
Aku terbangun
karena suara burung-burung itu, saat aku terbangun aku juga membangunkan
kawan-kawan aku juga, kita pun sudah terlihat sangat segar dan siap untuk
memimpin peperangan melawan ratu jahat. Aku menyuruhnya kepada kawan-kawan aku
untuk langsung mengganti pakaian yang di kenakan itu dengan pakaian yang kita
temui saat di taman istana itu “baik sekarang aku rasa kita sudah di tunggu
oleh ratu, sekarang kita mengganti pakaian yang kita kenakan dengan pakaian
yang kita temukan di tempat itu” kata aku kepada kawan-kawan aku, mereka
mengerti dengan ucapan aku itu, dan mereka langsung mengganti baju yang di
kenakan itu dengan baju yang kita temui sebelumnya. Karena kita semua tidur
bareng di ruangan tidur itu, mau tidak mau kita mengganti baju di ruangan itu
lagi, karena tidak ada tempat lagi untuk kita mengganti pakaian kita, “baik
kita ganti baju di ruangan ini bersama, Aliken dan Densi menghadap belakangi
aku dengan Asmira saat kalian sedang mengganti baju, begitu juga dengan aku dan
Asmira,kita akan mengganti baju membelakangi kalian. Apakah mengerti” ucap aku
kepada Aliken dan Densi serta Asmira, mereka mengerti dengan ucapan aku itu.
Kita pun di
ruangan tidur itu mengganti baju secara bersamaan, Aliken dan Densi menghadap
membelakangi aku dan Asmira saat mereka mengganti baju, sedangkan aku dengan
Asmira melakukan hal yang sama. Karena biasanya perempuan lebih lama mengganti
bajunya di bandingkan laki-laki, maka dari itu setelah Aliken dan Densi
mengatakan kepada aku dan Asmira “apakah kalian telah selesai mengganti
pakaiannya? Karena aku dan Densi telah sekesai mengganti pakaian kita” aku
menjawabnya “jika kalian telah selesai mengganti pakaian tetaplah dan terus
menghadap membelakangi kita, karena perempuan lebih lama mengganti pakaian di
banding laki-laki,” aku tidak mengetahui, tetapi aku juga merasa mereka
menghadap belakang saat aku dam Asmira sedang melepaskan pakaian yang kita
kenakan, Mudah-mudahan itu hanya dugaan aku saja, karena percuma jika aku
tanya, jawaban yang akan aku dengar “tidak.” Ok kita kembali ke cerita ini.
Beberapa saat
kemudian aku dan Asmira telah selesai mengganti pakaian yang kita kenakan
dengan pakaian yang di temukan. Aku berkata kepada Aliken dan Densi “sudah
boleh menoleh ke belakang, karena aku dan Asmira telah selesai mengganti
pakaian kita,” kita semua bebarengan dan sama-sama menoleh ke belakang dari
kita, betapa terkejutnya aku melihat Aliken yang tampak ganteng dan terlihat
seperti laki-laki sesungguhan, Aliken saat menggunakan baju yang dia temukan di
taman kerajaan itu terlihat beda dengan sebelumnya, jika sebelumnya terlihat
__ADS_1
lembek dan letoi, tetapi ketika Aliken mengenakan pakaian itu, terlihat
sebaliknya, gagah, perkasa, menawan, dan manis di wajahnya itu serta bibir yang
menggoda itu membuat aku terpesona melihatnya, begitu juga dengan Aliken, dia
melihat aku tidak seperti biasanya, aku pura-pura membuang muka saat Aliken
memandangi aku terus menerus, dia terus memamdangi aku tak henti-henti, sampai
akhirnya aku tidak kuat lagi berpura-pura membuang muka karena manis sekali
wajahnya itu, sampai sekarang aku belum melupakan wajah Aliken saat di ruangan
itu.
Aku mulai
memiliki rasa cinta di hidup aku ini terhadap Aliken. Asmira juga sama dengan
aku, Asmira tidak terpesona dengan penampilan Aliken, tetapi Asmira terpukau
dengan penampilan Densi, sama halnya dengan aku, Asmira terus memandangi Densi
dan Densi terus memandangi Asmira. Di ruangan itu kita saling memandang dan di
ruangan itulah berpaling dari cinta seblumnya dengan cinta yang baru. Setelah
sekian lama kita saling memandang karena kecantikan dan ketampanan yang kita
miliki, aku mengucapkan kepada mereka semua “sepertinya waktu memandang antara
lain telah selesai, aku rasa kita telah di tunggu oleh ratu di depan gerbang
istana,” dan sesudah aku mengatakan hal
itu kepada mereka semua, akhirnya kita keluar dari ruangan itu dan menuju luar
melewati anak tangga yang cukup melelahkan.
Satu demi satu
anak tangga kita lewati, dan sampailah kita di lanatai dasar istana itu, saat
kita telah sampai di lantai dasar istana itu, kita di kejutkan oleh salah satu
prajurit Tanori yang secara tiba-tiba muncul di hadapan kita dan
mengucapkan “sebaiknya kalian harus
cepat menuju gerbang istana, karena kalian semua telah di tunggu oleh orang
banyak,” kita yang kaget dan mendengarkan prajurit Tanori itu berkata, kita pun
segera menuju gerbang istana.
Kita berlari
dengan sangat menuju gerbang istana, dan sesampainya di hadapan gerbang istana,
ratu ternyata telah berada di gerbang itu, ratu berkata “apakah telah siap
menghadapi perang ini” aku menjawabnya “kita saja belum ada strategi dan persiapan
untuk menghadapi perang ini, bagaikan jika ratu memberikan sedikit waktu untuk
kita atau bersama ratu dan keempat raja yang berada di sebelah ratu membuat
sebuah strtegi,” ratu menjawabnya “baiklah jika begitu, tetapi ingat, waktu
yang kita miliki tidaklah banyak, maka dari itu harus secepat mungkin membuat
strategi perang ini” setelah ratu berbicara itu kepada aku, kita semua termasuk
__ADS_1
ratu dan raja-raja yang akan ikut perang berlari ke suatu ruangan yang dekat
dari gerbang itu.
Aku, Asmira,
Aliken, Densi, ratu, raja-raja golongan masyarakat dan beberapa perwakilan dari
prajurit yang di pimpinnya itu, kita semua telah berada di salah satu ruangan
yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Hanya ada meja yang panjang
di ruangan itu. Kita semua mengelilingi meja itu dan mulai mengeluarkan ide apa
yang kita miliki. Aku mulai berkata “sekarang kita tidak memiliki waktu yang
banyak, dan ide apa saja yang ada di kepala kalian ungkapkan saja dan berbicara
di hadapan kita semua,” setelah aku mengatakan hal itu, Asmira yang pertama
mengusulkan pendapatnya dia itu, Asmira mengusulkan “bagaimana jika aku yang
memimpin pasukan Kureta, aku yang akan memimpin pasukan Kureta yang bertongkat
itu” Aliken selanjutnya “lalu aku yang akan memimpin pasukan Pawisu, pasukan
yang berpedang dan gagah itu” di lanjut dengan Densi “dan bagaimana jika aku
yang memimpin pasukan Tanori, pasukan berkapak dan kuat itu” setelah Densi
mengucapkan pendapatnya, lalu aku yang selanjutnya, aku mengusulkan “bagaimana
jika aku memimpin pasukan Dureta, pasukan pemanah negeri Kinata” semua usulan
itu di setujui oleh ratu dan ratu mengucapkan “apakah masih ada usulan mengenai
strategi perang ini?.”
Aliken dengan
sangat cepat mengatakan “aku pada saat kemarin tidak sengaja pada saat di dapur
istana menjatuhkan minyak tanah dan tidak sengaja juga menjatuhkan obor yang
berada di dapur, lalu terbakar, untung aku bisa mengendalikan itu, dengan semua
ketidaksengajaan itu aku memiliki ide, jika kita memiliki minyak tanah yang
cukup banyak di negeri Kinata ini, maka kita gunakan saja untuk menaklukan ratu
jahat, dan satu lagi cara kita gunakan minyak itu untuk menaklukan ratu jahat
dengan kita gunakan saja burung-burunh raksaa negeri ini untuk membawa tong
yang berisi minyak, lalu tumpahkan secara perlahan dan sedikit-sedikit ke arah
musuh, dengan itu kawasan musuh akan terkena minyak tanah, yang mengetahui hal
ini hanya prajurit negeri Kinata, dan Keni si pemanah yang handal
menggunakannya, Keni aka memanah salah satu burung atau semacaknya yang terbang
di udara dengan panah yang berkobar-kobar apinya itu, lalu setelah kita semua
melihat salah satu burung terbakar dan jatuh ke tanah, kita semua mundur
memjahui burung itu. Bagaimana dengan usulan aku itu” ratu yang mendengar itu
langsung menyetujui usulan Aliken itu, ratu mengatakan “sepertinya kita
memiliki stok minyak tanah yang cukup banyak. Jika itu mau kamu, boleh gunakan
semua minyak yang berada di negeri ini.”
__ADS_1