
Beberapa minggu kemudian, Hendrik dipindah kerjakan menjaga Outlet Cosmetikenya di Mall yang bersamaan dengan Outlet Nina dan juga Mey.
Sekitar pukul jam setengah delapan malam, Mey pulang ke kosan Omah diantarkan oleh Eko. Eko dan Mey menaiki tangga lalu langsung kedepan kamarku.
"Doorr.." Memey mengagetkanku sambil menggedor pintu kamarku.
"Hahhh!!! Lu Mey!"
Aku berjalan keluar dari kamarku lalu duduk dikursi besi.
Eko duduk dikursi makan dan langsung membuka laptopnya.
Mey mengganti pakaiannya, lalu keluar kembali, duduk bersebelahan dengan Eko.
"Mana Ndut Flashdisk aku?" Pinta Memey kepada Eko.
"Gak ada Yank, hilang." Ucap Eko sambil menatap layar laptopnya.
Memey terlihat kesal.
"Dasar kamu Ndut! Gak tau apa Flashdisk itu adalah masa depan gw!" Ucap Memey ngegas.
Sejenak Eko terdiam dan tidak membalas ucapan kekasihnya tersebut.
"Udah Yank jangan marah? Biar aku yang membuatkan datanya yang baru?" Ucap Eko.
Eko membuka halaman baru di laptopnya, lalu menyalin beberapa materi, data penelitian, dan juga yang lainnya.
Memey pun menatap laptopnya dengan serius. Mereka berdua sangat serius menatap laptop.
Aku menjadi penasaran dengan apa yang sedang diperdebatkan oleh mereka berdua. Aku berdiri dan melihat layar monitor laptopnya Eko.
"Pada ngeributin apa sih?" Ucapku sambil melihat laptop eko.
"Itu Kak. Data skripsi gw hilang. Gara-gara itu juga masa kelulusan gw ditunda satu tahun." Ucap Memey.
Pantas saja Memey merasa kesal, karena Flashdisk yang telah dihilangkan oleh Eko merupakan data yang dapat menentukan masa depannya dan juga status sosialnya.
"Oh gitu? Emangnya Lo kuliah dimana Mey?"
Aku duduk kembali kekursi besi.
"Di Depok Kak." Ucap Memey.
Sepintas aku pun mengingat pertanyaanku yang belum sempat dijawab oleh Memey.
"Berarti waktu itu? Lo berdua tinggal di Depok itu karena kalian kuliah disana ya Mey?"
"Iya Kak." Ucap Memey sambil terus menghisap Sampoerna Mildnya.
__ADS_1
Eko fokus mengotak-ngatik menyusun data tersebut.
"Emangnya ngambil Jurusan apa Mey?" Ucapku penasaran.
"Manajemen Pemasaran Kak." Ucap Memey.
"Oh iya, kalo kuliah ditempat lo itu biayanya berapa Mey?"
"Tergantung Kak. Tergantung jurusannya." Ucap Memey.
"Gw juga pengen kuliah deh kayak kalian berdua?" Ucapku
"Gw gak sempet kuliah, karena keadaan ekonomi Mey." Ucapku kembali.
"Yang bener lo kak kepengen?" Ucap Memey.
"Iya beneran." Ucapku.
"Kalo lo Mau? Nanti gw bantuin?" Ucap Memey.
"Tapi biayanya berapa dulu Mey? Soalnya gw juga harus ngitung biaya hidup gw selama disini juga Mey?" Ucapku.
Ucap Memey:
"Ambil yang didaerah tanggerang selatan aja Kak? Kebetulan Gw juga ada temen yang kuliah disitu. Akreditas kampusnya juga lumayan baik, dan harganya lumayan ringan.",
"Gw sama Eko juga di Depok ini kuliah dikampus yang biasa saja Kak. Nah, kalo untuk S2-nya gw belum mikirin mau kemana. Karena gw mau cari pengalaman kerja dulu Kak."
"Ya udah Mey, nanti tolongin mintain formulirnya sekaligus minta brosur pembayarannya ya? Biar gw itung-itung dulu seluruh biayanya. Biar gw bisa mengukur kemampuan gw untuk membiayai kuliah gw?" Pintaku pada Memey.
"Ok. Besok gw kontek temen gw Kak. Kalo enggak? Pas gw kekampus gw? Nanti gw sekalian mampir ke Kampus itu buat ngambil formulinya. Bila perlu? Lo juga ikut kesana biar tahu biayanya dan juga kampusnya Kak." Ucap Memey.
"Ok, makasih ya Mey?"
"Iya, sama-sama Kakak bencoooong." Ucap Memey.
"Ah, dasar Lo Mek! Mek!" Ucapku meledek.
"Eh Mey, Lo belum ngejawab pertanyaan gw yang terakhir waktu itu loh?" Ucapku kembali.
"Pertanyaan yang mana Lo Kak?" Ucap Memey.
"Waktu di Depok itu, Lo tinggal dirumah sendiri apa ngekos?"
"Kita berdua tinggal bareng Kak. Bahkan bukan sama Eko doank gw tinggal. Gw di Depok itu tinggal di Apartemen, bertiga dengan temen gw yang udah menghianati gw Kak." Ucap Memey.
"Gw merinding loh Mey?" Ucapku yang mendadak merasa merinding.
"Kenapa Lo?" Ucap Memey.
__ADS_1
"Gak tau gw. Ya udah lanjutin aja ceritanya Mey?" Ucapku.
"Iya, jadi gw tinggal di Apartemen itu tuuuh bertiga dengan temen gw, yang diem-diem dia juga suka sama Eko kak." Ucap Memey.
"Asli gw semakin merinding loh Mey?" Ucapku.
"Ah Lo Kak! Ya udah ah gw gak mau lanjutin ceritanya!" Ucap Memey.
Disangka Memey mungkin aku sedang bercanda.
"Cerita aja kelesss? Cuss lanjutin! Gw penasaran." Ucapku.
"Jadi dia tuh kalo gw lagi gak ada di Apartemen? Tepatnya kalo gw lagi ngisi event diluar gitu? Dia suka godain Eko di apartemen. Bahkan sering kirim sms ini itu ke Eko."
"Sms yang kayak gimana Mek?"
"Ya, suka ngirim sms udah makan belum? Jangan lupa hati-hati dijalan? Sms memberikan perhatian kayak gitu deh ke Eko." Ucap Memey.
"Koq bisa sih jadi ketahuan sama lu Mey?" Tanyaku penasaran.
"Untungnya si Ndut ini bego Kak." Ucap Memey sambil noyor kepalanya Eko dengan satu telunjuknya.
"Eko jujur sama gw, Eko tunjukkin tuh bukti smsnya ke gw. Ya, meskipun gw taunya pas udah beberapa minggu yang lalu gitu deh." Ucap Memey sambil melirik ke Eko terlihat kesel.
"Gak tau deh gw? Selama gw berada diluar, mereka berdua udah ngapain aja!" Ucap Memey kesel.
Eko tetep terdiam dan tetap mengotak-ngatik laptopnya.
"Ah, kalo menurut gw Mey? Kalo emang Eko ngelakuin sesuatu sama itu perempuan? Gak mungkin Eko mau jujur, apalagi mau nunjukkin buktinya ke Lo?" Ucapku.
"Iya Kak. Makanya gw juga masih mau dan masih percaya sama Eko sampe sekarang ini. Gw kerja didaerah sini tuh Kak? Ya supaya bisa mantau Eko Kak, karena Eko kerja dan nerusin kuliahnya didaerah sini. Ucap Memey.
"Mantep. Pinter banget Lo ya ngejaga si Eko?" Ucapku.
"Malah kalo adamah gw mau beliin dia CD yang ada gemboknya tuh Kak? Biar gak kemana-mana tuh burungnya dia!" Ucap Memey kesel.
"Hahahha.. Kasihan amat Lo Ko punya pacar kayak dia?" Ucapku ke Eko.
Eko menengok menatap kearahku.
"Justru gw merasa beruntung bisa dapetin dia Kak? Lo gak tau sih kak, perjuangan gw waktu mengejar cintanya dia? Ya yank?" Ucap Eko sambil memberikan senyuman manisnya ke Memey.
"Tau deh Ndut ah!" Ucap Memey masih kesel.
"Terus diapain tuh Mey? Setelah Lo tau, dia berusaha merebut kekasih Lo ini?" Ucapku.
"Ya gw usirlah Kak. Gw maki abis-abisan tuh bocah!",
"Gw gak nyangka aja sama dia Kak? Udah gw tampung, tinggal gratis, malah nusuk gw dari belakang!" Ucap Memey kesel.
__ADS_1