Hantu Kosan Angker "Omah" ( Kisah Horor )

Hantu Kosan Angker "Omah" ( Kisah Horor )
Bab 26


__ADS_3

Di siang hari itu Azam baru memasuki ke dalam Mall kerjaannya. Ia duduk di depan cermin Cover Case Beauty-nya. Sejenak Ia membersihkan wajahnya menggunakan cleansing gel yang Ia pakai memijat dan memutar-mutar diwajahnya.


Usai membersihkan wajah, Ia menggunakan base primer, BB Cream transparan. Ia menggunakannya serata dan setipis mungkin. Ia mulai menggunakan sedikit glitter powder agar wajahnya terlihat kerlap-kerlip.


Ia pun menggunakan serum essence di bulu matanya, lipgloss berwarna coklat nude sesuai dengan warna bibirnya. Dan yang terakhir adalah menggunakan Finishing Marshmallow Power, agar wajahnya terlihat cerah dan juga fress serta enak dipandang.


Sejenak Ia merapihkan kemejanya lalu menggunakan Blazer Hitamnya. Selepas daripada itu, Ia stand bye menunggu customer/pengunjung Mall yang datang.


Kebetulan tengah ada seorang perempuan cantik, modis, tinggi dan mulus sedang berjalan dan melihat-lihat di Mall yang saat itu aku berada. Sesekali Perempuan itu melihat dan mampir ke beberapa Stand yang dilewatinya. Perempuan itu berjalan kembali, hingga pada akhirnya Perempuan itu melewati Stand Parfum Malika.


Malika langsung menghadang dan mencegat langkah Perempuan canti itu.


Sstssttstttt.. Bunyi semprotan parfum ke papper sample tes parfum Malika.


"Kak, Ini wanginya enak loh kak, tahan lama, bisa dipakai didalam ruangan maupun di luar ruangan." Malika mempromosikan Parfumnya sambil memberikan papper sample test dan juga sambil membawa dua parfume tester miliknya.


Customer perempuan cantik itu berhenti, pandangannya lurus kedepan dan tidak melirik.


"Maaf! Saya sudah punya." Ucap Customer perempuan itu.


Seketika Malika terdiam dan tetap berdiri tegak menatap tajam penuh kebencian ke arah Customer perempuan cantik itu.


Customer Perempuan cantik itu melanjutkan kembali jalan cantiknya, pandangannya lurus kedepan, bak perempuan cantik yang sangat anggun layaknya model yang sedang berjalan diatas karpet merah. Customer perempuan itu berhenti berjalan di Stand Cosmetike-nya Azam.


"Selamat siang kakak cantik." Azam menyapa sambil berjalan mendekati customer perempuan cantik itu.


Customer perempuan itu hanya tersenyum dan langsung membungkukan badannya kearah display coametike yang sedang dijaga Azam. Customer perempuan cantik itu melihat-lihat dan memegang satu per satu produk cosmetike-nya Azam. Perempuan itu sesekali menyampingkan rambut panjangnya yang terurai kekupingnya.


"Mas, Ini produk baru ya?" Tanya Customer perempuan canti itu.


"Betul kak, Brand ini memang sangat baru masik ke Negara inu. Akan tetapi di Negaranya, Brand ini lumayan terbilang sudah lama berdiri." Ucap Azam.


"Iya sih, aku juga pernah melihat Brand Ini sewaktu aku liburan kesana." Ucap Customer.


"Tapi aku belum pernah menggunakan produk ini." Ucap customer kembali.


"Di coba dulu kak testernya. Nanti aku testerin dibeberapa titik yang sensitif." Ucap Azam.


"Bercanda Mas, bercanda." Ucap Customer perempuan itu sambil terus memilih beberapa produk cosmetikenya.


"Seminggu yang lalu saya Ikut Beauty Classnya koq. Dan sekarang ini saya ingin membeli beberapa produk."

__ADS_1


"Bukannya, kemarin juga Mas nya ada disana ya? Malah, Mas-nya juga yang mendemokan Cosmetikenya ke wajahku?" Ucap Customer.


"Masa sih kak? Maaf ya kak bukannya aku melupakannya. Tapi aku tidak hafal seluruh wajah Peserta di Acara Beauty Class kemarin. Secara, wajahnya cantik-cantik semua." Ucap Azam.


"Ah, Mas nya bisa saja." Ucap Customer.


"Oh Iya mas, kalo alis yang seperti sulam itu ada tidak Mas?" Tanya Customer.


"Mohon maaf sekali kak, untuk saat ini produknya masih kosong. Katanya sih masih dalam perjalanan." Ucap Azam.


"Kalo boleh, aku minta nomernya kakak? Biar nanti pas barangnya datang, aku langsung kabarin ke kakak. Gimana kak?" Ucap Azam kembali.


"Boleh-boleh Mas. Sebentar ya Mas?" Customer cantik itu mengibaskan rambutnya kebelakang, lalu membuka ponselnya.


"Ini nomerku mas +6281****" Customer memberikan nomor ponsel.


"Ok kak. Nanti kalau memang barangnya sudah datang, aku langsung infokan ke kakak ya? Dan nanti juga akan aku kasih tahu di Mall mana saja yang sudah terisi." Ucap Azam.


"Ok Mas. Ya udah Mas, ini saja yang aku beli. Tolong bantu aku kekasir ya Mas?" Ia membeli produk cosmetiknya lumayan banyak.


"Dengan senang hati kakak." Ucap Azam.


Sejenak Azam membuatkan Nota penjualan.


Malika masih berdiri dan menatap sinis kearah mereka berdua.


"Baik Mas." Customer itu mengikuti Azam ke kasir.


"Makasih ya kak?" Ucap Azam ketika sudah sampai di kasir.


"Sama-sama Mas." Ucap customer perempuan itu.


Azam kembali ke standnya lalu duduk kembali di depan cermin cosmetikenya kembali. Azam kembali touch-up wajahnya.


"Customer gw tuh?" Malika berkata dengan nada suara ketusnya.


Sambil menggunakan lipgloss dan sambil sedikit melirikkan mata kearah Malika, Azam pun menjawabnya dengan nada santai "Terus kalo itu Customer lo? Gw harus apa?"


Azam kembali melirikkan matanya ke depan cermin.


Malika terdiam, malika geram, wajahnya terlihat sangat marah, Malika menatap Azam dengan penuh rasa kebencian yang ada pada dirinya. Wajah Malika terlihat mulai mengusam. Terlihat sangat berbeda.

__ADS_1


"Dasar bangs*at!" Malika melontarkan kata kotornya kepada Azam.


Sejenak Azam diam. Azam berdiri dan menatap tajam ke wajah Malika lalu berkata "Apa lo bilang?"


Azam menatap tajam ke kening Malika tanpa mengedipkan matanya sama sekali.


Mereka berdua tengah terjadi kontak wajah yang saling bertatapan secara tajam.


Perlahan-lahan wajah malika terlihat mulai mengusam, semakin kusam, sangat kusam, dan terlihat gelap. Perubahan itu terlihat sangat jelas oleh kedua bola matanya Azam yang sedang menatap tajam ke keningnya.


Kening Malika mulai mengkerut.


"Aduh.." Malika memegang dahinya sambil menyenderkan badannya di Gondola stand Azam. Malika menundukkan wajahnya kebawah. Malika terlihat seperti merasakan pusing, tangan kanannya menyentuh kening wajahnya.


"Aduhhh." Malika kembali teriak pelan merasa kesakitan.


Azam berjalan mendekati Malika dan ingin mengetahui apa yanh sedang dirasakannya.


"Kenapa lo?" Azam berkata sambil memegang pundak Malika dari belakang.


PLAK! Malika menangkis tangannya Azam. Malika tetap menundukkan kepalanya kebawah sambil merasakan sakit yang ia rasakan.


"Aaaarghhhhh." Malika mengerang kesakitan dengan nada berbisik. Setetes demi setetes darah mengucur dari dahi pojok sebelah kanannya. Tangan Malika pun mulai menggenggam erat dahinya.


Malika memejamkan matanya. Air matanya menetes. Terlihat benar-benar sangat kesakitan.


Azam yang ditangkis olehnya pun tetap berdiri dibelakang Malika. Azam hanya terdiam dan tidak tahu harus berbuat apa, karena Malika tidak menjawab pertanyaannya.


Sementara tetesan darah dari dahinya terus menetes jatuh kelantai. Tangan malika mulai memegang sangat kuat. Dibarengi dengan setetes demi setetes darah tersebut.


"Criiiiiiiiing." Sebuah Jarum Emas berukuran sangat kecil pun keluar dari lubang tetesan darah tersebut dan jatuh ke lantai.


Ukuran jarum itu seperti ujung jarum biasa untuk menjahit, sangat kecil, kurang dari satu centimeter, dan berwarna emas. Menurut orang-orang yang memakainya, jarum tersebut disebut Susuk Jarum Emas atau Susuk Emas.


Azam yang baru melihat benda itu pun tercengang kaget. Fikir Azam sebuah obrolan yang seringkali di dengar bahwa para BA maupun BC yang menggunakan susuk atau penglaris itu hanyalah candaan. Tapi ternyata semakin kesini semakin benar adanya. Terlebih dengan bukti yang Ia lihat sendiri dari susuk Jarum Emas yang keluar dari dahinya Malika secara langsung.


Malika mengambil jarum emas tersebut. Malika menatap Azam namun terdiam tanpa kata. Malika langsung berlari meninggalkan stand.


Fikir Azam mungkin perasaan Malika semakin sangat jengkel dan membenci kepadanya.


"Ah, entahlah apa salahku padanya".

__ADS_1


Di hari itu, Malika langsung meminta Ijin kepada Duti untuk pulang cepat. Azam pun berfikir apakah kejadian itu secara kebetulan atau tidak. Hanya saja perasaannya semakin kesini semakin merasa dekat dengan berbagai macam gaib dan sejenisnya.


__ADS_2