Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
apa keputusan sidang


__ADS_3

Saat aku dan


kawan-kawan ku sedang menikmati pemandangan yang indah dan bagus itu, Tanori


yang berada di sebelah kita mengatakan “baiklah sudah cukup waktu kalian


menikmati pemandangan negeri yang cantik ini, sekarang saatnya kalian menuju


pengadilan negeri Kinata, aku akan menghantarkan kalian menuju ke pengadilan


yang akan melakukan sidang terhadap kalian berempat. Ayo sekarang kalian semua


turun dari menara ini dengan hati-hati dan pelan.” Karena Tanori itu berkata


kepada kita untuk menuju pengadilan, aku dan kawan-kawan ku tidak bisa


membantah, kita pun turun dari menara itu untuk menuju pengadilan. Pengadilan


di negeri Kinata hanya ada satu saja, nama pengadilan tersebut ialah pengadilan


Tewita, pengadilan tertinggi dan satu-satunya di negeri Kinata. Sistem


pengadilan tersebut ialah, di mana ada empat hakim di dalam nya, dan satu hakim


utama dan tertinggi, lalu di lanjut di bawah derajatnya ialah pembela, pembela


berada di derajat ke tiga dari susunan tertinggi, lalu di bawah pembela, ada


penuntut, jumlah penuntut di pengadilan itu bukan  hanya satu atau dua orang saja, melainkan


paling sedikit dua puluh lima makhluk, lalu di bawah penuntut ada terdakwa,


terdakwa ialah orang yang akan di hakimi atau di tentukan nasibnya oleh hakim


utama setelah mendengar dan mempertimbangkan beberapa faktor.


Aku dan


kawan-kawan ku menuruni menara itu, dan sesampainya di bawah menara itu,


aku  dan kawan-kawan ku berada kembali di


gerbang keluar-masuk Kerajaan. Lalu Tanori yang bersama aku dan kawan-kawan ku


menunjukan dan mengarahkan kita ke tempat pengadilan tersebut. Jarak pengadilan


dari gerbang keluar-masuk Kerajaan lumayan jauh, bisa di bayangkan, betapa


besarnya Kerajaan itu, sampai jarak menuju pengadilan lumayan jauh. Aku dan


kawan-kawan ku memasuki istana itu, setelah memasuki, kita pun melewati banyak


sekali ruangan-ruangan yang berada di dalam nya, sesudah kita memasuki


ruangan-ruangan yang terdapat di istana itu, sampailah kita di pintu pengadilan


itu. Pintu pengadilan tersebut sangat tinggi dan cantik, warna pintu itu ialah


putih dengan tekstur yang memperindah pintu itu. Saat kita telah sampai di


hadapan pintu pengadilan, di bukalah pintu pengadilan tersebut oleh dua Kureta


yang bekerja di Kerajaan itu sebagai pelayan. Pembukaan pintu nya saja terlihat


sangat mewah dan elegan. Saat kita melewati pintu itu, kita terlihat sangat


kecil karena pintu itu. Aku dan kawan-kawan memasuki ruangan pengadilan yang


mewah dan indah itu. Banyak sekali masyarakat yang menjadi penuntut di ruangan


itu, para penuntut tersebut duduk mengahadap keempat hakim dan satu hakim utama


yang tertinggi tempat duduknya. Bagian penuntut, mereka duduk di kursi biasa


dan mereka berpakaian rapi, keempat raja yang menjadi hakim duduk menghadap


penuntut dengan kursi yang tinggi dan meja yang tinggi di banding penuntut.


Tempat duduk dan meja hakim utam yang berada di atas keempat hakim biasa


telihat kosong. Hakim utama belum memasuki ruang pengadilan itu.


Lalu tempat


duduk aku berada di depan penuntut yang lumayan mewah. Terdapat empat kursi


terdakwa di hadapan hakim-hakim tersebut. Keempat hakim yang sudah berada di


ruangan itu terlihat mengenakan mahkota yang di maksud Lesi. Keempat hakim


tersebut juga mengenakan baju yang sama, yaitu pakaian berwarna biru yang


memanjang sampai kakinya, di tengah-tengah baju nya itu terdapat gambar yang


berbeda, jika dari golongan Kureta, maka pakaian tersebut bergambar makhluk


Kureta di tengah nya, jika Tanori, maka terdapat gambar makhluk Tanori di

__ADS_1


tengah tengah bajunya, begitu juga dengan yang lain nya. Aku, Asmira, Densi,


dan Aliken duduk di kursi yang telah di sediakan di hadapan hakim, dan di depan


penuntut. Saat aku berada di ruangan tersebut, jantungku sangat berdebar


kencang entah karena apa, aku di ruangan itu merasa panik dan takut, perasaan


yang aku rasakan ternyata di rasakan oleh Aliken, Asmira, dan Densi. Kita semua


merasakan hal yang sama di tempat itu. Beberapa lama kemudian, aku dan


kawan-kawan ku duduk di kursi di hadapan hakim, ratu Sabrina selaku hakim utama


di pengadilan tersebut memasuki ruangan pengadilan itu.


Dengan paras


rupa cantiknya itu ia memasuki ruangan itu dengan gaya nya sendiri. Pakaian


yang dikenakan oleh ratu Sabrina sangat mewah dan cantik, di pakaian nya


tersebut terdapat gambar keempat makhluk Negeri Kinata, dan makhluk-makhluk


yang berada di pakaian ratu seperti sedang menyembah ratu Sabrina. Dengan bibir


merah nya itu ia mengecap-ngecapkan bibirnya tersebut. Seluruh makhluk hidup


yang  berada di ruangan tersebut seketika


langsung berdiri tanpa ada perintah. Saat ratu Sabrina melewati nya, makhluk


yang berada di hadapan nya itu membukukan tubuhnya, itu menandakan sikap


horamatnya kepada ratu. Aku pun mengikuti apa yang di lakukan semua makhluk di


ruangan  itu. Aku bersama


kawan-kawan  berdiri dan saat ratu lewat


di hadapan ku, aku membukukan badan ku layak nya menghormati seorang pemimpin.


Ratu Sabrina pun telah sampai di kursi yang paling tinggi dan ia duduk di kursi


tersebut. Meja di hadapan ratu itu terdapat tongkat yang terlihat cantik,


tinggi tongkat itu ialah satu meter, tongkat tersebut di lapisi berlian putih


yang sangat cantik.


Tongkat yang di


terlihat sangat berkilau, kilauan tongkat tersebut sangat cantik dan memanjakan


mata. Jika tongkat yang di pegang ratu, saat ratu angkat ke atas kepalanya dan


di turunkan tepat di depan perutnya, hal itu menandakan para pembela yang akan


membela terdakwa di persilakan masuk dengan terhormat. Ratu  melakukan hal tersebut, ia mengangkat tongkat


yang di pegang nya tepat di atas kepala dan ia turunkan tongkat nya itu tepat di


depan perutnya. Pintu yang megah dan tinggi itu semula tertutup, saat penjaga


pintu melihat apa yang di lakukan ratu, pintu tersebut di bukakan oleh dua


penjaga pintu yang sedang menjaga pintu. Terbukalah pintu yang tinggi dan megah


itu. Terlihat di depan pintu masuk pengadilan empat anak kecil dari golongan


masyarakat berbeda yang akan memasuki ruangan itu, empat anak itu berpakaian


sama dengan warna yang berbeda, pakaian yang di kenakan itu menyambung dari


leher hingga ke kaki. Anak kecil golongan Kureta yang seperti tupai itu


berpakaian berwarna hijau dengan gambar sepertinya, Tanori berwarna merah


dengan gambar sepertinya, Pawisu berwarna hitam dengan gambar di pakaian


sepertinya, dan Dureta berwarna ungu dengan gambar sepertinya. Mereka memasuki


ruang pengadilan itu secara bersamaan dan berjalan bersama, terlihat mereka


berjalan sangat lucu dan menggemaskan, seperti tidak mengetahui banyak hal.


Mereka lewati


makhluk-makhluk lain di sebelah nya, dan sampailah ia di hadapan kelima hakim


yang duduk dengan meja besar dan tinggi. Salah satu dari keempat pembela itu


mengatakan hal yang tidak di duga kepada ratu “yang mulia, apa yang harus kita


lakukan selanjutnya?.” Tampaknya keempat pembela itu tidak mengetahui banyak


hal mengenai menjadi pembela, tetapi satu pembela yaitu si Kureta sudah

__ADS_1


mengerti dan mengetahui mengenai menjadi pembela yang benar dan baik, Lesi


mengatakan kepada yang lain dan yang bertanya kepada ratu, “yang harus kita


lakukan ialah kita duduk di kursi pembela yang berada di sebelah kanan dan di


sebelah kiri terdakwa yang berhadapan itu, kita duduk di sebelah hakim dan


terdakwa yang menghadap antara pembela dengan pembela, kamu berdua, Tanori dan


Pawisu duduk di sebelah sana, sementara itu Kureta dan Dureta duduk di kursi


sebelah sana.” Tanpa banyak pikir, Lesi dengan makhluk anak Dureta pergi ke


kanan seeta Pawisu dan Tanori pergi ke kiri.


Mereka berempat


telah duduk di kursi yang terdapat meja juga di hadapan nya, posisi nya seperti


ini; hakim di paling depan menghadap ke terdakwa dan penuntut, terdakwa


menghadap ke Hakim dan membelakangi penuntut, serta pembela di antara Hakim dan


terdakwa, dua pembela di sebelah kiri dan duanya di sebelah kanan. Sidang pun


di mulai dengan dua ketukan meja hakim utama. Setelah hakim utama mengetuk mejanya,


lalu hakim memulai sidang nya dengan kata-kata pembuka yang sudah tercatat di


kertas yang siap di baca, “sidang pada pagi hari ini akan di mulai, masalah


yang terjadi dengan terdakwa keempat makhluk asing ini ialah, sangat berani


sekali mereka memasuki negeri Kinata tanpa seizin ratu, seperti yang kita


ketahui sebelumnya, bahwa bagi makhluk hidup jenis apa saja yang berada di


Darmanas, jika tidak tercatat nama makhluk hidup itu di Kerajaan negeri Kinata


atau memasuki kawasan atau daerah negeri Kinata tanpa seizin atau tidak di


ketahui atau berdialog terlebih dahulu, dinamakan sebagai pelanggaran atau


melanggar atau tidak mematuhi ketentuan dan hukum di negeri Kinata. Bagi siapa


yang sengaja atau tidak di sengaja melanggar hukum dan ketentuan yang berlaku di


negeri Kinata, di namaka  sebagai


pemberontak atau pembuat masalah yang tentunya dapat merusak ekosistem


kehidupan negeri Kinata. Dan barangsiapa yang mengaku sebagai pemberontak atau


tidak menyadari dirinya pemberontak akan di tindak pidana yang berlaku. Dengan


begitu, kasus sidang ini ialah mengenai pemberontakan. Kita mulai sidang ini


sekarang juga.” Du ketuk meja dengan palu oleh ratu Sabrina, “di mulai dari


yang paling kanan. Sebelum memulai sidang ini alangkah baiknya perkenalkan nama


terdakwa terlebih dahulu, lalu di lanjutkan dengan pembela nya yang masih kecil


dan imut itu” lanjut ratu.


Yang paling


kanan dari keempat terdakwa ialah Aliken, lalu sebelah Aliken adalah Densi,


sebelahnya Asmira dan sebelahnya aku. Aliken mulai berdiri dan memperkenalkan


dirinya, “baiklah perkenalkan nama saya Aliken, saya tidak mengerti apa yang


terjadi sebenarnya, intinya saya ingin pulang dan balik dari tempat ini.”


Tampaknya Aliken tidak mengetahui apa yang terjadi dengan nya itu. Setelah


Aliken memperkenalkan dirinya, di lanjut dengan pembela nya yaitu makhluk


Tanori yang imut, ia berkata “baiklah hakim-hakim dan ratu terhormat, aku


berada di tempat ini karena menjadi pembela terdakwa yang bernama Aliken, dan


saya sebagai pembela Aliken, saya tidak mengetahui harus berkata-kata apa di


tempat ini, tetapi intinya saya mau yang terbaik untuk Aliken.” Setelah itu di


lanjut dengan Densi, Densi berdiri dari kursinya dan memperkenalkan dirinya itu


“perkenalkan nama saya ialah Densi, kata-kata ku sama dengan Aliken, aku tidak


mengetahui apa yang sedang terjadi, tetapi intinya aku ingin pulang dari tempat


ini.” Di lanjut dengan pembela nya yaitu makhluk Pawisu yang lucu dan imut itu,


ia mengatakan “sama halnya dengan teman ku, aku ingin yang terbaik untuk

__ADS_1


terdakwa yang aku bela.” Di lanjut dengan Asmira, ia mengatakan hal yang sama


dan pembela nya mengatakan hal yang sama.


__ADS_2