
...T-Shirt Kenangan...
Kini hujan telah reda, langit pun terlihat telah cerah kembali bersama dengan teriknya sinar matahari. Namun tidak berarti di area Resort tersebut. Suasana di Area Resort tersebut tetap terasa sejuk meskipun matahari bersinar sangat terang dan panas.
Kini waktu menunjukkan Jam 13.57.
Kita bertiga masih duduk santai di Pondok Resort Giri Tirta.
"Kita pulang yuk?" Ajak Memey, karena esok hari Ia harus bekerja kembali.
Kita bertiga segera berdiri lalu berjalan santai keluar dari area tersebut. Kini kita telah masuk kedalam mobil. Eko sudah menyalakan mobilnya untuk berjalan menuju pulang ke Kota.
*Di sepanjang perjalanan menuju Kota, Mereka berdua selalu bertanya kepadaku. Mereka berdua mengajakku mengobrol secara halus.
"Kak?" Ucap Eko sambil menyetir dan juga sambil menengok ke arah Memey.
Eko terlihat merasa tidak enak untuk membuka percakapan. Memey pun terlihat kaku, tidak berani untuk membuka percakapan. Memey hanya menatap ke arah depan.
"Kenapa Ko?"
"Sorry ya Kak sebelumnya?"
"Ah Lu Ko, tinggal ngomong aja mau ngomong apaan? Pake acara sorry, sorry segala. "
"Tapi janji lo jangan marah?"
"Ngapain gw marah Ekooo? Cepetan ngomong!"
"Lo itu, berteman sama Hendrik, udah berapa lama Kak?" Ucap Eko.
"Oh mau nanya itu? Kirain mau nanya apaan? Emangnya kenapa Ko?"
"Gak papa, kita berdua hanya ingin tahu aja Kak." Ucap Eko.
"Aku menceritakan dari A-Z mengenai pertemananku dengan Hendrik."
Selama aku bercerita, Eko sesekali melihat kearah Memey.
"Kurang lebih seperti itu lah Ko, pertemanan gw sama Hendrik?" Ucapku.
Memey menengok ke belakang, kearahku yang duduk di belakang Eko.
"Kalo sama adek angkat lo itu, gimana Kak awalnya?" Ucap Memey sedikit ngegas.
"Aku menceritakan awal mulanya aku menganggap Nina sebagai adik angkat."
Selama aku menceritakan, Eko juga sesekali melihat kearah Memey. Eko melihat Ekspresi Memey. Sesekali Ekspresi Memey terlihat greget dan kesel. Sesekali juga Eko menegur lembut Memey dengan kode "Yank?".
Tangan Memey mengepal memegang Jok Mobil sambil menatap kearahku.
"Kayak gitu lah Mek kurang lebihnya."
"Lo itu Kak!" Memey ngegas dan terlihat sangat kesel dan seperti ingin mengungkapkan sesuatu.
"Yank?" Eko kembali menegur Memey.
Memey menatap kearah depan dan menahan emosinya. Aku sendiri terdiam melihat ekspresi Memey yang seperti itu.
__ADS_1
"Ada yang salah kali ya dengan ucapan gw?" Gumamku.
Memey telah tertidur. Aku selalu mengajak Eko untuk mengobrol biar Ia tidak mengantuk selama nyetir di perjalanan.
Sekitar jam setengah delapan malam, kita sudah keluar dari Tol dan memasuki Kota. Memey terbangun.
"Udah nyampe Yank?" Ucap Memey bertanya ke Eko.
"Udah Yank." Ucap Eko.
"Yank, kita mampir ke Centro dulu ya? Aku gak bawa baju ganti soalnya." Ucap Eko.
"Iya." Ucap Memey.
Akhirnya kita tidak langsung menuju pulang. Eko langsung mengarahkan tujuannya ke salah satu Centro terdekat.
Di Area Centro.
Setelah memarkirkan mobil, kita bertiga berjalan santai kedalam Centro. Kita bertiga melihat-lihat sebentar Outlet yang berada di sekitar Centro tersebut. Setelah melihat-lihat, kita masuk kedalam Centro dan menuju ke lantai khusus pakaian.
Memey langsung menuju kearah tempat T-Shirt, Eko melihat-lihat kemeja Formal, aku melihat-lihat celana.
Setelah melihat-lihat T-Shirt, Memey langsung berjalan menghampiri kita berdua satu per satu.
"Kak, kesana yuk?" Ucap Memey sambil menggandeng Eko.
"Ok."
Kita bertiga langsung berjalan ke arah tempat T-Shirt tersebut berada.
"Kalo ukuran luar negeri XS, kalo dalam negri S Mey." Ucapku.
Memey segera mencari ukuran tersebut, Ia memilihkan untukku dan juga untuk Eko.
"Lo suka gak Kak yang ini?" Ucap Memey sambil memegang salah satu motif T-Shirt yang bermotif polos dengan kombinasi 2 warna." Ucap Memey.
"Emangnya kenapa Mey?"
"Tinggal jawab aja Lo Kak." Ucap Memey.
"Iya gw suka." Ucapku.
"Ok, deh kalo gitu. Tunggu disini dulu ya?"
Memey segera berjalan dan membayar 3 Pcs T-Shirt di Kasir. Memey telah membayar dan sedang berjalan kembali ke arah kita berdua.
"Yuk, kita keluar?" Ucap Memey sambil mencangking belanjaan tersebut.
Kita berjalan keluar dari Centro sambil sesekali melihat-lihat pameran yang ada di depan Centro tersebut. Usai melihat-lihat, kita keluar menuju salah satu Mart yang berada di halaman Mall tersebut.
Kita duduk melingkar di salah satu Meja Bundar yang disediakan oleh Mart tersebut. Sambil duduk santai dan juga merokok, kita bertiga sambil berbincang.
"Sresekk." Memey membuka strapless plastik Centro tersebut.
"Yank, langsung ganti aja." Ucap Memey menyuruh Eko untuk mengganti baju kemeja kantornya dengan kaos yang barusan di belinya.
Eko menerimanya dan segera menuju kedalam mobilnya.
__ADS_1
"Yang ini buat lo Kak?" Memey memberikan T-Shirt tadi kepadaku.
"Dan yang ini? Buat gw Kak." Ucap Memey kembali.
"Deg!" Aku merasa janggal dan tidak ingin menerimanya.
Aku sangat pantang menerima baju, karena baju itu merupakan simbolis perpisahan. Setiap aku mendapat sesuatu berupa baju dari sang Mantan, pasti tidak berapa lama aku akan berpisah dengannya.
Entah mengapa, aku juga mendadak merasa sedih. Namun aku berpura-pura tidak terlihat merasa sedih. Aku tetap memasangkan wajah ceriaku.
"Ah, gak ah Mek, Gw gak mau nerima kaos itu?" Ucapku sambil menggeser kaos tersebut kedepannya di Meja.
"Udah terima aja Kak! Langsung ganti sekarang!" Memey menyodorkan kembali kaos itu secara paksa.
Aku terdiam.
"Itu hadiah dari gw. Karena gw udah lulus sidang Skripsi dan sebentar lagi gw Wisuda Kak." Ucap Memey kembali.
Karena alasannya seperti itu, aku pun menerimanya.
"Ok deh kalo gitu. Gw terima." Ucapku.
"Ya udah sono Kak langsung ganti!" Ucap Memey menyuruhku.
"Iye, iye."
Aku berjalan masuk kedalam toilet Mart tersebut.
Eko sudah mengganti pakaiannya dan telah bersama dengan Memey kembali. Aku telah memakai T-Shirt pemberannya. Aku sedang berjalan keluar dari Mart menuju mereka berdua.
"Cieeee,, kembaran nieee?" Ucap Memey meledek aku dan Eko karena model T-Shirt nya sama. Hanya berbeda warna saja.
"Apaan si Lu Mek!" Ucapku sambil duduk di kursi.
"Kak, kita tinggal di Apartemen yuk?" Ucap Memey sambil menatap kearah Apartemen yang ada di area Mall tersebut.
Mungkin Memey merasa kangen tinggal di Apartemen.
"Gak Mey. Kalo mau tinggal di Apartemen? Lo berdua aja? Nanti gw sesekali main lah ke tempat kalian." Ucapku.
"Gw kangen tinggal di Apartemen Kak." Ucap Memey.
"Ia gw tau. Tapi gw gak bisa Mey."
"Ndut, kapan kamu mau sewain aku Apartemen lagi?" Ucap Memey ke Eko.
"Nanti lah Yank. Aku lagi ngurusin mobil yang belum sempet di ambil di Apartemen lama." Ucap Eko.
"Janji ya Ndut?" Ucap Memey.
"Iya sayang.." Ucap Eko.
"Ya udah yuk pulang?" Ucap Memey.
Lantas kita bertiga pulang ke Kosan Omah.
"Thanks ya Mey, Ko? Kaos tersebut masih gw simpan sampai sekarang."
__ADS_1