
Jadi inti dari
semua itu adalah aku akan membuat dua papan itu yang berada di kaki kita
berdiri,supaya menambah ketinggian saat yang paling belakang dari papan itu
berusaha mengambil kunci itu, tetapi jika belum berhasil juga, aku akan sekuat
mungkin meloncat dari tiduran aku itu sekuat mungkin.” Setelah aku mendapat ide
itu, aku langsung memberi tahu kepada
kawan-kawan aku, dan setelah sekian lama menjelaskan tentang ide aku itu,
akhirnya mereka mengerti juga. Hal pertama yaitu mengelilingi lapangan itu. Aku
langsung menghitung mundur dari tiga sampai satu, setelah itu di mulailah
rencana itu, “tiga, dua,satu.” Aku dan kawan-kawan langsung berjalan bersamaan dan dengan
kekompakan mengelilingi lapangan itu, aku berkata “kanan” “kiri” “maju saja” dan
setelah memutari lapangan itu, aku dan teman-teman menuju tengah-tengah lapangan yang terdapat
kunci tergantung di atasnya, setelah sampai di tengah lapangan, tanpa pikir
panjang aku langsung mengambil posisi tiduran ke lapangan dan yang di belakang
aku otomatis melakukannya, lalu yang paling belakang mencoba mengambil kunci
itu, tetapi aku rasa tidak sampai, maka dari itu aku mendorong tubuh aku ke
atas mengangkat beban tiga orang di atas aku yang bertujuan menambahkan
ketinggian orang paling belakang yang akan mencoba mengambil kunci itu,
akhirnya upaya aku itu berhasil, Aliken yang mencoba menggapai kunci itu
berhasil mendapatkan kunci itu, tetapi kaki Aliken sedikit sakit karena urat
kaki Aliken berpindah. Namun hal itu
masih bisa di kendalikan.
Aku langsung
meminta kunci yang Aliken pegang dan kita menuju pintu keluar. Ratu yang
melihat itu tidak memberikan sorakan atau pujian seperti penonton yang lain, ia
langsung pergi dari tempat ia duduk kembali ke istananya. Aku dan kawan-kawan
aku yang sudah berada di depan pintu keluar seketika langsung berhenti karena
aku, aku berpikir “jika kita bisa mengambil kunci yang tergantung itu dengan
sangat mudah, pasti kita bisa membunuh monster itu, supaya hukuman Rairamia
tidak bisa di rasakan oleh masyarakat atau makhluk hidup yang berada di
Darmanas, aku rasa hukuman itu bukan saja merupakan hukuman paling mengerikan
dan tidak manusiawi di Darmanas, tetapi juga di Bumi.” Maka dari itu aku dan
kawan-kawan aku akan mencoba bahkan membunuh monster itu. Ratu yang ingin pergi
dari tempat itu di kejutkan lagi oleh aku saat aku mengatakan “ratu Kinata yang
__ADS_1
Agung, apakah aku bersama kawan-kawan aku boleh membunuh monster itu?, Jika
boleh,aku bersama kawan-kawan aku akan membunuh monster itu” dia sangat
terkejut, lalu dia mengatakan “silakan saja jika bisa, tetapi jangan salahkan
ratu jika kamu mati.”
Aku yang
mendengar kata-kata ratu langsung bersemangat samapai-sampai melemparkan kunci
yang aku pegang keluar lapangan menuju para penonton. Para penonton yang
mendengar itu langsung terkejut dan mereka berbicara entah apa, dari satu ke
yang lain. Kawan-kawan aku juga merasa terkejut. Tetapi aku berusaha meyakini
mereka, setelah sekian lama aku meyakini mereka, mereka pun setuju dengan
pendapat aku, aku juga memberikan kepada mereka rencananya. Dan mereka pun
mengerti rencana yang aku buat itu. Setelah itu aku dan kawan-kawan aku
langsung menghadap monster itu dengan kedua kaki masih terikat di dua papan
itu. “Sudah siap” kata aku kepada kawan-kawan aku, monster yang giginya
tersangkut itu di lubang sel berhasil melepaskan giginya yang tersangkut.
Monster itu langsung berlari dengan sangat kencang menuju kita, aku langsung
mengatakan “majuuuu” kita pun maju menghampiri monster.
Sudah sangat
dekat sekali aku dengan monster itu, dan ketika monster itu seperti ingin
mungkin” aku dan kawan-kawan aku berhasil menghindari cakaran seram itu, karena
aku paling depan, maka akulah yang mengarahkan kita semua, kita pun memutar
balik dengan sangat cepat, dan monster itu juga sedang mengarah kepada kita,
aku langsung memiliki ide “iide yang aku miliki intinya adalah menusuk perut
monster itu dengan kedua papan yang berada di kaki kita, begitu kita dekat
dengan monster itu, kita langsung tertidur ke arah samping kanan, dan kita
gerakan semua kaki kita yang terdapat papan sekuat mungkin, lalu dengan begitu
monster itu akan terjatuh di tambah mati karena tertusuk bagian perutnya itu.”
Aku langsung mengatakan ide aku kepada kawan-kawan aku, mereka semua telah
mengerti ide aku itu dengan cepat, lalu ketika monster Rairamia itu sudah
berada tepat di depan kita, aku bersama teman-teman aku tertidur ke kanan dan
mengarahkan dua papan yang berada di kaki kita dengan sekuat mungkin, hal itu
berhasil di lakukan, aku bersama kawan-kawan aku tertimpa monster itu, maka
dari itu semua penonton termasuk ratu dan keempat raja langsung terdiam, dikira
aku mati di makan monster itu.
__ADS_1
Sekian lama
tertindi monster itu dan sekian lama penonton serta ratu menunggu apa yang
terjadi selanjutnya, karena monster itu tidak kunjung bangum juga, aku bersama
kawan-kawan aku bersama-sama menendang tubuh monster itu dengan dua papan yang
masih terpasang di kaki kita, darah monster itu berwarna biru, darah itu
mengenai hampir seluruh tubuh kita, bau dan lengket yang kita rasakan. Begitu para
penonton dan ratu melihat kita berhasil membunuh monster itu, mereka semua
riang gembira, bersorak-sorai tak henti dan kencang, ratu juga tentunya senang
dan terharu dengan apa yang kita lakukan, terlihat cairan biru memenuhi hampir
seluruh tubuh aku dan kawan-kawan. Ratu dengan keempat raja yang menonton
bertepuk tangan sambil tersenyum bahagia, aku dan kawan-kawan berdiri dari
lapangan itu dan membersihkan tubuh kita dari darah monster itu, dan ratu
bersama keempat raja itu pergi dari tempat itu menuju istananya, tentunya kaki
kita yang terikat di dua papan itu di lepaskan, sangat terasa sekali sakitnya
kaki aku, aku merasakan sakit pada kaki dan seperti ada semut yang banyak
sedang berjalan di kaki aku. Yang aku lakukan di lakukan juga dengan kawan-kawan
aku, Asmira, Aliken, Densi, mereka semua mengusap-usap tubuh mereka karena
darah monster itu, mereka juga merasakan sakit dan seperti ada semut yang
berjalan di kaki mereka, bau darah itu seperti bau busuk dan menyengat, aku
saja hampir muntah karena bau darah monster itu yang berada hampir di seluruh
tubuh aku.
Aku dan
kawan-kawan aku yang sedang membersihkan tubuh kita, ada salah satu prajurit
Kureta yang menghampiri kita dan mengatakan sesuatu, ia mengatakan, “sekarang
aku minta kalian berdiri dan menuju istana, jika kalian sudah sampai luar
istana, kalian akan di arahkan menuju ruang makan bersama, kalian di ajak ratu
untuk makan bersama dengan ratu dan raja-raja. Masalah darah monster itu yang
berada di tubuh kalian selesaikan terlebih dahulu sebelum berangkat menuju
kerajaan, apakah kalian semua mengerti?.” Prajurit Tanori itu menagakatakan
bahwa aku dan kawan-kawan akan di undang makan bersama ratu dan raja-raja serta
tamu-tamu undangan, awalnya aku biasa saja mendengar berita itu, tetapi ada sebuah
ingatan di pikiran aku, ingatan itu adalah “di istana itu kamu akan mencuri
salah satu mahkota raja golongan masyarakat dan dengan begitu kamu akan kembali
ke bumi.” Aku yang memikirkan itu langsung memberi tau kepada kawan-kawan aku
__ADS_1
tentang semua itu, setelah prajurit kerajaan itu mengatakan hal penting, ia
langsung pergi meninggalkan aku dan kawan-kawan.