
Sebulan kemudian, Nina sudah ngekos sendiri. Nina mengambil kamar kosan yang berada di sebelahnya Hendrik, yaitu kamar yang berada di ujung tembok deretan kamarnya Hendrik.
Sekitar sebulan lebih, Nina juga memasukkan salah satu Beauty Advisor tetangga Outlet yang dijaganya, kos di Kosan Omah.
Sekitar jam delapan malam lewat, Azam baru sampai di Kosan Omah.
TAP.. TAP.. TAP.. Azam sedang menaiki tangga.
"Kayak ada suara orang?" Azam berkata sambil membelankan jalannya di tangga.
Terdengar suara seorang laki-laki dan perempuan sedang tertawa-tawa dari lantai atas.
"Pintu kamar itu juga terbuka?" Azam melihat pintu kamar yang berada didepan tangga terbuka.
Azam merasa heran saja kalau di kamar tersebut, ada orang yang menempatinya. Kamar tersebut tidak memiliki jendela dan juga tidak memiliki pentilasi udara.
Secara diam-diam secara pelan-pelan tanpa mebuat suara jejak langkah, Azam berjalan ke pintu kamar tersebut lalu mengintipnya.
"Maaf?" Azam berbalik badan kearah tangga.
Gadis bersama Pria itu berdiri lalu menemui Azam yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.
"Temennya Nina ya Kak?" Tanya Gadis itu.
Azam membalikkan badannya lalu menatap mereka berdua yang sedang berdiri dipintu kamar.
"Betul."
"Kenalin Kak? Memey." Memey menyodorkan tangan kanannya.
"Azam."
"Eko."
"Ok salam kenal ya? Sorry, gw udah ganggu? Gw kekamar dulu ya?" Ucap Azam terlihat sangat tidak enak.
"Iya Kak." Jawab Memey.
Azam langsung masuk ke dalam kamarnya. Setelah memasukkan barang kerjaannya, Azam keluar kembali lalu mandi. Setelah mandi Azam masuk kembali ke dalam kamarnya.
Azam menggunakan pakaian santainya. Azam duduk menyender ke tembok, membaka rokok, menyetel musik dengan pintu kamarnya yang terbuka lebar.
Memey bersama Eko keluar dari kamarnya. Eko duduk dikursi makan, Memey menyapa Azam dari pintu kamar.
"Kak." Memey memanggil Azam sambil berdiri dipintu kamarnya.
"Iya Mey?"
"Sini deh." Pinta Memey menyuruh Azam untuk keluar dari kamarnya.
Azam berdiri, berjalan keluar lalu duduk dikursi besi.
Memey duduk bersebelahan dengan Eko. Memey duduk sambil merokok Sampoerna Mildnya dan juga sambil sesekali mengibas rambut pendeknya kebelakang.
"Ngerokok lagi Kak?" Memey menyodorkan Rokok Mildnya di atas Meja Makan ke hadapannya Azam.
"Masih ada koq Mey." Ucap Azam.
"Oh iya sorry ya, gw tadi udah mengganggu?" Ucap Azam.
"Tidak apa-apa kak. Santai saja." Ucap Eko.
"Kalian berdua ngekos bareng ya?" Tanya Azam.
"Gak Kak. Gw sendiri. Eko nanti pulang kerumahnya." Ucap Memey.
"Kak, disini kalo mau cari makanan dimana?" Tanya Eko.
__ADS_1
"Kalo didaerah sini sih, palingan nasi padang yang deket Portal itu Ko." Jawab Azam.
"Kalo Lo sendiri suka cari makannya dimana?" Tanya Memey.
"Di Pasar malem Mey. Tapi tempatnya lumayan jauh." Jawab Azam.
"Cari makan yuk Kak?" Ajak Memey.
"Mau pada makan apaan emang?" Tanya Azam.
"Seafood Kak kalo adamah." Jawab Memey.
"Ada. Gw orderin kalian Grab dulu ya?" Ucap Azam.
"Gak usah Kak? Gw sama Eko bawa mobil koq." Ucap Memey.
"Nih alamatnya Ko?" Azam menunjukkan alamat salah satu Restoran Seafood kepada Eko.
"Lo juga harus ikut Kak?" Ucap Memey.
"Gak ah Gak? Kalian aja jalan berdua." Jawab Azam.
"Ayok Kak? Kita berdua gak tau jalannya soalnya." Ucap Eko.
"Ya udah bentar, gw ganti baju dulu?" Ucap Azam.
Lantas mereka bertiga segera berjalan menuruni tangga lalu berjalan menuju mobilnya mereka berdua yang diparkirkan didepan gedung sekolahan. Sambil berjalan tersebut, mereka bertiga sambil mengobrol.
"Lo udah lama Kak tinggal di Kosan itu?" Tanya Eko.
"Lumayan Ko. Mau setahunan gw di Kosan itu." Jawab Azam.
"Kalian sendiri tadinya tinggal dimana?" Tanya Azam.
"Di Depok Kak. Ini gw baru kerja disini." Jawab Memey.
"Nanti kita lanjut disana saja ya Kak ceritanya?" Ucap Memey.
"Ok." Jawab Azam
Setelah beberapa saat Eko menyetir mobil, mereka bertiga pun sampai di Restoran SeaFood.
"Lo kerja dimana kak?" Tanya Memey.
"Ge BC brand-nya Nina Mey." Jawab Azam.
"Kalo kalian berdua dimana?" Tanya Azam.
"Kalo gw BA di BrandeX, kalo Eko dikantor Kak." Jawab Memey.
"Terus Eko nanti pulangnya keman?" Tanya Azam.
"Ke rumah Kak. Rumah gw di Bekasi." Jawab Eko.
"Oh masih deket juga ternyata." Ucap Azam.
"Oh Iya, kenapa Lo ngambil kamar yang diujung Mey? Bukannya disitu panas ya?" Tanya Azam.
"Emangnya selain disitu ada kamar lagi yang kosong Kak? Gw ditunjukkin sama Nina dikamar yang itu Kak." Ucap Memey.
"Disebelah gw kosong Mey. Yang kamar tengah." Ucap Azam.
"Masih bisa enggak Kak, kalo gw pindah kesitu?" Ucap Memey.
"Bisa. Tenang aja nanti gw bantuin ngomong ke Omahnya." Ucapku.
"Kalo disitu Gw boleh nginep gak Kak?" Ucap Eko.
__ADS_1
"Boleh Ko. Kalian kan udah beneran bertunangan bukan?" Ucapku.
"Iya Kak." Ucap Eko.
"Iya kalo beneran udah tunangan, berarti kalo ada apa-apa, orang tua Lo sudah siap buat mengawini Memey?" Ucapku bercanda.
"Hahaha. Bisa aja Lo Kak." Ucap Eko.
"Hahhh.. Enak ya kalo punya pacar mesra kayak kalian." Ucap Azam.
"Cari donk kak?" Ucap Memey.
"Gw masih trauma Mey." Jawab Azam karena mereka berdua pun mungkin mengetahui kalau Azam ini memang menyukai pria atau perempuan.
"Ini ya Mas, Mba pesanannya?" pelayan menaruh makanan di Meja.
"Wiiih gede loh Yank ini?" Ucap Memey sambil memegang cumi bakar.
"Gede apa gede?" Ucap Eko.
"Dasar Lo Yank." Ucap Memey yang mengetahui maksud dari si Eko.
"Hahaha." Azam pun menertawakan melihat tingkah mereka berdua.
Selesai makan, mereka bertiga berputar-putar terlebih dahulu untuk mencari angin. Sekitar jam sebelas malam, mereka bertiga baru kembali ke Kosan Omah.
"Habis darimana Lu Mey?" Tanya Nina sambil berdiri didepan pintu kamarnya.
"Habis cari makan Nin." Ucap Memey.
Eko bersama Memey duduk dikursi makan. Sementara Azam duduk dikursi besi. Nina berjalan kekamar mandi.
"Lo udah makan belum Nin?" Tanya Azam.
"Udah Kak." Ucap Nina sambil berjalan menuju kamarnya.
"Kak, rokok Lo masih ada?" Tanya Memey sambil melihat bungkus rokoknya yang telah kosong.
"Masih.." Azam menyodorkan rokok Djarum Supernya.
"Yakin kamu Yank, mau ngerokok itu?" Ucap Eko kepada Memey.
"Tidak apa-apa ayank endut. Sekali-kali mau nyoba." Ucap Memey kepada Eko.
"Gw juga boleh ya Yank ngerokok itu?" Ucap Eko.
"Iya boleh." Ucap Memey.
"Gw mau ya Kak?" Ucap Eko.
"Embaat Ko." Ucap Azam.
"Kita berdua baru kali ini loh Kak, ngerokok Djarum Super?" Ucap Eko.
"Gw tau koq. Kalian pasti malu kan? Temen lama gw juga gak suka ngerokok Djarum Super. Katanya kalo Rokok Djarum Super itu? Rokok kuli katanya." Ucap Azam.
"Hahaha. Tapi enak loh. Fyuuuuh." Ucap Memey sambil menghembuskan asap rokok.
"Lumayan, kalo Mild gw habis, gw bisa minta ke Lo kak." Ucap Memey.
"Yank?" Eko menegur Memey yang agak jaim kepada Azam.
"Boleh kan Kak?" Tanya Memey.
"Boleh dong Mey.." Jawab Azam.
Setelah merokok, mereka bertiga masuk kekamarnya masing-masing. Sementara Eko menginap di kamarnya Azan. Esok harinya, Memey pindah kamar yang berada di sebelahnya Azam.
__ADS_1