
Sekitar Jam sembilan pagi aku baru terbangun. Lantas aku bergegas mandi dan memakai pakaian kemeja biasa. Setelah itu aku order ojek online dan menunggunya di depan pintu gerbang kosan Omah.
Ojek Online telah datang.
"Lewat jalan ini aja ya Bang? Biar cepet?" Pintaku ke Abang Ojek Online untuk melalui jalan alternatif saja.
"Baik Pak."
*Di Perjalanan.
*Di depan gedung kantor kosmetikku.
"Ini ya Bang? Makasih sudah mengantarkan saya?" Ucapku sambil memberikan helm kepadanya.
"Sama-sama Pak." Ucapnya sambil menerima Helm.
Ojek online telah pergi. Aku langsung berlari masuk ke dalam kantor kosmetikku.
"Ingin bertemu dengan siapa Mas?" Ucap Resepsionis.
"Ingin bertemu dengan Ibu Riyanti mba." Ucapku.
"Silahkan isi dulu ya Mas?" Aku mengisi daftar kunjungan seperti biasanya.
"Tunggu sebentar ya Mas?" Resepsionis segera menelpon Supervisorku.
"Baik Mba."
Aku menunggunya di Sofa ruang tunggu seperti biasanya. Supervisorku telah berjalan dari ruangannya. Bendahara turut menemaninya.
Mereka berdua duduk berhadapan denganku.
"Dari mana Lo Zam?" Ucap bendahara.
"Dari tadi disini Kak." Ucapku bercanda kepadanya.
"Kamu ada apa kesini?" Ucap Supervisorku sangat ramah seperti biasanya.
"Mau mengundurin diri Kak." Ucapku ke Spv-ku.
"Mau kemana kamu? Mau pindah ke Brand yang lain?" Ucap Spv-ku.
"Mau pulang kampung Kak."
"Mau pulang kampung apa mau pindah?" Ucap bendahara mendesakku.
"Beneran Kak, gw mau pulang kampung." Ucapku.
"Ya udah sebentar, aku nemuin HRD dulu." Ucap Spv-ku.
Spv-ku berjalan menemui HRD di ruangannya. Sedangkan bendahara masih menemaniku.
"Eh, Zam kenapa lu mau keluar?" Ucap Bendahara.
"Mau kuliah gw Kak." Ucapku.
"Gw juga mau keluar koq." Ucapnya.
"Kenapa Lo Kak mau keluar?" Ucapku.
"Mau pindah ke perusahaan yang lain."
"Pasti pindah ke perusahaan yang lebih gede gajinya ya Kak?" Ucapku.
"Kalo masalah gajih sih, disini juga udah lumayan. Pengen nyoba aja masuk ke perusahaan yang lain."
"Mau pindah ke Perusahaan apa Kak?"
"Masih di bidang bisnis yang sama. Kebetulan gw juga udah naro CV disitu."
"Hebat lah. Gw yakin lo pasti ke terima Kak."
"Tau aja lu?"
"Hahaha.. Secara Lo kan banyak chanelnya Kak."
"Ya udah gw masuk dulu? Tuh Ibu lu lagi jalan kesini."
"Ok."
Bendahara telah berdiri dan berjalan masuk kembali kedalam ruangannya. Spv-ku sedang berjalan menemuiku kembali. Ia telah duduk kembali.
"Kamu udah bikin surat pengundurannya?"
"Ini Kak?" Ucapku sambil menyodorkan surat pengunduran diri.
Supovisorku menerima dan membukanya.
"Kalo bisa sih, jangan sampe nunggu sebulan dulu ya Kak? Aku mau secepatnya agar tidak terikat."
"Iya, aku udah ngomongin ke HRD koq. Sekarang kamu temuin beliau ya?"
__ADS_1
Aku di antarkan SPV-ku menemui HRD Manager di Ruangannya.
"Ini Pak anaknya? Jangan di nakalin ya Pak?" Ucap Supervisorku kepada HRD Manager.
Supervisorku sudah keluar dari ruangannya.
"Silahkan duduk Mas?" Ucapnya sangat ramah.
"Baik Pak." Aku pun duduk berhadapan dengannya.
"Kamu kenapa ingin keluar?" Ucapnya sangat ramah.
"Saya ingin pulang kampung Pak."
"Bener? Gak mau pindah ke Brand yang lain?"
"Beneran Pak."
"Tidak ada keluhan?"
"Tidak ada Pak."
"Kalau ada keluhan, bilang saja tidak apa-apa." Mungkin dikira nya alasanku keluar karena masalah gaji.
"Gak ada koq Pak. Saya betah, selama bergabung di Perusahaan ini."
"Padahal, disini sedang membutuhkan orang yang seperti kamu ini. Tapi ya sudahlah, saya juga tidak dapat memaksa kamu."
"Ini saya setujui pengunduran diri kamu. Sekarang, kamu bisa menemui HRD untuk mengurus dan juga menghitung keseluruhan gaji kamu ya?"
"Baik Pak, terima kasih banyak."
"Sama-sama Mas."
Aku keluar lalu mengurus dan menghitung secara bersama-sama dengan HRD yang mengurus gajiku. Kita sama-sama saling menghitung dan juga saling mencocokkan. Setelah sudah terhitung dan cocok, aku keluar dari ruangan tersebut, lalu menemui SPV-ku kembali.
Aku menemui SPV-ku kembali yang sudah menungguku di ruangan tunggu.
"Gimana? Sudah beres?" Ucap SPV-ku.
"Alhamdulillah sudah Kak."
"Ngapain siiih mau keluar segala? Aku galak ya?"
"Gak koq Kak. Kamu gak galak. Emang beneran mau pulkam aja kak. Sudah lama juga aku belum pulang kak."
"Ya udah Kak, aku pulang dulu ya?" Ucapku sambil mendirikan badan dari Sofa.
"Iya Kak. Makasih untuk semuanya? Maafin kalo memang ada salah selama aku bekerja disini kak?"
"Iya sama-sama. Maafin aku juga kalo aku ada salah sama kamu ya Zam?"
"Siap Kak." Ucapku.
"Ya udah Kak, Assallamu'allaikum.."
"Wa'allaikum salam."
Aku berjalan keluar lalu memesan Ojek Online dan kembali ke Kosan Omah. Dan hari itu, hari terakhirku bekerja.
Aku fokus menjalankan kerjaan sampinganku, yaitu jualan online di Medìa Sosial. Aku mengupload dan selalu mengupload produk-produk ke Medsos. Dan pada waktu itu, penjualan Online ku memang sedang tinggi-tingginya.
Sekitar jam lima sore, Memey dan Nina baru pulang ke kosan. Aku sedang duduk di Kursi Besi sambil memainkan Hapeku. Mereka berdua menaiki tangga dan juga langsung menghampiriku.
"Udah makan lo kak?" Ucap mereka berdua sambil berjalan dari tangga.
"Udah." Ucapku sembari fokus mengupload dan juga melayani customer online-ku.
Memey dan Nina segera masuk ke dalam kamarnya lalu menganti baju kerjanya. Mereka berdua telah keluar kembali.
"Makan lagi yu Kak?" Ajak mereka berdua.
"Ok." Ucapku.
"Nin, lo atau gw yang ke bawah?" Ucap Memey ke Nina.
Kebetulan pada waktu itu, didepan gang ada yang baru saja berjualan Nasi Uduk Ayam Goreng.
"Gw juga gak papa Mey?" Ucap Nina.
Lantas Nina turun ke bawah. Memey menemaniku sambil merokok.
"Gak kerja lo kak?" Ucap Memey.
"Udah nganggur gw." Ucapku santai.
"Gw ngundurin diri Mey." Ucapku kembali.
"Emangnya kenapa kak?"
"Gw mau ambil kuliah Mey."
__ADS_1
"Astaga gw lupa Kak? Belum ngambilin formulir buat Lo."
"Gak apa-apa Mek, santai aja."
"Terus sekarang lo dapet duit dari mana Kak?"
"Ada deeeh.." Ucapku.
"Hmmm.. Pake rahasia-rahasiaan segala lo ya Kak!"
"Sssst.. Jangan berisik? Gw lagi ngelayanin orang nih Mey."
Memey langsung merebut hapeku dan melihat percakapanku di Messanger.
"Oooh Lo jualan ya Kak?"
"Ya, gitu deh.."
"Rating toko online gw lagi lumayan Mey. Makanya gw berani keluar dari kerjaan. Gw mau fokus di Online Shop aja dulu."
"Tapi yakin lo Kak? Lo bisa hidup dari situ?"
"Udah di perkirakan sama gw Mey. Ni hasil gw selama satu bulan ini?" Ucapku sambil menunjukkan jumlah transaksi di M-Banking ku.
"Tapi Lo jangan bilang-bilang ya Mey? Ke Nina maupun ke Hendrik, kalo gw udah keluar dari kerjaan?"
"Ok Kakak bencoooong."
"Nina sih pastinya bakalan tau nanti. Hendrik pun nanti juga akan tau pastinya."
"Eh Kak, berarti kita bisa alan-alan lagi donk Kak? Hahaha." Ucap Memey yang mendadak girang.
"Mau ngajakin kemana lagi lu?"
"Ada deeeh.. Besok, Eko dapet uang meeting plus gajian Kak. Habis meeting, dia mau kesini langsung."
"Iya, iya. Terus siapa aja yang berangkat?"
"Ya seperti biasalah Kakak bencooong, kita bertiga aja."
"Tap.. tap.. tap.." Nina menaiki tangga.
Memey langsung berdiri dan menghampiri Nina yang sedang menaiki tangga sambil membawa makanan Nasi Uduk.
"Sini Nin, Lo cuci tangan aja Nin."
"Ok, beeeib.." Nina langsung ke Kamar Mandi.
"Hayo Kak!" Memey menaruh makanannya dibawah lantai.
"Ok!" Aku turun dilantai.
Kita bertiga makan melingkar di lantai.
"Eh tau gak sih Kak?" Ucap Nina.
"Apaan?" Ucapku.
"Kemaren-kemaren kan Kak Hendrik, terapi di ruqiah kak?"
"Ooooh.." Ucapku datar.
Memey fokus makan menunduk sambil memasang kupingnya.
"Iya tau kak? Sampe di masukin telur gitu deh dia cerita."
"Emangnya lo gak nganter dia Nin?"
"Gak Kak. Terapinya malem soalnya."
"Perasaan gw, lo selalu pulang malem diatas jam dua belas bareng dia terus deh." Gumamku.
"Kenapa emangnya Nin? Dia mendadak mau di Ruqiah gitu?"
"Gak tau deh gw Kak."
"Tap.. Tap.. Tap.." Jejak langkah Hendrik menaiki tangga.
"Kak, gw udahan ya makannya?" Ucap Nina sambil berdiri.
"Iya." Ucapku.
Nina bergegas berjalan mencuci tangannya di kamar mandi. Nina sudah selesai dan sedang berjalan menghampiri Hendrik.
"Eh Kak Hendrik? Katanya mau pulang malem?" Ucap Nina sambil berjalan menghampiri hendrik yang ingin membuka pintu kamar.
Aku sama Memey fokus makan.
"Kak, jadi ya besok?" Ucap Memey berbisik.
"Iya."
__ADS_1