
Tampaknya semua
rencana yang di usulkan oleh semua makhluk yang berada di ruangan itu sudah
cukup untuk menaklukan ratu jahat. Aku menanyakan kepada mereka semua “apakah
masih adalagi sebuah usulan strategi perang ini” aku rasa sudah tidak ada lagi
usulan strategi perang itu. Aku mengatakan kepada mereka semua “baiklah jika
tidak ada lagi sebuah usulan. Sekarang kita semua menuju medan perang, aku rasa
ratu jahat telah bosan menunggu kita terlalu lama,” dan kita semua menuju medan
perang untuk menaklukan ratu jahat. Sebagian perajurit pergi ke tempat
penyimpanan minyak tanah dan mereka mengumpulkan sebanyak mungkin lalu meraka
yang mengumpulkan minyak akan juga menaiki burung-burung besar yang akan
menumpahkam minyak di kawasan musuh. Aku bersama kawan-kawan dan ratu telah
sampai di depan gerbang istana, gerbang yang besar dan tinggi itu mulai di buka
oleh beberapa makhluk yang bertugas, gesekan antara kayu dengan kayu pintu itu
terdengar sekali. Dan pintu itu telah di buka dengan sangat lebar, sangat
terkejut sekali aku melihat masyarakat negeri Kinata yang akan ikut perang itu,
mereka juga sudah berseragam yang sama dan lengkap.
Terlihat hanya
Asmira yang menggunakan penutup kepala di kepalanya itu, oh ia satu lagi, aku
akan ingatkan di sini mengenai rupa makhluk negeri Kinata. Yang di sebut Tanori
adalah makhluk dengan tubuh yang sangat besar dan berbulu hitam, tubuhnya itu
seperti manusia, tetapi Tanori tubuhnya itu besar dan tinggi, wajahnya atau
kepalanya itu seperti banteng dengan mata yang merah dan bertanduk di kepalanya
itu terlihat pendek, kalau Kureta adalah makhluk negeri Kinata yang tubuhnya
seperti manusia dan berbulu cokelat, tidak terlalu besar dan tidak terlalu
kecil, berekor di bagian bokong belakangnya, wajahnya atau kepalanya seperti
tupai atau tikus, makhluk Pawisu adalah salah satu golongan masyarakat Kinata,
sama dengan Kureta, tubuhnya itu seperti manusia yang berbulu cokelat lebat,
wajahnha seperti rusa dengan tanduk yang besar, kalau Dureta adalah salah satu
golongan masyarakat negeri Kinata, wujud tubuhnya seperti manusia yang berbulu
berwarna putih lebat, lalu wajah dan kepalanya seperti kucing yang lucu. Mereka
semua sudah sangat lama sekali di tidak rukun dan damai antar golongan
masyarakat.
Tetapi jika di
perintahkan ratu untuk ikut berperang melawan sesuatu yang mengancam
keberlangsungan kehidupan negeri Kinata, mereka semua akan mau dan bersedia
melakukannya, yang di izinkak ikut berperang oleh ratu adalah makhluk yang
__ADS_1
berusia tujuh belas tahun ke atas, tetapi sangat terkejut dan tidak di
bayangkan, keempat pembela waktu di sidang itu yang imut dan lucu menghampiri
aku dan kawan-kawan, mereka mengatakan “apakah aku boleh ikut berperang dan
membela ngeri Kinata, jika aku bisa membuat kamu tidak di penjara seumur hidup
di penjara, maka aku bisa ikut berperang melawan ratu jahat. Aku mohon untuk
mengizinkan kita ikut berperang melawan ratu jahat,” karena mereka terus
memohon dan tidak henti, akhirnya aku mengizinkan mereka ikut berperang melawan
ratu jahat, “karena kamu terus memohon, aku izinkan kalian ikut berperang,
tetapi ingat kalian harus berada di belakang kita “ kata aku kepada meraka yang
terus memohon kepada aku dengan suara imut dan lucunya itu.
Setelah mereka
di aku izinkan untuk ikut berperang, meraka langsung melompat-lomoat dengan
riang gembira, dan meraka mengucapakan kepada aku dan kawan-kawan “terimakasih
banyak sekali karena mengizinkan kita ikut berperang, sekali lagi aku sangat
berterimakasih kepada kalian” ucap terimakasih mereka kepada aku dan
kawan-kawan aku. Setelah berbincang
cukup lama dengan anak-anak itu, akhirnya aku menyuruh kepada semua makhluk
yang berada di belakang aku untuk menuju medan perang.
“Sekarang kita
akan tumpah nanti bukanlah hal yang sia-sia,melainkan untuk mempertahankan,rela
berkorban, dan mencatat sejarah baru,” mereka semua yang akan ikut perang
mendengar aku berbicara. Saat aku berlari sekencang mungkin dengan kawan-kawan
aku menuju medan perang, meraka juga berlari sekencang mungkin menuju medan
perang. Aku, Asmira, Aliken dan Densi serta seluruh masyarakat negeri Kinata
yang akan ikut berperang sangat gembira dan terharu dengan semua itu, kita lari
bersama sambil menatap satu sama lain, bersenyum, tertawa dan mengeluarkan
ekspresi senang saat berlari menuju medan perang, hingga akhirnya kita semua
telah sampai di medan perang, belum terlihat pasukan-pasukan yang di miliki
oleh ratu jahat di medan perang itu, tanah yang gersang dan berwarna cokelat
sudah berada di hadapan kita semua, angin bertiupan dari segala arah
seolah-olah memyambut kita, pandangan yang hanya di hadapan kita semua hanya
warna cokelat dan cokelat.
Padang gersang
itu di kelilingi pegunungan-pegunungan yang sangat tinggi jika dilihat langsung
dari medan perang, asap gunung itu terus mengeluarkan dan tidak berhenti, seluruh
gunung-gunung di sekitar medan perang masih aktif. Ratu yang di sebelah aku
__ADS_1
mengatakan “sebetulnya kita semua berada di tempat ini, medan perang ini bukan
untuk berperang melainkan untuk berdialog dengan ratu jahat, tetapi jika ratu
jahat tidak menginginkan itu, terpaksa ratu akan membuat kekerasan kepada ratu
jahat” dan sebenarnya kita semua itu berada di medan perang itu bukan ingin
berperang melainkan untuk berdialog, tetapi jika ratu tidak ingin berdialog,
gunanya kita di sana akan di perlukah.
Aku langsung
berkata kepada seluruh makhluk negeri Kinata untuk membuat formasi. “Sekarang
buatlah formasi” seketika meraka semua yang mendengar aku berbicara untuk
membuat formasi langsung dengan sangat cepat dan teratur mereka memnuat
formasi, seperti sudah terlatih membuat formasi mereka itu. Membutuhkan waktu
yang tidak sedikit untuk membuat formasi yang sempurna, kita semua di medan
perang itu ada sekitar dua puluh lima ribu makhluk negeri Kinata yang ikut
berperang dari tiga puluh ribu makhluk negeri Kinata keseluruhannya. Saat-saat
seperti itulah mereka semua kompak menghadapi ancaman keberlangsungan hidup
mereka, semua makhluk dari golongan Kureta, golongan Pawisu, golongan Dureta
dan golongan Tanori berbaur menjadi satu, semua makhluk saling mendekat seperti
tidak ada rasa permusuhan. Terlihat sekali di medan perang itu, si rusa
berdekatan dengan si tupai dan sebagainya. Setelah seluruh makhluk di tempat
itu selesai membuat formasi dan sudah sangat siap untuk berperang, terlihat
dari kejauhan dari kaki gunung-gunung itu, terlihat puluhan ribu prajurit ratu
jahat yang menghilangkan kaki gunung-gunung itu, mereka berjalan menuju kita
semua dengan jumlah yang aku rasa lebih benyak mereka.
Sampai-sampai
kaki gunung-gunung yang berada di belakang mereka hilang tak terlihat, mereka
dengan pasir yang mendukung mereka, mereka berjalan dengan kompak dan semangat
sampai pasir di kakinya itu ikut berjalan. Di belakang kabut pasir cokelat itu
terdapat puluhan atau ratusan ribu prajurit ratu jahat yang siap menaklukan
kita semua. Dan seketika mereka berhenti seperti ada yang memerintahkan. Dengan
sangat kompak dan beraturan mereka berhenti, pasir yang ikut berjalan bersama
mereka hilang kembali ke tanah, dan kabut pasir itu menghilang, aku dan
kawan-kawan sangat di kejutkan oleh para perajurit ratu jahat, ternyata seluruh
perajurit ratu jahat adalah warga masyarakat negeri Kinata, sangat sama sekali
mereka semua itu dengan apa yang aku lihat di belakang aku, tetapi yang
membedakan adalah mereka semua mengenakan pakaian berwarna hitam, sedangkan
perajurit negeri Kinata mengenakan pakaian perang dengan warna yang bervariasi.
__ADS_1