Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
ratu jahat


__ADS_3

Jadi inti dari


semua itu adalah aku akan membuat dua papan itu yang berada di kaki kita


berdiri,supaya menambah ketinggian saat yang paling belakang dari papan itu


berusaha mengambil kunci itu, tetapi jika belum berhasil juga, aku akan sekuat


mungkin meloncat dari tiduran aku itu sekuat mungkin.” Setelah aku mendapat ide


itu, aku langsung  memberi tahu kepada


kawan-kawan aku, dan setelah sekian lama menjelaskan tentang ide aku itu,


akhirnya mereka mengerti juga. Hal pertama yaitu mengelilingi lapangan itu. Aku


langsung menghitung mundur dari tiga sampai satu, setelah itu di mulailah


rencana itu, “tiga, dua,satu.” Aku dan kawan-kawan  langsung berjalan bersamaan dan dengan


kekompakan mengelilingi lapangan itu, aku berkata “kanan” “kiri” “maju saja” dan


setelah memutari lapangan itu, aku dan teman-teman  menuju tengah-tengah lapangan yang terdapat


kunci tergantung di atasnya, setelah sampai di tengah lapangan, tanpa pikir


panjang aku langsung mengambil posisi tiduran ke lapangan dan yang di belakang


aku otomatis melakukannya, lalu yang paling belakang mencoba mengambil kunci


itu, tetapi aku rasa tidak sampai, maka dari itu aku mendorong tubuh aku ke


atas mengangkat beban tiga orang di atas aku yang bertujuan menambahkan


ketinggian orang paling belakang yang akan mencoba mengambil kunci itu,


akhirnya upaya aku itu berhasil, Aliken yang mencoba menggapai kunci itu


berhasil mendapatkan kunci itu, tetapi kaki Aliken sedikit sakit karena urat


kaki Aliken berpindah.  Namun hal itu


masih bisa di kendalikan.


Aku langsung


meminta kunci yang Aliken pegang dan kita menuju pintu keluar. Ratu yang


melihat itu tidak memberikan sorakan atau pujian seperti penonton yang lain, ia


langsung pergi dari tempat ia duduk kembali ke istananya. Aku dan kawan-kawan


aku yang sudah berada di depan pintu keluar seketika langsung berhenti karena


aku, aku berpikir “jika kita bisa mengambil kunci yang tergantung itu dengan


sangat mudah, pasti kita bisa membunuh monster itu, supaya hukuman Rairamia


tidak bisa di rasakan oleh masyarakat atau makhluk hidup yang berada di


Darmanas, aku rasa hukuman itu bukan saja merupakan hukuman paling mengerikan


dan tidak manusiawi di Darmanas, tetapi juga di Bumi.” Maka dari itu aku dan


kawan-kawan aku akan mencoba bahkan membunuh monster itu. Ratu yang ingin pergi


dari tempat itu di kejutkan lagi oleh aku saat aku mengatakan “ratu Kinata yang

__ADS_1


Agung, apakah aku bersama kawan-kawan aku boleh membunuh monster itu?, Jika


boleh,aku bersama kawan-kawan aku akan membunuh monster itu” dia sangat


terkejut, lalu dia mengatakan “silakan saja jika bisa, tetapi jangan salahkan


ratu jika kamu mati.”


Aku yang


mendengar kata-kata ratu langsung bersemangat samapai-sampai melemparkan kunci


yang aku pegang keluar lapangan menuju para penonton. Para penonton yang


mendengar itu langsung terkejut dan mereka berbicara entah apa, dari satu ke


yang lain. Kawan-kawan aku juga merasa terkejut. Tetapi aku berusaha meyakini


mereka, setelah sekian lama aku meyakini mereka, mereka pun setuju dengan


pendapat aku, aku juga memberikan kepada mereka rencananya. Dan mereka pun


mengerti rencana yang aku buat itu. Setelah itu aku dan kawan-kawan aku


langsung menghadap monster itu dengan kedua kaki masih terikat di dua papan


itu. “Sudah siap” kata aku kepada kawan-kawan aku, monster yang giginya


tersangkut itu di lubang sel berhasil melepaskan giginya yang tersangkut.


Monster itu langsung berlari dengan sangat kencang menuju kita, aku langsung


mengatakan “majuuuu” kita pun maju menghampiri monster.


Sudah sangat


dekat sekali aku dengan monster itu, dan ketika monster itu seperti ingin


mungkin” aku dan kawan-kawan aku berhasil menghindari cakaran seram itu, karena


aku paling depan, maka akulah yang mengarahkan kita semua, kita pun memutar


balik dengan sangat cepat, dan monster itu juga sedang mengarah kepada kita,


aku langsung memiliki ide “iide yang aku miliki intinya adalah menusuk perut


monster itu dengan kedua papan yang berada di kaki kita, begitu kita dekat


dengan monster itu, kita langsung tertidur ke arah samping kanan, dan kita


gerakan semua kaki kita yang terdapat papan sekuat mungkin, lalu dengan begitu


monster itu akan terjatuh di tambah mati karena tertusuk bagian perutnya itu.”


Aku langsung mengatakan ide aku kepada kawan-kawan aku, mereka semua telah


mengerti ide aku itu dengan cepat, lalu ketika monster Rairamia itu sudah


berada tepat di depan kita, aku bersama teman-teman aku tertidur ke kanan dan


mengarahkan dua papan yang berada di kaki kita dengan sekuat mungkin, hal itu


berhasil di lakukan, aku bersama kawan-kawan aku tertimpa monster itu, maka


dari itu semua penonton termasuk ratu dan keempat raja langsung terdiam, dikira


aku mati di makan monster itu.

__ADS_1


Sekian lama


tertindi monster itu dan sekian lama penonton serta ratu menunggu apa yang


terjadi selanjutnya, karena monster itu tidak kunjung bangum juga, aku bersama


kawan-kawan aku bersama-sama menendang tubuh monster itu dengan dua papan yang


masih terpasang di kaki kita, darah monster itu berwarna biru, darah itu


mengenai hampir seluruh tubuh kita, bau dan lengket yang kita rasakan. Begitu para


penonton dan ratu melihat kita berhasil membunuh monster itu, mereka semua


riang gembira, bersorak-sorai tak henti dan kencang, ratu juga tentunya senang


dan terharu dengan apa yang kita lakukan, terlihat cairan biru memenuhi hampir


seluruh tubuh aku dan kawan-kawan. Ratu dengan keempat raja yang menonton


bertepuk tangan sambil tersenyum bahagia, aku dan kawan-kawan berdiri dari


lapangan itu dan membersihkan tubuh kita dari darah monster itu, dan ratu


bersama keempat raja itu pergi dari tempat itu menuju istananya, tentunya kaki


kita yang terikat di dua papan itu di lepaskan, sangat terasa sekali sakitnya


kaki aku, aku merasakan sakit pada kaki dan seperti ada semut yang banyak


sedang berjalan di kaki aku. Yang aku lakukan di lakukan juga dengan kawan-kawan


aku, Asmira, Aliken, Densi, mereka semua mengusap-usap tubuh mereka karena


darah monster itu, mereka juga merasakan sakit dan seperti ada semut yang


berjalan di kaki mereka, bau darah itu seperti bau busuk dan menyengat, aku


saja hampir muntah karena bau darah monster itu yang berada hampir di seluruh


tubuh aku.


Aku dan


kawan-kawan aku yang sedang membersihkan tubuh kita, ada salah satu prajurit


Kureta yang menghampiri kita dan mengatakan sesuatu, ia mengatakan, “sekarang


aku minta kalian berdiri dan menuju istana, jika kalian sudah sampai luar


istana, kalian akan di arahkan menuju ruang makan bersama, kalian di ajak ratu


untuk makan bersama dengan ratu dan raja-raja. Masalah darah monster itu yang


berada di tubuh kalian selesaikan terlebih dahulu sebelum berangkat menuju


kerajaan, apakah kalian semua mengerti?.” Prajurit Tanori itu menagakatakan


bahwa aku dan kawan-kawan akan di undang makan bersama ratu dan raja-raja serta


tamu-tamu undangan, awalnya aku biasa saja mendengar berita itu, tetapi ada sebuah


ingatan di pikiran aku, ingatan itu adalah “di istana itu kamu akan mencuri


salah satu mahkota raja golongan masyarakat dan dengan begitu kamu akan kembali


ke bumi.” Aku yang memikirkan itu langsung memberi tau kepada kawan-kawan aku

__ADS_1


tentang semua itu, setelah prajurit kerajaan itu mengatakan hal penting, ia


langsung pergi meninggalkan aku dan kawan-kawan.


__ADS_2