Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
pertemuan yang tidak di rencanakan.


__ADS_3

Saat sedang


pelajaran berlangsung, ada sebuah batu yang masuk ke dalam kelas Aliken dan


mengenai seorang murid hingga terjatuh dan pingsan, batu itu semakin banyak


yang masuk ke dalam kelas nya. Seluruh murid sekolah SMAN 77 pun keluar dari


kelas nya dan mencari tempat berlindung untuk menghindari batu yang mengarah


kepadanya. Bel sekolah berbunyi sebagai tanda peringatan untuk keluar dari


dalam kelas dan mencari tempat berlindung. Aliken keluar dari dalam kelas nya


dan menemui Asmira di kelas nya. “Ayo Asmira sekarang ikut aku, kita harus mencari


tempat berlindung dari batu yang makin banyak mengarah kepada sekolah ini” kata


Aliken kepada Asmira, saat ia sampai ke kelas Asmira. “Sebelum kita mencari


tempat berlindung, kita harus secepat mungkin menelpon polisi, yang kita


dapatkan tadi di tempat bubur ayam tadi, supaya semakin sedikit orang yang


terkena batu nya,” kata Asmira kepada Aliken untuk menelpon polisi yang ia


dapatkan nomor nya di tempat bubur ayam tadi.  Lalu seorang  guru perempuan


membawa toa dan mendekati orang-orang yang sedang menyerang sekolah nya, dengan


batu yang di bawanya, di luar gerbang sekolah. “Kalian mau apa dari sekolah


ini, mengapa kalian semua menyerang sekolah ini dengan melemparkan batu ke arah


sekolah ini?,” tanya seorang guru kepada orang-orang yang sedang melempari batu


ke sekolah nya. Guru yang sedang berbicara dengan nya, di lempari batu oleh


orang-orang yang berada di luar nya, hingga pingsan dan terjatuh ke tanah.


“Oh tidak,


mereka saja berani melempari guru dengan batu, bagimana jika aku yang


menghampiri mereka,” ucap Aliken kepada Asmira. “Aliken, coba lihat itu, ada


Densi sedang menuju kepada orang-orang yang sedang melempari batu ke arah


sekolah ini,” kata Asmira kepada Aliken  mengenai Densi yang berada di antara orang-orang yang sedang melempar


batu ke arah sekolah itu. Lalu Densi yang berada di antara orang-orang yang


sedang melempari batu ke arah sekolah itu, mengambil toa di sebelah guru yang


pingsan di depan gerbang nya. Aliken dan Asmira langsung memikirkan cara untuk


menelpon polisi terdekat, telepon umum yang ada di sekitar sekolah itu jaraknya


lumayan jauh dari sekolah itu, dan banyak anggota geng Densi yang sedang


menjaga sekolah nya itu, akhirnya di sepakati bhwa Asmiralah yang akan menelpon


polisi dan akan keluar dari sekolah itu.


“Tes-tes-tes-,


apakah semua mendengar suara ku” ucap Densi menggunakan toa yang ia ambil dari


guru yang sedang pingsan kepada seluruh murid SMAN 77. “Sudah lama tidak


bertemu teman-teman SMAN 77, yang ganteng dan cantik-cantik, tetapi yang di


sayangkan, aku berada di sini bukan mau sekolah lagi, tetapi mau membuat


sedikit kekacauan di sekolah ini, anak-anak SMAN 77 yang ganteng dan cantik,


ada yang masih mengenal ku tidak?” kata Densi kepada murid murid yang sedang

__ADS_1


ketakutan dan bersembunyi untuk menghindari batu yang mengarah kepada nya,


menggunakan Toa. Lalu seluruh murid SMAN 77 keluar dan melihat siapa yang


sedang berbicara menggunakan Toa di luar sekolahnya. “Ini bukan Densi?, anak


sekolah ini dulu,” kata seorang murid kepada yang lain nya.  “Iya ini Densi” “iya” “ini Densi”  “itu yang berada di depan sekolah, itu Densi”


ucap semua murid SMAN 77 kepada yang lain nya. “Densi, mengapa kamu berbuat


seperti ini di sekolah kamu dulu nak?, ada maslah apa sekolah ini dengan mu nak?,


coba jelaskan sedikit saja kepada ibu mengenai sekolah ini” tanya seorang guru


kepada Densi. “Ok, tenang semua, tenang semua, aku berada di sini karena ada


yang memanggil ku datang ke sini, jika aku tidak di panggil ke sekolah ini, aku


juga tidak akan menginjakan kaki ku di sekolah ini, apalagi menyerang sekolah


ini. Sekarang yang memanggil ku ke sekolah ini silakan menampakan diri nya di


hadapan ku, aku tidak akan menyebutkan namanya, tetapi yang aku mau, tampakan


lah dirimu di hadapan ku” ucap Densi kepada semua murid SMAN 77 yang menatap nya.


“Siapa yang


memanggil Densi ke sekolah ini? “


“ia, siapa yang


memanggil nya?”


“siapa?”


“siapa?”


“menurut mu


siapa yang memanggil Densi ke sekolah ini?”


yang memanggil Densi ke sini?,”


Tanya semua


murid SMAN 77 satu sama yang lain mengenai orang yang memanggil Densi ke


sekolah itu.


“Sudah Densi,


ucapkan saja siapa yang memanggil mu ke sekolah ini, kami para guru dan


murid-murid SMAN 77,akan melanjutkan kegiatan belajar mengajar di sekolah ini,


karena waktu KMB belum selesai, jika sudah kamu juga tidak boleh membuat


keributan di sekolah ini,” kata seorang guru SMAN 77 kepada Densi, untuk


mengatakan siapa yang memanggil nya ke sekolah nya. “Ok Bu, baik bu, santai


saja, baru saja saya datang, ibu sudah menyuruh saya pergi dari sekolah ini,


timpuk batu ke arah ibu itu,” perintah Densi kepada seorang geng nya, untuk


menimpuk batu ke arah guru yang berbicara tadi. Guru yang berbicara tadi di


lempar menggunakan batu hingga pingsan oleh seorang geng Tarata yang di


perintahkan oleh Densi. “Alex, sekarang kamu ikut aku untuk mengumpulkan kayu


sebanyak mungkin di gudang sekolah, lalu yang lain nya tunggu di sini sampai


aku balik,” ucap Aliken kepada teman-temannya yang berada di ruang kelas nya


dan meminta teman nya yang bernama Alex untuk mengumpulkan kayu di gudang

__ADS_1


sekolah. Lalu Aliken dan Alex mengumpulkan kayu yang berada di gudang sekolah


untuk di berikan kepada teman-teman nya. Alex dan Aliken sampai di gudang


sekolah. Mereka pun selesai mengumpulkan kayu di gudang dan menuju kelas “ayo


cepat masukan kayu nya ke kelas, sebelum ia menyerang sekolah ini lagi” kata


Alex kepada Aliken.


Lalu Asmira


berhasil keluar dari sekolahnya melewati pintu belakang sekolahnya tanpa di


ketahui seorang pun. Ia langsung menuju telepon umum yang berada di jalanan.  Lalu seorang geng Tarata melihat murid SMAN


77 sedang berada di luar sekolah nya, anggota geng Tarata di perintah Densi


untuk mengawasi dan melihat murid SMAN 77 untuk tidak keluar dari sekolah nya,


sebelum Densi dan anggotanya pergi meninggalkan sekolah itu. Asmira menyadari


bahwa ada dua orang yang sedang mengarah kepadanya. Asmira langsung pergi dari


tempat telepon umum itu mencari tempat persembunyian, namun Asmira berhasil


menelpon polisi yang dia dapatkan nomornya dari penjual bubur ayam tadi pagi.


“Sekarang kalian


semua, murid-murid SMAN 77, jika kalian melihat seorang di kepala nya, ada


bekas sebuah luka yang tidak akan pernah hilang, kalian bawa ia ke hadapanku,


dan aku langsung pergi dari sekolah ini,” ucap Densi kepada semua murid SMAN


77.


“siapa ya, yang


punya luka di kepalanya?”


“siapa?”


“siapa ya?”


“ada yang lihat


tidak?”


Kata semua murid


bertanya satu dengan lain.


“Apakah sudah


temui orang yang memiliki luka di kepalanya yang tidak akan hilang?” tanya


Densi kepada semua murid yang berada di depan nya. “Kami semua belum menemukan


orang yang Densi maksud, kami semua sedang mencari nya” jawab seorang murid


kepada Densi. “Ok, kalau begitu, aku kasih kalian waktu sekitar dua puluh menit


lagi, jika belum di temui juga, aku dan teman-teman ku yang akan mencari orang


itu di dalam sekolah ini,” ucap Densi kepada semua murid SMAN 77 mengenai waktu


yang ia berikan kepada semua murid SMAN 77. Aliken yang berada di dalam kelas


sedang membuat rencana bersama teman-teman nya mengenai mengusir orang-orang di


luar sekolahnya yang membuat kekacauan. Setelah rencana selesai di buat, Aliken


langsung menampakan dirinya di hadapan Densi.  “Apa yang kamu mau dariku?, aku sudah bilang kepada kamu, bahwa kemarin


malam itu hanya bercanda, tetapi kamu menganggap ini semua benar, jadi semua

__ADS_1


ini bukan aku yang salah” ucap Aliken kepada Densi di depan muka nya.


__ADS_2