
Hari ini Bu Ami dan Aura datang ke rumah Mama Luna, mereka tidak sadar kalau dari tadi Ayah Mail mengikuti mereka.
"Busyet, rumahnya besar banget," gumam Ayah Mail.
Ayah Mail senyum-senyum sendiri, entah apa yang sedang dia pikirkan saat ini. Setelah dia tahu di mana rumah itu berada, dia pun memilih untuk pergi.
Sementara itu, Bu Ami dan Aura tampak terkejut dan menganga melihat rumah Mama Luna.
"Wow, rumah Kak Fahmi besar sekali, Bu," seru Aura.
"Iya, Nak."
Seorang sekuriti menghampiri Bu Ami dan Aura. "Kalian siapa? dan ada perlu apa ke sini?"
"Begini Pak, saya di suruh Bu Luna untuk bekerja di sini sebagai ART," sahut Bu Ami.
"Oh, sebentar saya laporan dulu kepada Nyonya Luna."
Sekuriti itu pun menghubungi Mama Luna melalui sambungan telepon, dan tidak lama kemudian sekuriti itu kembali menghampiri Bu Ami dan Aura.
"Silakan masuk, Nyonya Luna sudah menunggu di dalam."
"Terima kasih, Pak."
Perlahan Bu Ami dan Aura pun masuk ke dalam rumah, mereka benar-benar sangat kagum dengan rumah yang sangat besar dan mewah itu.
"Selamat datang Bu Ami dan Aura," sapa Mama Luna.
"Terima kasih, Bu."
"Apa Bu Ami sudah siap bekerja di sini?"
"Insya Allah Bu Luna."
"Tugas Bu Ami hanya bantu saya bersihkan rumah ini saja, kalau masalah masak biar saya saja karena suami saya tidak mau hasil masakan orang lain."
"Baik Bu Luna."
"Kalau begitu, mari ikut sama saya."
Mama Luna membawa Bu Ami dan Aura ke dapur.
"Ini dapurnya dan itu kamar mandinya, jadi sekarang Bu Ami sudah bisa mulai bekerja dan kamu Aura, kamu bisa bermain di sana."
__ADS_1
"Wah, ada ayunan Bu."
"Kamu mau naik, sana main sendirian ya, karena saat ini Fahmi masih sekolah."
"Iya, Bu Luna."
Aura langsung berlari dan bermain ayunan, Aura sangat bahagia membuat Mama Luna dan Bu Ami tampak mengembangkan senyumannya.
"Bu Ami, kalau begitu saya ke atas dulu soalnya saya merasa lelah saat ini."
"Baik Bu Luna."
Mama Luna langsung naik ke atas untuk beristirahat karena entah kenapa di hamil keduanya itu, Mama Luna jadi cepat lelah dan gampang ngantuk juga. Sementara itu, Bu Ami pun dengan cekatan segera membersihkan piring dan yang lainnya.
***
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, siang ini Mama Luna hanya menyuruh sopir pribadinya saja untuk menjemput Fahmi karena Mama Luna saat ini sedang malas ngapa-ngapain.
Fahmi begitu sangat bersemangat, dia tahu kalau hari ini Aura sudah ada di rumah. Sesampainya di rumah, Fahmi langsung mencari Aura.
"Hai Aura."
"Hai Kak Fahmi."
"Ayo ikut, kita main di tempat bermain aku saja."
"Huawaaa...permainannya banyak banget," seru Aura.
"Ayo, kamu mau main apa? pilihlah mainan kesukaan kamu."
Aura langsung berlari dan melompat ke kolam yang penuh dengan bola itu, Papa Kai memang sengaja membuat wahana permainan supaya Fahmi tidak bosan tinggal di rumah.
"Sebentar ya, aku mau ganti seragam dulu, nanti aku ke sini lagi."
"Iya, Kak."
Fahmi segera berlari ke kamarnya untuk mengganti baju, tidak membutuhkan waktu lama Fahmi pun sudah selesai berganti baju dan dengan cepat segera menghampiri Aura.
Mereka tertawa bersama, Fahmi dan Aura tampak sangat bahagia hingga tidak terasa mereka pun sudah semakin dekat bahkan Fahmi akan sedih jika Aura pulang.
***
Sore pun tiba...
__ADS_1
Bu Ami dan Aura berpamitan untuk pulang, Fahmi terlihat sangat sedih.
"Kaka Fahmi jangan sedih, besok Aura ke sini lagi kok," seru Aura.
"Iya, besok kita main lagi ya."
Aura tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.
"Bu Luna, kalau begitu saya pamit dulu."
"Iya, terima kasih ya Bu Ami untuk hari ini karena sudah membantu saya membereskan rumah ini."
"Sama-sama Bu, memang itu sudah menjadi tugas saya."
Mama Luna memberikan makanan untuk mereka. "Ini ada makanan untuk kalian, bawa saja."
"Terima kasih, Bu Luna. Mari Bu!"
"Iya, hati-hati di jalan."
Bu Ami dan Aura pun akhirnya pulang, Fahmi tampak melambaikan tangannya ke arah Aura begitu pun sebaliknya.
Mereka pulang ke rumah dengan menggunakan angkot karena tadi Mama Luna sempat memberikan ongkos untuk pulang.
Sesampainya di rumah, Bu Ami dan Aura sangat terkejut saat melihat keadaan rumahnya sangat berantakan.
"Astagfirullah, ada apa ini Mas?" tanya Bu Ami.
"Kalian dari mana saja? kenapa tidak ada nasi sedikit pun, aku sangat lapar!" bentak Ayah Mail.
"Maaf Mas, saat ini aku bekerja menjadi ART jadi tadi aku belum sempat masak nasi," sahut Bu Ami.
Ayah Mail melihat kantong kresek yang dibawa oleh Bu Ami, dia pun merebutnya.
"Ini apa?"
"Itu makanan dari Bu Luna."
Ayah Mail segera membukanya dan ternyata isinya berbagai macam makanan enak, termasuk ada daging mentah juga untuk Bu Ami masak di rumah.
"Ini kamu bawa makanan, kenapa kamu tidak bilang? kamu sudah tidak mau ya berbagi dengan suamimu ini?" bentaknya.
"Tidak Mas, aku baru saja mau menawarkannya tapi Mas keburu merebutnya."
__ADS_1
"Alasan saja."
Ayah Mail segera melahap makanan yang diberikan Mama Luna itu, bahkan Aura hanya bisa melihatnya dengan menelan salivanya. Aura juga ingin merasakan makanan itu tapi takut dimarahi Ayahnya jadi Aura hanya bisa diam saja.