Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
apa keputusan sidang


__ADS_3

Setelah Asmira,


waktunya aku berbicara kepada hakim dan penuntut “baiklah sekarang waktunya aku


berbicara. Aku akan mulai dari namaku, perkenalkan namaku ialah Keni Putri


Lestari, atau jika kepanjangan bisa memanggil aku Keni. Aku tidak seperti


kawan-kawan ku yang tidak mengetahui hal apa yang sedang terjadi dengan nya, ia


tidak mengetahui di mana ia sekarang, dan seharusnya mereka harus mengetahui


nya, hal yang terjadi sebenarnya ialah aku dan kawan-kawan ku bukan berasal


dari Darmanas, tetapi aku dan kawan-kawan ku berasal dari Bumi atau planet


biru. Aku mengetahui hal itu dari Lesi, Lesi ialah salah satu masyarakat negeri


Kinata golongan Kureta, ia anak yang pintar dan pemberani. Sama halnya dengan


teman-teman pembela kita, hanya ia yang memiliki jiwa pemberani dan pintar.


Sekian dari ku.” Kata-kataku di lanjut dengan pembela, “yang mulia para


hakim-hakim dan ratu Kinata, aku berada di tempat ini tentunya sebagai pembela,


sebagai pembela ialah membela terdakwa tentunya, apa saja akan saya lakukan


untuk membela terdakwa yang aku pilih. Hal pertama yang akan aku lakukan ialah,


aku mohon kepada hakim-hakim dan hakim utama, tolong bebaskan mereka semua dari


hukuman ini, karena mereka berempat bukanlah pemberontak, yang aku kenal ialah


mereka itu orang yang bingung mengenai sedang di mana mereka berada, jadi


dengan hal itu tolong di pertimbangkan hal-hal tersebut dengan teliti dan


seksama dan---“ kata-kata Lesi yang belum selesai itu di potong oleh hakim


utama, ia mengatakan “sudah cukup waktu yang anda miliki untuk membela


terdakwa, sekarang waktunya untuk hakim termasuk aku menentukan keputusan


mengenai terdakwa,” kata hakim ratu Sabrina.


 


 


Dengan sejenak


dan hening, para hakim mencatat beberapa hal di kertas yang di pegang nya itu,


hakim-hakim tersebut sedang mempertimbangkan hal terbaik apa yang harus di


berikan terdakwa. Dengan waktu yang cukup lama dan membosankan, akhirnya waktu


yang di miliki hakim telah habis, saatnya hakim menentukan nasib mengenai aku


dan kawan- kawan ku. “Baiklah waktu telah habis untuk para hakim, sekarang


saatnya memberikan nasib terbaik yang kalian miliki kepada terdakwa-terdakwa


tersebut” kata ratu Sabrina kepada keempat hakim yang berada di depan nya.


Hakim yang mulai pertama ialah hakim paling kanan, hakim paling kanan ialah


makhluk Kureta, di sebelahnya Tanori, di sebelahnya Pawisu dan di sebelahnya


ialah Dureta. Di mulai dengan raja Kureta, ia mengusulkan “dengan pertimbangan


yang saya lakukan, dengan begitu empat terdakwa yang berada di pengadilan ini


di jatuhkan hukuman gantung mati.” Setelah hakim Kureta mengucapkan itu,


Aliken, aku, Densi dan Asmira tentunya ketakutan.


 


 


Di lanjut dengan


sebelahnya yaitu Tanori, Tanori menjatuhkan hukuman mati, Pawisu menjatuhkan

__ADS_1


hukuman penjara seumur hidup, dan Dureta menjatuhkan hukuman tombak mati.


Keputusan keempat hakim ialah  mengerikan


dan menakutkan, tetapi bukan itu keputusan akhir, keputusan akhir di tentukan


oleh hakim utama atau ratu Sabrina. Sekarang saatnya ratu Sabrina menjatuhkan


hukuman yang akan menentukan nasib keempat terdakwa. “Dengan segala


pertimbangan dan segala masukan dari keempat hakim di depan ku, maka hukuman


akhir dari sidang ini ialah, dengan begitu empat terdakwa di hukum penjara


seumur hidup.” Saat ratu sedang ingin mengetuk palu yang berada di mejanya,


pembela aku yang Kureta mengucapkan hal yang tidak di duga, ia mengucapkan


“bagaimana jika hakim memutuskan hukuman “Rairamia” keempat terdakwa ini


mengalahkan Rairamia mereka akan bebas dari hukuman yang menimpanya.” Ratu yang


mendengar hal itu langsung terkejut dan kaget, ia mengatakan “jika saja


terdakwa setuju dengan pendapat kamu, silakan saja, jika terdakwa menang


mengalahkan Rairamia, terdakwa akan bebas dan akan di undang makan malam


bersama ratu, tetapi jika kalah, jangan salahkan ratu jika terdakwa mati di


habisi Rairamia.”


 


 


Hukuman Rairamia


adalah hukuman paling mengerikan di Darmanas. Hukuman Rairamia biasa di berikan


oleh dewa Darmanas untuk raja-raja yang menghianatinya. Hukuman Rairamia


berbentuk hukuman tontonan. Hukuman ini di lakukan di stadion lapangan yang


besar dan mengerikan. Empat terdakwa akan di ikat kakinya di dua papan dengan


tersebut seperti serigala, tubuh seperti beruang putih, dan gigi gigi tajam nya


seperti pedang baru di asah. Gambaran hukuman Rairamia seperti berikut;


terdakwa akan di ikat kedua kakinya di dua papan yang terdapat di kaki kanan


dan kiri, jika hanya satu orang yang berada di papan itu, mungkin sangat mudah


menghindari makhluk Rairamia tersebut, tetapi kemungkinan selamat dari ganas


nya Rairamia tersebut hanya satu per seratus, atau hampir tidak mungkin selamat


dari Rairamia tersebut, tetapi hanya ada satu terdakwa yang dulu selamat dari


hukuman Rairamia. Dari ribuan terdakwa zaman dulu hingga sekarang hanya satu


terdakwa yang selamat. Maka dari itu ratu saat mendengar Lesi mengusulkan untuk


hukuman Rairamia, ia sangat terkejut dan kaget.


 


 


Ratu bertanya


untuk sekali lagi kepada empat terdakwa tersebut, “apakah setuju dengan usulan


pembela Kureta?,” setelah keempat terdakwa mendengar hal itu, Lesi mencoba


meyakinkan aku dengan mata dan mulutnya yang bergerak-gerak, seakan-akan


menyuruhku untuk berkata setuju. Aku mengetahui apa yang di maksud Lesi, aku


langsung mengucapkan “setuju” kawan-kawan ku yang mendengar aku berkata setuju,


mereka juga mengatakan “setuju,” dengan bersamaan, keempat terdakwa pun telah


setuju untuk di berikan hukuman Rairamia. Hakim utama atau ratu negeri Kinata

__ADS_1


mengetuk palu pengadilan sambil mengatakan “dengan begitu keempat terdakwa atas


kesalahan pemberontakan di jatuhui hukuman paling mengerikan di Darmanas yaitu


hukuman Rairamia.” “tok-tok- tok” palu pengadilan pun sudah di ketuk, yang


artinya tidak bisa di ganggu gugat.


 


 


Seluruh penuntut


yang berada di belakang kita merasa bahagia dan tertawa-tertawa, mereka pun


meninggalkan ruangan pengadilan, hakim- hakim juga meninggalkan ruangan


pengadilan, pembela-pembela juga meninggalkan ruangan pengadilan, dan tentunya


aku, Aliken, Asmira, dan Densi di bawa oleh penjaga kerajaan ke penjara bawah


tanah kerajaan, aku dan kawan kawan akan di tahan sementara di penjara bawah


tanah hingga menunggu besok pagi. Sesampainya aku di penjara bawah tanah,


secara langsung pikiran ku berkata “apa itu hukuman Rairamia?.” Sesudah


memikirkan hal tersebut, aku langsung menanyakan kepada Aliken, Asmira, dan


Densi “apa itu hukuman Rairamia?.” Saat aku menanyakan hal itu kepada


kawan-kawan, mereka semua mengatakan hal yang sama yaitu “aku tidak mengetahui


hukuman tersebut, tetapi intinya kita semua tidak di penjara seumur hidup di


negeri ini.” Tampaknya aku, Asmira, Aliken dan Densi belum mengetahui hukuman


Rairamia, yang kita tahu pada saat di penjara itu ialah, “yang penting kita


tidak di penjara seumur hidup di negeri ini.”


 


 


Di dalam penjara


tersebut sangat gelap dan tidak ada cahaya sedikitpun masuk ke dalam penjara


itu, hanya ada satu lubang yang sangat kecil dan dari lubang kecil itu, sinar


matahari bisa memasuki nya, selebihnya hanya ada bau busuk dan gelap, kita


semua di penjara itu hampir mati karena bau tersebut. Setelah sekian lama,


kawan-kawan ku akhirnya tidur di dalam penjara itu, dan hanya aku yang masih


belum tidur. Aku tidak mengetahui bahwa di luar sudah malam atau masih siang,


tetapi lubang kecil yang tadi terdapat sinar matahari, tidak terdapat sinar


matahari yang masuk tidak ada lagi cahaya yang masuk ke lubang kecil itu,


sepertinya di luar sana sudah malam dan gelap. Aku kaget dan terkejut ada suara


seseorang sedang seperti membuka sel penjara itu, karena gelap nya penjara itu


aku tidak bisa melihat sesuatu di luar sel penjara. Tetapi sepertinya yang


membuka sel penjara itu bukan penjaga kerajaan negeri Kinata, melainkan


seseorang yang menyusup masuk ke dalam penjara, karena seseorang tersebut


membuka sel penjara itu biasanya jika menggunakan kunci langsung terbuka,


tetapi sel penjara itu tidak terbuka juga. Dan setelah beberapa lama, orang


yang mencoba membuka sel penjara akhirnya berhasil membuka sel penjara dengan


besi kecil. Makhluk tersebut adalah pembela aku di pengadilan itu, makhluk


Kureta yang kecil dan imut, ia tanpa lama-lama langsung pada inti mengapa ia di


situ, ia mengatakan kepada aku “aku sangat yakin sekali bahwa kamu dan kawan-kawan

__ADS_1


mu bisa berhasil keluar dari hukuman Rairamia dengan kerja sama.” Sesudah ia


mengatakan hal tersebut, ia langsung pergi dari penjara itu menuju keluarganya.


__ADS_2