Hanya Sebatas Istri Siri

Hanya Sebatas Istri Siri
Bab 17 Liburan Medina Dan Mark


__ADS_3

Medina menunggu kedatangan Mark dengan wajah yang cemberut, moodnya langsung anjlok. Tidak lama kemudian, mobil Mark pun datang. Marka dengan cepat keluar dari dalam mobilnya dan segera membukakan pintu mobil untuk Medina.


"Ayo masuk, kenapa cemberut seperti itu?" seru Mark.


Medina dengan cepat masuk ke dalam mobil Mark dan Mark pun segera menyusul masuk ke dalam mobilnya juga, perlahan Mark mulai melajukan mobilnya.


"Apa ada masalah?"


"Anak pembantu itu menyebalkan sekali Mark, pagi-pagi sudah membuat moodku hancur," sahut Medina.


"Anak pembantu yang mana?"


"Itu yang hamil, anaknya si Bi Sum."


"Lah, dia ikut ke rumah kamu?" tanya Mark.


"Iya, dia disuruh Mama Arini dan Papa Mahaprana untuk ikut bersama kita."


"Sebentar, kok aku aneh dengan orangtua Kai yang terlihat sangat menyayangi dia, apa jangan-jangan ada sesuatu yang mereka sembunyikan?" seru Mark.


"Maksudnya, sesuatu apa?" tanya Medina.


"Entahlah, itu hanya perasaanku saja. Sudahlah gak usah mikirin mereka, bukannya kita mau liburan ke pantai? aku gak mau ya, jauh-jauh pergi ke pantai tapi kamunya malah tidak bersemangat seperti itu."


"Maaf," sahut Medina dengan senyumannya.


"Nah, gitu dong senyum kan jadi semakin cantik."


Medina dan Mark memang dua manusia yang tidak tahu malu, apalagi Medina yang sudah dengan teganya mengkhianati Kai padahal selama ini Kai sangat mencintai Medina.


***


Siang ini Kai baru saja sampai di Surabaya, Kai langsung menghubungi Medina tapi sayang ponselnya sama sekali tidak aktif.


"Kok ponselnya tidak aktif sih?" gumam Kai.


Kai tidak tahu kalau saat ini Medina dan Mark sedang bersenang-senang di pantai.


Kai pun memutuskan untuk menghubungi nomor rumahnya dan diangkat oleh BI Surti, dan betapa terkejutnya Kai saat Bi Surti mengatakan kalau Medina pergi sejak tadi pagi.


"Ke mana dia? apa mungkin Medina pergi ke rumah Mamanya?"


Kai kembali menghubungi nomor Mertuanya dan lagi-lagi Mertuanya mengatakan kalau Medina tidak ada di rumah, sungguh Kai merasa sangat khawatir dan Kai kembali menghubungi Mark dan ternyata ponsel Mark tidak di angkat-angkat.


Kai melempar ponselnya ke atas tempat tidurnya, sungguh dia merasa frustasi.

__ADS_1


"Sial, ke mana Medina?" geram Kai.


Kai menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, kali ini perasaannya sungguh tidak enak.


Malam pun tiba....


Medina dan Mark memang sungguh keterlaluan, malam ini mereka melakukan hal selayaknya suami istri bahkan Medina lupa kalau dia tidak meminum pil KB.


"Mark, bagaimana kalau Mas Kai sampai tahu?" seru Medina.


"Tidak apa-apa, justru itu sangat bagus makanya sebelum kita ketahuan, kita harus bisa mendapatkan sebagian hartanya Kai," sahut Mark.


Medina dan Mark saat ini sedang tidur bersama setelah sebelumnya mereka melakukan adegan panas.


"Tadi siang, Kai meneleponku tapi gak ke angkat soalnya ponsel aku, aku silent," seru Mark.


"Astaga, aku lupa," seru Medina sembari bangun dengan wajah paniknya.


"Ada apa, sayang?"


"Aku lupa, dari tadi pagi ponsel aku matikan pasti Mas Kai akan marah."


Medina segera memungut pakaiannya dan segera memakainya, setelah itu dia pun mengambil ponselnya dan langsung menghidupkannya.


"Mark, aku telepon Mas Kai dulu, kamu diam ya jangan bicara."


"Oke."


Medina menghubungi Kai dan dengan cepat Kai mengangkatnya.


📞"Sayang, kamu dari mana saja jam segini baru menghubungi aku? aku sangat khawatir dengan keadaanmu," seru Kai.


📞"Maaf Mas, ini aku baru saja pulang ke rumah."


📞"Memangnya kamu dari mana saja seharian ini? aku sudah menghubungi Mama kamu katanya kamu hari ini tidak datang ke rumah, begitu pun dengan Mark, aku sudah menghubunginya beberapa kali tapi tidak dia angkat."


Medina tampak terdiam, dia bingung harus menjawab apa.


📞"Ta-tadi aku pergi ke salon Mas, aku lupa bawa ponsel dan ternyata ponsel aku mati, habis itu aku jalan-jalan sebentar karena sudah lama aku tidak jalan-jalan."


📞"Apa kamu ditemani Mark?"


📞"Iya, Mas."


📞"Ya sudah, sekarang kamu istirahat ya jangan tidur terlalu malam tidak baik untuk ibu hamil."

__ADS_1


📞"Iya, Mas."


Kai pun akhirnya memutuskan sambungan teleponnya, Medina pun kembali menghampiri Mark dan bisa bernapas lega karena Kai sangat mempercayainya.


"Bagaimana, apa Kai merasa curiga?" tanya Mark.


"Tidak dong, Mas Kai selalu percaya sama aku."


"Ya sudah, sekarang kita tidur sebelum besok kita pulang."


Medina dan Mark pun akhirnya masuk ke alam mimpi mereka masing-masing, sedangkan Kai saat ini dia sedang berada di sebuah restoran bersama rekan bisnisnya.


"Kai, apa kamu tidak takut mempercayakan Mark untuk menjaga istrimu?" seru Wisman.


"Memangnya kenapa? Mark adalah sahabatku, dia tidak mungkin mengkhianatimu."


"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, banyak loh kejadian yang selingkuh dengan teman suami atau istri, jadi aku harap kamu harus hati-hati dan pantau mereka. Jangan sampai kamu kecolongan, lagipula dari tadi kamu kan susah sekali menghubungi Mark dan istri kamu," seru Wisman dengan santainya.


Seketika Kai terdiam, sebenarnya di hati Kai ada sedikit rasa curiga kepada Mark tapi dia selalu berusaha menepis pikiran itu karena dia berpikir, tidak mungkin Mark sampai mengkhianatinya.


***


Keesokan harinya...


Seperti biasa, Luna bangun subuh. "Sepertinya Nyonya Medina tidak pulang, apa dia menginap di rumah orangtuanya ya," gumam Luna.


Luna melihat Bi Surti sedang membereskan rumah.


"Bi, Luna ke atas dulu ya mau membersihkan kamar tidur Nyonya Medina, aku takut dia marah karena kamarnya berantakan."


"Iya, tapi kamu beres-beresnya pelan-pelan ya kalau merasa capek jangan dilanjut biar nanti Bibi yang lanjutkan."


"Iya, Bi."


Luna pun segera menuju kamar Medina dan Kai, perlahan Luna masuk ke dalam dan menyalakan lampu yang awalnya terlihat sangat gelap.


Luna mulai memunguti baju kotor Kai dan Medina, lalu menyimpannya di tempat baju kotor. Setelah itu, Luna mulai merapikan tempat tidur yang sangat berantakan itu.


Plukk...


Di saat Luna menarik seprei untuk di ganti, tiba-tiba Luna melihat ada sesuatu yang jatuh dari dalam kasur. Luna mengambil benda itu, dan betapa terkejutnya Luna saat melihat kalau itu sebuah pil KB.


"Ini kan, pil KB kenapa ada pil KB di sini? Nyonya Medina tidak mungkin meminum pil KB ini karena saat ini dia sedang hamil, tapi kalau bukan milik Nyonya Medina, terus ini punya siapa?" batin Luna.


Cukup lama Luna berpikir, hingga akhirnya Luna memutuskan untuk menyimpan pil KB itu ke tempat semula. Luna kembali merapikan tempat tidur dan mengganti sepreinya, setelah selesai Luna pun segera keluar dari kamar itu dengan hati yang bertanya-tanya.

__ADS_1


__ADS_2