Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
Asmira dan Aliken


__ADS_3

Harga tiket masuk dan menaiki menara itu jika menggunakan uang yang sekarang, satu orang saja dan tidak memandang apakah masih kecil atau sudah dewasa berkisar tiga puluh lima ribu rupiah uang yang harus di keluarkan untuk dapat masuk ke menara itu dan menaiki menuju puncak dari menara itu. Aliken dan Asmira membayar harga tiket masuk dengan uang mereka masing-masing dan saatnya mereka masuk ke menara itu dan menaiki menara itu sampai ke puncaknya. Di dalam menara itu hanya ada tangga dan tidak ada sesuatu selain tangga yang melengkung menuju puncak dari menara itu, tidak ada pegangan di bagian samping dari tangga itu dan artinya harus sangat berhati-hati sekali menuju puncak dari menara itu. Sesampainya di menara itu mereka sangat di kejutkan sekali dengan tali gantung yang masih ada di sana dan masih sangat kokoh sekali saat tali itu di pasang. Tali gantung yang ada di sana itu di lihat oleh Aliken dan ia terus melihatnya dengan sangat teliti sekali sampai ia tidak sadar bahwa ia hampir saja terjatuh dari menara itu. Tali gantung itu tetikat di suatu kayu yang sangat kuat sekali yang membentuk huruf "R kecil." Dan mereka ke sana bukan untuk melihat tali gantung tersebut, melainkan hanya merasakan udara yang sangat segar dan sejumlah serta pemandangan yang sangat indah sekali jika di lihat dari atas menara itu. menurut kamu harga tiket masuk yang berkisar tiga puluh ribu lebih hanya untuk menikmati itu semua wajar atau tidak, kalau menurut aku harga segitu sangat tidak wajar dan bahkan seharusnya tidak ada uang untuk membeli tiket masuk ke menara itu, lagi pula orang saat itu tidak ada yang mengunjungi menara itu selain orang lokal yang memiliki uang yang cukup untuk bisa memsuki menara itu.


Mereka menikmati udara yang tidak akan di rasakan setiap hari selama hidupnya itu, mereka juga melihat ke bawah dan melihat bahwa bangunan di bawah itu sangat tertata tapi dari ujung selatan sampai lain arah. Saat itu bangunan yang berdiri di kota Batavia sangat tersusun rapi dan tidak ada bangunan yang tinggi setinggi menara itu yang awalnya menjadi tempat hukuman mati gantung bagi seorang yang di nyatakan untuk di hukum mati. Bangunan Belanda pada saat itu aku rasa hanya tersisa sedikit di zaman sekarang ini dan kamu bisa menemukan bangunan itu di kota tua yang ada di kawasan Jakarta. Dan juga dari atas menara itu terdapat sungai yang mengalir dan sangat panjang sekali yang berada di tengah kota sampai ujung kota yang sekarang sungai itu semakin kecil karena pemukiman penduduk yang semakin banyak dan mendirikan bangunannya itu di pinggir dari sungai tersebut. Banyak sekali perubahan yang terjadi dengan kota Batavia yang sekarang sudah menjadi Jakarta, dari sungai dan bangunan yang terlihat sekali banyak perbedaan dari zaman ke zaman. Sekian lama Aliken dan Asmira berada di puncak menara itu dan Asmira menyatakan untuk pulang ke rumahnya itu karena dia rasa sudah cukup waktu yang di gunakan untuk hal itu dan Aliken juga merasa ia sudah sangat ngantuk sekali dan akan beristirahat di rumahnya itu. Pendapat Asmira sama dengan pendapat Aliken, Aliken rasa waktu yang di miliki di sana itu sudah cukup dan saatnya mereka pulang menuju rumahnya untuk beristirahat. Mereka langsung turun dari menara itu dengan sangat hati-hati sekali karena di samping dari tangga itu yang seharusnya terdapat pegangan untuk di pegang justru tidak ada, dan akhirnya sampai di bawah dari menara itu dan akan segera pulang menuju rumahnya masing-masing.


Sesampainya mereka dibawah dari menara tersebut Aliken katanya tidak pulang barengan dengan Asmira, katanya si Aliken akan pulang sendiri menuju rumahnya tersebut yang berjarak dari menara itu menuju rumahnya kurang lebih ada lima ratus meter jarak yang harus di tempuh oleh Aliken jika ia tetap memutuskan pulang dengan berjalan kaki saja ketimbang naik mobil umum bersama Asmira. Ternyata Aliken memiliki alasan yang bisa di mengerti oleh Asmira, ia beralasan bahwa ia pulang dengan berjalan kaki saja karena saat pagi hari tadi Aliken lupa olahraga yang biasanya Aliken sangat rutin sekali berlari pagi yang berjarak empat ratus meter dari rumahnya dan alasan yang kedua mengenai saudara Aliken yang sakit dan sedang berbaring di rumah sakit yang juga kebetulan dekat dari menara tersebut, menurut aku alasan Aliken tersebut sangat masuk akal sekali untuk di mengerti oleh Asmira. Atas segala alasan tersebut akhirnya Asmira memutuskan untuk pulang sendiri menuju rumahnya tersebut dengan mobil yang sudah Asmira berhentikan dan juga mobil tersebut rupanya mobil umum yang sekarang namanya taksi. Asmira pulang menggunkak mobil umum yang akan menghantarkan Asmira menuju rumahnya dan Aliken pulang dengan berjalan kaki dari menara tersebut menuju rumahnya yang berjarak setengah kilo meter dari menara tersebut. Jujur aku saja berjalan yang hanya berjarak dua ratus meter saja aku sudah sangat lelah sekali dan sangat haus sekali rasanya menempuh jarak yang berjarak dua ratus meter, aku rasa Aliken ialah orang yang sangat kuat sekali. Aliken memulai jalannya itu dari menara tersebut menuju rumah sakit yang lumayan dekat dari menara itu yang kira-kira berjarak dua ratus meter dari menara tersebut, sesampainya Aliken di luar dari rumah sakit tersebut yang sangat di sayangkan rumah sakit tersebut untuk hari itu saja tutup dan para pasien yang di dalam di pindahkan ke rumah sakit yang lain dan juga jaraknya katanya sangat jauh dan harus di tempuh menggunakan mobil atau sepeda. Dengan kabar itu Aliken tidak terlalu khawatir dan ia terus melanjutkan perjalanan menuju rumahnya itu. Penyebab rumah sakit itu tutup karena kemarin malam terjadi hal yang tidak di inginkan, yaitu kejadian kebakaran yang penyebab dari kebakaran itu belum aku ketahui sampai sekarang dan juga hal tersebut tidak terlalu berpengaruh bagi cerita ini dan artinya tidak perlu aku cari tahu penyebab kebakaran pada rumah sakit tersebut.

__ADS_1


Aliken melanjutkan perjalanannya itu dengan lewat jalur yang memungkinkan perjalanan itu semakin dekat atau kata lain Aliken memotong jalan yang harusnya di lalui orang untuk menuju tujuan. Aliken melewati jalan yang sempit dan gelap, jalan itu di anatara rumah warga yang hampir saja ber dempetan satu dengan yang lainnya, sangat sempit sekali rumah tersebut dan juga gelap sekali yang di akibatbkan oleh genteng rumah warga yang saling berdempetan dan mengakibatkan jalan yang sempit dan sulit untuk di lalui itu sangat gelap seperti malam hari. Saat Aliken hendak memasuki jalan tersebut dan juga berjalan lurus sampai keluar di jalanan yang terdapat rumah Aliken di sana. Aliken sangat terkejut sekali dengan apa yang di injak nya itu saat ia sedang berjalan dengan sangat cepat dan juga tidak terlalu memperhatikan apa yang di injak nya itu selama perjalanan tersebut. Aliken seperti menginjak sesuatu yang membuat Aliken merasa sakit sekali kaki yang terkena benda kecil yang sangat tajam itu yang membuat sebagian dari kaki Aliken yang menginjak benda itu mengeluarkan darah karena benda tersebut. Aliken melompat-lompat kesakitan karena benda yang tiba-tiba di injak nya itu dan menembus sepatunya itu, karena sangat tajam sekali benda kecil itu di injak oleh Aliken. Aliken membuka sepatunya dan memastikan bahwa kalinya itu tidak masalah walau sangat terasa sekali, dan seperti ada darah yang mengalir di sepatunya itu. Saat Aliken sudah membuka sepatunya itu sangat terkejut sekali saat Aliken mengetahui bahwa kakinya Aliken itu terluka cukup parah dan perlu tindakan langsung akan hal tersebut, ia meraba telapak kakinya itu dan di tangannya itu saat sudah meraba telapak kakinya itu ada banyak skali darah yang di dapatkan dari kakinya yang terluka cukup parah tersebut.


Tentu Aliken sangat penasaran sekali degan benda yang membuat kakinya itu terluka cukup parah yang mengeluarkan darah yang cukup banyak dari kaki Aliken. Saat Aliken berhasil menggapai benda yang membuat kakinya itu terluka cukup parah, Aliken mendapatkan ternyata benda itu ialah cincin yang sangat cantik sekali dan juga tajam saat ada seseorang yang menginjak. Cincin itu berwarna hitam polos dan tidak memiliki tekstur yang membuat cincin trsebut indah dan tentu laku bangat saat di jual. Cincin itu hanya bulat saja dengan warna hitam yang seluruhnya polos yang membuat Aliken menginginkan benda kecil itu dan ia sangat ingin sekali membawa cincin tersebut ke rumahnya itu karena Aliken pikir jika cincin itu di tinggalkan maka akan sayang sekali jika tidak di bawa pulang, dan ia juga memikirkan bahwa lagi pula tidak ada yang memiliki dan merasa hilang akan barang yang di miliki itu. Dengan rasa senang dan juga rasa sakit yang ada di kaki Aliken itu, akhirnya Aliken memutuskan untuk membawa pulang cincin itu ke rumahnya dengan senang hati. Sesampainya Aliken di rumah ia lagsung beristirahat namun sebelum ia beristirahat ia mandi dan makan malam yanh sudah di sediakan oleh mamahnya di meja makan itu, lalu setelah itu semua Aliken langsung tidur di kamarnya dengan memakai cincin yang di temukan itu.


Tiba tiba Aliken terbangun dan berada di sebuah tempat yang gelap dan luas, suara ombak terdengar di kuping nya, ia menginjak pasir yang banyak di kakinya, ia menyadari ia berada di pantai saat malam hari. Aliken melihat dari kejauhan, batu yang sangat besar yang berada di tepi pantai dan jubah hitam yang bergerak berjalan menuju ke sebuah tempat, jubah hitam tersebut turun dari batu yang besar dan berjalan menuju suatu tempat, Aliken secara diam-diam mengikuti jubah itu berjalan. Jubah hitam tersebut berjalan melewati pepohonan yang lebat dan batang pohon yang tinggi. Aliken melihat sebuah cahaya yang lumayan terang, ternyata cahaya terang tersebut ialah lilin yang mengelilingi batu gepeng yang bercorak naga dengan gurita bersatu di lehernya dan menjadi monster naga yang di leher nya tersebut terdapat gurita raksasa. Jubah hitam tersebut berjalan menuju tempat itu. Aliken bersembunyi di pepohonan yang lebat itu. ternyata di dalam jubah itu ialah seorang wanita. Lalu wanita tersebut melepaskan jubah yang ia kenakan dan berdiri di tengah-tengah batu gepeng bercorak naga dengan leher terdapat gurita, dengan di kelilingi lilin yang terang tersebut. "Aku ngundang sampeyan monster sing adoh banget lan dikunci ing dunyo sing adoh saka kene kanggo mbantu aku ngrebut tanah kinata" (Aku memanggil kamu monster yang jauh di sana dan yang terkunci di alam yang jauh dari sini untuk membantu aku menakkamun negeri kinata) ,ucap wanita tersebut dengan bahasa jawa. "Sepertinya nya aku mengetahui sedikit ucapan yang perempuan itu ucapkan. apa itu KINATA" ucap Aliken dalam hatinya.

__ADS_1


Naga itu mendekati wajah Aliken secara perlahan, Aliken pun membalikan tubuh nya seratus delapan puluh derajat dan mengambil batu yang ada di bawah kaki nya serta menutup matanya, berharap naga tersebut sudah tiada. "Ok jika ia berada tepat di hadapan ku, aku langsung melempar batu yang aku pegang menuju matanya" ucap Aliken dalam hatinya dengan jantung berdebar sangat kencang karena paniknya. Aliken sudah membalikan tubuhnya sebanyak 180 derajat dan perlahan membuka matanya. Naga itu mengaum tanpa mengeluarkan api di mulutnya saat Aliken membuka matanya. Saat naga itu mengaum di hadapannya, Aliken langsung melempar batu yang ia pegang sekencangnya ke mata naga itu, saat naga tersebut sedang meregangkan sakit dimatanya, Aliken berlari sekencangnya melewati pohon yang tinggi dan daun lebar ke arah pantai, tepat ia berdiri sebelumnya dan berharap dapat kembali ke kamarnya, usaha yang ia lakukan tak berhasil, sementara naga tersebut sedang terbang ke langit bertujuan melihat Aliken dengan mudah di langit.


Aliken pun melihat gua di tepi pantai yang hanya seukuran dia yang dapat masuk. Aliken berlari menuju gua itu. Naga tersebut melihat pergerakan Aliken dari langit. Goa itu sudah ada di depan mata Aliken, tetapi naga tersebut sangat kencang mendekati Aliken dengan sayapnya yang lebar tersebut, naga itu menyemburkan api di mulutnya ke arah Aliken. Dengan tubuh yang berkeringat dan jantung yang berdebar kencang serta menarik nafas sedalam-dalamnya berulang kali, Aliken berhasil masuk ke dalam goa itu. Batu goa itu bergerak sangat kencang seperti goa tersebut ingin rubuh saat Aliken di dalamnya. Naga tersebut sedang berusaha menghancurkan goa itu dengan tubuh besar nya. Aliken berusaha keluar dari goa itu demi menghindari batu yang akan jatuh menimpa tubuhnya. Goa tersebut berhasil di robohkan dan Aliken berhasil keluar dari goa itu . Aliken pun berlari sekencang mungkin yang ia bisa. Naga tersebut menyadari dan melihat Aliken berlari menghindarinya. Aliken terjatuh karena tersandung batu yang ada di pantai itu. Naga pun mendekati Aliken yang terjatuh. Aliken berusaha untuk berlari. Namun naga tersebut mendarat di pantai dan berjalan menuju Aliken. Aliken terbangun dari sandungan, dan terduduk di pasir dengan kaki memanjang dan berjalan mundur ke belakang. Naga itu menyemburkan api yang ada di mulutnya dan menghanguskan Aliken. Aliken terbangun dari tidurnya dengan wajah dan tubuhnya basah ,karena di siram oleh bapak situmorang dengan air sebaskom, di sebabkan Aliken susah di bangunkan.


 

__ADS_1


 


__ADS_2