Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
mengapa mereka di sana?


__ADS_3

Dari banyaknya


negeri di Darmanas, negeri Kinata lah yang memiliki Valita terbanyak di Darmanas,


karena pemimpin yang hebat lahir dan besar di negeri Kinata. Ada lima Valita


yang berada di Kinata, satu di miliki oleh ratu Agung Kinata, dan empat di


miliki oleh empat raja atau ratu pemimpin golongan masyarakat negeri Kinata.


Namun empat pemimpin golongan masyarakat tetap harus tunduk oleh kekuasaan ratu


Agung negeri Kinata, karena ratu Agung negeri Kinata lah yang mereka sembah dan


puja, tidak ada satupun yang mereka sembah selain pemimpin negeri Kinata. Jika


salah satu pemimpin golongan masyarakat ingin membuat kebijakan untuk


masayarakat nya, kebijakan itu harus di setujui oleh ratu Kinata. Tetapi


kekuasaan empat raja golongan itu tidak dapat di cabut oleh ratu semaunya saja,


berdasarkan perjanjian Raratika, kekuasaan empat golongan masyarakat negeri


Kinata hanya bisa hilang jika raja atau ratu itu memberikan kekuasaan nya itu


kepada seseorang yang menurutnya layak mendapatkan nya. Jadi walaupun ratu


Agung negeri Kinata berkuasa dan di sembah, nyatanya kekuasaan empat raja atau


ratu itu tidak dapat di atur oleh nya. Perjanjian Raratika itu telah di


sepakati oleh masyarakat dan pendahulu-pendahulu yang membangun dan mendirikan


negeri Kinata. Jika perjanjian Raratika itu di langgar atau di ganggu, akan


terjadi perpecahan dan kehancuran negeri itu.


Sudah sangat


lama sekali masyarakat negeri Kinata itu bermusuhan Antar golongan, misalkan


golongan masyarakat Kureta sering menjelekan masyarakat golongan Tanori, begitu


halnya dengan masyarakat golongan lain. Hingga kebiasaan itu terus berkembang


dan menjadi masalah besar negeri Kinata. Pada suatu saat, ratu negeri Kinata


membuat keputusan dan kebijakan yang di setujui oleh empat raja golongan


masyarakat, kebijakan itu ialah membangun tembok-tembok penyekat yang besar


untuk menghalangi bertemu nya antar sesama masyarakat golongan lain. Pada


sepuluh tahun berikutnya, tembok penyekat itu sudah jadi dan sudah berdiri


kokoh. Antar golongan tidak dapat bertemu antar golongan lain nya. Tembok


penyekat itu sudah terpasang dan berdiri dengan gagah, tetapi hal yang sama


masih terus terjadi, sudah ada banyak masyarakat yang tidak bertengkar dan


bermusuhan lagi, tetapi juga banyak masyarakat yang masih bertengkar dan


bermusuhan. Bahkan waktu itu ada yang sampai mati karena hal itu, hingga


masalah itu adalah masalah yang tidak dapat di selesaikan di negeri itu. Bukan


hanya masalah itu, ada satu masalah yang cukup serius di negeri Kinata. Masalah

__ADS_1


itu ialah mengenai keutuhan dan keberlangsungan kehidupan di negeri Kinata.


Batu permata


“Darimun” yang di beri oleh dewa Darmanas untuk negeri Kinata hilang. Batu itu


di kasih oleh setiap pemimpin negeri-negeri di Darmanas. Satu negeri hanya


memiliki satu batu Darimun, batu Darimun di berikan dewa sebagai batu yang akan


menjalankan kehidupan di negeri-negeri yang berada di Darmanas. Batu itu


berwarna hijau mengkilau dan indah, di dalam batu itu ada sebuah kekuatan yang


tidak di miliki oleh siapa pun negeri itu, kecuali yang memegang batu Darimun


itu, batu Darimun sendiri jika di gunakan dengan salah dapat menghancurkan


sebuah negeri. Di setiap negeri, batu Darimun itu sangag di jaga dengan cara


yang berbeda- beda. Di negeri Kinata sendiri, batu Darimun di letakan di dalam


ruangan istana, dimana di dalam ruangan istana itu terdapat makhluk tak kasat


mata yang memiliki kekuatan untuk menjaganya, di tambah perajurit terkuat dan


terhebat negeri Kinata. Tetapi dengan semua penjagaan itu, batu Darimun milik


negeri Kinata hilang di ambil oleh ratu hitam yang di kenal di negeri itu ialah


ialah ratu jahat. Ratu jahat berhasil mengambil batu Darimun milik negeri


Kinata dengan bantuan yang belum di ketahui sampai sekarang, inti dari semua


itu ialah baru yang hanya di miliki dan satu-satunya untuk menjaga perdamaian,


kedua negeri Kinata.


Dengan kedua


maslah yang sangat sulit di hadapi oleh ratu atau raja negeri Kinata, maka dari


itu ratu negeri Kinata pergi dan menemui dewa Darmanas yang berada di suatu


pulau yang berada di Darmanas. Oh ia satu lagi, nama ratu negeri Kinata pada


saat itu ialah ratu Sabrina. Ratu Sabrina pergi meninggalkan negerinya dan


menemui dewa Darmanas. Ia mencari pulau yang terdapat Darmanas di dalam nya. Ia


menanti dewa Darmanas selama tiga tahun menggunakan kapal yang terdapat di


negeri Kinata, dan ia mencari dewa Darmanas dengan keempat raja golongan


masyarakat. Pada suatu hari, kelima raja dan ratu negeri Kinata memulai


perjalanan ke pulau yang berada di Darmanas di dalam nya menggunakan sebuah


kapal yang dimiliki negeri Kinata. Mereka lewati lautan yang ganas itu, mereka


lewati badai yang ngamuk, mereka lewati hujan yang tak henti dan mereka lewati


segala kesulitan yang di dapatkan. Mereka lewati semua itu selama tiga tahun,


ratu Sabrina dan empat raja bawahannya itu melakukan hal itu karena mereka


memiliki rasa tanggung jawab terhadap negeri Kinata. Hingga pada suatu hari


ditengah lautan, kelima raja dan ratu itu melihat sebuah pulau yang tampak

__ADS_1


menyeramkan dan menakutkan. Di pulau itu memiliki satu pegunungan yang


tingginya sekitar tiga ratus meter di atas permukaan laut. Bagian atas gunung


itu di keliingi awan hitam yang mekutkan, di dalam awan hitam itu terdapat juga


petir yang saling terhubung di awan itu, terdengar suara petir yang berada di


awan itu saling menyambar.


Awan di atas pulau


itu menakutkan sekali, berbeda dengan awan di luar pulau itu, hanya awan di


pulau itu yang berwarna hitam. Ratu Sabrina dan ke empat raja dan ratu turun


dari kapalnya menuju pulau itu. Tertulis di catatan lama negeri Kinata “pulau


yang di diami oleh dewa Darmanas adalah pulau yang menakutkan dan selamanya


gelap. Tidak ada terang di pulau itu, tidak ada siang di pulau itu, dan tidak


ada cahaya di pulau itu, hanya ada pepohonan yang menakutkan dan tanah tak


terlihat. Dewa Darmanas itu berada di sebuah tempat di pulau itu, ia berada di


sekitar gunung “Lakapi” yang tingginya tiga ratus dua puluh meter di atas


permukaan laut, tempat itu tidak sembarang orang bisa memasukinya. Hanya orang


yang memiliki batu Valita. Hanya yang memiliki batu Valita yang dapat memasuki


tempat di mana dewa Darmanas menetap.


Kelima raja dan


ratu tersebut memiliki batu Valita yang di berikan oleh moyang mereka.


Merekapun memasuki pulau menakutkan itu untuk mencari kediaman dewa Darmanas.


Lima raja itu berjalan mendekati pulau itu, seketika gelap pada pulau itu


terasa, semakin mereka masuk ke dalam pulau itu, akan semakin gelap yang mereka


rasakan. Sudah sangat dekat mereka dengan gunung Lakapi, namun mereka belum


menemukan tempat kediaman dewa Darmanas. Mereka mengelilingi gunung itu untuk


mencari dewa Darmanas, sudah sekian kali mereka mengelilingi gunung Lakapi itu,


tetapi belum bertemu juga dengan tempat yang di maksud kediaman dewa Darmanas.


Salah satu raja golongan masyarakat atau raja Kureta melihat salah satu bagian


gunung, ada tulisan “lima batu Valita harus di letakan di sebelah sini, supaya


dapat menemukan Dewa Darmanas.” Di sebelah tulisan itu ada seperti tempat lima


batu Valita yang seharusnya di letakan di situ. Kelima batu Valita itu berada


di mahkota yang mereka simpan di bagian pakaian yang di kenakan. Valita itu


dapat dengan mudah di lepaskan dari mahkota nya, jadi tidak harus menghancurkan


mahkota itu supaya dapat mengambil batu Valita. Raja golongan Kureta pun


memanggil keempat raja dan ratu lain yang sedang mencari tempat kediaman dewa


Darmanas.

__ADS_1


__ADS_2