Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
ratu jahat.


__ADS_3

Aku terbangun


karena suara burung-burung itu, saat aku terbangun aku juga membangunkan


kawan-kawan aku juga, kita pun sudah terlihat sangat segar dan siap untuk


memimpin peperangan melawan ratu jahat. Aku menyuruhnya kepada kawan-kawan aku


untuk langsung mengganti pakaian yang di kenakan itu dengan pakaian yang kita


temui saat di taman istana itu “baik sekarang aku rasa kita sudah di tunggu


oleh ratu, sekarang kita mengganti pakaian yang kita kenakan dengan pakaian


yang kita temukan di tempat itu” kata aku kepada kawan-kawan aku, mereka


mengerti dengan ucapan aku itu, dan mereka langsung mengganti baju yang di


kenakan itu dengan baju yang kita temui sebelumnya. Karena kita semua tidur


bareng di ruangan tidur itu, mau tidak mau kita mengganti baju di ruangan itu


lagi, karena tidak ada tempat lagi untuk kita mengganti pakaian kita, “baik


kita ganti baju di ruangan ini bersama, Aliken dan Densi menghadap belakangi


aku dengan Asmira saat kalian sedang mengganti baju, begitu juga dengan aku dan


Asmira,kita akan mengganti baju membelakangi kalian. Apakah mengerti” ucap aku


kepada Aliken dan Densi serta Asmira, mereka mengerti dengan ucapan aku itu.


Kita pun di


ruangan tidur itu mengganti baju secara bersamaan, Aliken dan Densi menghadap


membelakangi aku dan Asmira saat mereka mengganti baju, sedangkan aku dengan


Asmira melakukan hal yang sama. Karena biasanya perempuan lebih lama mengganti


bajunya di bandingkan laki-laki, maka dari itu setelah Aliken dan Densi


mengatakan kepada aku dan Asmira “apakah kalian telah selesai mengganti


pakaiannya? Karena aku dan Densi telah sekesai mengganti pakaian kita” aku


menjawabnya “jika kalian telah selesai mengganti pakaian tetaplah dan terus


menghadap membelakangi kita, karena perempuan lebih lama mengganti pakaian di


banding laki-laki,” aku tidak mengetahui, tetapi aku juga merasa mereka


menghadap belakang saat aku dam Asmira sedang melepaskan pakaian yang kita


kenakan, Mudah-mudahan itu hanya dugaan aku saja, karena percuma jika aku


tanya, jawaban yang akan aku dengar “tidak.” Ok kita kembali ke cerita ini.


Beberapa saat


kemudian aku dan Asmira telah selesai mengganti pakaian yang kita kenakan


dengan pakaian yang di temukan. Aku berkata kepada Aliken dan Densi “sudah


boleh menoleh ke belakang, karena aku dan Asmira telah selesai mengganti


pakaian kita,” kita semua bebarengan dan sama-sama menoleh ke belakang dari


kita, betapa terkejutnya aku melihat Aliken yang tampak ganteng dan terlihat


seperti laki-laki sesungguhan, Aliken saat menggunakan baju yang dia temukan di


taman kerajaan itu terlihat beda dengan sebelumnya, jika sebelumnya terlihat

__ADS_1


lembek dan letoi, tetapi ketika Aliken mengenakan pakaian itu, terlihat


sebaliknya, gagah, perkasa, menawan, dan manis di wajahnya itu serta bibir yang


menggoda itu membuat aku terpesona melihatnya, begitu juga dengan Aliken, dia


melihat aku tidak seperti biasanya, aku pura-pura membuang muka saat Aliken


memandangi aku terus menerus, dia terus memamdangi aku tak henti-henti, sampai


akhirnya aku tidak kuat lagi berpura-pura membuang muka karena manis sekali


wajahnya itu, sampai sekarang aku belum melupakan wajah Aliken saat di ruangan


itu.


Aku mulai


memiliki rasa cinta di hidup aku ini terhadap Aliken. Asmira juga sama dengan


aku, Asmira tidak terpesona dengan penampilan Aliken, tetapi Asmira terpukau


dengan penampilan Densi, sama halnya dengan aku, Asmira terus memandangi Densi


dan Densi terus memandangi Asmira. Di ruangan itu kita saling memandang dan di


ruangan itulah berpaling dari cinta seblumnya dengan cinta yang baru. Setelah


sekian lama kita saling memandang karena kecantikan dan ketampanan yang kita


miliki, aku mengucapkan kepada mereka semua “sepertinya waktu memandang antara


lain telah selesai, aku rasa kita telah di tunggu oleh ratu di depan gerbang


istana,”  dan sesudah aku mengatakan hal


itu kepada mereka semua, akhirnya kita keluar dari ruangan itu dan menuju luar


melewati anak tangga yang cukup melelahkan.


Satu demi satu


anak tangga kita lewati, dan sampailah kita di lanatai dasar istana itu, saat


kita telah sampai di lantai dasar istana itu, kita di kejutkan oleh salah satu


prajurit Tanori yang secara tiba-tiba muncul di hadapan kita dan


mengucapkan  “sebaiknya kalian harus


cepat menuju gerbang istana, karena kalian semua telah di tunggu oleh orang


banyak,” kita yang kaget dan mendengarkan prajurit Tanori itu berkata, kita pun


segera menuju gerbang istana.


Kita berlari


dengan sangat menuju gerbang istana, dan sesampainya di hadapan gerbang istana,


ratu ternyata telah berada di gerbang itu, ratu berkata “apakah telah siap


menghadapi perang ini” aku menjawabnya “kita saja belum ada strategi dan persiapan


untuk menghadapi perang ini, bagaikan jika ratu memberikan sedikit waktu untuk


kita atau bersama ratu dan keempat raja yang berada di sebelah ratu membuat


sebuah strtegi,” ratu menjawabnya “baiklah jika begitu, tetapi ingat, waktu


yang kita miliki tidaklah banyak, maka dari itu harus secepat mungkin membuat


strategi perang ini” setelah ratu berbicara itu kepada aku, kita semua termasuk

__ADS_1


ratu dan raja-raja yang akan ikut perang berlari ke suatu ruangan yang dekat


dari gerbang itu.


Aku, Asmira,


Aliken, Densi, ratu, raja-raja golongan masyarakat dan beberapa perwakilan dari


prajurit yang di pimpinnya itu, kita semua telah berada di salah satu ruangan


yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Hanya ada meja yang panjang


di ruangan itu. Kita semua mengelilingi meja itu dan mulai mengeluarkan ide apa


yang kita miliki. Aku mulai berkata “sekarang kita tidak memiliki waktu yang


banyak, dan ide apa saja yang ada di kepala kalian ungkapkan saja dan berbicara


di hadapan kita semua,” setelah aku mengatakan hal itu, Asmira yang pertama


mengusulkan pendapatnya dia itu, Asmira mengusulkan “bagaimana jika aku yang


memimpin pasukan Kureta, aku yang akan memimpin pasukan Kureta yang bertongkat


itu” Aliken selanjutnya “lalu aku yang akan memimpin pasukan Pawisu, pasukan


yang berpedang dan gagah itu” di lanjut dengan Densi “dan bagaimana jika aku


yang memimpin pasukan Tanori, pasukan berkapak dan kuat itu” setelah Densi


mengucapkan pendapatnya, lalu aku yang selanjutnya, aku mengusulkan “bagaimana


jika aku memimpin pasukan Dureta, pasukan pemanah negeri Kinata” semua usulan


itu di setujui oleh ratu dan ratu mengucapkan “apakah masih ada usulan mengenai


strategi perang ini?.”


Aliken dengan


sangat cepat mengatakan “aku pada saat kemarin tidak sengaja pada saat di dapur


istana menjatuhkan minyak tanah dan tidak sengaja juga menjatuhkan obor yang


berada di dapur, lalu terbakar, untung aku bisa mengendalikan itu, dengan semua


ketidaksengajaan itu aku memiliki ide, jika kita memiliki minyak tanah yang


cukup banyak di negeri Kinata ini, maka kita gunakan saja untuk menaklukan ratu


jahat, dan satu lagi cara kita gunakan minyak itu untuk menaklukan ratu jahat


dengan kita gunakan saja burung-burunh raksaa negeri ini untuk membawa tong


yang berisi minyak, lalu tumpahkan secara perlahan dan sedikit-sedikit ke arah


musuh, dengan itu kawasan musuh akan terkena minyak tanah, yang mengetahui hal


ini hanya prajurit negeri Kinata, dan Keni si pemanah yang handal


menggunakannya, Keni aka memanah salah satu burung atau semacaknya yang terbang


di udara dengan panah yang berkobar-kobar apinya itu, lalu setelah kita semua


melihat salah satu burung terbakar dan jatuh ke tanah, kita semua mundur


memjahui burung itu. Bagaimana dengan usulan aku itu” ratu yang mendengar itu


langsung menyetujui usulan Aliken itu, ratu mengatakan “sepertinya kita


memiliki stok minyak tanah yang cukup banyak. Jika itu mau kamu, boleh gunakan


semua minyak yang berada di negeri ini.”

__ADS_1


__ADS_2