .


" apa kamu benar akan menyetujui pernikahan ini " ucap wardah kemudian .


" entahlah sepertinya ariel tidak menginginkannya "


" tapi sepertinya tuan muda haikal anak yang baik "


" aku tau "


" kita lihat saja nanti , jika dia baik untuk ariel maka tuhan akan menyatukan mereka , tapi jika ternyata dia tidak baik untuk ariella tuhan jugalah yanga akan memisahkan keduanya " lanjut jacksen


" hemm , tapi aku kasian pada tuan muda haikal ... kamu tau sendiri bagaimana putrimu "


" bukankah itu juga putri mu "


" hufff ..aku tau " jawab wardah .


Malam dengan awan mendung menutupi indahnya rembulan , gerimis turun bersamaan kabar duka , tangisan dan kehilangan terdengar jelas bersama gemuruh air gerimis .


Marina memeluk sang ayah dengan air mata yang tidak terbendung lagi , kini semua tinggal kenangan yang masih tersimpan di hati dan pikiran .


" sudah pak , sudah ikhlaskan saja mungkin ini sudah waktunya ,sekarang ibu sudah tidak merasa sakit lagi " ucap galuh pada sang suami harianto , seorang lelaki yang rela berpisah dari anak istrinya demi tinggal di desa merawat sang ibu yang sakit .


" mar sudah jangan nagis lagi nak "


" pak hari , bu galuh kita harus segera menyemayamkan jenazah , tidak baik jika di tunda , di makam sudah di pasang tenda , untuk mengangkut jenazah kita gunakan mobil ambulan desa "


" iya pak " kata galuh


" mas ayo mas " ajak galuh .


" i iya buk " kata harianto .


Haikal pamit pulang setelah satu jam duduk di sana dan hanya ada perdebatan dengan Ariella gadis bar - bar yang sudah menjadi istrinya .


" tuan jacksen saya pamit pulang "


" baguslah jadi nggak bikin gue enek "


" ariel "


" cepat sembuh ya istriku " kata Haikal yang membuat Ariella melotot ingin rasanya ia memukul wajah datar dan dingin milik Haikal sampai babak belur .


Apa ini sifat tersembunyi tuan muda ... batin miyako ...


" lo berani ngomong gitu lagi gue pat..."


" ariel " panggil wardah membuat Ariella hanya bisa mendengus , melihat itu Haikal hanya memberi senyum miring pada Ariella , yang membuat empunya tersulut emosi yang tertahan .


" saya pamit pulang nyonya wardah "


" iya nak haikal hati - hati , jangan panggil nyonya panggil saja mom " kata wardah .


" oh em ba .."


" ngak usah sok akrab , bagusan juga panggil nyonya " sahut Ariella memotong ucapan Haikal .

__ADS_1


" ariel " tegur wardah .


" sudah jangan dengarkan ariel , kamu cepat pulang besok masih sekolah "


" em baiklah "


" hati - hati di jalan "


" ya " jawab Haikal .


Setelah bersalaman dengan jacksen dan wardah , haikal langsung keluar di ikuti miyako .


" ariel siapa yang ngajarin kamu kayak gitu " ucap wardah


" nggak ada "


" kamu tau dia it .."


" sudahlah mom lebih baik pulang dan beristirahat " potong Ariella .


" seharusnya bu galuh yang ada di sini " gumamnya lagi yang masih terdengar oleh wardah .


Kenapa bu galuh belum datang juga ... batin Ariella .


" benar juga lebih baik kamu pulang dan beristirahat , biar aku yang disini malam ini " kata jacksen .


" baiklah mom pulang dulu , cepat sehat ya sayang besok mom kesini lagi " kata wardah dengan suara kecewa .


" ...." bukan menjawab Ariella malah memejamkan matanya tidak perduli dengan wardah yang tampak pergi dengan wajah kecewanya .


Setelah melihat mantan istrinya keluar , dengan lembut jacksen mengelus puncak kepala putrinya .


Kamu harus tau kami sangat menyayangi mu nak batinya sambil menyelimuti sang putri .


" semoga mimpi indah " ucap jacksen dengan mencium lembut puncak kepa putrinya , dan akan berlalu pergi namun langkahnya terhenti saat putrinya menahannya .


" ded "


" kenapa "


" bagaimana dengan bu galuh sama kak mar "


" nanti biar om gabriel mencoba menghubungi mereka lagi " ucap jacksen .


" sekarang kamu tidurlah " kata jacksen lagi .


Pagi hari Ariella terbangun karena sinar mentari yang masuk lewat celah - celah gorden , membuat matanya terasa sialu .


" kak mar lima menit lagi " gumam Ariella .


" ariel " panggil jacksen dengan senyum


" kak mar aku ngantuk "


" ariel " panggil jacksen lagi membuat Ariella membuka matanya .


" ded " panggilnya saat melihat siapa yang di depannya


" perawat dan pelayan akan membantu kamu membersihkan diri , setelah itu ded suapin sarapan "


" hemm "


" aku tidak suka bubu "


" ini bukan bubur "


" aku tidak mau pasti itu rasanya hambar "


" ini sup jamur " kata Jacksen , yang membuat Ariella membuka mulutnya .


" gimana "


" hemm " jawab Ariella sambil mengunyah .


" apa yang kamu dan tuan muda haikal bicarakan tadi malam " tanya jacksen di tengah menyuapi Ariella , ia sangat penasaran dengan apa yang di bicarakan putri semata wayangnya dengan menantunya.


*Di benar - benar sudah gila , ia hanya ingin menjadikanku seorang istri hanya untuk formalitas , sial memang dia pikir gue apaan ..


gue harus menjalankan rencana yang sudah gue susun untuk membuat Haikal jatuh cinta sama Winda dan si rambut pirang itu apapun caranya , gue bakal bikin salah satu dari mereka menjadi pendamping Haikal* .


" kenapa sayang " tanya jacksen membangunkan Ariella dari bengongnya .


" tidak ada yang penting "


" oh , dia anak yang baik ded harap kamu berlaku baik padanya "


" lebih baik lagi kalo dia nggak datang kesini " kata Ariella membuat Jacksen tersenyum .


Hari ini david tidak masuk sekolah dan memilih pergi kerumah sakit menemui Ariella , tentunya dengan izin gabriel sang paman meski ia harus merengek meminta izin , dan sekarang ia tengah berjalan di lorong rumah sakit bersama pamannya sambil membawa paper bang berisi baju kantor untuk jacksen .


" ini pertama dan terakhir kali " ucap Gabriel saat sudah berada di depan kamar rawat .


" iya " jawab david .


kemudian keduanya masuk kedalam kamar dan melihat jacksen yang baru saja menyuapi putrinya .


" selamat pagi tuan dan nona muda " sapa gabriel .


" pagi , apa jadual ku pa..."


" lo nggak masuk sekolah " sahut Ariella membuat Jacksen menoleh dan mendapati david yang berdiri si sana .


" loh david kamu nggak masuk sekolah "


" en enggak "


" kamu membolos " tanya jacksen yag hanya di jawab angguka oleh david serta cengiran .


" kamu ini , kalian sudah sarapan " tanya jacksen .


" sudah " jawab gabriel dan david bersamaan .


" apa jadual ku pagi ini "


" pagi ini ada pertemuan dengan kolega dari inggris , siangnya ada meeting , sorenya kosong " jawab gabriella .


" baiklah "

__ADS_1


kelas yang terasa tenang dan tentram , entah kenapa terasa ada yang kurang dari kelas jika tidak ada si biang kerok yang suka mengundang kegaduhan .


" ariel sakit apasih " ucap dea


" napa lo kangen "


" nggak sih cuma sepi aja " jawab dea .


Begitupun yang dirasakan bu tatik .


" si ariel kemana pak dimas " tanya bu tatik .


" izin sakit bu " jawab pak dimas .


" kenapa bu kangen sama muridnya " tanya pak Hadi .


" sepi pak "


" iya juga ya " jawab pak hadi sambil melihat kearah lapangan .


" sakit apa si ariel " sahut pak rangga .


" entahlah kemarin pamanya menelfon saya meminta izin untuk ariel tapi nggak bilang sakit apa " jawab pak dimas .


" oh laki - laki ganteng itu kan " kata bu tatik , mengingat seorang lelaki yang sering datang ke sekolah karena ulah Ariella .


" kalo orang ganteng tau aja " jawab guru bahasa inggris .


" hehe .."


Setelah jacksen berpamitan untuk bekerja , kini ariella di bantu david berjalan - jalan di sekitar rumah sakit .


" hais membosankan sekali " ucap Ariella .


" bagaimana kalo ke taman " ucap david sambil mendorong kursi roda Ariella .


" emang di taman ada apanya "


" apa kamu nggak pernah ke taman , sudah tentu ada tanaman hias bukan pegunungan atau pantai " jawab david .


" yaelah kalo gitu gue juga tau " kata Ariel .


" la terus lo ngapain nanya " kesal david .


" sudahlah lo buat gue pusing mending bawa gue kesana "


" yang bikin pusing siapa yang di salahin siapa " gumam davis sambil mendorong kursi roda Ariella .


Jam istirahat seperti biasa Haikal menuju perpus untuk membaca , hanya saja hari ini terasa tidak seperti hari - hari biasa , karena keberadaan emina gadis pindahan berambut pirang yang berjalan di sampingnya , yang membuat Haikal merasa tidak nyaman .


Begitupun yang di rasakan winda , yang juga merasa terganggu dengan adanya emina , ia merasa tidak senang karena gadis itu selalu saja mengikuti Haikal .


" kak haikal nggak ke kantin dulu "


" nggak "


" kakak nggak lapar "


" nggak "


" kita mampir ke mini market "


" nggak "


" kakak nggak bosan apa ke perpus terus , kita ke taman aja yuk ngadem " kata emina sambil menarik tangan Haikal yang langsung di tepis .


" jangan sentuh gue " ucap Haikal yang langsung melangkah pergi meninggalkan emina .


" eh kak "


" kamu denger sendiri kan " sahut winda yang langsung mengikuti Haukal .


" sialan ...!!! "ucap emina dengan kesal .


Di taman dengan tanaman hias yang di tata rapi , terlihat pemandangan yang indah dengan udara yang terasa sejuk , Ariel yang duduk di kursi roda di temani david yang duduk di bangku taman sambil bermain game .


" banyak sekali orang sakit datang kemari " ucap Ariella saat melihat beberapa pasien yang berada disana .


" namanya taman rumah sakit kalo taman kota yang datang sudah tentu para pemuda pemudi di mabuk cinta "


" sialan lo " kesal Ariella .


" taman ini di bangun untuk mereka yang sakit , agar terhibur dan melupakan rasa sakit atau penyakit mereka saat berada di sini " sahut seseorang membuat Ariel dan david menoleh , seorang perempuan dengan jas has dokter yang tampak berdiri tidak jauh dari keduanya .


" melupakan rasa sakit " ucap Ariella


" ya , lihatlah mereka mereka tampak tersenyum dan menikmati suasana indah di sini wajahnya tampak sedikit fresh " kata dokter itu benar adanya semua pasien yang berada di sana tampak tersenyum dam menikmati indahnya taman dengan baju pasien dan infus yang melekat di tangannya .


" dan lihatlah anak kecil yang berada di sana " ucap perawat yang membuat Ariella dan david beralih menoleh kearah tempat yang di tunjukan oleh perawat tersebut .


Seorang anak kecil sekitar lima sampai enam tahun usianya , yang duduk di kursi roda lengkap dengan invus yang ada di tangannya , ia terlihat tengah tertawa bersama kedua orang tuanya yang tengah menghibur anaknya .


" dia bernama jehan , usianya baru menginjak lima tahun , dia sering dirawat di sini karena penyakit yang di deritanya , bahkan ia bisa menghabiskan waktunya di sini hingga beberapa bulan lamanya " jelas dokter tersebut .


" apa penyakitnya " tanya david .


" kanker "


" kanker "


" ya , stadium dua , nona muda dan tuan tau kenapa ia masih bertahan sampai sekarang "


" apa "


" karena ia selalu menerima semuanya dengan lapang dada , menghilangkan rasa sakit dengan tawa "


" itulah sebabnya ia masih bertahan sampai sekarang "


" apa kamu dokter yang menanganinya " tanya david .


" em i iya , maaf perkenalkan nama saya mariam " ucap dokter tersebut .


" anda ! kalo tidak salah pasien yang menepati ruang vip di lantai atas " tebak dokter mariam .


" ya " jawab Ariella .


Dia memilki kedua orang tua yang selalu bersamanya , dengan penuh cinta , tapi tuhan malah memberinya sakit yang entah akan sampai kapan ia bisa bertahan ....

__ADS_1


__ADS_2