Hantu Kosan Angker "Omah" ( Kisah Horor )

Hantu Kosan Angker "Omah" ( Kisah Horor )
Bab 22


__ADS_3

*Kejadian Malam itu merupakan sebuah momen yang sulit aku percaya dan sampai detik inipun diriku masih mengingatnya. Setiap kali diriku mengingat akan kejadian malam itu, pasti selalu merinding. Aku bersyukur karena Allah.Swt masih sayang kepadaku.


Pada waktu itu aku tidak ada Jadwal Event, Spv-ku menyuruhku untuk mengisi di salah satu Outlet yang kebetulan BA-nya sedang sakit. Lantas aku pun menurutinya.


********************************************


Sekitar Jam 22.11, Azam baru keluar dari dalam gedung Mall tersebut. Sebelum pulang, Ia nongkrong terlebih dahulu ditukang soto langganannya yang berada di Area Parkiran dan kebetulan juga tukang soto tersebut sudah saling mengenal dengannya. Meskipun belum lama Ia berada di tempat itu, Ia selalu dapat menempatkan dirinya. Sangat mudah akrab dengan siapapun termasuk dengan tukang soto.


Di Tukang Soto


"Assallamu'allaikum.wr.wb" Ucap salam Azam sambil memasuki warung soto.


"Wa'allaikum salam." Jawab Nabila Istri Abang Soto.


"Baru pulang blay?" Tanya Nabila sambil mengelap meja.


"Iya kak." Ucap Azam sambil mendaratkan bokongnya dikursi makan tukang soto.


"Mau soto Ayam atau Soto Daging Blay?" Tanya Bang Dadir pemilik soto.


"Soto Ayam aja Dir." Ucap Azam.


Bang Dadir pun bergegas membuatkan soto Ayam yang seperti biasanya Azam pesan kalau makan disitu.


"Cong, kakak pulang duluan ya?" Salah satu temannya yang bekerja di gedung Mall tersebut berpamitan.


"Gw pulang duluan ya cong?" Temannya yang lain.


"Iya kak, blay, hati-hati di jalan." Ucap Azam kepada mereka yang berpamitan.


Azam sendiri suka nongkrong lama di Tukang Soto tersebut. Bahkan bisa sampai berjam-jam disitu, meskipun hanya sekedar untuk mengobrol bersama dengan Nabila dan Bang Dadir. Hingga tak terasa Ia telah menongkrong di Tukang Soto, hingga jam setengah dua belas malam.


"Blay, nanti lu langsung pulang ini? Udah malem banget loh ini?" Tanya Nabila dengan logat jawanya kepada Azam.


Dadir sedang merokok sambil memutar-mutar Sound Musik yang disetelnya.


"Iya kak, Langsung pulang gw nanti." Ucap Azam.

__ADS_1


"Masih mending lo tidur ditempat adek gw aja blay? Si Rio. Kebetulan dia juga sendirian koq blay, kalo lo mau?" Pinta Nabila kepada Azam.


Rio adiknya Nabila ini, salah satu SalesMan yang bekerja didalam Depstore yang saat itu Azam bertugas dan Rio pun mengenalnya.


"Enggak lah Kak. Enggak enak gw kalo harus tidur ditempatnya Rio. Nanti gw pulang aja kak." Ucap Azam.


Entah mengapaNabila pun tidak serta-merta menawarkan kepadanya untuk tidur ditempatnya Rio saja. Entah kenapa si Nabila ini, pada malam itu mendadak merasa sangat perhatian dan terlihat seperti merasa cemas kepadanya. Nabila sama Bang Dadir memang perhatian kepadanya, namun tidak seperti biasanya.


"Yang, mendingan kamu anterin si Jablay ke kosannya deh yang?" Pinta Nabila ke Bang Dadir.


Azam pun terdiam saat Nabila meminta kepada suaminya untuk mengantarkannya.


"Mau gw Anter aja blay?" Tanya Bang Dadir.


"Enggak Dir, gak usah.",


"Hadeeuh, kalian pada kenapa sih? Tumbenan amat mendadak perhatian banget sama gw?" Ucap Azam.


"Gw kan khawatir blaay sama lo? Dan gak tau kenapa gw mendadak merasa cemas sama lo blay?" Ucap Nabila dengan posisi degunya ditaruh diatas meja sambil menatap wajahnya Azam.


"Iya, tapi gak usah segitunya kali Kak? Kalian kan harus beberes untuk menutup ini warung? Biasanya juga gw pulang sendiri koq." Ucap Azam.


"Palingan naik Ojek Online kak. Sudah malem gini gak mungkin kalo masih ada angkutan umum." Ucap Azam.


"Ya udah kalo lo gak mau? Gw udah nawarin loh ya? Huuuuh." Jawab Nabila sambil melemparkan kertas kecil ke wajahnya Azam.


"Ya udah kalo gitu Kak, Dir, gw pulang dulu ya? Sallamu'allaikum.." Pamit Azam kepada Nabila dan Bang Dadir sambil berjalan keluar dari warungnya.


"Wa'allaiku salaam.. Hati-hati blaay." Sahut mereka.


Azam segera berjalan menuju ke Jalan Raya lalu berdiri dipinggir jalan raya sambil memegang ponselnya. Azam mengorder Ojek Online.


"Gila sepi amat ini Jalanan? Driver disini juga pada susah-susah lagi! Malah ditolak-tolak mulu orderan gw?" Ucapnya sedikit greget sambil berdiri memegang ponselnya dipinggir Jalan Raya.


"Alhamdulillah akhirnya dapet juga." Ucapnya kembali setelah mendapat Driver Ojol yang menerima orderannya.


"Dengan Bapak Azam?" Tanya Driver Ojol.

__ADS_1


"Betul Pak." Jawab Azam sambil melihat Plat Nomor Motor Ojol tersebut.


"Maaf Pak, saya tidak menggunakan Jaket seragam Ojol saya?" Ucap sang Driver yang menyadari dirinya sedang diperhatikan olehnya.


"Oh Iya, gak apa-apa pak." Jawab Azam


"Mari Pak." Ajak sang Driver Ojol sambil memberikan Helm. Azam pun bergegas menggunakan Helm lalu naik membonceng diatas motornya.


Disepanjang perjalanannya membonceng, Ia fokus memainkan ponselnya sambil mengajak ngobrol sang Driver Ojol. Dan entah mengapa, pada malam itu tak biasanya Ia terus memainkan ponselnya disepanjang perjalanan. Biasanya Ia tidak berani untuk bermain ponsel kalau sedang berada dijalanan, apalagi dimalam hari. Takut mengundang hal-hal yang tidak-tidak.


"Pak kenapa ya dari tadi saya order, tapi banyak yang menolak orderan saya?" Tanya Azam sambil fokus memainkan ponsel.


"Kalo didaerah sini memang seperti itu Pak. Mereka tidak berani karena jarak tujuan Bapak ini lumayan jauh. Terlebih dengan di jam-jam segini Pak? Banyak yang berpura-pura sebagai penumpang. Makanya mereka tidak mau menerimanya. Palingan hanya beberapa saja yang berani menerima orderan tersebut." Jawab sang Driver Ojol sambil menyetir motornya.


"Oh begitu. Makasih ya Pak sudah menerima orderan saya?" Ucap Azam.


"Iya, sama-sama Pak." Jawab Driver Ojol.


...Nitt, nitt,nitt.. Lampu merah menyala...


Sang Driver ojol ssgera memberhentikan motornya. Azam masih fokus memainkan ponselnya.


Suasana Jalan Raya sangatlah sepi. Hanya ada beberapa motor dan mobil yang melintasi jalan raya.


...Ngeeeeeeeeeeeeeeng.....


Terdengar suara mobil yang sedang mengebut, sangat kencang dan terdengar di kuping Azam. Azam tidak menoleh dan tetap fokus memainkan ponselnya. Fikirnya mobil tersebut berada di seberang jalan raya, atau berada di sebelah kirinya, karena jalan raya yang mereka gunakan adalah jalan raya besar.


Lama kelamaan, suara mobil yang sedang mengebut tersebut terdengar semakin mendekati mereka berdua dan benar-benar sangat dekat.


...Ngeeeeeeeeeeeeeeeeeeng....


...Bruggggg,, Prankkk,, sreeeeeeeeeeet....


Terlihat motor Ojol bersama dengan sang Driver terdorong dan terseret disepanjang troroar tengah jalan Raya. Percikan api menyala mengiringi disepanjang motor tersebut menyeret menyusruk disepanjang trotoar.


Derasnya darah yang mengalir dari tubuh Sang Driver bercucuran di sepanjang jalan mengiringi motor tersebut menyusruk di sepanjang trotoal Jalan Raya.

__ADS_1


BUGH!!! Azam terpental kepinggir jalan raya.


__ADS_2