Hantu Kosan Angker "Omah" ( Kisah Horor )

Hantu Kosan Angker "Omah" ( Kisah Horor )
Bab 38


__ADS_3

Di Sore Hari. Nina bersama dengan tunangannya yang bernama Riko telah sampai diKosan Omah. Mereka berdua datang dari Stasiun Kereta Api menggunakan Go-Car.


Setelah Nina memberikan kabar kepada Azam. Azak bersama Hendrik pun langsung turun lalu menemui mereka berdua di depan kosan Omah.


"Assallamu'allaikum.wr.wb" Ucap mereka berdua.


"Wa'allaikum salam." Ucap Azam bersama Hendrik.


Terlihat Omah sedang duduk santai dikursi besi didepan rumahnya.


"Kita samperin pemilik kosan ini? Biar gw kenalin kalian berdua kepada Omah?" Ucap Azam kepada Nina dan Riko.


"Iya kak." Ucap Nina terlihat polos.


Mereka berempat melangkahkan kakinya menemui Omah.


"Ini Omah sodara saya sudah datang? Namanya Nina dan ini Riko tunangannya?" Azam memperkenalkan mereka berdua kepada Omah.


"Oh Iya. He, He." Jawab Omah.


"Ya udah ya Omah, kita berempat naik keatas?" Ucap Azam


"Iya.." Ucap Omah


Lantas mereka berempat berjalan menuju ke kosan lalu menaiki tangga dan duduk. Nina bersama Riko duduk dikursi makan. Sementara Azam bersama hendrik duduk dikursi besi bersebelahan.


"Ganteng ya blay si Riko?" Hendrik berbisik kepada Azam.


"Iya. Tapi sayangnya gak belok blay." Azam berbalas bisik ke Hendrik.


"Lo pasti mau ya blay?" Sambung bisikan Azam.


Melihat penampilan Nina yang lumayan cantik seperti model dan juga Riko yang wajahnya blasteran arab. Hendrik terlihat langsung kepengen akrab dengan orang baru.


"Dari jam berapa Lo Dek dari sana?" Tanya Hendrik.


"Dari jam 12 siang kak. Sebenernya, tadi juga kita berdua habis main ke tempat temennya Riko dulu. Kebetulan tempat tinggalnya tidak jauh dari Stasiun kak." Jawab Nina.


"Oooh gitu.." Ucap Hendrik.


"Blay, mendingan kita makan dulu deh blay? Mungkin mereka juga belum makan?" Ucap Azam kepada Hendrik.


"Ya udah ayok." Ucap Hendrik.


Sejenak Azam mengorder GO-CAR, setelah itu mereka berempat menuruni tangga lalu menaiki Go-Car menuju Waroeng Up NorMal


Di Waroeng UpNormal


"Maaf ya kak, jadi merepotkan kalian berdua?" Ucap Riko.


"Santai aja kali Rik." Ucap Azam.


"Iya santai saja Rik." Ucap Hendrik.


"Oh iya Rik, Kalo boleh gw tau? Sekarang ini Lo kerja atau masih kuliah?" Tanya Azam.


"Aku kerja Kak. Di Koperasi." Jawab Riko.


"Kenapa gak cari kerjaan disini saja Rik? Biar kalian berdua bisa saling jaga dan juga biar tinggal bareng?" Ucap Azam.


"Heh! Gak boleh kali kalo belum menikah?" Ucap Hendrik sambil menyikut Azam.


"Lupa gw blay? Hahaha." Azam tertawa halus.


"Maksud gw? Kalo dia kerja disini, setidaknya dia juga nanti bisa ambil kosan di kosan Omah juga Ndrik." Sambung ucapan Azam.


"Emangnya ada Loker kak?" Tanya Riko.

__ADS_1


"Ya kalo untuk kerjaan kayak kita sih, kayaknya ada." Ucap Azam.


"Ada. Kantor gw lagi butuh BA tuh Rik?" Ucap Hendrik.


"Tapi yakin Lo mau kerja kayak kita?" Sambung Ucap Hendrik.


"Emangnya kenapa Kak?" Ucap Riko polos.


"Kalo Lo kerja kayak kita? Takutnya nanti Lo jadi belok kayak kita Rik? Secara lo ganteng gini? Pasti bakalan banyak yang godain lo nantinya?" Jawab Azam.


"Hahahha.." Hendrik tertawa geli.


"Gw gak kebayang blay, kalo nanti Riko jadi cantik kayak kita? Hahaha." Ucap Hendrik.


"Hahaha." Azam pun ikut tertawa.


Azam bersama Hendrik membayangkan dikala Riko sedang memegang lentik koas Make'Up.


Ekspresi Riko terlihat datar biasa saja. Sementara Nina hanya makan dengan memasang wajahnya yang sendu dan sering melamun.


Maklum saja jika Riko tidak mengetahuinya. Karena untuk BA maupun BC yang berada di Mall didaerahnya tersebut kebanyakan perempuan. Sangat jarang atau mungkin memang tidak ada yang Pria.


"Tapi gak semuanya juga sih Rik yang kayak kita? Banyak juga koq BA parfume yang straigh kayak Lo? Hanya saja, untuk di Cosmetike ini rata-rata emang cantik-cantik dan tampan-tampan kayak kita berdua ini." Ucap Azam.


"Maklumlah Rik, kita setiap hari kerjaannya megang koas. Jadi emang harus lentik." Sambung ucapan Azam.


"Lagian gak mungkin kan, lo mau keluar dari kerjaan Lo itu Rik?" Tanya Hendrik.


Riko hanya terdiam dan terlihat seperti kepikiran ingin bekerja menjadi BA. Sementara Nina hanya makan dengan memasang wajah sendu dan polos.


"Oh iya Nin, Rik, kalian berdua ini tunangannya sudah berapa lama?" Tanya Azam.


"Sudah dua tahun jalan Kak." Jawan Nina.


"Lama juga ya? Kalian gak kepikiran untuk menikah gitu?" Tanya Hendrik.


"Jangan kelamaan? Nanti ada badai." Ucap Azam.


"Masih ngumpulin modal aku Kak." Ucap Riko.


"Blay, balik yok?" Ajak Hendrik kepada Azam.


"Boleh. Orderin Go-Car ponsel lo ya Ndrik?" Ucap Azam.


"Oke." Hendrik langsung mengorder Go-Car.


Setelah Go-Car datang, mereka berempat segera kembali ke Kosan Omah.


Sekitar Pukul 19.47, mereka berempat sampai di Kosan Omah.


"Kak, aku bantuin Nina dulu ya?" Ucap Riko sambil membawa kopernya Nina masuk kedalam kamar.


"Oh Iya Rik, silahkan." Jawab Azam.


Nina bersama Riko masuk kedalam kamar.


Tap, tap, tap.. Omah melangkahkan kakinya di tangga menuju naik keatas menemui mereka.


"Halooo Omaaah?" Azam langsung menyapa Omah yang sedang berjalan dari arah tangga.


"Hehe.." Ucap Omah sambil berjalan membawa wadah.


Omah duduk dikursi besi bersebelahan dengan Azam dan juga Hendrik.


"Itu bawa apaan Omah?" Tanya Hendrik sambil menunjuk dengan jari telunjuknya kearah wadah.


"Ini aku bikin Soap Buah untuk kalian?" Ucap Omah.

__ADS_1


"Gak ada minyak itunya kan Omaaah?" Azam bercanda.


"Gak dooong, ini halal, special buat kalian." Ucap Omah.


"Ini, ini?" Ucap Omah sambil memberikan wadah tersebut kepada Azam.


Azam pun langsung menerimanya lalu menaruhnya di Meja Makan.


"Acara apa Omah? Tumben amat Omah bikin beginian?" Tanya Azam.


"He-he.. Aku Natalan." Ucap Omah dengan nada pelan dan terlihat bahagia.


"Oh gituuu. Selamat ya Omaah?" Ucap Hendrik bersama Hendrik.


"Mana sodara kamu itu? Si Nina sama si Riko?" Tanya Omah.


"Itu Omah ada didalam. Lagi beres-beres masukin baju ke lemari." Ucap Hendrik.


"He, he.. Ya udah aku turun dulu ya? Jangan lupa dimakan buahnya?" Ucap Omah.


"Iya Omaaah. Nanti pasti kita makan koq?" Ucap Azam.


"He-he, ya udah kalo gitu.." Ucap Omah sambil mendirikan badannya.


"Makasih ya Omaaah?" Ucap Azam bersama Hendrik secara bersamaan.


Omah berjalan menuju ketangga lalu berhenti kembali di tangga sambil menegok ke belakang, kearah Azam dan Hendrik.


"Ada yang ketinggalan Omah?" Tanya Azam.


"He-he, jangan lupa dimakan Sop Buahnya?" Ucap Omah.


"Iya Omaaah tenang aaja. Nanti juga habis koq." Ucap Azam.


Omah kembali berjalan ke tangga lalu pulang kerumahnya.


"Beneran tuh blay, gak dicampur minyak?" Tanya Hendrik.


"Masa Iya sih blay, Omah bohong?" Ucap Azam.


"Nih Lo cium?" Azam menyodorkan sop buah kehidung Hendrik.


Hendrik langsung mendengusnya.


"Omah terlihat bahagia dan memaksa? Karena hari ini hari kebahagiaannya dia blay?" Ucap Azam.


"Terus kita harus makan nih makanannya?" Tanya Hendrik.


"Gw sih bakalan makan blay. Tapi kalo Lo? Ya terserah." Ucap Azam.


Sop Buah yang Omah bikin hanyalah berisikan buah Nanas saja. Sepertinya Omah memang mengingat buah terenak yang pernah di katakan Oleh Azam kepadanya. Selepas dari pada itu, mereka berempat langsung memakan Sop buah Nanas pemberian Omah.


Esok Harinya..


Terlihat Riko yang sudah rapi kembali.


"Kak, aku pulang dulu ya?" Ucap Riko berpamitan ingin pulang ke Kotanya.


"Hati-halo Lo Rik?" Ucap Azam.


"Iya Kak. Maaf, kalo sudah merepotkan kalian berdua? Aku nitip Nina ya Kak?" Ucap Riko kepada Azam dan juga kepada Hendrik.


"Tenang aja nanti kita bakalan jaga si Nina." Ucap Hendrik.


"Aku pulang dulu ya Yank? Mmmuach.." Riko mencium keningnya Nina.


" Iya. Hati-hati kamu dijalan Yank." Ucap Nina.

__ADS_1


Lantas Riko segera menaiki Go-Car menuju ke Stasiun Kereta Api, lalu pulang ke kotanya.


__ADS_2