
“Hal pertama
yang harus kita lakukan ialah melihat seberapa cantik mahkota itu, melihat
seberapa ketat penjagaan mahkota itu, melihat hukuman apa yang akan di Terima
jika kita mengambilnya.” Kata Lesi melanjutkan omongan nya tadi. Kebetulan aku
dan kawan- kawan aku akan di sidang di pengadilan yang berada di Kerajaan
negeri Kinata, aku dapat melihat sekeliling ruangan demi ruangan Kerajaan itu,
aku juga dapat memastikan seberapa ketat penjagaan mahkota itu. Setelah aku
berbicara sekian lama dengan Lesi, aku dan Lesi pergi ke luar dari tempat itu,
ke luar lorong besar, di mana tempat aku berada semula, “ya sudah jika begitu,
kita harus segera ke luar dari tempat ini ke pengadilan, sepertinya aku sudah
di tunggu oleh teman-temanku,” kataku kepada Lesi. Aku dengan Lesi berjalan
secara bersamaan menuju luar lorong besar itu. Sesampainya aku di luar lorong
besar, aku dengan Lesi belum melihat kawan-kawan ku berada di tempat aku
berada, belum ada Densi, Aliken, dan Asmira, hanya ada aku dengan Lesi dan para
Tanori yang menunggu. “Apakah kamu telah mendapatkan pembela di pengadilan”
kata salah satu Tanori dari tiga Tanori yang berada, kepada ku. “Aku telah
mendapatkan pembela di pengadilan nanti, karena kamu tidak mengatakan mengenai
usia pembela yang di perbolehkan, maka dari itu, aku membawa pembela di bawah
umur, tetapi jika ketentuan mengenai umur kamu katakan sekarang, sepertinya
sudah telat dan terlambat, aku akan tetap menggunakan pembela yang masih kecil
ini di pengadilan nanti,” jawab aku kepada Tanori yang bertanya itu, “baiklah
jika begitu, memang tidak ada ketentuan mengenai usia pembela, tetapi yang ada
ialah pengetahuan mengenai Pembela, jika anak ini tidak memiliki pengetahuan
mengenai pembela, aku rasa siap-siap saja kalah dari sidang nanti” ucap Tanori
kepada ku.
Aku tidak
menanggapi kata-kata Tanori itu, yang aku pikirkan ialah “biarkan saja aku
kalah dari sidang nanti, intinya masih ada orang baik dan pemberani yang
membela aku di pengadilan nanti.” Setelah beberapa waktu, akhirnya Densi,
Asmira, Aliken keluar juga dari lorong-lorong besar itu, sama halnya dengan ku,
yang menjadi pembela mereka di pengadilan nanti ialah anak-anak dari golongan
masyarakat yang mereka temui, tetapi tidak seperti orang tuanya, mereka semua
terlihat lucu dan menggemaskan. Ternyata di negeri Kinata itu, anak-anak kecil
__ADS_1
yang memiliki jiwa pemberani dan baik hati, tidak ada satupun orang dewasa
masyarakat negeri Kinata yang bersedia menjadi Pembela di sidang itu, anak-anak
itu tidak memiliki pengetahuan mengenai pembela di sidang nanti, tapi yang aku
suka ialah mereka itu memiliki hati yang baik dan pemberani. Setelah aku,
Densi, Asmira dan Aliken berkumpul dan berhadapan, anak-anak pembela itu dibawa
lebih awal ke pengadilan yang berada di Kerajaan negeri Kinata. Pembela dahulu
yang pertama di bawa oleh salah satu Tanori ke pengadilan, sementara itu aku
dan kawan-kawanku di bawa oleh salah satu Tanori mengelilingi negeri Kinata.
“Baiklah jika begitu, pembela lah yang pertama kita bawa ke pengadilan,
sementara itu kalian makhluk asing yang tidak mengetahui mengenai negeri
Kinata, akan di bawa mengelilingi kawasan ini.”
Aku dan
kawan-kawan di ajak oleh salah satu Tanori untuk mengelilingi negerinya itu.
Dari tempat itu kami di bawa ke bagian lain tempat itu, pertama kami di bawa ke
bagian luar istana kerajaan negeri Kinata. Ada satu jalan menuju luar istana,
kami lewati jalan itu menuju istana, di kanan dan kiri jalan itu terdapat
bagunan lingkaran-lingkaran yang besar dan tinggi, rumah penduduk masyarakat
tetapi di dalam bangunan itu terdapat seperti dinding penyekat yang tinggi dan
panjang, karena dinding penyekat itulah, dinding penyekat yang terdapat di
lingkaran itu, berguna untuk memisahkan antar golongan masyarakat, maka dengan
itu seperti lorong besar yang terdapat penduduk di dalam nya, karena lorong
itulah aku menyebut bagunan itu ialah “perumahan yang berada di dalam lorong.”
Aku lewati bagunan-bangunan lingkaran itu, sampai akhirnya samapailah kami di luar istana negeri Kinata tersebut.
Tanori itu tidak
memperlihatkan keseluruhan negeri nya, kami semua di suruh masuk ke dalam
Kerajaan negeri Kinata menuju pengadilan yang terdapat di lantai ke dua,
sebelum kami ke pengadilan tersebut, kami di bawa ke salah satu menara yang
berada di dekat gerbang keluar-masuk istana, kami memasuki gerbang itu. Membuka
gerbang itu saja membutuhkan sepuluh makhluk Tanori yang di tugaskan, karena
besarnya gerbang istana itu. Di putarlah roda kayu yang besar untuk membuka
gerbang istana itu, membutuhkan sekitar tiga puluh lima detik untuk gerbang itu
terbuka dengan semestinya, bunyi kayu yang saling terhubung terdengar di luar
gerbang itu. Gerbang itu terbuka, terdapat menara yang besar dan tinggi yang
__ADS_1
menyambut aku dan kawan-kawan di hadapan kita. Setelah gerbang itu terbuka,
terlihat sekali banyaknya prajurit penjaga Kerajaan dari berbagai golongan
masyarakat dengan seragam yang sama berwarna biru, menjaga istana itu, penjaga
Kerajaan tersebut memegang tombak yang ujungnya beracun, hanya dengan tombak
yang ujung nya beracun mereka menjaga Kerajaan dengan sangat aman.
Setelah itu, aku
juga melihat beruang putih yang di rantai di bagian bawah istana itu, ia
mengamuk tak henti saat melihat aku dan kawan-kawan, sampai-sampai aku lihat,
rantai beruang putih itu hampir terlepas, tetapi rantai beruang itu katanya
sangat kuat. Aku juga melihat banyaknya menara-menara yang mengelilingi menara
utama Kerajaan itu, ada sekitar tiga lapis menara yang mengelilingi menara
utama Kerajaan tersebut, saat itu aku berada di sebelah menara lapisan terluar,
menara lapisan terluar ialah menara yang paling besar dan tinggi. Tanori yang
berada di sebelahku menyuruhku dan kawan-kawan aku untuk masuk ke dalam menara
yang berada di sebelah kita. Aku dan kawan-kawan serta satu Tanori yang bersama
kita pun masuk ke dalam menara itu.
Di dalam menara
itu hanya terdapat sebuah tangga yang mewah yang menuju puncak menara, anak
tangga itu pun di lapisi keramik yang terlihat mewah, tangga itu membawa kita
menuju puncak menara itu, puncak Kerajaan, dan bangunan tertinggi di negeri
Kinata. Aku lewati satu per satu anak tangga yang cantik itu, hingga akhirnya
aku bersama kawan-kawan aku serta satu Tanori yang bersamaku telah sampai di
puncak menara itu. Ternyata maksud Tanori itu tidak membawa aku dan kawan-
kawan mengelilingi negeri Kintat ialah, terlihat dari puncak menara itu
kegiatan dan aktivitas masyarakat negeri Kinata, sangat terlihat sekali apa
yang berada di bawah menara itu, terlihat dari atas menara itu bangunan
lingkaran yang besar dan tinggi itu, terlihat juga isi dari bangunan yang
tinggi dan besar itu, terlihat masyarakat sedang melakukan segala kegiatan dan
aktivitas yang di lakukan. Betapa indahnya negeri Kinata saat di lihat dari
puncak menara itu, kerajaan yang besar dan megah itu juga terlihat dari
pulau-pulau di seberang pulau utama negeri Kinata, yang termasuk juga pulau itu
ke dalam kekuasaan negeri Kinata. Udara yang di rasakan di puncak menara itu
sangat terasa sejuk dan enak saat di hirup.
__ADS_1