
Ratu yang di
sebelah aku mengatakan “jangan terkejut dengan semua itu, aku yang salah karena
tidak bisa membuat mereka semua bahagia, mereka semua yang menjadi perajurit
ratu jahat telah di janjikan oleh ratu jahat bahwa jika mereka ikut dan tunduk
terhadap kekuasaannya,maka mereka akan hidup damai, maka dari itu mereka ingin
mengambil tahta aku, mereka ingin menjadikan ratu jahat sebagai pemimpin negeri
Kinata. Semua itu akan segera terjadi jika batu Darimun yang berada dan sedang
di pegang ratu jahat itu tidak di rebut atau di ambil dan di di serahkan ke
aku, jadi jika ratu jaha tidak ingin berdialog, maka tugas kamu adalah
mengambil batu Darimun itu secara paksa dan bawakan kepada aku, karena akulah
yang akan menghancurkan dan membunuh ratu jahat dengan batu Darimun itu. Apakah
kamu mengerti?.”
Sesudah ratu
mengatakan hal itu kepada aku, aku seperti semakin mengerti dengan semua itu,
jadi yang memiliki batu Darimun adalah makhluk yang akan menjadi pemimpin suatu
daerah, dan batu Darimun itu bisa di gunakan untuk menghancurkan atau
memusnakan suatu kelompok atau orang, aku jadi berubah pikiran di medan perang
itu, aku akan berupaya mengambil batu Darimun itu dan aku akan membawakan batu
Darimun itu menuju salah satu gunung merapi di tempat itu dan akan membuangnya
batu Darimun itu ke lahar lautan api yang berada di gung itu hingga musnah batu
itu. Dan dengan begitu maka kita semua akan hidup dengan damai. Ratu jahat mulai tampak terlihat di sekitar
perajuritnya, ratu jahat terus berjalan menuju tengah-tengah medan perang itu
dan seperti ingin mengucapkan beberapa hal kepada ratu Sabrina. Sama halnya
dengan ratu Sabrina, ratu Sabrina berjalan menuju tengah-tengah medan perang
untuk menemui ratu jahat, kita semua baik perajurit ratu jahat dan perajurit
negeri Kinata hanya bisa melihat ratunya bertemu dua mata, setelah mereka sudah
berada di tengah-tengah medan perang dan sudah saling bertatap muka, mereka
seperti mengucapkan beberapa hal yang tidak terdengar oleh kita semua.
Dan setelah
sekian lama mereka berbincang-bincang cukup lama, akhirnya kedua ratu itu
kembali ke tempatnya, ratu jahat kembali ke perajuritnya dan ratu Sabrina
kembali ke perajuritnya, setelah ratu Sabrina telah berada di sebelah aku, ratu
Sabrina langsung berkata kepada aku “sebaiknya kamu segera mengucapkan dengan
suara keras dan bila perlu berteriak “kita akan berperang melawan ratu jahat,
siapkan senjata yang di pegang dan bersedia mendengar aba-aba” karena Ratu
tidak bisa berteriak terlalu kencang, maka kamu yang akan berteriak kepada
mereka semua. Mengerti?” kata ratu kepada aku. Aku langsung melakukan apa yang
ratu perintahkan kepada aku, aku langsung berteriak dengan sangat kencang
sebisa aku “siapkan senjata,kita akan berperang melawan ratu jahat. Tunggu aba-aba dari ratu atau dari
aku,setelah sudah ada perintah menyerang kita korbankan atau bila perlu
menagkan perang ini, apakah mengerti?.” Tampaknya mereka semua mengerti dengan
ucapan aku itu, secara serempak dan bersamaan mereka semua berkata “mengerti.”
Ratu jahat dengan suara kerasnya mengucapkan “seraaang” dengan kekompakan
perajurit ratu jahat, mereka semua langsung berlari dengan sangat kencang dan
kompak dengan membawa pedang di tangan nya dan lain sebagainya yang terlihat
mengerikan dan tentunya mematika.
Pasir tanah yang
tadinya tenang di bebatuan, karena kekompakan mereka, pasir itu bangun dari
tidurnya dan berjalan di sela-sela kaki perajurit ratu jahat yang kompak itu.
Dengan teriakan mereka yang kompak dan menakutkan itu membuat aku merinding
__ADS_1
saat di medan perang itu, ratu Sabrina dengan sangat cantik mengeluarkan
pedangnya itu dari tempatnya yang berada di bagian celananya, lancip bagian
ujung pedangnya itu dan panjang pedangnya itu sangat cocok jika ratu Sabrina
menggunakannya. Lalu aku mengambil pemanah dan satu busur yang berada di pundak
aku untuk berperang melawan perajurit ratu jahat, Aliken yang berada di sebelah
aku mengeluarkan pedangnya dari tempatnya yang berada di celananya dengan
sangat gagah dan seperti laki-laki pemberani, Densi sama halnya dengan Aliken,
Densi mengeluarkan pedang ya itu dengan gagah, jilbab Asmira bertiuo angin yang
kencang seperti melambai-lambai.
Asmira langsung
menyiapkan tongkatnya itu dengan sedia dan siap untuk melawan musuh, aku
berkata dengan berteriak kepada seluruh perajurit negeri Kinata yang ikut
berperang “apakah semua telah siap untuk perang ini?” dan seluruh perajurit
negeri Kinata berkata dengan serempak “siaaap” aku yang mendengar hal itu bahwa
mereka semua telah siap untuk peperangan itu, aku sekali lagi berkata dengan
sangat keras dan kencang “seraaaang,” setelah aku mengatakan serang yang
menandakan seluruh perajurit negeri Kinata untuk berperang melawan ratu jahat,
mereka semua dengan kompak dan semangat yang berkobar-kobar berlari menuju
lawan.
Meraka berkata
“yaaaaaa” aku berlari bersama ratu dengan membawa pemanah dan busur panah yang
telah siap menancap lawan, dan kita semua berlari dengan sangat, menuju perajurit
ratu jahat, bagian pemanah yang tetap diam di tempat langsung melepaskan busur
panahnya itu setelah aku melepaskan busur panahnya ke salah satu lawan, tujuan
busur panah yang lancip dan tajam mengenai musuh, musuh ketika terkena hujan
busur panahnya itu seperti terpental yang tidak jauh dari posisinya itu, ada
sebagian busur panahnya itu meleset ke target musuh, kita semua yang berlari
akhirnya kita telah berhadapan dengan prajurit-prajurit ratu jahat.
Aliken yang
sudah sangat siap menancaokan pedangnya itu ke musuh berhasil membunuh musuhnya
itu, dengan sangat gagahnya Aliken mengangkat pedangnya itu dan menancapkan
pedangnya ke musuh yang lain, sama dengan Densi, Densi dengan pedangnya itu
menancapkan pedang yang tajam itu ke musuhnya. Asmira yang memimpin pasukan
bertongkat, dengan gayanya Asmira mengarahkan tongkatnya itu ke musuhnya itu,
Asmira melompat dengan tinggi dan memukul bagian kepala musih dengan kencang
hingga mati, yang dilakukan Asmira dilakukan kembali oleh pasukan yang
dipimpinnya itu, Anak-anak kecil itu yang memohon untuk ikut berperang dengan
lincah dan kelebihannya itu berhasil melumpuhkan musihnya itu dengan senjata
yang di pegangnya, anak-anak kecil itu dengan kerjasama berusaha melawan
musuhnya itu, sangat lucu sekali aku lihat dari kejauhan anak-anak itu.
Aliken yang
sedang melawan musuhnya itu terlihat dari belakangnya seperti ingin di tusuk
oleh pedang lawan, aku yang melihat hal itu langsung memanah musuh yang
berupaya menusuk Aliken dari belakang tubuhnya, dan busur panah itu kena musuh
itu. Tetapi hujan busur panah lawan mengarah kepada kita yang tidak bisa di
hindarkan, dengan hujan busur panah itu, aku melihat banyak sekali perajurit
negeri Kinata terjatuh dan tidak berdaya karena tajamnya busur panah itu
terkena di tubuhnya. Mulai banyak sekali perajurit negeri Kinata yang terjatuh
dan terbunuh oleh peperangan itu, tidak bisa di kendalikan lagi perajurit ratu
jahat yang semakin kuat dan semakin jadi. Dan sepertinya harapan menang melawan
__ADS_1
ratu jahat hanya sedikit. Tetapi secara tiba-tiba di udara medan perang itu,
berterbangan burung-burung raksaa yang di kendalikan oleh suatu makhluk negeri
Kinata dan burung-burung itu membawa tong yang berisi minyak tanah, minyak dari
udara turun seperti hujan dari langit mengguyur daerah musuh dan terkena tubuh
musuh, setelah sekian lama minyak itu di tumpahkan ke musuh.
Aku langsung
mengambil salah satu busur di pundak aku dan aku mengeluarkan minyak tanah yang
aku bawa dan korek api, lalu aku sobek bagian baju aku dan aku ikat di bagian
busur itu, lalu setelah aku ikat, kain itu aku tumpahkan minta dan aku bakar,
lalu dengan berat hati aku arahkan busur panah itu ke salah satu burung yang
berterbangan. Aku mulai membidik nya dan aku bidikan panah itu, lalu busur itu terkena ke salah satu burung raksasa
yang sedang terbang, ternyata burung itu telah mengetahui akan di bidik dari
penunggangnya, dan burung itu terjatuh dengan tubuh terbakar, setelah burung
itu terjatuh dan mendarat di permukaan medan perang, dengan ganasya api-api
mulai muncul karena minyak yang di tumpahkan oleh burung-burung raksasa.
Dengan sangat
cepat dan waktu singkat, tempat itu terbakar dan memusnakan semua makhluk yang
berada di sekitar api itu. Karena aku melihat ratu jahat sedang sibuk dengan
apinya itu, aku langsung memanggil salah satu burung raksasa di udara dengan
meloncat-loncat, dan burung itu mengetahui bahwa sedang ada yang memanggilnya,
burung itu langsung terbang ke arah aku dan mendarat di hadapan aku, aku
langsung di berikan tumpangan oleh burung itu dan aku langsung menaikinya.
Pertama kalinya aku menaiki burung raksasa dan terbang di udara tanpa pengaman.
Aku berkata kepada burung itu “arahkan aku ke ratu jahat itu karena aku ingin mengambil batu Darimun dan setelah
berhasil mengambil batu Darimun, bawalah aku ke gunung merapi itu,” karena
burung itu mengerti dengan ucapan aku itu, burung itu langsung membawa aku
menuju ratu jahat, setelah aku sudah berada cukup dekat dengan ratu jahat, aku
langsung mengambil batu Darimun yang berada terikat di bagian celananya ratu
jahat, dan baru Darimun itu berhasil aku curi dari ratu jahat.
Lalu burung
raksasa itu membawa aku menuju salah satu gunung berapi di medan perang itu.
Ratu jahat yang menyadari bahwa aku berhasil mencuri batu Darimun, ratu
memperintahkan hentikan dia aku dengan memanah pencuri itu dan burung itu. Lalu
banyaknya busur panah yang mengarah ke aku dan burung raksasa itu, dengan
lincah burung raksasa itu menghindari hujan busur panah itu, ratu Sabrina
melihat aku dan burung raksasa itu sedang membawa batu Darimun itu ke gunung
berapi, ratu Sabrina merasa bingung dan heran mengapa aku membawa batu Darimun
itu ke gunung berapi. Saat aku sudah berada di atas gung berapi itu, burung
raksasa terkena busur panah dan burung itu tidak bisa menahan sakitnya itu, karena semakin banyak busur panah
yang terkena tubuhnya, akhirnya burung itu terjatuh ke badan gunung berapi dan
mati di badan gunung berapi. Aku terjatuh jauh dari burung itu ke mulut gunung
berapi. Aku hampir jatuh ke dalam gunung itu dan hampir tercebur tubuh aku ini
ke lautan gunung berapi itu.
Aku langsung
berdiri dari jatuh aku itu dengan tubuh yang sangat sakit dan terluka banyak di
tubuh aku itu, dengan perlahan aku berdiri dari jatuh aku dan akhirnya aku
berhasil berdiri. Saat aku sudah berdiri, dengan sangat cepat dan kencang,
busur panah lawan mengenai tubuh aku dan menembus sampai baju depan aku. Aku
bisa melihat busur panah itu dari mata aku itu. Busur panah itu menembus dada
aku dan aku merasakan kesakitan yang sangat sakit sekali. Tidak lama kemudian
__ADS_1
aku terjatuh dan mati, lalu batu Darimun yang aku pegang itu terjatuh ke gunung
berapi itu dan batu Darimun itu musnah tertelan lautan api gunung itu.