Hanya Sebatas Istri Siri

Hanya Sebatas Istri Siri
Bab 6 Pria Kejam


__ADS_3

Malam itu, Kai langsung berangkat menuju Amerika. Seperti biasa, Luna akan menunggu kepulangan Kai. Luna tidak peduli Kai akan marah atau tidak, yang jelas Luna ingin menjadi istri yang baik untuk Kai.


Luna sudah sangat mengantuk, tapi Luna tahan. Dia pun memutuskan untuk menunggu Kai di ruang tamu, tapi baru saja Luna duduk di sofa, rasa ngantuk sudah mulai menyerang kembali hingga tidak lama kemudian, akhirnya Luna pun tertidur di atas sofa.


Jam sudah menunjukan pukul 1 subuh, Mama Arini keluar dari kamarnya karena merasa haus. Betapa terkejutnya Mama Arini saat melihat Luna tertidur di atas sofa.


"Astaga, kenapa Luna tidur di sofa?" gumam Mama Arini.


Mama Arini pun segera menghampiri Luna dan membangunkan Luna.


"Luna, bangun Luna."


Luna mulai menggerakkan tubuhnya dan langsung bangun saat melihat ada Mama Arini di sana.


"Kamu kenapa tidur di sini?" tanya Mama Arini.


"Luna sedang menunggu kepulangan Tuan Kai, Ma."


Mama Arini merasa terenyuh, ia pun duduk di samping Luna dan mengusap kepala Luna dengan penuh kasih sayang.


"Maafkan Kai, karena selalu bersikap kasar kepadamu. Kamu adalah istri yang sangat baik, sekarang lebih baik kamu masuk ke dalam kamar kamu dan tidur soalnya Kai tidak akan pulang."


"Memangnya Tuan Kai ke mana, Ma?"


"Kai berangkat ke Amerika, sepertinya dia ingin menemui Medina."


Hati Luna lagi-lagi terasa ngilu. "Oh begitu ya, Ma. Kalau begitu, Luna masuk ke dalam kamar dulu ya, Ma."


"Iya, sayang."


Luna dengan cepat masuk ke dalam kamarnya dan untuk kesekian kalinya, airmata Luna kembali menetes. Entah kenapa, Luna tidak suka kalau Kai menemui Medina.


"Dasar bodoh, ada apa denganku ini? kenapa aku tidak suka melihat Tuan Kai menemui Nyonya Medina, mereka kan suami istri bahkan status aku di sini hanya sebagai istri siri," gumam Luna dengan airmata yang terus saja mengalir.


***


1 Minggu sudah Kai berada di Amerika dan Luna sungguh merindukan suaminya itu. Walaupun Kai tidak pernah mencintai Luna, tapi justru sebaliknya Luna merasakan sudah jatuh cinta kepada suaminya sendiri.


"Ya Allah, kapan Tuan Kai pulang?" batin Luna dengan melamun di teras rumah.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, sebuah taksi berhenti di depan rumah Kai membuat Luna bangkit dari duduknya.


Senyuman Luna mengembang saat tahu siapa yang turun dari dalam taksi itu.


"Tuan Kai."


Luna segera menghampiri Kai. "Tuan Kai," seru Luna dengan mencium punggung tangan Kai.


Seketika Kai terkejut dengan perlakuan Luna, pasalnya selama dia menikah dengan Medina, istrinya itu tidak pernah mencium punggung tangannya.


"Sini Tuan, biar aku bawakan tasnya. Tuan mau kopi atau teh? biar aku buatkan untuk Tuan," seru Luna lembut.


Kai tersadar dan menarik tangannya sendiri. "Jangan sok perhatian, aku sudah bilang sama kamu jangan urusin keperluanku!" bentak Kai.


"Tapi sekarang aku sudah menjadi istri Tuan, aku akan berdosa kalau tidak mengurus suami sendiri," lirih Luna dengan menundukkan kepalanya.


"Ingat ya, kamu hanya istri siri aku, lagipula aku juga terpaksa menikahimu karena anak yang ada di dalam kandungan mu itu, jadi mau sebaik apa pun kamu kepadaku, aku tidak akan pernah bisa mencintaimu, paham kamu!"


Kai pun segera melangkahkan kakinya meninggalkan Luna, airmata Luna kembali menetes menahan rasa sakit atas perkataan suaminya sendiri.


Luna pun memutuskan untuk ke dapur, membantu Ibunya memasak untuk makan siang. Setelah selesai, Luna pun menyiapkannya di meja makan.


"Luna, apa Kai sudah pulang?" tanya Mama Arini.


"Kamu panggilin Kai, untuk makan siang," seru Mama Arini.


"Tapi Ma------"


"Kenapa, gak berani? sekarang kan, Kai sudah menjadi suamimu juga bahkan saat ini kamu sedang mengandung anaknya Kai, jadi kamu tidak usah sungkan dan takut," seru Mama Arini.


"Baiklah Ma, Luna panggilin Tuan Kai dulu."


Luna pun segera menaiki anak tangga untuk memanggil Kai, langkahnya terhenti saat Luna sudah berada tepat di depan pintu kamar Kai.


Tok..tok..tok..


"Tuan, makan siang sudah siap!" seru Luna dengan nada yang sedikit tinggi.


Luna menunggu sebentar, tapi tidak ada suara sama sekali. Luna kembali mengetuk pintu tapi tetap saja tidak ada jawaban sama sekali.

__ADS_1


"Mungkin Tuan Kai sedang tidur, tapi kan ini waktunya makan siang kalau Tuan Kai tidak makan, nanti dia kelaparan," gumam Luna.


Saat ini Luna benar-benar bingung harus bagaimana.


"Apa aku masuk saja ya dan bangunin Tuan Kai," gumam Luna.


Luna tampak berpikir sejenak, setelah memikirkan secara matang-matang, akhirnya Luna memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Kai.


Beruntung pintu kamarnya tidak dikunci, perlahan Luna masuk ke dalam kamar Kai. Terlihat Kai memang sedang tidur, dengan langkah perlahan, Luna pun menghampiri Kai.


Ditatapnya wajah Kai dengan seksama, senyuman Luna terbit di wajah cantiknya itu.


"Ya Allah, Papamu tampan sekali Nak. Beruntung sekali Nyonya Medina bisa dicintai Tuan Kai dengan sangat tulus. Seandainya aku juga bisa mendapatkan cintanya Tuan Kai," batin Luna dengan senyumannya.


Kai mulai membuka matanya, tapi Luna belum sadar dia terus saja menatap wajah Kai.


"Berani sekali kamu masuk ke kamarku tanpa seizin ku!" sentak Kai.


Luna tersentak kaget, dia langsung menundukkan kepalanya karena takut. Kai bangun dari tidurnya dan menatap tajam ke arah Luna.


"Ma-maafkan a-ku Tuan, a-ku hanya ingin memberitahukan kalau makan siang sudah siap," sahut Luna.


"Kamu kan bisa ketuk pintu dan memanggil dari luar tanpa harus masuk ke kamarku!" bentak Kai.


"Sudah Tuan, tapi Tuan tidak mendengarnya jadi aku memutuskan untuk masuk."


"Kalau aku tidak keluar, berarti aku sedang tidur dan kamu jangan mengganggu aku."


Luna tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya bisa menundukkan kepalanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Sekarang kamu keluar dari kamarku, dan jangan sekali-kali kamu masuk ke dalam kamarku lagi tanpa seizin dariku!" bentak Kai.


"Ba-baik Tuan."


Luna dengan cepat keluar dari kamar Kai, Luna segera menghapus airmatanya sungguh Luna merasa sangat sakit hati dengan perlakuan dan kata-kata kasar yang selalu Kai ucapkan kepadanya.


*


*

__ADS_1


*


Maaf ya, Author baru bisa up lagi karena kemarin-kemarin Authornya tumbang gak bisa up🙏🙏


__ADS_2