
Setelah perdebatan panjang akhirnya Fahmi pun mengalah dan memenuhi semua keinginan calon istrinya itu daripada akhirnya akan membuatnya rugi lebih baik Fahmi mengalah untuk menang.
Aura dan Fahmi saat ini sedang berada di butik untuk fitting baju pengantin mereka.
"Sayang, Mama pilihkan baju pengantin ini soalnya baju ini tampak simple tapi terlihat sangat anggun dan elegan," seru Mama Luna dengan memperlihatkan baju pengantin yang dia pilih.
"Kalau Aura terserah Mama saja, soalnya Aura percaya akan pilihan Mama."
"Aura pakai baju yang mana pun, pasti akan terlihat cantik Ma," sahut Fahmi.
Setelah selesai fitting baju pengantin, Aura dan Fahmi pun menuju sebuah tempat out dor yang menjadi pilihan Aura itu.
"Ya Allah, cantik sekali," gumam Aura.
Fahmi memeluk Aura dari belakang membuat Aura merasa malu dan berusaha melepaskan pelukan Fahmi.
"Lepaskan Kak, malu di lihat banyak orang," bisik Aura.
"Ngapain mesti malu, sebentar lagi kita akan menjadi pasangan suami istri kok."
Aura tidak bisa berbuat banyak, karena sekuat apa pun dia berusaha melepaskan pelukan Fahmi tetap saja Fahmi tidak akan melepaskannya.
Aura melihat-lihat suasana tempat resepsi dengan langkah yang sedikit kesusahan karena Fahmi masih saja menempel memeluk tubuhnya.
"Kak, aku sudah sekali untuk berjalan bisa tidak lepaskan dulu," keluh Aura.
"Tidak bisa."
"Ya sudah, kalau begitu kita batalkan saja acara pernikahan kita," kesal Aura.
__ADS_1
"Apa?"
Seketika Fahmi langsung melepaskan pelukannya dan menatap tajam ke arah Aura.
"Berani kamu membatalkan pernikahan kita, aku jamin aku akan memaksamu bahkan aku akan menculikmu biar kamu tetap mau menikah denganku," kesal Fahmi.
"Makanya jangan macam-macam," sahut Aura dengan mengusap wajah Fahmi.
***
Waktu pun berjala dengan sangat cepat, hari ini adalah hari pernikahan Aura dan Fahmi. Ijab kabul di adakan pagi hari dan resepsi akan berlanjut di malam hari, terlihat sekali wajah Fahmi sangat tegang.
"Tenang Kak, jangan tegang seperti itu," seru Farah.
"Kakak deg-degan banget Farah, rasanya jantung Kakak mau loncat dari tempatnya," sahut Fahmi.
"Coba tarik napas dalam-dalam, lalu Kakak hembuskan dengan perlahan supaya Kakak sedikit lebih tenang."
"Kakak cantik sekali," seru Amira.
"Terima kasih, Dek."
"Kakak gugup, ya?"
"Kakak gugup banget ini."
Amira menggenggam kedua tangan Kakaknya itu. "Kakak harus tenang jangan gugup."
Tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan sosok Papa Hartawan.
__ADS_1
"Ayo sayang, sudah waktunya ijab kabul dimulai," seru Papa Hartawan dengan mengulurkan tangannya kepada Aura.
Aura menyunggingkan senyumannya lalu membalas uluran tangan Papanya itu, Aura merangkul lengan Papa Hartawan dan dengan perlahan mereka pun berjalan menuju tempat ijab kabul.
Perlahan tapi pasti, Aura berjalan dengan anggunnya menuju tempat ijab kabul. Hingga beberapa saat kemudian, Aura pun sampai dan semua mata langsung tertuju kepada Aura tak terkecuali Fahmi.
Senyuman tersungging di wajah Aura dan Fahmi, Aura duduk di samping Fahmi dan Papa Hartawan duduk di hadapan Fahmi. Setelah mendengar satu dua patah nasehat dari Pak Penghulu, Papa Hartawan pun mulai menjabat tangan Fahmi.
"Saya terima nikah dan kawinnya Aura Utami Hartawan binti Hartawan dengan mas kawin seperangkat alat shalat dibayar, TUNAI."
"Bagaimana saksi, sah!" seru Pak Penghulu.
"Saaaaahhhh."
"Alhamdulillah."
Semua orang serempak mengucapkan kata Hamdallah, Aura mencium punggung tangan Fahmi dan Fahmi mencium kening Aura dengan sangat lama.
Akhirnya kisah cinta Aura dan Fahmi berakhir dengan bahagia, kalau Allah sudah mentakdirkan jodoh buat kita seberapa lama pun kita terpisah, pada akhirnya kita akan bersama.
π
π
π
π
π
__ADS_1
Terima kasih yang masih setia dengan karya-karyaku, maaf aku tamatkan karena mereka semua sudah bahagia sudah tidak ada lagi yang harus diceritakan jadi aku selesaikan saja. Lagipula masih banyak karya baru yang saat ini sedang menunggu antrian untuk di publish.
Jangan lupa mampir lagi ya di karya-karya terbaruku nantiπππ₯°π₯°