
Dari banyaknya
negeri di Darmanas, negeri Kinata lah yang memiliki Valita terbanyak di Darmanas,
karena pemimpin yang hebat lahir dan besar di negeri Kinata. Ada lima Valita
yang berada di Kinata, satu di miliki oleh ratu Agung Kinata, dan empat di
miliki oleh empat raja atau ratu pemimpin golongan masyarakat negeri Kinata.
Namun empat pemimpin golongan masyarakat tetap harus tunduk oleh kekuasaan ratu
Agung negeri Kinata, karena ratu Agung negeri Kinata lah yang mereka sembah dan
puja, tidak ada satupun yang mereka sembah selain pemimpin negeri Kinata. Jika
salah satu pemimpin golongan masyarakat ingin membuat kebijakan untuk
masayarakat nya, kebijakan itu harus di setujui oleh ratu Kinata. Tetapi
kekuasaan empat raja golongan itu tidak dapat di cabut oleh ratu semaunya saja,
berdasarkan perjanjian Raratika, kekuasaan empat golongan masyarakat negeri
Kinata hanya bisa hilang jika raja atau ratu itu memberikan kekuasaan nya itu
kepada seseorang yang menurutnya layak mendapatkan nya. Jadi walaupun ratu
Agung negeri Kinata berkuasa dan di sembah, nyatanya kekuasaan empat raja atau
ratu itu tidak dapat di atur oleh nya. Perjanjian Raratika itu telah di
sepakati oleh masyarakat dan pendahulu-pendahulu yang membangun dan mendirikan
negeri Kinata. Jika perjanjian Raratika itu di langgar atau di ganggu, akan
terjadi perpecahan dan kehancuran negeri itu.
Sudah sangat
lama sekali masyarakat negeri Kinata itu bermusuhan Antar golongan, misalkan
golongan masyarakat Kureta sering menjelekan masyarakat golongan Tanori, begitu
halnya dengan masyarakat golongan lain. Hingga kebiasaan itu terus berkembang
dan menjadi masalah besar negeri Kinata. Pada suatu saat, ratu negeri Kinata
membuat keputusan dan kebijakan yang di setujui oleh empat raja golongan
masyarakat, kebijakan itu ialah membangun tembok-tembok penyekat yang besar
untuk menghalangi bertemu nya antar sesama masyarakat golongan lain. Pada
sepuluh tahun berikutnya, tembok penyekat itu sudah jadi dan sudah berdiri
kokoh. Antar golongan tidak dapat bertemu antar golongan lain nya. Tembok
penyekat itu sudah terpasang dan berdiri dengan gagah, tetapi hal yang sama
masih terus terjadi, sudah ada banyak masyarakat yang tidak bertengkar dan
bermusuhan lagi, tetapi juga banyak masyarakat yang masih bertengkar dan
bermusuhan. Bahkan waktu itu ada yang sampai mati karena hal itu, hingga
masalah itu adalah masalah yang tidak dapat di selesaikan di negeri itu. Bukan
hanya masalah itu, ada satu masalah yang cukup serius di negeri Kinata. Masalah
__ADS_1
itu ialah mengenai keutuhan dan keberlangsungan kehidupan di negeri Kinata.
Batu permata
“Darimun” yang di beri oleh dewa Darmanas untuk negeri Kinata hilang. Batu itu
di kasih oleh setiap pemimpin negeri-negeri di Darmanas. Satu negeri hanya
memiliki satu batu Darimun, batu Darimun di berikan dewa sebagai batu yang akan
menjalankan kehidupan di negeri-negeri yang berada di Darmanas. Batu itu
berwarna hijau mengkilau dan indah, di dalam batu itu ada sebuah kekuatan yang
tidak di miliki oleh siapa pun negeri itu, kecuali yang memegang batu Darimun
itu, batu Darimun sendiri jika di gunakan dengan salah dapat menghancurkan
sebuah negeri. Di setiap negeri, batu Darimun itu sangag di jaga dengan cara
yang berbeda- beda. Di negeri Kinata sendiri, batu Darimun di letakan di dalam
ruangan istana, dimana di dalam ruangan istana itu terdapat makhluk tak kasat
mata yang memiliki kekuatan untuk menjaganya, di tambah perajurit terkuat dan
terhebat negeri Kinata. Tetapi dengan semua penjagaan itu, batu Darimun milik
negeri Kinata hilang di ambil oleh ratu hitam yang di kenal di negeri itu ialah
ialah ratu jahat. Ratu jahat berhasil mengambil batu Darimun milik negeri
Kinata dengan bantuan yang belum di ketahui sampai sekarang, inti dari semua
itu ialah baru yang hanya di miliki dan satu-satunya untuk menjaga perdamaian,
kedua negeri Kinata.
Dengan kedua
maslah yang sangat sulit di hadapi oleh ratu atau raja negeri Kinata, maka dari
itu ratu negeri Kinata pergi dan menemui dewa Darmanas yang berada di suatu
pulau yang berada di Darmanas. Oh ia satu lagi, nama ratu negeri Kinata pada
saat itu ialah ratu Sabrina. Ratu Sabrina pergi meninggalkan negerinya dan
menemui dewa Darmanas. Ia mencari pulau yang terdapat Darmanas di dalam nya. Ia
menanti dewa Darmanas selama tiga tahun menggunakan kapal yang terdapat di
negeri Kinata, dan ia mencari dewa Darmanas dengan keempat raja golongan
masyarakat. Pada suatu hari, kelima raja dan ratu negeri Kinata memulai
perjalanan ke pulau yang berada di Darmanas di dalam nya menggunakan sebuah
kapal yang dimiliki negeri Kinata. Mereka lewati lautan yang ganas itu, mereka
lewati badai yang ngamuk, mereka lewati hujan yang tak henti dan mereka lewati
segala kesulitan yang di dapatkan. Mereka lewati semua itu selama tiga tahun,
ratu Sabrina dan empat raja bawahannya itu melakukan hal itu karena mereka
memiliki rasa tanggung jawab terhadap negeri Kinata. Hingga pada suatu hari
ditengah lautan, kelima raja dan ratu itu melihat sebuah pulau yang tampak
__ADS_1
menyeramkan dan menakutkan. Di pulau itu memiliki satu pegunungan yang
tingginya sekitar tiga ratus meter di atas permukaan laut. Bagian atas gunung
itu di keliingi awan hitam yang mekutkan, di dalam awan hitam itu terdapat juga
petir yang saling terhubung di awan itu, terdengar suara petir yang berada di
awan itu saling menyambar.
Awan di atas pulau
itu menakutkan sekali, berbeda dengan awan di luar pulau itu, hanya awan di
pulau itu yang berwarna hitam. Ratu Sabrina dan ke empat raja dan ratu turun
dari kapalnya menuju pulau itu. Tertulis di catatan lama negeri Kinata “pulau
yang di diami oleh dewa Darmanas adalah pulau yang menakutkan dan selamanya
gelap. Tidak ada terang di pulau itu, tidak ada siang di pulau itu, dan tidak
ada cahaya di pulau itu, hanya ada pepohonan yang menakutkan dan tanah tak
terlihat. Dewa Darmanas itu berada di sebuah tempat di pulau itu, ia berada di
sekitar gunung “Lakapi” yang tingginya tiga ratus dua puluh meter di atas
permukaan laut, tempat itu tidak sembarang orang bisa memasukinya. Hanya orang
yang memiliki batu Valita. Hanya yang memiliki batu Valita yang dapat memasuki
tempat di mana dewa Darmanas menetap.
Kelima raja dan
ratu tersebut memiliki batu Valita yang di berikan oleh moyang mereka.
Merekapun memasuki pulau menakutkan itu untuk mencari kediaman dewa Darmanas.
Lima raja itu berjalan mendekati pulau itu, seketika gelap pada pulau itu
terasa, semakin mereka masuk ke dalam pulau itu, akan semakin gelap yang mereka
rasakan. Sudah sangat dekat mereka dengan gunung Lakapi, namun mereka belum
menemukan tempat kediaman dewa Darmanas. Mereka mengelilingi gunung itu untuk
mencari dewa Darmanas, sudah sekian kali mereka mengelilingi gunung Lakapi itu,
tetapi belum bertemu juga dengan tempat yang di maksud kediaman dewa Darmanas.
Salah satu raja golongan masyarakat atau raja Kureta melihat salah satu bagian
gunung, ada tulisan “lima batu Valita harus di letakan di sebelah sini, supaya
dapat menemukan Dewa Darmanas.” Di sebelah tulisan itu ada seperti tempat lima
batu Valita yang seharusnya di letakan di situ. Kelima batu Valita itu berada
di mahkota yang mereka simpan di bagian pakaian yang di kenakan. Valita itu
dapat dengan mudah di lepaskan dari mahkota nya, jadi tidak harus menghancurkan
mahkota itu supaya dapat mengambil batu Valita. Raja golongan Kureta pun
memanggil keempat raja dan ratu lain yang sedang mencari tempat kediaman dewa
Darmanas.
__ADS_1