Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
Asmira dan Aliken


__ADS_3

Aku lupa menjelaskan satu hal yang harus di ketahui oleh kamu, orang yang boleh bersekolah saat itu ialah orang-orang khusus yang di izinkan untuk sekolah, misalkan saja Aliken yang ayahnya bagian dari militer Belanda meskipun ia sendiri memiliki perusahaan sendiri dan artinya ia adalah seorang pengusaha, lalu Asmira, kakak dari ayah Asmira sendiri seorang laki-laki yang menempuh pendidikan di Belanda dan akhirnya menjadi orang penting di bagian militer Belanda, dan aku sendiri yang bisa sekolah saat itu karena ayah aku bagian dari militer dan sama dengan Aliken, ayah aku juga seorang pengusaha namun di banding dengan ayah Aliken, ayah aku lebih sedikit hartanya di banding ayah dari Aliken, sepertinya hal itu tidak perlu di catat di buku ini, namun gambaran saja untuk anak yang bolehsekolah pada saat itu. Itu artinya seluruh teman Aliken dan Asmira di sekolah itu mempunyai atau keluarga dari mereka itu memiliki bagian dari Belanda entah dari bidang apapun. Orang lokal pada saat itu belum bisa menempuh pendidikan dengan tinggi, itu saja orang lokal yang bisa menempuh pendidikan dengan tinggi adalah orang yang sangat pintar sekali bahkan dari pihak Belanda sendiri membayarkan uang kuliah langsung dari Belanda dan artinya orang-orang pintar itu jika berkehendak bersekolah di Belanda maka langsung di terbangkan ke Belanda dan akan mendapatkan banyak sekali fasilitas yang berguna dan tidak di miliki oleh orang lokal lainnya. Aliken dan Asmira ialah salah satu orang yang sangat beruntung untuk bisa menempuh pendidikan di sekolah itu, namun ia gunakan untuk hal yang tidak berguna selama sekolahnya, yang di lakukan oleh Asmira dan Aliken belum seberapa yang aku lakukan selama aku bersekolah pada saat itu, aku bisa di katakan lebih parah lagi dari apa yang Aliken dan Asmira lakukan saat itu, dan tentang itu ada di bagian halaman lain dari buku ini yang aku akan tuliskan secara bertahap semua yang terjadi dan akan menjadikan suatu kisah yanh sangat baik, dan sangat baik itu bukan berarti sangat bagus, semua yang ada di dunia ini tentu memiliki kekuarangan dalam bentuk apapun seperti halnya dalam buku ini.


Aku lanjut di Aliken dan Asmira yang berada di luar kelasnya itu dan sedang duduk santai di sana dengan tidak ada rasa bersalah sama sekali akan hal yang di alaminya itu. Kebetulan di sekolah yang terdapat Aliken dan Asmira di sana itu tidak terdapat orang Belanda yang menempuh pendidikan di sana, orang Belanda sendiri menempuh pendidikan di sekolah lain yang ada di Batavia dan tentunya lebih baik dari sekolah yang di tempuh oleh mereka. Aliken lalu menghampiri Asmira yanh sedang duduk di depan pintu dengan rasa tidak bersalah itu, dan sesampainya Aliken di sebelah Asmira tersebut, ada satu hal yang di bicarakan mengenai hal yang akan di lakukan Aliken saat nanti pulang sekolah nanti yang tentunya melepas semua masalah yang di alami dalam sekokah itu. Hal yang di beritahu kepada Asmira oleh Aliken mengenai rekreasi ke tempat yang ada di sana dan juga tidak jauh dari tempat di mana sekolah itu berada dan akan membuat semua hal yang di dapatkan di sekolah itu, rencananya Aliken akan mengajak Asmira untuk pergi ke menara yang ada di tengah kota Batavia. Menara yang di maksud ialah menara yang dahulunya menjadi tempat di mana orang yang bersalah akan di gantung di puncak menara tersebut dan akan di tonton oleh banyak orang sebagai hiburan. Yang menganggap itu adalah hiburan hanya warga dari Belanda dan orang-orang yang menghianati negaranya sendiri, tentu bagi aku itu adalah hal yang sangat kejam. Namun hal tersebut mendapat kecaman dari pihak Belanda itu sendiri, mereka semua yang mengecam hal tersebut bukan hal baik justru hal yang tidak baik. Kecaman yang di kecamkan oleh banyak orang mengenai orang yang di gantung di menara yang sangat tinggi itu tidak dapat di lihat dari bawah dengan tinggi yang mencapai seratus meter dari daratan, mereka yang menyaksikan hal itu sangat sulit sekali karena harus mengarahkan kepalanya ke atas dan sangat terasa sakit sekali setelah selesai melihat hiburan itu. Maka dari pihak yang berkaitan dengan hal tersebut memutuskan bahwa hukuman gantung akan di lakukan langsung di hadapan banyak orang. Itu artinya di menara tersebut sudah banyak sekali orang yang kehilangan nyawahnya di puncak menara itu dan artinya sebelum orang itu meninggal yang pasti mereka akan memegang dinding dari menara itu saat sedang di paksa menaiki menara itu.

__ADS_1


Yang artinya dengan di pindahkan tempat eksekusi mati menandakan menara itu sudah tidak ada gunanya lagi dan di jadikan oleh pihak Belanda sebagai tempat rekreasi keluarga atau perorangan, tempat rekreasi yang memiliki sejarah kelam. Aliken mengajak Asmira untuk ikut dengannya menuju menara yang ada di tengah kota dan menikmati pemandangan yang sangat bagus dan indah serta udara yang sangat baik dan sejuk jika di hirup. Tentu Asmira sebagai pacar dari Aliken menyetujui hal yang Aliken sampaikan itu dan itu artinya Asmira akan ikut dengan Aliken menuju menara yang aku sendiri tidak tahu nama dari menara itu. Jika kamu mencari menara itu sekarang juga tentu sudah tidak ada karena perubahan zaman dan berjalannya waktu sejarah dari menara itu sudah terlupakan dan tidak ada seorangpun yang tahu akan hal itu selain orang yang hidup di tahun tiga puluh delapan sampai empat puluh tiga, runtuhnya menara itu betkaitan dengan kisah ini dan akan ada kira-kira di buku ke dua atau ke tiga, tinggi dari menara itu kurang lebih yang aku hitung dan aku pastikan setinggi seratus dua puluh meter di atas permukaan darat yang artinya bangunan itu menjadi bangunan tertinggi pada zamannya di banding bangunan yang berdiri saat itu.


Jam pulangnya sekolah saat itu sudah tiba dan tidak ada tanda bahwa sekolah sudah selesai, seluruh anak di persilahkan pulang, karena waktu itu jam pulang sekolah di tentukan oleh guru yang mengajar di kelas, jika guru menghendaki pulang jam satu siang maka jam itu waktu pulang sekolah dan pelajaran selesai, dan seterusnya. Waktu itu jam pulang yang berada di kelas Aliken dan Asmira sama waktunya yaitu jam sebelas siang tepat waktu pulang sekolah anak-anak. Aliken yang tahu bahwa murid di kelasnya itu sudah ke luar kelas dan membawa buku serta alat tulis yang menandakan anak-anak pulang ke rumah masing-masing dan pelajaran telah selesai, Aliken yang tahu akan hal itu langsung segera menuju kelasnya itu dan mengambil buku serta alat tulis yang ada di kelasnya lalu pulang ke rumah dengan berjalan bersama Asmira yang sudah menunggu di luar kelas dari Aliken yang akan pulang. Saat itu belum ada yang namanya tas ransel, aku saat sekolah saat zaman itu dan tentu Aliken dengan Asmira, mereka dan aku tidak menggunkak tas sama sekali, yang di bawa ke sekolah hanya buku tulis satu buku dan alat tulis yang pada waktu itu sudah ada atau bahkan jauh sebelum tahun itu aku rasa pensil sudah ditemukan dan di pergunakan serta ada tempat untuk memproduksi pensil itu tersebut. Aliken mengambil buku dan alat tulisnya itu yang terbungkus di dalam tempat pensil yang di jahit sendiri oleh ibu Reni mamah dari Aliken, sesampainya ia di luar kelas itu Aliken bertemu Asmira yanh sudah menunggunya dan akan segera berjalan bersama menuju rumah masing-masing dan tentu saat di tengah perjalanan akan berpisah menuju jalur rumah masing-masing. Mereka menuju rumah masing-masing dengan berjalan bersama dan jalannya itu sengaja di lama-lamakan agar waktu mereka bedua itu lebih lama di banding waktu berjalan cepat atau terburu-buru menuju rumah masing-masing. Tentu dalam perjalanan yang di lama-lamakan itu ada suatu percakapan yang bersifat rahasia dan tidak perlu orang lain ketahui,begitu juga dengan aku, aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan selama perjalanan itu dan hal apa yang mereka singgung dalam pembicaraan tersebut karena aku tidk tanya kepada Asmira hal apa yang sedang di bicarakan tersebut.

__ADS_1


Jalur di hadapannya itu sudah menandakan mereka harus berpisah untuk menuju rumah masing-masing yang mereka miliki, saat jalur yang memisahkan mereka untuk berjalan bersama, Aliken mngucapkam suatu kata yang sangat romantis sekali seperti sudah menikah dan aku tidak tahun hal apa yang di ucapkan itu karena aku lupa hanya untuk mengingat suatu ucapan yang bagi aku sangat tidak penting dan aku rasa tidak perlu aku ingat untuk jangka waktu yang sangat lama. Mereka berjalan berpisah menuju rumah masing-masing, Aliken hanya lurus saja jalannya dan rumahnya itu ada di jalan itu lalu Asmira harus berbelok dan menemui satu jalan kecil yang sangat sulit di lalui dan di sana rumah Asmira sangat besar dan ada di sana. Banyak sekali anak-anak yang ada di jalan itu, di jalan rumah Aliken maupun di jalan rumah Asmira, banyaknya anak itu sangat sayang sekali bahwa mereka tidak dapat merasakan yang namanya pendidikan dan mempunyai banyak teman yang berbeda dari budaya yang berbeda-beda, anak-anak tersebut hanya memiliki teman dari daerah itu saja dan tidak ada orang yang mereka kenal selain di daerah tersebut. Maka dari itu nasib Aliken dan Asmira tidak seburuk anak-anak di sana yang tidak memiliki kesempatan untuk bersekolah dan menempuh pendidikan setinggi mungkin yang seharusnya mereka bisa untuk hal tersebut, namun kesempatan yang di miliki oleh Asmira dan Aliken tidak di gunakan dengan tidak maksimal dan sebaik-baiknya, mereka menggunakan kesempatan itu hanya untuk bersenang-senang saja akan masa muda yanh di miliki itu dan tidak di gunakan dengan baik.


Aliken selesai mandi dan selesai makan, ia langsung segera izin kepada kedua orang tuanya itu dan Aliken segera pergi menuju rumah Asmira yang tidak terlalu jauh dari di mana Aliken berada tersebut. Namun saat Aliken hendak menuju rumah Asmira, ternyata Asmira sudah berada diluar dari rumah Aliken itu dan menunggu sekian lama di luar rumah Aliken dengan rasa bosan dan di temani debu tembok yang ada di luar rumah Aliken tersebut. Ternyata juga Asmira sudah memanggil orang yang mengendarai mobil umum yang jasanya jika sekarang ini bernama taksi, mobil umum atau taksi waktu itu tudaklah banyak seperti sekarang ini dan juga tidak ada di jam yang tidak mendukung, misalkan saja di jam sepuluh pagi, mobil umum di jam sepuluh pagi tidak ada dan adanya di jam sebelas pagi sampai jam dua belas pagi yang ada pada saat itu. Kendaraan yang akan di gunakan mereka untuk menuju menara di tengah kota itu ialah mobil umum yang sudah di sewa oleh Asmira seblum Aliken keluar dari rumahnya itu. Lalu mereka lagsung naik ke mobil umum yanh sudah di sewa itu dan mobil umum tersebut sudah berjalan menuju menara yang ada di tengah kota, saat Aliken dan Asmira sudah berada di dalam mobil itu dan akan segera menuju menara yang ada di tengah kota. Sekian lama mereka berada di mobil umum itu dan mereka akhirnya sampai juga di luar dari menara yang sangat tinggi itu. Menara itu menjulang dengan sangat tinggi sekali saat mereka sudah berada tepat di luar dari menara yang sangat tinggi itu, tentu mereka membayar uang untuk jasa dari mobil umum itu dan sesudah mereka lakukan hal tersebut saatnya mereka memasuki menara yang pintu masuk untuk menuju puncak dari menara itu sudah terbuka yang artinya sudah dapat di gunakan untuk rekreasi dan menikmati segala yanh di tawarkan dari menara itu.

__ADS_1


 


 

__ADS_1


__ADS_2