Hantu Kosan Angker "Omah" ( Kisah Horor )

Hantu Kosan Angker "Omah" ( Kisah Horor )
Bab 24


__ADS_3

...Sekarang ini Azam sedang berada di Tempat kerjanya....


"Selamat siang kak, selamat datang di Cosmetikku. Silahkan kak mampir dulu?" Caranya mempromosikan produk seperti biasanya.


Ada customer cantik langganannya sedang berjalan-jalan disitu. Customer langganannya tengah memilah-milih dan melihat-lihat Tas Branded. Setelah itu Customer langganannya pun melihat Azam yang sedang berdiri. Customer itu langsung berjalan menuju ke Standnya Azam. Azam sendiri pun tidak sabar untu menunggunya dan menyapa kedatangan Customer langganannya.


"Mas, sekarang disini?" Customer langganannya berkata sambil memberikan senyuman cerianya kepadanya.


"Iya Kak Nad, namanya juga kalong. Gak punya tempat." Ucap Azam sambil memberikan senyuman ramahnya.


"Ah, Mas-nya bisa saja. Dari kemarin saya nyariin mas di Mall yang kemarin loh?" Ucap Customer langganannya.


"Kenapa gak beli di temenku aja kak yang disana? Kan sama saja kak?" Ucap Azam menyarankan kepada Customer langganannya.


"Gak mau Mas, saya gak mau beli kalo bukan Mas yang sedang jaga." Ucap Customer langganannya.


"Ah, kakak bisa aja bikin hatiku menjadi merasa senang?" Ucap Azam.


"Bukan begitu Mas? Dari dulu saya memang kayak gitu. Kalo udah cocok? Saya gak mau sama yang lain." Ucap Customer langganannya.


"Ya udah Mas, Saya mau beli yang biasa saya beli ya? Satu paket seperti biasanya?" Pinta Customer langganannya.


"Baik kak. Bentar ya kak, aku buatkan notanya dulu?" Ucap Azam.


"Ok Mas." Ucap langgananku.


Azam pun segera membuatkan nota penjualan untuknya.


"Mari Kak, biar sekalian aku antar kekasirnya?" Ucap Azam.


"Bener nih Mas? Biar Saya sendiri aja lah Mas? Takut ada customer yang ingin beli di Outletnya Mas?" Ucap Customer langganannya.


"Iya, tidak apa-apa koq kak. Lagian masih terlihat juga dari kasir outletku ini kak." Ucap Azam.


"Baiklah kalo begitu." Ucap Customer langganannya.


"Mari kak?" Azam mengajaknya kekasir sambil membawa Nota dan juga Paketan Produk yang dibeli Customer Langganannya.


Azam bersama dengan pelanggannya pun segera berjalan menuju kekasir.


"Makasih banyak ya kak? Aku kembali ke Outletku ya kak?" Ucap Azam di samping kasir.


"Mas-mas, tunggu sebentar?" Ucap Customer langganannya.


Azam pun langsung memberhentikan langkahnya.


"Iya Kak?" Ucap Azam.


"Ini Saya ada hadiah buat Mas? Buat makan siang Mas." Customer langganannya berkata sambil menyodorkan Amplop kepada Azam.


"Maaf Kak, bukannya aku tidak ingin menerimanya. Tapi disini, aku tidak diperbolehkan untuk menerima uang Tips. Nanti dikiranya aku menilap uang penjualan. Maaf banget ya kak?" Ucap Azam sambil memberikan salam namaste kepadanya.


"Oh begitu? Ribet amat disini." Ucap Customer langganannya.

__ADS_1


"Ya udah ya kak, aku kembali ke Outletku lagi?" Ucap Azam.


"Oh iya Mas, silahkan." Ucap Customer Langganannya.


Azam segera berjalan menuju ke Outletnya.


"Alhamdulillah, baru masuk udah Clossing. Mudah-mudahan Omzet pribadi gw bulan ini melejit." Ucap Azam ketika telah sampai di Outlet-nya sambil.


"DORRR!!! Misha mengagetkannya dari belakang Azam yang sedang berdiri di Outlet-nya.


Azam membalikkan badan kearahnya Misha.


"Roman-romannya, udah ada yang Clossing nih?" Ucap Misha.


"Alhamdulillah kak, kebetulan Customer langganan gw lagi lewat kesini." Ucap Azam.


"Kenalin? Misha." Misha menyodorkan tangan kanannya kepada Azam.


"Azam Kak." Ucapnya sambil bersalaman dengan Misha.


"Udah lama Dek disini?" Tanya Misha.


"Belum kak. Gw disini hanya sebatas ngisi sementara." Ucap Azam.


"BC ya?" Tanya Misha.


"Yaaa, gitu deh kak." Ucap Azam sambil tersenyum.


"Istirahat bareng gw ya? Gw pengen ngobrol sama lo Dek?" Pinta Misha.


Tingnong... Disambung Irama ceremonial khusus, yang menandakan panggilan Jam Istirahat bagi para staf dan karyawan yang bekerja dan bertugas di tempat tersebut.


Azam langsung berlari mencari keberadaan Misha di Outletnya.


"Jadi mau Istirahat barengnya kak?" Tanya Azam kepada Misha ketika Ia telah bertemu dengannya.


"Jadi donk Dek. Bentar, kakak lagi touch-up dulu biar gak luntur nanti diluar." Jawab Misha sambil memoles Wajahnya dengan produk Skincare yang dia punya.


"Bencoooong.." Niken tetangga Outlet Azam memanggilnya sambil sedikit berlarian, lalu memegang bahunya Azam dari belakang.


"Ah, Lo Ken! Mulut lo gw sumpel nih!" Ucap Azam sambil menggerakkan bahunya yang sedang di pegang Niken.


"Ya elah, gitu aja sewot lu cong? Nanti luntur loh kecantikan lo? Secara, Lo kaan..?" Ucap Niken yang tidak meneruskan perkataannya.


"Gw kenapa?!" Tanya Azam.


"Ah, Gak apa-apa. Itu Privasi orang." Jawab Niken.


"Dasar perempuan klenik." Ucap Azam.


"Ayok Dek, kakak udah selesai nih." Ajak Misha.


"Ok."

__ADS_1


Lantas mereka bertiga segera berjalan menuju ke eskalator lalu bergegas untuk keluar dari Pintu karyawan menuju ke Tukang Soto Bang Dadir yang berada di area Mall. Meskipun didalam ada kantin, mereka tidak suka beristirahat didalam, karena mereka semua merokok. Baru saja mereka bertiga keluar dari basement, Ayu (tetangga Outletnya Misha) menyusul.


"Kakaak tungguin?" Seru Ayu sambil berlari dan juga sambil memegang rok mininya mengejar mereka bertiga.


"Ken, lepasin napa tangan lo dari pundak gw? Lagi kangen Lo ya sama laki lo? Dari tadi seneng banget megangin pundak gw?" Ucap Azam.


"Iya-iya gw lepas. Tau aja lu kalo gw lagi kangen sama dia?" Niken berkata sambil melepaskan tangannya dari pundaknya Azam.


"Hahaha, Gw asal jeplak keless." Ucap Azam.


"Dasar lu. Huuuh." Niken menjawab sambil meraup Wajahnya Azam dengan tangannya lalu dia berlari ke Tukang Soto duluan.


Di Tukang Soto "Bang Dadir"


"Assallamu'Allaikum.." Ucap Azam, Misha dan Ayu sambil mendaratkan bokongnya di Kursi Tukang Soto.


"Wa'allaikum salam blay.." Sahut Nabila membalas salam Istri si tukang soto.


"Sehat lo blay?" Tanya Nabila kepada Azam.


"Sehat lah Bil. Liat aja tuh wajahnya dia selalu cengengesan. Berarti dia sehat Bil." Celetuk Niken kepada Nabila.


Ayu dan Misha sedang bercermin membereskan bulu matanya yang terkena Angin saat berjalan tadi.


"Emangnya Lo tau kak?" Azam berbalik tanya kepada Nabila.


"Apasih blay yang tidak gw tau? Tau sendirikaaan, gosip kalian ini udah kayak apa'an? Sedikit ada berita? Ya langsung Boom.", Ucap Nabila.


"Ya gw taulah blaay. Ada saja anak yang bilang ke gw disini. Terutama si Malika tuh yang suka banget ngomongin lo? Kalo dia lagi disini." Sambung ucapan Nabila.


"Ah biarin ajalah Kak. Suka-suka dia aja. Yang penting bukan gosip murahan yang dia Omongin ke lo Kak?" Ucap Azam.


"Gimana sih blay, awalnya? Terus kapan kejadiannya? Ya, meskipun gw tau? Tapikan harinya ge gak tau gw blay.", Ucap Nabila.


"Tau sendirikaaan, si Malika itu suka gak jelas kalo bikin gosip?" Sambung ucapan Nabila.


"Azam menceritakan kejadian historis kecelakaannya kepada Nabila."


"Ya ampun blay? Berarti firasat gw yang semalam itu bener donk ya? Lo sih gak dengerin saran dari gw buat nginep ditempatnya Rio." Ucap Nabila.


"Jadi gosip itu beneran blay? Lo kecelakaan?" Tanya Bang Dadir sambil membuatkan soto untuk mereka berempat.


Seketika Misha memberhentikan tangannya yang sedang membereskan bulu matanya.


"Secara diakan punya itu Bil?" Ucap Niken dengan nada cepat kepada Nabila, sambil melirikkan mata Balinya kepada Azam.


“Terus Ken, terus?” Ucap Azam sambil menjejali mulutnya Niken menggunakan bakwan yang Ia ambil dari meja tukang soto.


“Dari tadi ngoceh-ngoceh mulu gak jelas!” Sambung ucapan Azam.


“Puiih,puih..” Niken melepehkan bakwan.


“Blay, blay?” Nabila menegur Azam.

__ADS_1


“Biarin aja kak, biar Niken tau rasa! Marah-marah deh tuh ke gw?” Ucap Azam.


__ADS_2