Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
masuknya ke suatu negeri.


__ADS_3

Mereka bahagia


dengan rencana yang aku berikan itu. Mereka semua tentunya juga langsung


menyetujui rencana yang aku usulkan itu. Tertawa dengan sangat riang terdengar


di ruangan itu, walaupun itu tawaan orang jahat. Senyuman juga terlihat di


tempat itu dan betul, senyuman-senyuman itu juga terlihat seperti senyuman


orang-orang jahat. Densi merasa bangga dengan keberadaan ku di tengah-tengah


geng Tarata. Senyuman Densi sangat beda dengan senyuman anggota lain nya. Densi


senyum kepadaku dan terus mengarah kepada ku, aku masih membayangkan dan masih


mengingatnya senyuman itu, senyuman yang sangat manis dari antara laki-laki


yang pernah aku temui, senyuman itu juga seperti ada perasaan mencintai kepada


ku. Aku juga sebagai perempuan tentunya akan senyum kepada Densi, aku di sana


itu sangat merasakan bagaimana rasanya mencintai sesungguh nya.


Tetapi senyuman


dan kebahagian yang berada di ruangan itu tidak berlaku bagi Darryl. Darryl di


sana terlihat seperti biasa-biasa saja, tidak seperti orang-orang yang bahagia


di tempat itu. Terlihat dari wajah nya itu ada persaan menyesal, dan juga


wajahnya itu sangat muram sekali. Gambaran dari situasi di ruangan itu seperti


lingkaran warna putih yang terdapat titik kecil berwarna hitam, lingkaran putih


itu sangat besar dan luas, tetapi masih bisa di katakan lingkaran putih itu


belum sempurna jika ada titik hitam sekecil pun berada di lingkaran itu. Sama


halnya dengan lingkaran putih itu, kebahagiaan, senyuman dan riang gembira


memenuhi ruangan itu, tetapi menurut pandangan mataku sendiri, kebahagiaan itu


tidak ada artinya bagiku. Karena ada salah satu orang yang berada di ruangan


itu tidak merasakan kekebahagiaan. Aku juga tentunya seketika kebahagiaan itu


hilang dari wajahku, begitu aku melihat Darryl yang muram itu,  wajahku langsung mengikuti dengan wajah


Darryl. Aku di tempat itu langsung merasakan hal yang tidak pernah aku rasakan,


yaitu perubahan bahagia menjadi tidak bahagia dalam diriku. Aku berusaha


bertanya kepada Darryl apa yang terjadi dengan dirinya, tetapi dia tetap tidak


memberi tahu kepadaku hal apa yang sedang terjadi dengannya.


Hari sudah semakin


malam, jam pada saat itu menunjukan sudah pukul 23.00. Lalu aku menyuruh semua


orang yang berada di tempat itu tidur untuk mengumpulkan energi yang akan di


pakai besok pagi. Semua orang yang berada di ruangan itu telah tidur. Aku tidur


di kamar mamahnya Densi dan Darryl tidur di ruang tamu bersama anggota lainnya.


Darryl yang tidur di ruang tamu itu rupanya ia tidak tidur. Darryl menunggu

__ADS_1


keadaan rumah itu sudah sepi dan sunyi. Setelah ia memastikan bahwa keadaan


rumah itu sudah sepi dan teman-teman nya sudah tidur dengan sangat pulas, ia


langsung bangun dari posisi nya yang terbaring di lantai, di ruang tamu itu


hanya ada enam orang yang tidur bersama Darryl termasuk Darryl. Mereka semua


sudah tidur dengan pulas. Sekali lagi Darryl memastikan keadaan teman nya itu,


satu persatu ia ulurkan tangan nya di mata teman nya itu, dia goyangkan kedua


tangan nya itu di mata teman nya yang tertutup. Setelah keenam mata teman nya


itu dia ulurkan. Darryl sudah memastikan bahwa kelima teman nya itu sudah


benar-benar tidur.


Sebenarnya apa


sih yang di ingin di lakukan Darryl selanjutnya?. Ternyata Darryl saat di ruang


tamu tadi bersama semua anggota geng Tarata yang bergembira dan senang itu, ia


tampak tidak terlihat seperti tema-teman nya itu. Di wajah Darryl itu terlihat


penyesalan yang entah apa yang dia sesalkan. Darryl merasa bersalah dan merasa


menyesal atas perbuatan nya tadi, dia melihat Aliken dan Asmira memberi tahu


mengenai Densi dan geng nya kepada polisi. Darryl saat itu tidak menyesali


perbuatan nya. Saat dia mendengar di ruang tamu tadi, mendengar bahwa Aliken


dan Asmira akan di bunuh oleh anggota geng Tarata, ia langsung merasa bersalah


dan bertanggung jawab atas kematian nya nanti. Pada saat itu Darryl pertama


oleh orang dan pertama kalinya memiliki jiwa bertanggung jawab kepada orang


lain.


Darryl dengan


terpaksa harus memilih dua pilihan yang ia sendiri sangat sulit untuk


memilihnya. Pilihan pertama mengenai kesetiaan kepada anggotanya. Darryl sudah


berjanji kepada Densi saat ia masuk ke dalam geng Tarata, bahwa ia akan setia


kepada nya dalam kondisi dan situasi apapun. Darryl juga sudah berjanji bahwa


dia tidak akan menghianati satu orang pun yang berada di geng Tarata itu. Pilihan


kedua ialah Aliken dan Asmira, jika ia tidak menolongnya sekarang juga, nyawa


Aliken dan Asmira akan menjadi tanggung jawab nya. Belas kasihan dan kesetiaan


harus bertarung di pikiran Darryl. Darryl harus mengorbankan salah satu untuk


kebaikan Darryl. Darryl menyadari bahwa waktu yang ia miliki itu tidak banyak,


dia harus sangat cepat menentukan pilihan apa yang sangat terbaik bagi Darryl,


dan akhirnya Darryl memilih untuk menyelamatkan Aliken dengan Asmira.


Yang di lakukan


Darryl selanjutnya ialah pergi dari rumah itu ke rumah Aliken dan Asmira.

__ADS_1


“Sekarang aku pergi ke rumah Aliken terlebih dahulu,” kata Darryl dalam


hatinya. Ia melangkah pelan sekali melewati orang yang tidur di bawah kakinya


itu, satu demi satu orang di lewati oleh Darryl, dan akhirnya ia sampai di


depan pintu menuju keluar rumahnya. Pintu itu di kunci oleh Keni, untung kunci


rumah pintu itu tergantung di lubang kunci pintunya. Darryl mulai memutarkan


kunci nya itu ke kanan untuk bisa terbuka pintu itu, suara pembuka pintu itu


terdengar dengan lumayan kencang, akhirnya Darryl berhasil keluar dari rumah


itu menuju rumah Aliken. Darryl saat menuju rumah Aliken, ia berlari dengan


sangat kencang karena waktu, pada saat itu jam menunjukan pukul 00.05. Darryl


meyakini bahwa di jam segitu Aliken atau orang tuanya ada yang masih belum


tidur. Darryl pun sampai di rumah Aliken. “tok-tok- tok” suara ketukan pintu


rumah Aliken yang di ketuk oleh Darryl. Ketukan pertama tidak ada yang


mendengar dan membuka pintunya itu. Darryl mengetuk pintu rumah Aliken kedua


kalinya “tok-tok-tok” juga belum ada yang membukanya. Darryl mulai mengulangi


hal yang sama, ia mengetuk pintu rumah itu dan mengulanginya sampai ada yang


membukanya.


Aliken yang


sedang tidur itu terbangun karena suara ketukan pintu yang terulang. “Siapa


yang malam-malam ini mengetuk pintu rumahku. Atau jangan-jangan ini hanya


peraliha saja oleh anggota geng Densi, jika aku keluar pasti aku akan di


tangkap dan di bawa kerumahnya” kata Aliken dalam hatinya. Aliken mencurigakan


orang yang mengetuk rumah nya itu, ia curiga bahwa yang mengetuk rumahnya hanya


pengalihan anggota geng Densi. Lalu Aliken berjalan menuju dapur rumahnya untuk


mengambil sapu, sesampainya di dapur rumah itu, ia langsung mengambil sapu yang


berada di pojokan dapur itu dan membawanya menuju pintu rumah nya yang di


ketok. Aliken berjalan menuju pintu yang di ketok oleh orang yang Aliken curiga


kan itu dengan membawa sapu di tangan nya. Aliken sampai di depan pintu itu,


“ok, jika orang di depan ini tidak aku kenal, aku langsung pukul orang ini


dengan sangat kencang hingga ia pergi” kata Aliken dalam hatinya ketika ia di


depan pintu itu. Perlahan Aliken buka pintu nya, sampai pintu itu terbuka,


Aliken melihat orang yang mengetuk pintu rumah nya itu tidak Aliken kenal dan


tampak seperti orang yang berada di sekolah nya pada saat Densi membuat


kekacauan, Aliken menyadari bahwa orang yang mengetuk pintu rumah nya itu ialah


anggota geng Densi. Tanpa berlama-lama ia lngsung memukul orang itu dengan sapu


di tangan nya, pukulan yang Aliken pukul ke orang itu sangat kencang dan

__ADS_1


pastinya rasa yang di dapatkan sangat sakit sekali.


__ADS_2