Hanya Sebatas Istri Siri

Hanya Sebatas Istri Siri
Bab 37 Hasrat Yang Terpendam


__ADS_3

Tidak membutuhkan waktu lama, Kai pun sampai di rumahnya. Luna yang sedang membereskan meja makan sampai kaget melihat Kai pulang kembali.


"Loh, kok Mas pulang lagi? apa ada yang ketinggalan?" tanya Luna.


"Iya, ada sesuatu yang ketinggalan."


Kai menarik tangan Luna dan membawanya ke lantai atas menuju kamarnya. Setelah masuk, Kai dengan cepat mengunci pintu kamar itu.


"Ada apa, Mas? apa yang ketinggalan?" tanya Luna dengan masih kebingungan.


Kai mendekati Luna dan mencengkram kedua bahu Luna membuat Luna kaget.


"Luna, mari kita membuat adik untuk Fahmi."


"Hah, ma-maksud Mas apa?" tanya Luna gugup.


"Kamu dengar kan, tadi malam Fahmi minta apa? menurutku Fahmi ada benarnya juga, dia pun sudah besar ditambah kita kan sudah sah menjadi pasangan suami istri jadi apa salahnya kita melakukan itu," seru Kai gugup.


"Tapi, bukannya Mas belum mencintai aku?"


"Siapa bilang? aku sudah sejak dulu mencintaimu Luna, tapi rasa gengsi ku terlalu tinggi dan selama ini aku sudah menahan hasrat ku yang sudah sejak lama terpendam."


Luna membelalakkan matanya, dia tidak menyangka jika Kai sudah memiliki perasaan itu kepada dirinya.


"Jadi, bisakah aku menuntut hakku kali ini?" seru Kai.


Seketika Luna terdiam, tapi beberapa detik kemudian Luna pun akhirnya menganggukkan kepalanya. Kai benar-benar sangat bahagia, pagi itu Kai tidak membuang-buang waktu lagi dan proses pembuatan adik Fahmi pun berjalan dengan sangat lancar.


Kai benar-benar kalap, sudah lama dia menginginkannya dan sekarang dia balas dendam atas apa yang selama ini sudah dia pendam bertahun-tahun.

__ADS_1


"Kamu benar-benar luar biasa Luna, aku sampai tidak bisa berhenti untuk melakukannya," seru Kai.


"Mas, sebentar lagi aku harus jemput Fahmi, bisa kita hentikan dulu," seru Luna dengan ragu-ragu.


Erangan terakhir pun keluar dari mulut Kai, Kai menggulingkan tubuhnya ke samping Luna. Napas mereka saling memburu satu sama lain, peluh sudah bercucuran dari seluruh tubuh.


"Mas, memangnya Mas sudah mulai mencintaiku sekarang? soalnya aku gak mau sampai hamil dan kamu meninggalkan aku lagi terus tidak memperdulikan aku," lirih Luna.


Kai menoleh ke arah Luna, dan membalikan tubuh Luna untuk menghadap ke arahnya.


"Sudah lama aku mencintaimu Luna, tapi aku malu untuk mengatakannya dan sekarang aku katakan kalau aku mencintaimu Luna dan aku janji tidak akan meninggalkan kamu lagi sampai kapan pun. Aku akan berada di sampingmu dan juga Fahmi."


Tiba-tiba airmata Luna menetes saking bahagianya dengan ucapan Kai.


"Terima kasih Mas."


Luna langsung memeluk suaminya itu, akhirnya cinta Luna tidak bertepuk sebelah tangan lagi.


"Astaga."


Luna segera melepaskan pelukannya dan dengan cepat menyambar handuk dan berlari masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Kai terkekeh melihat tingkah Luna.


Beberapa saat kemudian, Luna sedang merias dirinya sedangkan Kai masih berada dalam kamar mandi.


"Mas, cepat! kita sudah telat jemput Fahmi pasti dia akan marah!" teriak Luna.


"Iya, sayang."


Kai segera keluar dari kamar mandi dan memakai baju yang sudah disiapkan oleh Luna, setelah siap mereka pun segera menuju sekolah Fahmi. Luna tampak khawatir karena dia telat jemput Fahmi sampai satu jam lamanya.

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu lama, mereka pun sampai di sekolah Fahmi. Terlihat Fahmi sedang duduk di pos satpam menunggu kedatangan Mamanya.


"Fahmi."


"Mama ke mana saja, kok jemputnya telat?" kesal Fahmi dengan wajah yang cemberut.


"Salahkan tuh Papamu, karena dia yang sudah membuat Mama telat menjemputmu," sahut Mama Luna.


Kai menggendong Fahmi yang saat ini wajahnya cemberut.


"Hai kok cemberut, maafkan Papa lain kali Papa tidak akan membuat Mamamu telat lagi. Sekarang sebagai permintaan maaf Papa, bagaimana kalau kita beli es krim," bujuk Papa Kai.


"Tapi Fahmi mau es krim yang banyak ya."


"Oke, mau beli sama kedainya pun Papa bakalan beliin untukmu."


"Apaan sih Mas, jangan mengajarkan Fahmi yang bukan-bukan," kesal Luna.


"Baiklah, sekarang kita berangkat."


"Let's go, Pa!"


Mereka bertiga pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke sebuah Mall, Fahmi tampak sangat bahagia begitu pun dengan Luna.


Raut bahagia dan senyuman tidak pernah luntur dari wajah ketiganya, kali ini mereka benar-benar sangat bahagia dan menemukan kebahagiaan mereka yang sesungguhnya.


Fahmi memakan es krimnya dengan sangat lahap membuat Luna dan Kai menyunggingkan senyumannya.


"Kamu tahu Luna, baru kali ini aku merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa. Kamu dan Fahmi adalah kebahagiaanku, aku sangat beruntung bisa memiliki kalian dalam hidupku," seru Kai.

__ADS_1


"Aku juga sangat bahagia Mas, akhirnya kita bisa menjadi satu keluarga yang bahagia."


Luna menyandarkan kepalanya ke pundak Kai sembari memperhatikan Fahmi memakan es krimnya.


__ADS_2