Hantu Kosan Angker "Omah" ( Kisah Horor )

Hantu Kosan Angker "Omah" ( Kisah Horor )
Tamat


__ADS_3

Setelah beberapa hari kemudian. Di pagi hari, aku dan Memey memutuskan untuk bubar dari kosan. Aku akan pulang ke kampung halamanku dan juga berkuliah di Kotaku. Sementara Memey, akan pulang ke rumahnya.


Aku dan Memey segera memasukkan barang-barang ke dalam koper. Setelah mengemas barang-barang aku keluar kembali dan mengobrol dengan Memey dan juga Eko.


Aku duduk di kursi besi. Sedangkan Memey dan Eko duduk di kursi makan.


"Mey, Ko akhirnya kita harus berpisah juga ya."


"Iya Kak. Gw tidak menyangka kita bertiga bakalan berpisah." Ucap Memey.


"Iya, awas loh ya kalian berdua jangan berantem lagi?" Ucapku.


"Hahaha,, Dasar lu Kak." Ucap Eko.


Nina keluar dari dalam kamarnya dan sedang berjalan ke kamar mandi. Dia hanya diam dan terlihat seakan malu, karena kamarin malam yang lalu, Nina telah aku semprot dengan bibir tajamku.


Namun aku merasa bersalah, jika aku tidak mengatakan kepada Nina, bahwa kosan yang ditempatinya ini banyak penunggunya. Bahkan, kuntilanak hitam yang merasuki ke tubuh Memey saja menyuruh kita semua untuk pergi dari situ.


Memang, selama ini aku selalu menutupi akan keberadaan mahluk halus yang aku lihat kepada mereka semua. Atau mungkin mereka semua pun sebenarnya pernah melihat mahluk yang berada disitu. Hanya saja dikarenakan kita memiliki kesibukan masing-masing dan juga di karenakan selama tinggal di kosan omah tersebut, hubungan pertemanan kita sangat memanas. Sehingga kita tidak dapat untuk saling menceritakan akan kejadian dan juga keberadaan mahluk halus yang pernah di lihat oleh mereka.


"Tunggu Nin?" Aku menyuruh Nina untuk berhenti berjalan saat Ia melangkahkan kaki di depan kamarku.


Nina langsung berhenti, namun melihat barang-barang kita berdua yang sudah di kemas, Nina terlihat sedih.


Aku membangkitkan badanku dari kursi besi, lalu berjalan menghampiri Nina yang sedang berdiri di depan kamarku.


"Sebaiknya, lo sama Hendrik segera pindah dari sini Nin. Gw gak bisa menceritakan apapun mengenai kosan ini, yang jelas kosan ini sangat tidak baik untuk kalian tempati. Hari ini gw dan Memey akan pulang ke rumah kita masing-masing. Memey akan pulang ke rumahnya, dan gw akan pulang ke kamoung halaman gw. Gw harap lo dan Hendrik bisa menjaga diri." Ucapku kepada Nina.


"Iya Kak." Ucap Nina.


Lantas Nina segera mengetuk pintu kamarnya Hendrik. Nina masuk ke dalam kamarnya Hendrik. Hendrik tidak keluar dari kamarnya, karena Ia benar-benar sudah tidak ingin berbicara denganku.


Di siang harinya mereka berdua langsung mencari dan juga langsung mendapatkan kosan yang baru. Sehingga di hari itu juga mereka berdua dapat berpindah dari kosan Omah.

__ADS_1


Di sore harinya, sekitar jam lima sore. Aku dan Memey segera memasukkan barang-barang ke dalam mobilnya Eko. Aku bersama dengan Randy diantarkan ke Terminal Bus oleh Eko dan juga Memey.


*Di Terminal Bus*


Air mata kita bertiga (Aku, Memey dan Eko) menetes dengan sendirinya.


"Kasih kabar ke gw kalo sudah sampai ya Kak?" Ucap Eko sambil berpelukan denganku dan juga sambil meneteskan air matanya.


"Akhirnya kita benar-benar harus berpisah Kak. Hukhuk." Ucap Memey sambil berpelukan dengan aku bersama dengan air matanya.


"Yah, memang mungkin sudah jalannya kita harus berpisah. Gak usah sedih gitu lah, nanti juga kita akan bertemu lagi." Ucapku sambil meneteskan air mataku.


Sejenak kita bertiga saling merangkul, meneteskan air mata, merasa berat untuk berpisah. Meskipun aku dan mereka berdua ini tidak terlalu lama untuk mengenal, akan tetapi kita bertiga merasa sudah sangat terasa dekat.


Sementara sahabatku yang bernama Randy, berdiri di samping kita bertiga sambil memegang koperku. Randy pun turut meneteskan air matanya melihat kita bertiga yang sedang merasakan beratnya perpisahan.


"Mak, itu Bus-nya sudah datang?" Ucap Randy.


"Bus gw sudah datang Mey, Ko. Semoga hubungan kalian berdua tetap langgeng dan jangan ribut lagi ya?" Ucapku sambil mengusap air mata.


Selepas dari pada itu, aku menaiki bus di temani dan di antarkan pulang ke kampung halamanku oleh sahabatku yang bernama Randy. Kebetulan, pada waktu itu Ia ingin bermain dan juga curhat kepadaku.


Selepas aku keluar dari Kota Perantauan, tepatnya setelah aku benar-benar keluar dari Kosan Omah. Alhamdulillahnya aku dapat menjalani kehidupan secara normal kembali. Yang mana, aku tidak suka melihat mahluk gaib kembali.


Hanya saja, kalau untuk suara-suara gaib yang aneh bersama dengan kepekaanku ini, aku masih sering mendengarnya dan juga masih terasa sensitif.


Setiap aku menuliskan kisah ini pun suasana tubuhku yang seketika merinding dengan sendirinya turut menemaniku.


"Selamat tinggal kota perantauan dan selamat tinggal kosan penuh dengan kenangan."


*


*

__ADS_1


Dua tahun kemudian, aku mendapatkan kabar bahwa Memey telah berpisah dengan Eko. Ia menikah dengan orang Luar Negri dan sampai saat ini pun, Ia masih berada di Luar Negri tinggal bersama dengan suaminya. Selain itu, Ia juga sudah memiliki seorang anak.


*


*


*


Dua tahun kemudian, sebelum Nina menikah, Ia meminta maaf kepadaku melalui chat Instagram. Dan hal tersebut, sudah aku lupakan. Nina kini sudah menikah bersama dengan Riko dan juga sudah memiliki seorang anak.


*


*


*


Delapan tahun kemudian, aku dan Hendrik baru terhubung kembali. Lebih tepatnya di Tahun ini kita berdua baru terhubung kembali melalui whatsapp. Ia mengirimkan pesan meminta maaf kepadaku dan aku pun menyikapinya tidak merasa sedikitpun merasa benci kepadanya.


*


*


*


*


Kini hubungan kita berempat telah terjalin dengan baik kembali, walaupun hanya sebatas komunikasi Via Online.


Semoga dari cerita ini, akan ada manfaatnya. Yaitu selain kita harus selalu mendekatkan diri kepada yang maha kuasa. Jangan sampai tergoda akan sesuatu tawaran yang mengharuskan kita menggunakan jimat dan yang lainnya.


Untuk para pembaca yang telah membaca dan juga mendukung kisah ini, aku ucapkan banyak terima kasih. Tidak ada kata yang sempurna, karena sejatinya kita hanyalah Insan biasa.


Mohon maaf, apabila banyak kesalahan dan juga banyak kata-kata yang kurang berkenan di hati para pembaca semuanya.

__ADS_1


Minta dukungan, like and vote-nya ya kakak. Karena hal tersebut sangat membantu untuk aku. Terima kasih dan sukses selalu.


__ADS_2