Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
apa keputusan sidang


__ADS_3

“Hal pertama


yang harus kita lakukan ialah melihat seberapa cantik mahkota itu, melihat


seberapa ketat penjagaan mahkota itu, melihat hukuman apa yang akan di Terima


jika kita mengambilnya.” Kata Lesi melanjutkan omongan nya tadi. Kebetulan aku


dan kawan- kawan aku akan di sidang di pengadilan yang berada di Kerajaan


negeri Kinata, aku dapat melihat sekeliling ruangan demi ruangan Kerajaan itu,


aku juga dapat memastikan seberapa ketat penjagaan mahkota itu. Setelah aku


berbicara sekian lama dengan Lesi, aku dan Lesi pergi ke luar dari tempat itu,


ke luar lorong besar, di mana tempat aku berada semula, “ya sudah jika begitu,


kita harus segera ke luar dari tempat ini ke pengadilan, sepertinya aku sudah


di tunggu oleh teman-temanku,” kataku kepada Lesi. Aku dengan Lesi berjalan


secara bersamaan menuju luar lorong besar itu. Sesampainya aku di luar lorong


besar, aku dengan Lesi belum melihat kawan-kawan ku berada di tempat aku


berada, belum ada Densi, Aliken, dan Asmira, hanya ada aku dengan Lesi dan para


Tanori yang menunggu. “Apakah kamu telah mendapatkan pembela di pengadilan”


kata salah satu Tanori dari tiga Tanori yang berada, kepada ku. “Aku telah


mendapatkan pembela di pengadilan nanti, karena kamu tidak mengatakan mengenai


usia pembela yang di perbolehkan, maka dari itu, aku membawa pembela di bawah


umur, tetapi jika ketentuan mengenai umur kamu katakan sekarang, sepertinya


sudah telat dan terlambat, aku akan tetap menggunakan pembela yang masih kecil


ini di pengadilan nanti,” jawab aku kepada Tanori yang bertanya itu, “baiklah


jika begitu, memang tidak ada ketentuan mengenai usia pembela, tetapi yang ada


ialah pengetahuan mengenai Pembela, jika anak ini tidak memiliki pengetahuan


mengenai pembela, aku rasa siap-siap saja kalah dari sidang nanti” ucap Tanori


kepada ku.


Aku tidak


menanggapi kata-kata Tanori itu, yang aku pikirkan ialah “biarkan saja aku


kalah dari sidang nanti, intinya masih ada orang baik dan pemberani yang


membela aku di pengadilan nanti.” Setelah beberapa waktu, akhirnya Densi,


Asmira, Aliken keluar juga dari lorong-lorong besar itu, sama halnya dengan ku,


yang menjadi pembela mereka di pengadilan nanti ialah anak-anak dari golongan


masyarakat yang mereka temui, tetapi tidak seperti orang tuanya, mereka semua


terlihat lucu dan menggemaskan. Ternyata di negeri Kinata itu, anak-anak kecil

__ADS_1


yang memiliki jiwa pemberani dan baik hati, tidak ada satupun orang dewasa


masyarakat negeri Kinata yang bersedia menjadi Pembela di sidang itu, anak-anak


itu tidak memiliki pengetahuan mengenai pembela di sidang nanti, tapi yang aku


suka ialah mereka itu memiliki hati yang baik dan pemberani. Setelah aku,


Densi, Asmira dan Aliken berkumpul dan berhadapan, anak-anak pembela itu dibawa


lebih awal ke pengadilan yang berada di Kerajaan negeri Kinata. Pembela dahulu


yang pertama di bawa oleh salah satu Tanori ke pengadilan, sementara itu aku


dan kawan-kawanku di bawa oleh salah satu Tanori mengelilingi negeri Kinata.


“Baiklah jika begitu, pembela lah yang pertama kita bawa ke pengadilan,


sementara itu kalian makhluk asing yang tidak mengetahui mengenai negeri


Kinata, akan di bawa mengelilingi kawasan ini.”


Aku dan


kawan-kawan di ajak oleh salah satu Tanori untuk mengelilingi negerinya itu.


Dari tempat itu kami di bawa ke bagian lain tempat itu, pertama kami di bawa ke


bagian luar istana kerajaan negeri Kinata. Ada satu jalan menuju luar istana,


kami lewati jalan itu menuju istana, di kanan dan kiri jalan itu terdapat


bagunan lingkaran-lingkaran yang besar dan tinggi, rumah penduduk masyarakat


tetapi di dalam bangunan itu terdapat seperti dinding penyekat yang tinggi dan


panjang, karena dinding penyekat itulah, dinding penyekat yang terdapat di


lingkaran itu, berguna untuk memisahkan antar golongan masyarakat, maka dengan


itu seperti lorong besar yang terdapat penduduk di dalam nya, karena lorong


itulah aku menyebut bagunan itu ialah “perumahan yang berada di dalam lorong.”


Aku lewati bagunan-bangunan lingkaran itu, sampai akhirnya samapailah kami  di luar istana negeri Kinata tersebut.


Tanori itu tidak


memperlihatkan keseluruhan negeri nya, kami semua di suruh masuk ke dalam


Kerajaan negeri Kinata menuju pengadilan yang terdapat di lantai ke dua,


sebelum kami ke pengadilan tersebut, kami di bawa ke salah satu menara yang


berada di dekat gerbang keluar-masuk istana, kami memasuki gerbang itu. Membuka


gerbang itu saja membutuhkan sepuluh makhluk Tanori yang di tugaskan, karena


besarnya gerbang istana itu. Di putarlah roda kayu yang besar untuk membuka


gerbang istana itu, membutuhkan sekitar tiga puluh lima detik untuk gerbang itu


terbuka dengan semestinya, bunyi kayu yang saling terhubung terdengar di luar


gerbang itu. Gerbang itu terbuka, terdapat menara yang besar dan tinggi yang

__ADS_1


menyambut aku dan kawan-kawan di hadapan kita. Setelah gerbang itu terbuka,


terlihat sekali banyaknya prajurit penjaga Kerajaan dari berbagai golongan


masyarakat dengan seragam yang sama berwarna biru, menjaga istana itu, penjaga


Kerajaan tersebut memegang tombak yang ujungnya beracun, hanya dengan tombak


yang ujung nya beracun mereka menjaga Kerajaan dengan sangat aman.


Setelah itu, aku


juga melihat beruang putih yang di rantai di bagian bawah istana itu, ia


mengamuk tak henti saat melihat aku dan kawan-kawan, sampai-sampai aku lihat,


rantai beruang putih itu hampir terlepas, tetapi rantai beruang itu katanya


sangat kuat. Aku juga melihat banyaknya menara-menara yang mengelilingi menara


utama Kerajaan itu, ada sekitar tiga lapis menara yang mengelilingi menara


utama Kerajaan tersebut, saat itu aku berada di sebelah menara lapisan terluar,


menara lapisan terluar ialah menara yang paling besar dan tinggi. Tanori yang


berada di sebelahku menyuruhku dan kawan-kawan aku untuk masuk ke dalam menara


yang berada di sebelah kita. Aku dan kawan-kawan serta satu Tanori yang bersama


kita pun masuk ke dalam menara itu.


Di dalam menara


itu hanya terdapat sebuah tangga yang mewah yang menuju puncak menara, anak


tangga itu pun di lapisi keramik yang terlihat mewah, tangga itu membawa kita


menuju puncak menara itu, puncak Kerajaan, dan bangunan tertinggi di negeri


Kinata. Aku lewati satu per satu anak tangga yang cantik itu, hingga akhirnya


aku bersama kawan-kawan aku serta satu Tanori yang bersamaku telah sampai di


puncak menara itu. Ternyata maksud Tanori itu tidak membawa aku dan kawan-


kawan mengelilingi negeri Kintat ialah, terlihat dari puncak menara itu


kegiatan dan aktivitas masyarakat negeri Kinata, sangat terlihat sekali apa


yang berada di bawah menara itu, terlihat dari atas menara itu bangunan


lingkaran yang besar dan tinggi itu, terlihat juga isi dari bangunan yang


tinggi dan besar itu, terlihat masyarakat sedang melakukan segala kegiatan dan


aktivitas yang di lakukan. Betapa indahnya negeri Kinata saat di lihat dari


puncak menara itu, kerajaan yang besar dan megah itu juga terlihat dari


pulau-pulau di seberang pulau utama negeri Kinata, yang termasuk juga pulau itu


ke dalam kekuasaan negeri Kinata. Udara yang di rasakan di puncak menara itu


sangat terasa sejuk dan enak saat di hirup.

__ADS_1


__ADS_2