Hantu Kosan Angker "Omah" ( Kisah Horor )

Hantu Kosan Angker "Omah" ( Kisah Horor )
Bab 30


__ADS_3

...Di suatu malam dan lumayan berkabut. Mendadak Azam merasa khawatir dan Panik dengan sahabatnya (Hendrik). Azam berlari sekencang-kencangnya dari gang menuju kekosan Omah....


"Ndriiik, ndriiiiik dimana lo!!!" Azam teriak-teriak mencari Hendrik ke setiap lorong, kamar-kamar, termasuk didalam kamar mandi di Gedung Kosan Omah tersebut. Lumayan cukup lama Ia membuka pintu-pintu kamar secara berulang-ulang, namun Ia tidak menemukan Hendrik. Hingga pada akhirnya Ia pun merasa lelah dan terduduk di Kursi besi.


"Ndriiiik dimana lo?" Ucapnya dengan nada suara lelah sambil duduk dikursi besi.


Disaat Ia yang sedang kelelahan, terduduk mencari Hendrik, tak berapa lama kemudian tiba-tiba kamar Hendrik terbuka dengan sendirinya.


..."Bragggg!!!"...


Tarikan keras menarik pintu kamarnya Hendrik. Azam segera berdiri lalu melihat kamarnya Hendrik.


"Bukannya tadi Hendrik tidak ada didalam kamar? Kenapa sekarang dia ada didalam kamar?" Ucapnya didalam hati didalam mimpi tersebut.


Azam melihat Hendrik berada didalam kamarnya yang sedang tertidur pulas diatas kasurnya, padahal sewaktu Ia mencarinya secara berulang-ulang, Hendrik tidak terlihat ada didalam kamarnya. Akan tetapi, selain Ia melihat Hendrik yang sedang tertidur, Ia pun juga melihat Kuntilanak yang sedang menatap dan siap mencengkeram Hendrik.


Sosok Kuntilanak tersebut berada di atas Pojokkan tembok kamarnya Hendrik, pojokkan tembok lurus dengan pintu kamarnya. Sosok kuntilanak tersebut berada diatas, menggantung, kepala dan rambutnya menempel kelangit-langit atap kosan, sementara badannya menempel dipojokkan tembok, dengan kedua tangannya yang penuh dengan kuku runcing dan juga panjang, ingin mencengkeram Hendrik yang sedang tertidur.


"Ndrik bangun Lo!!" Azam teriak membangunkan Hendrik dari Pintu kamarnya Hendrik, sambil tetap siaga melihat pergerakkan kuntilanak tersebut.


Hendrik tidak mendengarnya, Hendrik tertidur pulas. Sementara Kuntilanak tersebut terus menatap kearahnya Hendrik dengan posisi yang sama.


"Ndriiik bangun Lo taeeee!!!" Azam teriak sekencang-kencangnya sampai Ia kehabisan suara, namun Hendrik tetap tidak mendengarnya.


...Didalam Mimpi Hendrik...


Hendrik melihat dirinya sendiri sedang tiduran diatas kasur, dengan kondisi lehernya yang sedang dicekik keras oleh kuntilanak tersebut. Posisi kuntilanak tersebut mencekiknya secara langsung dilehernya. Hendrik pun melihat Azam sedang berdiri didepan pintu kamarnya yang sedang memanggilnya.


"Blaaaay tolongin gw." Hendrik meminta tolong kepada Azam dengan posisi satu tangannya menahan cekikan tangan kuntilanak tersebut, sementara satu tangannya lagi mengarah meminta tolong kepada Azam.


"Blaaay tolongin gw." Hendrik beberapa kali meminta tolong kepada Azam.


Azam tidak melihat Hendrik sedang minta tolong. Azam melihat Hendrik sedang tertidur pulas, dengan posisi kuntilanak yang tetap berada dipojokan kamarnya, yang siap untuk mencengkeram kearah Hendrik.


"Ndriiiiiiiiik." Teriak Azam sambil memelekkan kedua bola matanya.


Azam merasa lelah. Azam mengambil air minum. Azam segera berjalan keluar dari kamarnya menuju ke kamarnya Hendrik.


...DOR! DOR! DOR!...


"Blaay bangun Lo!!!" Azam teriak sambil menggedor pintu kamarnya Hendrik menggunakan tangan dan kakinya dengan sangat keras.


"Blaaaaaay, hahhh, ehahhh,ehahhh." Hendrik pun teriak terbangun dari mimpi bersama dengan sesak nafas lelahnya.


Azam pun mendengar Hendrik teriak terbangun dari tidurnya.


...DOR! DOR! DOR!...


"Blay, gak apa-apa lo?" Teriak Azam sambil menggedor pintu kamarnya Hendrik kembali.


"Gak apa-apa blay." Seru Hendrik.


"Coba buka pintu lo!" Azam ngegas.


"Iya." Ucap Hendrik.


Hendrik membuka pintu kamarnya. Azam langsung menatap kearah pojokkan kamarnya Hendrik.

__ADS_1


"Gw tadi mimpi." Azam berkata sambil terus menatap kearah pojokkan kamarnya Hendrik.


"Sama Blay." Ucap Hendrik.


"Blay, kita ngobrol sebentar dikamar gw?" Ajak Azam.


"Iya." Hendrik membangunkan badannya. Hendrik mengikuti Azam masuk ke dalam kamarnya.


...Di dalam kamarnya Azam....


"Eh, gw tadi mimpi lo mau diterkam sama kuntilanak dari pojokkan kamar lo. Gw ngeliat lo lagi tidur pules diatas kasur lo." Ucap Azam.


"Gw panggil-panggil Lo beberapa kali dari pintu kamar, tapi Lo tetap tertidur." Ucap Azam kembali.


"Gw juga ngeliat lo blay, di depan pintu teriak-teriak manggil gw." Ucap Hendrik.


"Gw juga teriak-teriak minta tolong ke Lo. Tapi Lo hanya berdiri didepan pintu sambil teriak-teriak manggil gw." Ucap Hendrik kembali.


"Gw di Cekik blay!" Sambung Ucapan Hendrik.


Azam langsung terdiam dan bergumam "Aneh ini aneh!"


Tiba-tiba ada suara benda terjatuh dari dalam kamar kosong yang berada dipaling ujung deretan kamarnya Azam. Kamar pertama setelah menaiki tangga


...PRANK!!!...


"Kont**." Mereka berdua tersontak kaget.


"Siapa tuuuh?" Azam teriak.


"Au tuh! Palingan nyai kunti yang tadi, yang pengen nyekek Lo! Hahaha." Azam tertawa agar suasananya tidak terlalu tegang dan hening.


"Sialan Lo!!" Ucap Hendrik ngegas.


...PRANKK!!, trenktenktenktenktenk.....


Suara benda terjatuh lalu menggelinding dilantai. Sumber suara tersebut dari kamar yang sama.


Seketika mereka berdua langsung terdiam dan saling bertatap.


"Blay, mendingan kita liat deh? Takutnya bukan setan, tapi orang yang mencoba mau mencuri. Dibawahkan ada motor Lo?." Azam berkata dengan nada berbisik.


"Yakin tuh orang?" Ucap Hendrik.


"Lo mau ikut liat atau mau barang Lo dicuri?"


Hendrik terdiam.


"Setan hanya bisa menakut-nakuti blay! Tidak lebih!"


"Ya udeh Iye." Ucap Hendrik.


Azam bersama Hendrik mengintip terlebih dahulu dari jendela kamarnya. Setelah itu mereka membuka pintu kamar secara pelan-pelan.


"Mau kemana lo?"


"Ngambil Stick." Ucap Hendrik sambil berjalan ke kamarnya.

__ADS_1


Azam kekamar mandi mengambil tongkat pel-an lantai.


"Blay, pelan-pelan jalannya?" Ucap Hendrik sambil memegang pundaknya Azam dari belakang.


"Iya. Lo tengak-tengok ke belakang. Takutnya orang itu naik dari depan."


Mereka berdua jalan pelan-pelan menuju kekamar kosong sumber suara tersebut berada.


Cklekk, Cklekk..!!!


"Dikunci Blay." Ucap Azam.


"Gw yakin, tadi sumber suaranya dari sini." Ucap Azam kembali.


Hendrik memegang kuat pundaknya Azam sambil menengok kearah belakang.


"Coba cek kebawah blay?" Ucap Hendrik.


"Kita liat dari tangga aja ya blay? Takutnya mereka membawa senjata tajam." Ucap Azam.


"Lo gak usah ketakutan gitu tae! Disaat seperti ini kita harus jadi laki!" Ucap Azam kembali.


"Iya-iya ah!" Hendrik melepaskan pegangannya dari pundaknya Azam.


Secara perlahan-lahan mereka berdua menuruni tangga lalu mengintip lantai bawah dari tangga.


...PRANKKK!! PRANKKK!!! PRANK!!!...


Suara benda seperti dipukul-pukul ke tembok, dari kamar kosong yang barusan.


"Auuuuu." Hendrik Teriak sambil memegang pundaknya Azam kembali.


"Kont**." Azam keceplosan.


"Berisik Lo ah!" Ucap Azam sambil menggerakkan pundaknya yang dipegang oleh Hendrik.


"Lo juga berisik tae!" Ucap Hendrik.


Mereka berdua langsung menengok kebelakang, kearah tangga atas.


"Blay, itu suara dari kamar kosong yang tadi?" Ucap Hendrik.


"Beneran inimah bukan manusia blay." Ucap Azam.


Mereka berdua langsung berlari menaiki tangga lalu masuk kedalam kamarnya Azam kembali.


"Sialan! Seneng banget nyai kunti ngledekin kita?" Ucap Azam.


"Bokin lo tuh!" Ucap Hendrik.


"Yang ada juga bokin lo kalee." Ucap Azam.


"Eh tapi beneran sih, Nyai Kunti emang suka godain cowok? Apalagi cowoknya penakut kayak Lo?" Sambung ucapan Azam.


"Sialan Lo!" Ucap Hendrik.


"Udah ah tidur aja blay. Males gw ngeladenin Nyai Kunti." Ucap Azam.

__ADS_1


__ADS_2