
Saat sedang
pelajaran berlangsung, ada sebuah batu yang masuk ke dalam kelas Aliken dan
mengenai seorang murid hingga terjatuh dan pingsan, batu itu semakin banyak
yang masuk ke dalam kelas nya. Seluruh murid sekolah SMAN 77 pun keluar dari
kelas nya dan mencari tempat berlindung untuk menghindari batu yang mengarah
kepadanya. Bel sekolah berbunyi sebagai tanda peringatan untuk keluar dari
dalam kelas dan mencari tempat berlindung. Aliken keluar dari dalam kelas nya
dan menemui Asmira di kelas nya. “Ayo Asmira sekarang ikut aku, kita harus mencari
tempat berlindung dari batu yang makin banyak mengarah kepada sekolah ini” kata
Aliken kepada Asmira, saat ia sampai ke kelas Asmira. “Sebelum kita mencari
tempat berlindung, kita harus secepat mungkin menelpon polisi, yang kita
dapatkan tadi di tempat bubur ayam tadi, supaya semakin sedikit orang yang
terkena batu nya,” kata Asmira kepada Aliken untuk menelpon polisi yang ia
dapatkan nomor nya di tempat bubur ayam tadi. Lalu seorang guru perempuan
membawa toa dan mendekati orang-orang yang sedang menyerang sekolah nya, dengan
batu yang di bawanya, di luar gerbang sekolah. “Kalian mau apa dari sekolah
ini, mengapa kalian semua menyerang sekolah ini dengan melemparkan batu ke arah
sekolah ini?,” tanya seorang guru kepada orang-orang yang sedang melempari batu
ke sekolah nya. Guru yang sedang berbicara dengan nya, di lempari batu oleh
orang-orang yang berada di luar nya, hingga pingsan dan terjatuh ke tanah.
“Oh tidak,
mereka saja berani melempari guru dengan batu, bagimana jika aku yang
menghampiri mereka,” ucap Aliken kepada Asmira. “Aliken, coba lihat itu, ada
Densi sedang menuju kepada orang-orang yang sedang melempari batu ke arah
sekolah ini,” kata Asmira kepada Aliken mengenai Densi yang berada di antara orang-orang yang sedang melempar
batu ke arah sekolah itu. Lalu Densi yang berada di antara orang-orang yang
sedang melempari batu ke arah sekolah itu, mengambil toa di sebelah guru yang
pingsan di depan gerbang nya. Aliken dan Asmira langsung memikirkan cara untuk
menelpon polisi terdekat, telepon umum yang ada di sekitar sekolah itu jaraknya
lumayan jauh dari sekolah itu, dan banyak anggota geng Densi yang sedang
menjaga sekolah nya itu, akhirnya di sepakati bhwa Asmiralah yang akan menelpon
polisi dan akan keluar dari sekolah itu.
“Tes-tes-tes-,
apakah semua mendengar suara ku” ucap Densi menggunakan toa yang ia ambil dari
guru yang sedang pingsan kepada seluruh murid SMAN 77. “Sudah lama tidak
bertemu teman-teman SMAN 77, yang ganteng dan cantik-cantik, tetapi yang di
sayangkan, aku berada di sini bukan mau sekolah lagi, tetapi mau membuat
sedikit kekacauan di sekolah ini, anak-anak SMAN 77 yang ganteng dan cantik,
ada yang masih mengenal ku tidak?” kata Densi kepada murid murid yang sedang
__ADS_1
ketakutan dan bersembunyi untuk menghindari batu yang mengarah kepada nya,
menggunakan Toa. Lalu seluruh murid SMAN 77 keluar dan melihat siapa yang
sedang berbicara menggunakan Toa di luar sekolahnya. “Ini bukan Densi?, anak
sekolah ini dulu,” kata seorang murid kepada yang lain nya. “Iya ini Densi” “iya” “ini Densi” “itu yang berada di depan sekolah, itu Densi”
ucap semua murid SMAN 77 kepada yang lain nya. “Densi, mengapa kamu berbuat
seperti ini di sekolah kamu dulu nak?, ada maslah apa sekolah ini dengan mu nak?,
coba jelaskan sedikit saja kepada ibu mengenai sekolah ini” tanya seorang guru
kepada Densi. “Ok, tenang semua, tenang semua, aku berada di sini karena ada
yang memanggil ku datang ke sini, jika aku tidak di panggil ke sekolah ini, aku
juga tidak akan menginjakan kaki ku di sekolah ini, apalagi menyerang sekolah
ini. Sekarang yang memanggil ku ke sekolah ini silakan menampakan diri nya di
hadapan ku, aku tidak akan menyebutkan namanya, tetapi yang aku mau, tampakan
lah dirimu di hadapan ku” ucap Densi kepada semua murid SMAN 77 yang menatap nya.
“Siapa yang
memanggil Densi ke sekolah ini? “
“ia, siapa yang
memanggil nya?”
“siapa?”
“siapa?”
“menurut mu
siapa yang memanggil Densi ke sekolah ini?”
yang memanggil Densi ke sini?,”
Tanya semua
murid SMAN 77 satu sama yang lain mengenai orang yang memanggil Densi ke
sekolah itu.
“Sudah Densi,
ucapkan saja siapa yang memanggil mu ke sekolah ini, kami para guru dan
murid-murid SMAN 77,akan melanjutkan kegiatan belajar mengajar di sekolah ini,
karena waktu KMB belum selesai, jika sudah kamu juga tidak boleh membuat
keributan di sekolah ini,” kata seorang guru SMAN 77 kepada Densi, untuk
mengatakan siapa yang memanggil nya ke sekolah nya. “Ok Bu, baik bu, santai
saja, baru saja saya datang, ibu sudah menyuruh saya pergi dari sekolah ini,
timpuk batu ke arah ibu itu,” perintah Densi kepada seorang geng nya, untuk
menimpuk batu ke arah guru yang berbicara tadi. Guru yang berbicara tadi di
lempar menggunakan batu hingga pingsan oleh seorang geng Tarata yang di
perintahkan oleh Densi. “Alex, sekarang kamu ikut aku untuk mengumpulkan kayu
sebanyak mungkin di gudang sekolah, lalu yang lain nya tunggu di sini sampai
aku balik,” ucap Aliken kepada teman-temannya yang berada di ruang kelas nya
dan meminta teman nya yang bernama Alex untuk mengumpulkan kayu di gudang
__ADS_1
sekolah. Lalu Aliken dan Alex mengumpulkan kayu yang berada di gudang sekolah
untuk di berikan kepada teman-teman nya. Alex dan Aliken sampai di gudang
sekolah. Mereka pun selesai mengumpulkan kayu di gudang dan menuju kelas “ayo
cepat masukan kayu nya ke kelas, sebelum ia menyerang sekolah ini lagi” kata
Alex kepada Aliken.
Lalu Asmira
berhasil keluar dari sekolahnya melewati pintu belakang sekolahnya tanpa di
ketahui seorang pun. Ia langsung menuju telepon umum yang berada di jalanan. Lalu seorang geng Tarata melihat murid SMAN
77 sedang berada di luar sekolah nya, anggota geng Tarata di perintah Densi
untuk mengawasi dan melihat murid SMAN 77 untuk tidak keluar dari sekolah nya,
sebelum Densi dan anggotanya pergi meninggalkan sekolah itu. Asmira menyadari
bahwa ada dua orang yang sedang mengarah kepadanya. Asmira langsung pergi dari
tempat telepon umum itu mencari tempat persembunyian, namun Asmira berhasil
menelpon polisi yang dia dapatkan nomornya dari penjual bubur ayam tadi pagi.
“Sekarang kalian
semua, murid-murid SMAN 77, jika kalian melihat seorang di kepala nya, ada
bekas sebuah luka yang tidak akan pernah hilang, kalian bawa ia ke hadapanku,
dan aku langsung pergi dari sekolah ini,” ucap Densi kepada semua murid SMAN
77.
“siapa ya, yang
punya luka di kepalanya?”
“siapa?”
“siapa ya?”
“ada yang lihat
tidak?”
Kata semua murid
bertanya satu dengan lain.
“Apakah sudah
temui orang yang memiliki luka di kepalanya yang tidak akan hilang?” tanya
Densi kepada semua murid yang berada di depan nya. “Kami semua belum menemukan
orang yang Densi maksud, kami semua sedang mencari nya” jawab seorang murid
kepada Densi. “Ok, kalau begitu, aku kasih kalian waktu sekitar dua puluh menit
lagi, jika belum di temui juga, aku dan teman-teman ku yang akan mencari orang
itu di dalam sekolah ini,” ucap Densi kepada semua murid SMAN 77 mengenai waktu
yang ia berikan kepada semua murid SMAN 77. Aliken yang berada di dalam kelas
sedang membuat rencana bersama teman-teman nya mengenai mengusir orang-orang di
luar sekolahnya yang membuat kekacauan. Setelah rencana selesai di buat, Aliken
langsung menampakan dirinya di hadapan Densi. “Apa yang kamu mau dariku?, aku sudah bilang kepada kamu, bahwa kemarin
malam itu hanya bercanda, tetapi kamu menganggap ini semua benar, jadi semua
__ADS_1
ini bukan aku yang salah” ucap Aliken kepada Densi di depan muka nya.