
Setelah Asmira,
waktunya aku berbicara kepada hakim dan penuntut “baiklah sekarang waktunya aku
berbicara. Aku akan mulai dari namaku, perkenalkan namaku ialah Keni Putri
Lestari, atau jika kepanjangan bisa memanggil aku Keni. Aku tidak seperti
kawan-kawan ku yang tidak mengetahui hal apa yang sedang terjadi dengan nya, ia
tidak mengetahui di mana ia sekarang, dan seharusnya mereka harus mengetahui
nya, hal yang terjadi sebenarnya ialah aku dan kawan-kawan ku bukan berasal
dari Darmanas, tetapi aku dan kawan-kawan ku berasal dari Bumi atau planet
biru. Aku mengetahui hal itu dari Lesi, Lesi ialah salah satu masyarakat negeri
Kinata golongan Kureta, ia anak yang pintar dan pemberani. Sama halnya dengan
teman-teman pembela kita, hanya ia yang memiliki jiwa pemberani dan pintar.
Sekian dari ku.” Kata-kataku di lanjut dengan pembela, “yang mulia para
hakim-hakim dan ratu Kinata, aku berada di tempat ini tentunya sebagai pembela,
sebagai pembela ialah membela terdakwa tentunya, apa saja akan saya lakukan
untuk membela terdakwa yang aku pilih. Hal pertama yang akan aku lakukan ialah,
aku mohon kepada hakim-hakim dan hakim utama, tolong bebaskan mereka semua dari
hukuman ini, karena mereka berempat bukanlah pemberontak, yang aku kenal ialah
mereka itu orang yang bingung mengenai sedang di mana mereka berada, jadi
dengan hal itu tolong di pertimbangkan hal-hal tersebut dengan teliti dan
seksama dan---“ kata-kata Lesi yang belum selesai itu di potong oleh hakim
utama, ia mengatakan “sudah cukup waktu yang anda miliki untuk membela
terdakwa, sekarang waktunya untuk hakim termasuk aku menentukan keputusan
mengenai terdakwa,” kata hakim ratu Sabrina.
Dengan sejenak
dan hening, para hakim mencatat beberapa hal di kertas yang di pegang nya itu,
hakim-hakim tersebut sedang mempertimbangkan hal terbaik apa yang harus di
berikan terdakwa. Dengan waktu yang cukup lama dan membosankan, akhirnya waktu
yang di miliki hakim telah habis, saatnya hakim menentukan nasib mengenai aku
dan kawan- kawan ku. “Baiklah waktu telah habis untuk para hakim, sekarang
saatnya memberikan nasib terbaik yang kalian miliki kepada terdakwa-terdakwa
tersebut” kata ratu Sabrina kepada keempat hakim yang berada di depan nya.
Hakim yang mulai pertama ialah hakim paling kanan, hakim paling kanan ialah
makhluk Kureta, di sebelahnya Tanori, di sebelahnya Pawisu dan di sebelahnya
ialah Dureta. Di mulai dengan raja Kureta, ia mengusulkan “dengan pertimbangan
yang saya lakukan, dengan begitu empat terdakwa yang berada di pengadilan ini
di jatuhkan hukuman gantung mati.” Setelah hakim Kureta mengucapkan itu,
Aliken, aku, Densi dan Asmira tentunya ketakutan.
Di lanjut dengan
sebelahnya yaitu Tanori, Tanori menjatuhkan hukuman mati, Pawisu menjatuhkan
__ADS_1
hukuman penjara seumur hidup, dan Dureta menjatuhkan hukuman tombak mati.
Keputusan keempat hakim ialah mengerikan
dan menakutkan, tetapi bukan itu keputusan akhir, keputusan akhir di tentukan
oleh hakim utama atau ratu Sabrina. Sekarang saatnya ratu Sabrina menjatuhkan
hukuman yang akan menentukan nasib keempat terdakwa. “Dengan segala
pertimbangan dan segala masukan dari keempat hakim di depan ku, maka hukuman
akhir dari sidang ini ialah, dengan begitu empat terdakwa di hukum penjara
seumur hidup.” Saat ratu sedang ingin mengetuk palu yang berada di mejanya,
pembela aku yang Kureta mengucapkan hal yang tidak di duga, ia mengucapkan
“bagaimana jika hakim memutuskan hukuman “Rairamia” keempat terdakwa ini
mengalahkan Rairamia mereka akan bebas dari hukuman yang menimpanya.” Ratu yang
mendengar hal itu langsung terkejut dan kaget, ia mengatakan “jika saja
terdakwa setuju dengan pendapat kamu, silakan saja, jika terdakwa menang
mengalahkan Rairamia, terdakwa akan bebas dan akan di undang makan malam
bersama ratu, tetapi jika kalah, jangan salahkan ratu jika terdakwa mati di
habisi Rairamia.”
Hukuman Rairamia
adalah hukuman paling mengerikan di Darmanas. Hukuman Rairamia biasa di berikan
oleh dewa Darmanas untuk raja-raja yang menghianatinya. Hukuman Rairamia
berbentuk hukuman tontonan. Hukuman ini di lakukan di stadion lapangan yang
besar dan mengerikan. Empat terdakwa akan di ikat kakinya di dua papan dengan
tersebut seperti serigala, tubuh seperti beruang putih, dan gigi gigi tajam nya
seperti pedang baru di asah. Gambaran hukuman Rairamia seperti berikut;
terdakwa akan di ikat kedua kakinya di dua papan yang terdapat di kaki kanan
dan kiri, jika hanya satu orang yang berada di papan itu, mungkin sangat mudah
menghindari makhluk Rairamia tersebut, tetapi kemungkinan selamat dari ganas
nya Rairamia tersebut hanya satu per seratus, atau hampir tidak mungkin selamat
dari Rairamia tersebut, tetapi hanya ada satu terdakwa yang dulu selamat dari
hukuman Rairamia. Dari ribuan terdakwa zaman dulu hingga sekarang hanya satu
terdakwa yang selamat. Maka dari itu ratu saat mendengar Lesi mengusulkan untuk
hukuman Rairamia, ia sangat terkejut dan kaget.
Ratu bertanya
untuk sekali lagi kepada empat terdakwa tersebut, “apakah setuju dengan usulan
pembela Kureta?,” setelah keempat terdakwa mendengar hal itu, Lesi mencoba
meyakinkan aku dengan mata dan mulutnya yang bergerak-gerak, seakan-akan
menyuruhku untuk berkata setuju. Aku mengetahui apa yang di maksud Lesi, aku
langsung mengucapkan “setuju” kawan-kawan ku yang mendengar aku berkata setuju,
mereka juga mengatakan “setuju,” dengan bersamaan, keempat terdakwa pun telah
setuju untuk di berikan hukuman Rairamia. Hakim utama atau ratu negeri Kinata
__ADS_1
mengetuk palu pengadilan sambil mengatakan “dengan begitu keempat terdakwa atas
kesalahan pemberontakan di jatuhui hukuman paling mengerikan di Darmanas yaitu
hukuman Rairamia.” “tok-tok- tok” palu pengadilan pun sudah di ketuk, yang
artinya tidak bisa di ganggu gugat.
Seluruh penuntut
yang berada di belakang kita merasa bahagia dan tertawa-tertawa, mereka pun
meninggalkan ruangan pengadilan, hakim- hakim juga meninggalkan ruangan
pengadilan, pembela-pembela juga meninggalkan ruangan pengadilan, dan tentunya
aku, Aliken, Asmira, dan Densi di bawa oleh penjaga kerajaan ke penjara bawah
tanah kerajaan, aku dan kawan kawan akan di tahan sementara di penjara bawah
tanah hingga menunggu besok pagi. Sesampainya aku di penjara bawah tanah,
secara langsung pikiran ku berkata “apa itu hukuman Rairamia?.” Sesudah
memikirkan hal tersebut, aku langsung menanyakan kepada Aliken, Asmira, dan
Densi “apa itu hukuman Rairamia?.” Saat aku menanyakan hal itu kepada
kawan-kawan, mereka semua mengatakan hal yang sama yaitu “aku tidak mengetahui
hukuman tersebut, tetapi intinya kita semua tidak di penjara seumur hidup di
negeri ini.” Tampaknya aku, Asmira, Aliken dan Densi belum mengetahui hukuman
Rairamia, yang kita tahu pada saat di penjara itu ialah, “yang penting kita
tidak di penjara seumur hidup di negeri ini.”
Di dalam penjara
tersebut sangat gelap dan tidak ada cahaya sedikitpun masuk ke dalam penjara
itu, hanya ada satu lubang yang sangat kecil dan dari lubang kecil itu, sinar
matahari bisa memasuki nya, selebihnya hanya ada bau busuk dan gelap, kita
semua di penjara itu hampir mati karena bau tersebut. Setelah sekian lama,
kawan-kawan ku akhirnya tidur di dalam penjara itu, dan hanya aku yang masih
belum tidur. Aku tidak mengetahui bahwa di luar sudah malam atau masih siang,
tetapi lubang kecil yang tadi terdapat sinar matahari, tidak terdapat sinar
matahari yang masuk tidak ada lagi cahaya yang masuk ke lubang kecil itu,
sepertinya di luar sana sudah malam dan gelap. Aku kaget dan terkejut ada suara
seseorang sedang seperti membuka sel penjara itu, karena gelap nya penjara itu
aku tidak bisa melihat sesuatu di luar sel penjara. Tetapi sepertinya yang
membuka sel penjara itu bukan penjaga kerajaan negeri Kinata, melainkan
seseorang yang menyusup masuk ke dalam penjara, karena seseorang tersebut
membuka sel penjara itu biasanya jika menggunakan kunci langsung terbuka,
tetapi sel penjara itu tidak terbuka juga. Dan setelah beberapa lama, orang
yang mencoba membuka sel penjara akhirnya berhasil membuka sel penjara dengan
besi kecil. Makhluk tersebut adalah pembela aku di pengadilan itu, makhluk
Kureta yang kecil dan imut, ia tanpa lama-lama langsung pada inti mengapa ia di
situ, ia mengatakan kepada aku “aku sangat yakin sekali bahwa kamu dan kawan-kawan
__ADS_1
mu bisa berhasil keluar dari hukuman Rairamia dengan kerja sama.” Sesudah ia
mengatakan hal tersebut, ia langsung pergi dari penjara itu menuju keluarganya.